Ini kisah tentang 4 orang sahabat. Keyafaza, gadis yang selalu menduga bahwa persahabatan yang ia jalin itu bukan benar - benar sahabat. Karna candaan yang teman nya keluarkan hanya saat berada di sekolah saja. Bahkan mereka tidak tau rumah keya hingga kelulusan datang.
Beradu dalam kecerdasan adalah cara mereka berteman. Setiap TES di sekolah akan berlangsung, mereka pula langsung menjadi musuh dalam hitungan detik. dan bukan lagi teman baik.
Kenapa keya menemukan 3 orang seperti mereka. Bahkan keluh kesal yang keya punya jarang mereka ketahui. 1 alasan yang selalu membuat keya minder untuk bercerita adalah kecerdasan yang di miliki mereka.
Pertemanan seperti apa?
Mungkin kah setelah lulus kita juga akan asing?
________________
IG : khairina_naa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khairina_annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 25
"Hay wil" sapa caca yang baru memasuki kelas dan melihat wily sedang duduk di bangku depan kelas kita
"Hay" lanjut wily dingin
Manusia batu memang, wily jarang bisa di tebak oleh siapa pun saat sikap nya berubah - berubah. Orang yang menyapa wily saja tidak tau apakah ada masalah dengan wily atau tidak karna mimik muka nya akan berbanding kebalik dengan jawaban yang di keluar kan nya.
Tak memperdulikan jawaban wily, caca segera masuk ke dalam kelas. Menemui teman - teman nya yang sudah dulu sampai di dalam kelas ini.
Sambil meurun kan tas yang sedari tadi di gendong nya. Caca terlihat mengintai fada yang duduk di sebelah nya. Mungkin dalam hati caca masih terselip rasa bersalah atas tindakan mendorong fada kemarin.
Tak melanjut kan untuk mencapa fada, caca segera menyenggol kan pantat nya ke kursi untuk memposisi kan duduk. Dan segera mengeluar kan ponsel dari dalam tas nya.
Caca memang manusia yang sangan updet di banding yang lainnya. Tapi dia sangat updet pada dunia k-pop bukan pada berita dan isu - isu yang menerka negri ini.
Jam pelajaran pertama belum terdengar berbunyi. Para murid juga masih asik dengan apa yang di lakukan masing - masing. Ada yang kembali terlelap di atas meja karna semaleman kurang tidur mungkin.
Ya! Siapa lagi kalo bukan kevin. Murid ter santuy di sekolah ini. Yang datang entah apa lah visi nya, dan bahkan mungkin dia tidak memiliki misi untuk semangat mencari ilmu.
Bagaimana tidak. Kevin sangat aneh, dia masuk kelas saat guru tidak ada dan waktu itu ia gunakan untuk tidur atau hanya sekedar menghayal sesuatu. Dan saat guru sudah siap untuk mengajar diri nya selelu segera lari keluar dari kelas ini.
Entah mungkin suasana nya menjadi panas atau dia alergi dengan pelajaran. Seperti layak nya setan yang takut pada bacaan Al - Qur'an.
"Vin lu gak keluar? Bentar lagi udah mau jam pelajaran" teriak gala sambil mendorong - dorong tubuh kevin yang masih dalam posisi tengkurep nya
"Eehhh.. Ehhh" gumam kevin tak jelas dan masih memejam kan mata nya
"Woy bangun!" teriak gala lebih kencag pada telinga kevin itu
Membuat kevin yang tadi nya madih dalam setengah sadar nya segera melotot seperti orang hidup yang tidak memikiki otak. Ya! Melongo cepon.
"APA!" bentak kevin di depan wajah gala
Semua penghuni kelas dengan kompak memandang dengan mata dan tertuju pada sosok 2 laki - laki yang sudah membuat suasana kelas ini menjadi tegang dalam hitungan detik.
Wily yang sedang menikmati pemandangan siswi sekolah ini, yang tengan berjalan di lapangan untuk menuju kelas mereka masing - masing. segera masuk ke dalam kelas karna mendengar teriakan kencang dari dalam.
"Ada bu nunu!" teriak wily sambil berlari menuju tempat duduk nya
Penghuni kelas yang lain segera melepas pendangan nya dan lebih fokus ke depan dengan posisi siap menerima guru. Semua murid sangat rapih di bangku nya masing - masing.
