NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Bicara

Ketika Cinta Telah Bicara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:950.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eeeewy

Lima belas tahun yang lalu, Maria adalah sosok yang ceria tidak peduli bagaimana asal - usulnya. Namun semenjak dirinya menyatakan cinta pada Yudha dan ditolak, ia jadi memahami mengapa Bibit, Bebet, dan Bobot menjadi standar ditolak dan diterima, dipilih dan dipinang.

Apalagi ketika ia harus terusir dari rumah karena sertifikatnya telah digadai sang ayah. Sedangkan sang ayah sendiri tewas menjadi bulan - bulanan massa setelah tertangkap basah tengah mencopet.

Yudha seorang pria tamvan, mavan, dan rupawan. Karirnya begitu cemerlang. Namun takdir seolah menjungkir balikkan hidupnya ketika sang istri meninggal saat melahirkan buah hati kedua mereka.

Karena harus menitipkan sang bayi di rumah sang ibu, ia kembali bertemu Maria dalam kondisi saling membutuhkan.

"jadilah baby sitter untuk anakku, aku akan menanggung semua kebutuhanmu."

"Hey, kamu nggak takut mempercayakan anakmu padaku. Nanti kalau anak mu rewel kemudian aku bunuh, gimana."

Yudha tersadar, kesalahannya di masa lalu telah membuat Maria tidak lagi sama seperti yang dulu.

Namun Ketika Cinta Telah Bicara, akankah menyatukan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eeeewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Yudha berusaha menahan tawa melihat Maria tampak kebingungan menjawab ucapan ibunya. Hayo loh...! Mungkin apa yang Yudha rasakan sekarang sama seperti yang dirasakan Maria di masa lalu setiap kali berhasil membuatnya panik. Entah itu pulang dengan pakaian kotor ataupun kehilangan celana saat mandi di sungai.

Mendadak Yudha merasa bodoh ketika saat itu ia selalu marah - marah pada Maria. Seharusnya ia mengerjai balik, supaya gadis itu sadar jika dirusuh teman itu sangat tidak menyenangkan. Sanksi sosial yang terlanjur disematkan untuk Maria telah membuatnya ikut menjauhi seorang gadis kecil yang tidak mengetahui apa - apa.

Maria tergugu cukup lama untuk mengarang jawaban yang logis. Jika ia mengaku - ngaku Mario adalah abangnya, pasti orang - orang tidak akan percaya. Namun jika ia mengaku hanya seorang ART pasti lebih aman. Kalau mengiyakan jika Mario adalah suaminya, itu jelas tidak mungkin lah ya. Alasan itu cukup untuk membohongi Yudha saja.

"Terima kasih Bu Asri sudah datang berkunjung. Tapi maaf, saya belum menikah. Saya disini hanya seorang ART," ucap Maria sambil tersenyum.

Jawaban Maria membuat Yudha bersiul. "Jadi ART kok bisa dipeluk - peluk!" sindirnya dengan pedas khas seorang Yudha yang sejak dulu tidak pernah bersikap baik dan selau berbicara dengan nada sengak. Begitu bilangnya Cinta? Hah, Cinta dari Koreyah?

Maria menatap Yudha dengan pandangan ingin membunuh. Rugi sekali karena seumur hidupnya sudah menyukai lelaki itu. Ternyata ucapan yang selalu digembar - gemborkan oleh Safira jika cinta itu buta dan telah membutakan mereka itu benar adanya.

"Ucapanku benar kan? Waktu itu aku melihatmu--. Dipeluk," cengir Yudha tanpa dosa karena sudah mengumbar aib seorang Maria di depan bu Asri dan dua anak yang masih polos.

"Itu-- nanti saya jelaskan. Tunggu sebentar!" pamit Maria. Ia harus menenangkan hati dengan menyibukkan diri di dapur. Ia membutuhkan kekuatan ekstra sebelum menghadapi Yudha dengan pasukan khusus yang ia bawa.

Beberapa saat kemudian, Maria kembali sambil menyuguhkan teh hangat. "Maaf seadanya," ucapnya sopan sambil meletakkan nampan di lantai, kemudian ikut duduk seperti Yudha dan Arina.

