NovelToon NovelToon
Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Kekasihku Adalah Ayah Angkatku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahkota Pena

Gadis manis bernama Rania Baskara, usia 17 tahun. Baskara sendiri diambil dari nama belakang Putra Baskara yang tak lain adalah Ayah angkatnya sendiri.
Rania ditolong oleh Putra, ketika masih berusia 8 tahun. Putra yang notabenenya sebagai Polisi yang menjadi seorang ajudan telah mengabdi pada Jendral bernama Agung sedari ia masih muda.
Semenjak itu, Rania diasuh dan dibesarkan langsung oleh tangan Putra sendiri.
Hingga Rania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan manis.
Seiring berjalannya waktu, cinta tumbuh pada diri Rania terhadap Putra, begitu juga Putra merasakan hal yang sama, namun ia tidak ingin mengakuinya..
Bagaimana kelanjutannya? ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahkota Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Pada Rasa Masa Lalu

"Betul, Jendral. Putra sangat menyayangi anak angkatnya tersebut!" Jawab Briptu Fauzi.

Chandra terus mengamati foto Rania, berkali-kali ia melakukan zoom pada foto Rania.

Apakah ada sesuatu yang dirasakan oleh Chandra tatkala memandang foto Rania?

"Siapa nama gadis ini?" Tanya Chandra kembali.

"Rania, Jendral. Rania Baskara!" Jawab Briptu Fauzi.

Chandra tersenyum simpul.

"Rania Baskara.. Hmm.. Baiklah, tolong berikan setiap informasi terbaru terkait tentang Rania!" Perintah Chandra kepada Briptu Fauzi.

"Siap laksanakan, Jendral!"

***

"Putra, ini Apartemenku. Jadi, kalau suatu saat kamu ingin berkunjung, kami tinggal langsung datang saja. Okay?" Ucap Siska tatkala menunjukkan Apartemen mewahnya kepada Putra.

Putra mengedarkan pandangannya tampak memperhatikan seisi ruangan Apartemen.

Tidak ada jawaban yang dilontarkan oleh Putra.

"Putra, kamu tunggu dulu ya. Aku akan membuatkan kamu minum. Kamu mau minum panas atau dingin?" Tanya Siska.

"Apa saja." Jawab Putra.

"Baiklah." Jawab Siska berjalan menuju pantry.

Putra melangkahkan kakinya menuju lemari panjangan yang berisi foto-foto klasik.

Ada sebuah senyuman yang mengisi sudut bibirnya.

Satu persatu ia memperhatikannya.

Namun, pandangannya terhenti pada sebuah foto yang membuat matanya fokus memandang kearah satu foto dalam sebuah frame.

Ia meraih frame tersebut.

(Mengapa dia masih menyimpan foto ini?) 

Batin Putra.

Ia membawanya menuju ke arah sofa panjang yang empuk.

Putra duduk dan masih memperhatikan frame yang ia pegang.

Pikirannya masuk kedalam memori sekitar lima belas tahun silam.

Dimana dirinya dan Siska sedang bercengkrama namun ada teman-temannya yang sangat jahil memotret dirinya dan Siska secara candid.

"Putra, ini minumnya." Ucap Siska seraya membawakan minuman dingin untuk Putra.

Siska kemudian duduk disamping Putra.

"Mengapa kamu masih menyimpan foto ini?" Tanya Putra menatap tajam kedua mata Siska.

Siska tersenyum manis dengan membalas tatapan Putra.

"Tidak apa-apa, Putra. Itu adalah foto kenangan kita dulu. Apakah kamu masih mengingat moment kala itu." Tanya Siska.

Putra mengangguk perlahan.

"Jelas aku masih mengingatnya. Aku belum setua itu, Siska!" Jawab Putra.

Siska terkekeh.

"Hehehe aku tidak bermaksud bicara seperti itu, Putra. Aku kira kamu telah melupakannya." Jawab Siska dengan mengalihkan pandangannya pada dua gelas air minum dingin.

Siska meraihnya dan menyodorkan untuk Putra.

"Aku tidak melupakannya!" Jawab Putra seraya menerima uluran tangan Siska memberikan segelas minuma dingin.

"Minumlah, Putra. Apakah kamu merasa lapar?" Tanya Siska kembali.