Kecuali caca yang masih sibuk dengan ponsel nya itu. Caca tidak memoercayai wily yang membuat seluaruh kelas anteng seoerti sekarang. Karna sebelum memasuki kelas tadi caca sudah lebih dulu menemui bu nunu di depan ruangan guru.
Dan bu nunu meminta ijin masuk agak mundur karna ada kepentingan sebentar. 10 menit kelas ini terlihat seperti tidak ada 1 pun manusia di dalam nya.
Karna semua mausia yang menempati kelas sangat membisu dalam 10 menit terakhir karna ulah wily itu. Sebenar nya wily melakukan nya karna ia tidak ingin ada pertengkaran di pagi hari seperti ini.
"Ca taru hp nya" kata fada yang sudah dalam posisi siap nya menyenggol sedikit lengan caca
"Emang ada apa?" tannya caca sambil menatap fada
"Bu nunu" jawab fada sambil melihat pintu kelas yang masih terbuka lebar
"Gak lah. Bu nunu masuk terlambat ko hari ini, ada keperluan kata nya tadi." lanjut caca sedikit keras
Membuat seluruh orang tertuju tajam pada nya. Termasuk keya dan fit yang duduk di belakang nya itu.
"Kata siapa luh ca?" tannya ku dari belakang tubuh caca, sambil menarik - marik kursi caca dari belakang
Caca menengok dengan pandangan yang cukup berseri - seri, karna dia merasa diri nya paling tau tentang kebohongan wily barusan.
"Tadi bu nunu bilang ke aku ko" lanjut caca pada posisi yang berbeda, srkarang dia menatap ku yang berada di belakang nya tadi.
"Ko loh gak bilang gua?" saut fit dengan muka garang nya
"Hehehee, ya maapin. Tadi nya aku mau ngasih tau tapi nunggu bel bunyi dulu. Eh bel nya belum bunyi wily udah lari" jelas caca sangat jelas karna kelas yang masih kondusif
Seketika, semua mata dalam setiap murid yang berada di dalam kelas ini bersama kevin dan gala yang sudah anteng dalam posisi duduk nya sekejap tertuju ke arah wily yang duduk paling depan itu,
"WILYYYY!!!!" teriak seluruh manusia di kelas ini dengan lantang dan kompak dengan pandangan masih tertuju pada wily.
Wily yang sendari tadi anteng menghadap papan tulis dengan perlahan menengok kan kepala nya ke arah belakang untuk melihat tatapan sinis seluruh teman - teman nya itu.
Dengan gerakan menggaruk kepala nya yang tidak tersa gatal, wily meringis lebar di hadapan seluruh penghuni kelas itu.
"Anji*g luh!" teriak kevin yang masih terlihat mengantuk itu
Tidak memperdulikan kata - kata kasar yang kevin lontar kan, wily masih dalam senyum lebar nya. Karna ia tidak selalu memiliki prasangka buruk pada setiap orang di sekeliling nya.
Tok.. Tokk.. Tokk..
Ketukan pintu terdengar dari luar kelas saat seluruh penghuni masih fokus pada wily, seseorang mulai terdengar membuka pintu dan berusaha untuk masuk.
"Ih ko serem" celetuk orang itu saat melihat tatapan sinis yang di beri kan seluruh anak di dalam kelas ini
"Ada apa?" tannya yakob yang memiliki jabatan ketua kelas itu
"Ini cuma mau ngasih tugas dari bu nunu. Karna bu nunu berhalangan untuk mengajar jam di kelas ini" lanjut nya sambil memandang lembaran kertas yang di pegang oleh tangan nya
"Yahhh" keluh caca yang fokus nya langsung berpindah tidak lagi pada ponsel nya.
"Kata nya cuma sebentar? Kenapa jadi nitipin tugas?" tannya yakob yang masih gak percaya akan ada jam kosong
"Iya kepentingannya jadi lama. Makannya gak bisa masuk untuk ngajar" jelas anak itu yang masih memegangi beberapa kertas tugas yang belum di berikan.
"Gak usah sok kaget deh! Padahal loh seneng bu nunu gak masuk di jam nya" teriak kevin dari meja paling pojok di kelas itu.