Bu Asri menatap Maria. "Maafkan Ibu, karena tidak tahu jika kamu terusir dari rumah!" ucapnya penuh sesal. Kesibukannya mengurus dua cucu membuat bu Asri mengabaikan lingkungan sosial di sekitarnya.

"Iya, Bu," jawab Maria sambil menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya. Betapa sesaknya hati Maria saat teringat rumah peninggalan sang nenek yang menyimpan banyak kenangan itu, di ambil paksa oleh rentenir.

"Seharusnya waktu itu kamu menemui kami, Ria!" ucap bu Asri.

Maria hanya tersenyum sambil menggeleng. Saat itu ia tidak sempat berpikir untuk meminta bantuan para tetangga, karena sejak kecil ia terbiasa mengalami penolakan. Yang ada pastilah rasa dongkol ketika mendapati orang - orang bersikap tidak mau tahu atas apa yang dialaminya. Belum lagi rasa malu yang tertinggal jika ia meminta tolong, tapi justru menerima jawaban tidak mengenakkan.

"Ada teman yang sudah berbaik hati menampung saya. Kebetulan teman saya membutuhkan ART jadi saya di ajak kemari."

Penjelasan Maria sedikit membukakan mata hati Yudha. Saat itu ia kelewat cemburu sehingga langsung memberikan penilaian buruk pada lelaki yang mendekati Maria.

"Tapi saat itu aku sudah menawarkan bantuan untukmu, kan?" Yudha mengajukan protesnya. Tentu saja Yudha masih merasa kesal. Mengapa bantuan yang ia tawarkan ditolak, sedangkan bantuan dari lelaki lain justru diterima?

Maria memelototi Yudha. Seandainya ia tidak di hadapkan pada satu kompi pasukan khusus yang sengaja dibawa oleh pria itu, Maria pasti sudah mengucapkan jutaan kata - kata mutiara koleksinya. Ish...ish..ish...

Sebuah tangan kecil yang menyentuhnya, membuat Maria melepaskan pandang dari si duda tampan yang seumur hidup telah menjadikannya seorang bucin akut. Kini ia menatap gadis kecil yang mendekatinya untuk minta diperhatikan.

"Onty tinggal bersama kami saja yuk! Nenek sedang sakit. Aku dan dede' membutuhkan teman. Tapi aku tidak mau mendapat teman yang tidak aku kenal," rajuknya manja. Jurus rahasia pertama Yudha mulai beraksi. Haiyaa...

Maria mengusap rambut Arina dengan gemas. "Be carefull, Mar. Jangan lengah!"

"Maafkan Onty ya, Sayang! Onty tidak bisa. Tenang saja, nanti kamu pasti akan mendapatkan teman yang lebih baik dari Onty."

Jawaban Maria membuat Yudha menghela napas dan menghembuskannya dengan kasar. Jurus pertamanya gagal!

Sementara itu Arka yang terbiasa berada di tempat yang sejuk mulai gelisah. Tubuhnya kini bergerak - gerak tidak nyaman di pangkuan sang nenek. Yudha yang melihat si kecil mulai protes buru - buru mengambil alih gendongan, kemudian membawa Arka keluar sejenak untuk mencari angin. Maria memperhatikan semua gerak - gerik si papa tamvan yang tampak luwes menghadapi fotocopiannya. Pemandangan yang membuat Maria kembali terpesona. Ah elah... Meleleh dah.

"Arka itu sukanya di gendong sambil di ajak jalan - jalan. Tapi karena ibu sedang sakit, jadi repot," ucap bu Asri sambil menunjuk kakinya yang membuat beliau terpaksa harus duduk di kursi roda. Ucapan Bu Asri segera menyadarkan Maria yang sedang memperhatikan Yudha tanpa berkedip.

Bu Asri yang melihat gelagat Maria berusaha tersenyum. Ternyata Maria masih tetap sama seperti dulu. Jika memang gadis itu masih menyimpan rasa untuk sang putera, maka ia akan merealisasikannya sekarang. Mungkin sebenarnya Yudha dan Maria adalah jodoh yang tertunda. Seketat apapun audisinya untuk menyeleksi menantu terbaik, toh akhirnya kembali lagi ke Maria.