Putra meminum minuman yang telah dibuat oleh Siska.

"Sedikit." Jawab Putra singkat.

"Baiklah, kalau begitu. Kamu tunggu dulu ya. Aku akan membuatkanmu cemilan." Jawab Siska yang hendak berdiri dan berjalan menuju pantrynya.

Namun, langkahnya terhenti tatkala tangan Putra lebih dulu mencekal pergelangan tangan Siska.

"Tidak perlu, Siska. Kita pesan makanan saja. Kamu tidak perlu repot-repot melakukannya." Cegah Putra pada Siska.

Siska mengarahkan pandangannya pada pergelangan tangannya yang dicekal oleh tangan Putra. Ia tersenyum lalu ia duduk kembali di samping Putra.

"Baiklah, kalau itu mau mu, Putra." Ucap Siska seraya meraih ponselnya yang berada di atas meja.

Putra mengangguk perlahan.

"Nanti saja, Siska pesan makanannya." Cegah Putra.

Ia kemudian memandang wajah Siska.

"Siska, apakah rencana pernikahan kita yang dikatakan oleh Jendral Agung, kamu menyetujuinya?" Tanya Putra dengan tatapan tajamnya.

Siska melemparkan senyuman untuk Putra.

"Mengapa kamu menanyakan hal itu? Apakah kamu yang tidak menyetujuinya?" Siska balik bertanya.

"Bukan, Siska. Hanya saja, sepertinya masih banyak pria lain diluar sana yang jauh lebih dariku. Aku hanya khawatir tidak dapat menjadi yang terbaik untukmu. Daripada sebelum terlambat, alangkah baiknya kita membatalkannya." Ucapan Putra membuat Siska seketika menjadi kecewa dan sedih.

Wajah Siska berubah menjadi begitu murung. Ia terdiam dalam pikirannya yang sulit untuk dicerna.

"Aku tahu, Putra. Kamu tidak menginginkan aku. Adakah cara yang bisa membuatmu kembali menyukaiku? Akan aku lakukan agar kamu bisa menerimaku, Putra." Jawab Siska dengan sudut mata yang mulai memanas.

"Siska, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin kamu bersama dengan pria yang tepat untukmu." Ujar Putra dengan perasaan yang sudah mulai tidak enak karena telah menyinggung perasaan Siska.

Siska bergeming, pandangannya lurus kedepan.

"Hanya kamu yang aku inginkan, Putra. Bukan pria lain!" Tegas Siska kepada Putra.

Putra menelan salivanya. Ia cukup terkejut dengan penuturan Siska.

Putra memandang lekat wajah Siska. Hatinya bergejolak, keduanya saling berpandangan begitu sangat dalam.

Namun, seketika kepalanya terasa berat dan sangat pusing.

Tubuhnya terasa panas dan gairahnya tiba-tiba memuncak.

"Siska, kepalaku sakit sekali. Mengapa tubuhku terasa panas?" Tanya Putra yang mulai mendekatkan tubuhnya kepada Siska.

Siska mengerutkan dahinya.

"Sebaiknya kamu istirahat di kamarku saja, Putra. Aku antarkan kamu ke kamar ya." Ucap Siska yang langsung memapah tubuh besar Putra.

Putra berjalan mengikuti langkah kaki Siska menuju kamar Siska.

Tidak lupa, Siska menghidupkan AC agar ruangan kamarnya terasa lebih sejuk.

Siska membaringkan tubuh Putra di atas ranjangnya.

Tatkala Putra telah terbaring, Putra menarik tangan Siska sehingga membuat Siska jatuh kedalam pelukan Putra.

"Siska! Tubuhku panas. Bantu aku membuka pakaianku." Pinta Putra kepada Siska.

Siska menjadi salah tingkah.

"Tapi, Putra.."

"Cepat, Siska! Aku sudah tidak tahan!" Jawab Putra dengan napas yang begitu terengah-engah.

Siska segera membantu Putra untuk melucuti T-shirt dan celana panjangnya. Hingga tersisa penutup tombak kejanta*an milik Putra yang terlihat sudah membulat dan mengeras didalam sana.

"Siska, temani aku." Pinta Putra kembali. Ia menarik tangan Siska, membuat Siska berada didekat Putra.