Ucapan kevin sontak menjadi kan sudut mata tajam semua manusia yang ada di kelas itu. Dengan kompak nya semua kembali mengarah ke kevin itu.
Membuat kevin yang masih terlihat agak mengantuk langsung berdiri dan berjalan keluar meninggal kan kelas.
"Kemana?" tannya yakob agak berteriak ke arah kevin
"Laut" jawab nya tannpa melihat yakob sebelum akhir nya tubuh kurus nya hilang du balik pintu kelas.
Setelah tugas sudah di dapat, semua sisuwa sibuk dengan buku dan pulpen nya masing - masing, berusaha menghitung dengan fikiran dan mengeluarkan kalkulator maupun ponsel yang membantu mereka.
30 menit berlalu..
Semua siswa sudah selesai mengerjakan tugas yang di berikan oleh bu nunu. Kali ini pengerjaan lebih cepat, karna semua saling bekerja sama. Membagi nomer yang harus di jerjakan setiap individu nya. Lalu bertukar jawaban antara sesama nya.
"Kantin yuk?" ajak caca sambil membalikan badan nya untuk merubah posisi menghadap muka ku di brlakang nya
"Yuk" jawab ku jarna sedikit lapar
"Yang lain?" tannya caca sambil melihat fit dan fada
"Yuk" sambung fit dan fada bersamaan lalu segera berdiri
"Gala! Gak ikut?" tannya caca pada gala yang sedang sibuk menyalin jawaban
"Gak!" jawab gala seperti sudah di usik kenyamanan nya
"Ok" lanjut caca singkat
"Wil?" panggil caca menghampiri wily
"Gak. Nanti gua nyusul" jawab wily yang masih fokus pada game di ponsel nya
"Arifin ikut gak?" tannya caca ketika melihat arifin memandangi nya
Tidak ada jawaban dari arifin. Dia hanya menggeleng - geleng kan kepala nya ke kanan dan kiri nya
***
"Pesen ca" perintah fada yang sudah siap duduk di kursi kantin
"Siap" lanjut caca memesan makanan dan minuman nya
"Eh siapa tuh?" celetuk fada yang melihat wily sedang berjalan mendekat ke arah kantin bersama perempuan.
"Wily" ku jawab setelah melihat muka nya
"Sama siapa itu?" lanjut fit yang belum jelas melihat wajah perempuan yang berjalan di samping wily
"Kaya kenal deh" lanjut caca sambil menyipit - nyipit kan mata nya
"Sok kenal" celotek ku di depan caca
"Kayak nya gua tau" putus fada seperti sedang ada yang di fikir kan nya
"Ohh itu si antik woy!" lanjut fit agak sedikit berteriak saat wily sudah mendekat
"Jangan kersa - keras fit" lanjut ku
"Iya syok gua, maaf!" timpal fit
"Kenapa wily sama antik yah?" tannya caca ke diri nya sendiri
"Ada apa mereka yah?" lanjut fada sambil melihat atap - atap kantin yang berwarna putih
"Kok bisa yah si antik itu sama wily?" tannya fit ke diri nya sendiri
"Apa mungkin kemarin mereka jadian?" lirih ku sambil menatap meja kantin itu
"APA!" seru seisi meja menatap tajam ke arah ku
"Apa?" tannya ku pura - pura gak tau.
Aku fikir mereka tidak mendengar lirih ku tadi karna mereka sedang sibuk dengan pertannyaan kepada diri mereka masing - masing. Tapi ternyata merka memasang kuping yang bisa menangkap bahasa semut sekalipun.
"Eh ko wily duduk di sana?" tannya caca yang melihat wily sudah duduk berdua dengan antik
"Lah, emang kenapa?" tannya fit tajam
"Ko gak bareng kita ajah yah?" lanjut caca masih bertannya
"Idih! Males banget sama anak itu" centuk fit yang sudah terlihat geram pada mereka.
"Permisi, ini makan dan minuman nya. Silahkan di nikmati" putus ibu kantin yang mengantarkan pesanan meja kita.
