Hai semua..kisah tentang penari dan pemain biola yang romantis.Wajib baca ok,ceritanya seru loh..
Devina Belia prayoga seorang gadis berusia 22 tahun dengan badan yang cukup tinggi,baik dan juga ramah..dia sangat menyukai tari..tapi karena sesuatu dia memendam hobinya
Altaf Huzain Santoso pria tampan dan cool dengan kulit putih dan tinggi dia seorang pemain biola yang sangat handal....
bagaimana kisah selanjutnya...ikuti terus kisahnya...
selamat membaca
keduanya bertemu tanpa sengaja saat ada acara pesta ulang tahun kerabat Altaf...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Devina mengibaskan tangan Altaf yang berada dipundaknya..
"Apa maksud kamu ngomong kayak tadi.."ujar Devina dengan emosi..
Altaf hanya melihat kearah Devina lalu pergi tanpa menjawab pertanyaan Devina..
Devina mengejar Altaf....
"Tunggu..mau kemana kamu..jawab pertanyaanku dulu..apa maksud kamu bilang kalau aku istri kamu..."ujar Devina sambil mengejar Altaf..
Altaf hanya terus berjalan sambil tangannya dimasukkan kedalam saku celananya...
"Berhenti....aku bilang berhenti..."ujar Devina yang mulai terlihat marah..
"KULKAAAASS KUTUUUB Berhenti..."ujar Devina berteriak..
Altaf berhenti dan Devina menghampirinya..
"Apa maksud kamu bilang kalau aku istri kamu..."
"Apa kamu bilang tadi.."
"Memangnya kamu tuli ya...aku bilang apa mak..."
"Kamu memanggilku apa tadi..."ujar Altaf memotong perkataan Devina..
Devina terdiam menelan salivanya...dia baru ingat kalau tadi dia memanggil Altaf dengan kulkas kutub..
"A..aku.."Devina gugup..
"Kulkas kutub..."Altaf mendekatkan telinganya diwajah Devina...
"Aku ingin mendengarnya sekali lagi.."ujar Altaf lagi..
"Ku..kul..kulkas kutub..."ujar Devina sambil menutup matanya rapat-rapat..
Saat Devina membuka matanya,rupanya Altaf sudah berjalan menuju keparkiran..
"Hei..tunggu.."Devina mengejar Altaf.Altaf berhenti dan menoleh kearah Devina..
"Ada apa lagi..."
"Tadi kan kita berangkatnya sama-sama..jadi pulangnya sama-sama juga kan.."ujar Devina..
"Oohh..masih punya keberanian buat pulang sama aku.."ujar Altaf..
"Kalau aku gak pulang sama kamu...terus aku pulang sama siapa..."ujar Devina..
"Oohh...masih ingat kalau tadi kita berangkatnya bareng..kirain sudah lupa..."ujar Altaf sambil memasuki mobilnya...
Devina buru-buru menyusul Altaf kedalam mobil..
Selama didalam mobil Altaf dan juga Devina tidak terlibat dalam obrolan apapun..
"Kamu langsung pulang atau mau mampir kemana dulu.."ujar Altaf..
"Langsung pulang aja.."
"Ok.."
Altaf mengantar Devina sampai didepan rumah Devina,papa Devina melihat Altaf yang sedang mengantar Devina dan menghampirinya..
"Nak..Altaf tidak mampir dulu.."
"terima kasih om...Altaf langsung pulang saja.."ujar Altaf..
Altaf melambaikan pada Papa Devina..
"Bagaimana kompetisinya tadi..."
"Ya gak gimana-gimana sih pa.."
"Apa banyak yang datang..."
"Tidak kok pa...karena Altaf sudah terkenal jadi mereka melihat hanya melihat kemampuan dari Devina saja..."
"Oh gitu.."
"Ya pa...pa Vina pergi kekamar dulu ya...mau mandi.."
"Ya sayang.."ujar Rudi..
Diperjalanan pulang,Altaf lupa tidak meminta nomer ponsel Devina..
"Ya ampun..kenapa aku lupa untuk meminta nomer gadis itu...aku kan ingin membicarakan soal niat mama itu..."ujar Altaf berbicara sendiri..
"Apa aku kembali saja kerumah gadis itu.."ujar Altaf lagi...
Akhirnya Altaf memutuskan untuk balik lagi kerumah Devina..