Putra bangkit dari posisinya, ia kemudian duduk menghadap pada Siska.

Tanpa panjang lebar, Putra menyerang dan segera melum*t b*bir Siska.

Siska yang sedang memperhatikan Putra tampak terkejut mendapatkan serangan dari Putra. Ia membuka kedua matanya dengan lebar.

Putra terus melum*ti Siska dengan penuh gairah.

Siska langsung mendorong tubuh Putra.

"Putra! Apakah kamu melakukan ini secara sadar?" Tanya Siska yang berdiri menjauhi Putra.

Putra memandang wajah Siska dengan penuh arti.

"Ada apa, Siska? Aku sadar bahwa saat ini yang ada di hadapanku adalah kamu!" Jawab Putra.

Siska masih bingung akan sikap Putra yang secara tiba-tiba berubah menjadi lebih agresif dari biasanya.

"Putra, kamu sedang tidak berada pengaruh apapun kan?" Siska kembali memastikannya.

"Siska! Aku ini sadar, aku hanya ingin menyalurkan hasratku kepadamu." Ucap Putra berdiri hendak mendekati Siska.

Siska menggelengkan kepalanya.

"Putra! Bagaimana mungkin?" Ujar Siska kembali.

"Siska, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bukankah tempo hari kamu menginginkan tubuhku? Sekarang, disaat aku sudah berada dihadapanmu dan aku telah siap, mengapa kamu meragukan akan hal itu? Apa yang terjadi padamu, Siska?" Ucap Putra terus berjalan mendekati Siska.

Siska terus memundurkan langkahnya, hingga tubuhnya membentur pada dinding.

Putra berhasil mengukung tubuh Siska dan hendak mendaratkan ci*mannya kembali.

"Tunggu, Putra! Tunggu!" Ucap Siska dengan lantang.

"Please, aku ingin kamu melakukannya dalam keadaan sadar, Putra. Aku tidak ingin berakhir dengan kesalahan pahaman." Pinta Siska kepada Putra.

Putra mendengus kesal tatkala Siska berucap seperti itu kepada Putra.

"Baiklah, jika kamu ragu. Aku tidak akan melanjutkannya." Ucap Putra yang langsung meraih pakaiannya dan hendak memakainya.

Siska langsung mencegah pergerakan tangan Putra.

"Stop, Putra. Jika memang kamu dalam keadaan benar-benar sadar, maka lakukanlah segera, Putra. Aku juga menginginkan dirimu. Aku akan memuaskanmu dan puaskanlah aku juga!"

1
᳆ΛMON
NIKAH NGAK KLEN !!!!!! NIKAH CEPET SEBELUM AKU JADI KODOK 😄
partini
kat hilang ingatan
Sella Fitri cahaya
kasihan rani
partini
cintanya ma ayah angkat nya tapi ko kemana-mana ga mudeng akuh
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
semangat
Ahn Mo Ne
Dicky sama rania saudara kandung/saudara angkat yng di angkat sama putra??
Mahkota Pena: Saudara angkat kak
total 1 replies
partini
👍👍👍👍👍
Indah Listyani
maaf kak, bukan kah Raina dulu sdh pernah bercinta dgn putra ya ..
Blu Lovfres
rania sudah di takdirkan untuk putra
ibarat air sungai pasti akan mencari jalannya sendiri, untuk ke muara
next thor
Blu Lovfres
good novel
awesome moment
wkwkkwk
ddeanash
mungkinkah itu putra
🏫⃟Sᵐᵖpocing😹
kepalaku ternodai🤣
Mahkota Pena: maafkan kak 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Alivaaaa
aku mampir Thor
Mahkota Pena: thank you kak
total 1 replies
Fitriani Fitriani
karya ini sangat bagus tapi alur cerita nya berulang2.
ollyooliver🍌🥒🍆
masa sdh berkali" melakukannya tdk curiga dengan siska.
Mar lina
kayak Rania & Putra
bakal bersatu nich...
Almi Reyhan: mana bab baru,kok gak ada
total 1 replies
Tining Revi
katanya gk suka sama siska, tp kok manis banget sikspnya ke siska.
Mar lina
lanjut thor ceritanya
cah gantenggg
segera up det ya author penasaran kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!