"Oh iya bu. Merci" sambung caca cepat sambil membantu ibu kantin mengeluar kan makanan dan minuman yang di pesan dari atas nampan
"Iya, sama - sama. Sialah kan" lanjut ibu kantin itu ramah
Lalu pergi meninggal kan meja kita. Semuaa mata kembali tertuju pada makanan yang sudah berada di atas meja dan tidak lagi memandang wily di sebelah kanan mereka. Kini mereka fokus menikmati pesanan nya masing - masing.
15 menit menyantap makanan, sekarang perut sudah terasa kenyang. Sambil menunggu makanan turun dengan sempurna. Caca mulai membuka obrolan nya untuk menahan kantuk fit setelah makan.
"Eh lihat tuh sih antik" awal caca berbicara, sorot mata nya sudah tertuju tajam pada meja yang terdapat wily dan antik di sana.
"Fit lihat tuh" lanjut caca menyalakan kompor. Menyuruh fit yang tengah fokus memutar - mutar kan sedotannya di dalam gelas minuman nya merasa kedamaian nya terusik
"Apa sih ca!" ketus fit memalas
Fada yang duluan penasaran dengan apa yang sudah dulu di lihat caca langsung mengarah kan pandangan di samping kanan nya itu.
"Wahh keteraluan" kata fada setelah melihat nya
Aku yang tadi nya tidak ingin menggubris omongan caca menjadi ikut penasaran ketika fada mulai berbicara.
Dengan hitungan kompak, aku dan fit menengok kan kepala secara bersamaan menuju ke arah meja yang terdapat wily dan antik. Mata kita langsung tesudut tajam dengan kejadian di meja itu.
"Wah gak bener tuh anak!" celoteh fit dengan cepat
"Wah berani dia!" lanjut ku masih melihat nya
"Sialan bener!" kata caca tajam
Tidak ada dugaan sebelum nya. Antik menengok dan mata nya tertuju tajam pada aku dan kawan - kawan ku. Dengan tatapan yang sangat tajam dia langsung menegak kan tubuh nya dengan cepat.
"APA LOH PADA!!" teriak antik dari tempat duduk nya,
Suara nya terdengar tajam melewati 2 meja kosong di menuju tempat duduk yang di duduki aku dan teman - teman ku.
Membuat ibu kantin yang tengah sibuk membuat kan pesanan pelanggan nya langsung menengok dan melihat antik yang sudah terlihat seperti macan yang may menerkam itu.
"Idih sewot dia" lirik ku
"Ko dia gitu sih?" fada terlihat kebingungan
"Sebenar nya kita ada masalah apa sih sama dia?" tannya fit tak kalah muak dengan tingkah anak baru itu yang di keluar kan saat bersama aku dan teman - teman.
"Kayak nya gak ada masalah deh" ku jawab dengan memikir kan setiap kejadian.
"SYIRIK YAH SAMA GUA!" lanjut antik masih dalam nada tinggi nya
Aku bersama geng ku langsung berdiri, menghampiri meja yang terdapat wily dan antik di dalam nya.
"EHH BERANI LOH PADA NANTANGING GUA!" lanjut antik lalu berdiri dan menggebrak meja di depan nya.
"Gak ko" jawab fit melemas
"TERUS!" lanjut antik tambah memelotot kan ke 2 mata nya, bola mata nya terlihat seperti akan keluar
"Loh ada masalah apa sih sama kita?" tannya fit pelan meminta penjelasan
"MASALAH APA! PAKE NANNYA!" lanjut nya makain memanas kan tubuh nya sendiri.
"Ya udah kalo gua punya masalah, gua minta maaf" kata fit sambil mengulur kan tangannya
Tidak membalas uluran tangan dari fit yang meminta maaf pada nya, antik menepih uluran tangan tangan itu lumayan kencang. Membuat teman - teman fit yang berada di samping fit tersudut tajam pada nya.
___________________________
Kenapa sih si antik ini?
Ada masalah apa coba?
Ko fit bisa sabar yah di perlalukan kasar oleh fit setiap kali bertemu?
Yaudah lah..
Tunggu lanjutan cerita nya yah.
Jangan lupa baca terus cerita ku❤
.
.
.
.
.
.
Vote like and komen tulung👍
Author nya makasa😆
Mampir "I Have 2 Husband's"
membawa 20 like 👍👍
like like
jangan lupa saling mndukung😊
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He, ya😁💕
ini aja aku sempatin
masih kerja 😂😂😂
Semangat up-nya Thor!