Tak lama kemudian Altaf sampai dirumah Devina,Dia keluar dari mobil dan berjalan menuju kerumah Devina..Altaf mengetuk pintu rumah Devina dan yang membuka pintunya papa Devina..
"Om..."ujar Altaf sambil bersalaman dengan papa Devina..
"Mm..kamu...kamu putranya pak Irvan kan.."
"Ya om..."
"Siapa nama kamu...om lupa.."
"Saya Altaf om.."
Mama Devina keluar dari dalam rumah..
"Siapa pa.."ujar Erlita..
"Ini ada Altaf mah...ayo masuk nak Altaf.."ujar Rudi mempersilahkan Altaf masuk kedalam rumah..
"Ada apa kamu kesini.."
"Saya mau ngajak De..Devina keluar om...ada yang mau dibicarakan soal kompetisi..."ujar Altaf beralasan..
"Ohh...ya jadi kamu teman pasangannya Devina.."ujar Erlita..
"Ya tante.."ujar Altaf..
"Sebentar ya..tante panggilkan Devinanya dulu.."
Altaf mengangguk..
Altaf dan Rudi berbincang-bincang dan beberapa saat kemudian Devina keluar dari kamarnya..
"Ada apa lagi.."ujar Devina ketus..
"Devina...g baik ngomong seperti itu pada tamu.."
"Maaf pa.."ujar Devina..
"Ada apa.."ujar Devina lebih lembut..
"Ada yang mesti saya bicarakan soal kompetisinya.."
"Soal apa.."
"Bisa kita bicara diluar sambil ngopi dicafe biar enak ngobrolnya..bagaimana.."
"Disini saja kenapa sih..."ujar Devina seperti menolak..
"Sudah Vin...kalian pergi saja.."ujar Erlita..
"Tapi ma.."
"Ya Vin..kamu kan tidak pernah pergi ke cafe..."ujar Rudi..
Devina menghela nafas..
"Baiklah..tunggu sebentar..aku mau ganti baju dulu.."ujar Devina..
Devina masuk kedalam kamar..Devina sengaja berlama-lama didalam kamar..Devina masih kesal dengan Altaf soal tadi yang mengaku kalau dirinya dan Altaf adalah sepasang suami istri..
Devina keluar dari kamar dengan memakai dres simple..tidak seperti biasanya,Devina biasa memakai celana jeans dan kaos..kali ini Devina sengaja memakai dres,karena merasa sudah lama dia tidak pernah memakai pakaian yang feminim..Altaf yang melihat Devina baru pertama kali memakai Dres jadi terpana..Altaf hanya fokus pada Devina..
"Kenapa melihatku seperti itu..aneh ya...aku ganti dulu ya.."ujar Devina sambil melihat-lihat kebadannya sendiri..
Altaf menunduk..
"Gak kok..kita berangkat sekarang saja.."ujar Altaf..
Devina berpamitan pada kedua orang tuanya Altaf pun juga berpamitan..
Altaf dan Devina berjalan keluar dari rumah..Erlita dan Rudi mengikuti dari belakang..
Tiba-tiba ponsel Altaf berdering..Altaf melihat nama kontaknya..
"Papa..."ujar Altaf...
Altaf mengangkat telfonnya..
"Halo pa..."ujar Altaf..
"Al...kamu segera kerumah sakit sekarang.."ujar Irvan dari seberang ponsel..
"Kerumah sakit... ada apa pa.."ujar Altaf
"Papa sakit.."ujar Altaf lagi..
Devina dan kedua orang tuanya kaget mendengar ada yang sakit..
"Ada apa Vin.."ujar Erlita pada Devina..
"Devina tidak tau ma.."ujar Devina..
"Ada apa pa.."
"Al..mama kamu sama Berlin tadi kecelakaan..dan sekarang keadaan mereka kritis.."ujar Irvan
"Mama kecelakaan..kok bisa pa.."ujar Altaf kaget..
Devina dan Kedua orang tua Devina ikut terkejut..
"Pokoknya sekarang kamu kesini.."ujar Irvan..
"Ya pa..Altaf segera kerumah sakit.."
"Ada apa Al.."ujar Erlita..
"Mama kecelakaan tante..."ujar Altaf
"Kita tidak jadi kecafe..aku mau kerumah sakit.."ujar Altaf pada Devina..
"Kita ikut Al.."ujar Erlita sambil mengajak suaminya..
"Ya tante..."ujar Altaf..
"Vina sama mama sama papa ya.."ujar Devina..
Erlita mengangguk..