"Sekarang ibu sudah tua, Ria. Mungkin usia ibu sudah tidak akan lama lagi. Tapi ibu tidak akan tenang meninggalkan mereka dalam kondisi seperti saat ini." Bu Asri menatap Maria sambil tersenyum tulus. Maria mendadak menjadi baper. Jangan bilang jika bu Asri menginginkan Maria untuk menjadi baby sitter plus - plus bagi Yudha dan anak - anaknya.

*******

Maria berbaring di kasur busa sambil menatap langit - langit kamarnya. Permintaan seorang Bu Asri sedikit banyak telah menggoyahkan imannya. Bu Asri memang tidak sebaik ibu Safira, tapi beliau bukan orang yang bermulut julid meskipun dulu putera bungsunya selalu menjadi obyek kejahilan Maria. Hanya saja bagi sebuah keluarga, semua akan terasa istimewa jika bisa mendapatkan menantu dengan bibit, bebet, dan bobot yang sesuai dengan strata sosial mereka. Itulah alasan mengapa Maria lebih memilih mundur dan menjauhi Yudha seiring waktu yang mendewasakannya ketika memahami arti istilah tersebut.

Lalu tawaran untuk menjadi baby sitter dengan jaminan akan diambil menjadi menantu telah membuat Maria galau. Ia pun tidak bisa menolak ataupun mengiyakan. Dan sekarang Maria tengah sibuk berpikir untuk mempertimbangkan jawabannya.

Bunyi notifikasi pesan yang masuk mengganggu lamunan Maria. Lagi - lagi pesan dari Safira.

Safira : Mar, abang kamu tuh. Belum - belum manggilnya Sweety aja.

Maria : Lha kamu kan emang ayang beb nya. Gimana sih?

Safira : Abangmu beneran mau melamar aku? Apa nggak terburu - buru?

Maria : Ya malahan bagus kan Saf. Kamu bisa menang set langsung dari si Sundel.

Safira : Mar, ngomong - ngomong weton abang kamu apa. Nanti biar diterawang sama mbah D.

Maria menepuk jidatnya. Untuk seseorang yang pernah dikecewakan seperti Safira. Sekarang apa - apa harus melalui pengecekan dulu bernama mbah D.

Mungkin jika nanti Safira kembali mengajak Maria berkunjung ke rumah mbah D. Ia bisa sekalian menanyakan tentang Yudha. Kalau bisa Maria ingin minta jutsu ampuh agar tidak mudah terkena bujuk rayu pasukan khususnya Yudha selama masa kerja menjadi baby sitter.

Tbc

1
sakura
...
sakura
..
Audrey Chanel
suka author nya pinter love you Thor
Audrey Chanel
Terima kasih kak Author aku jg mencintaimu😘🫠😂😄🤗🤗🤗
Audrey Chanel
intinya biar si mantan ilang dari pikiran cari yg baru yah Thor
Audrey Chanel
sukurin handuknya buat ngepel
Hania Nasar
krm aj si devil ke mbah D.
atin p
😀😀😀😀thor...edannn tenan critone iki
atin p
auto ngakak...pengene Rico sing mati...wqwqwq tibane bpke dewe...
Sri Hartini
menurutku yudha gak lah buruk,soalnya kelakuan maria sendiri yg menurutku keterlaluan bercandanya,terang aja langsung ditolak cintanya
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
. ok
Marni Aja
😭😭😭
Marni Aja
ikut nangis aku bacanya😭😭
Marni Aja
cerdas jawabanmu mar.... marimar.... maria mersedez😂
Marni Aja
jujur ya, aku itu setiap baca part latahnya maria.., suka ngakak sendiri.... itu jingle telenovela jadul banget jaman aku gadis.... maria mersedes😂😂😂
🍉🕌kimˢᵉˡˡᵒʷ͢ ᵇᵍᶠ🦢
mampir
Marni Aja
😭😭😭
Rian's 666
pas
Rian's 666
tes
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!