NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:260.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Sendu

"Begitu ya? Jadi Aiden ingin meminta crepes sisa seperti dulu?" Ujar Jacob sambil menahan tawanya.

Melihat reaksi Jacob membuat Lila semakin berpikir bahwa meminta makanan sisa disaat mereka sudah mampu untuk membelinya adalah hal yang sangat konyol.

"Kau juga pasti berpikir kalau itu sangat memalukan, iyakan?" Lila bertanya dengan pasrah sembari mengamati anak perempuan imut yang wajahnya sangat mirip dengan Jacob saat masih kecil dulu.

"Berhentilah mengatakan kalau itu memalukan? Dulu itu adalah idemu!" Ujar Aiden protes.

"Meskipun itu ideku tapi yang melakukannya adalah anak-anak! Kita sudah terlalu tua untuk meminta-minta makanan seperti itu, Aiden!"

"Tidak ada istilah terlalu tua! Kau saja yang sombong!"

"Kau ini sejak tadi terus berbicara omong kosong ya? Sebaiknya harus diapakan mulutmu ini, hah?" Lila mulai kehilangan kesabaran dan langsung mencengkram kerah T-shirt Aiden.

Namun, kekesalan Lila tampaknya harus ia tahan mengingat ada seorang gadis kecil yang terus mengamatinya sejak tadi. Ia terdiam dan tersenyum canggung kepada gadis kecil itu.

Situasi ini membuatnya bingung harus bersikap seperti apa. Namun saat gadis kecil itu menghampirinya dan tersenyum padanya, ia merasakan kehangatan masuk ke dalam jiwanya.

"Aku lupa memperkenalkan putriku padamu, namanya Molly! Molly, ucapkan salam pada Bibi Lila!" Ucap Jacob meminta putrinya untuk mengucapkan salam.

"Apakah kau adalah ibuku?" Gadis kecil itu justru melontarkan pertanyaan frontal yang membuat Jacob, Lila dan Aiden terkejut.

Bagaimana mungkin dia mengatakan bahwa Lila adalah ibunya? Dari mana asalnya pemikiran seperti itu? Lila merasa sangat gugup dan ia sangat tahu, mencoba menjelaskan sesuatu pada seorang anak kecil bukanlah sesuatu yang mudah.

"Molly, jangan buat Bibi Lila bingung ya, sayang?" Jacob mencoba memberitahu sebisanya tanpa penjelasan yang berarti. Sementara Aiden hanya bisa menunduk sambil menahan tawa melihat kepolosan Molly.

"Molly, aku adalah teman ayahmu! Itu artinya aku adalah Bibimu. Kamu bisa memanggilku, Bibi Lila. Kamu mengerti, sayang?" Ucap Lila lembut. Sikapnya yang tegas dan keras berubah 180 derajat saat berhadapan dengan anak kecil.

"Jadi bukan ibuku? Ayah, Bibi Lila bukan ibuku ya?" Molly tampaknya tidak bisa langsung menerima penjelasan Lila begitu saja. Usianya belum mencapai empat tahun, ada begitu banyak hal-hal yang tidak ia mengerti.

Melihat putrinya yang sepertinya akan segera menangis membuat Jacob bingung. Ia takut jika ia mencoba menjelaskan kembali pada Molly, itu hanya akan membuatnya semakin menangis.

"Sayang, Bibi Lila bukan ibumu! Jangan buat Bibi bingung, ya sayang?"

"Kenapa bukan ibu Molly? Kalau begitu, ibu Molly di mana? Kenapa ibu Molly tidak ada?" Molly mulai merengek dan tampaknya itu adalah sesuatu yang buruk. Terlihat dari ekspresi wajah Jacob yang terlihat panik.

"Jika kamu tetap seperti ini, kita pulang saja ya?" Jacob berusaha membujuk putrinya yang sepertinya tidak mau mendengarkannya.

"Gawat, bagaimana ini?" Bisik Aiden. Ia bisa merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

"Bagaimana apanya?" Tanya Lila.

"Molly itu akan tantrum jika suasana hatinya sedang buruk. Kalau sudah begitu, dia akan menangis sampai kejang!"

"Apa?"

"Lakukanlah sesuatu! Kasihan Jake! Aku tidak tahu harus melakukan apa!"

"Ba-baiklah!"

"Huaaa...Ibuku di mana? Aku mau ibuku...!" Molly mulai menangis kencang dan seperti yang Aiden katakan, tangisannya benar-benar gawat.

"Molly sayang, jangan menangis!"

"Aku mau ibu...!"

"Tenang ya sayang? Mulai sekarang, aku akan menjadi ibumu!"

Lila terdiam setelah menyadari bahwa ia baru saja mengatakan sesuatu yang salah. Di depannya, Molly yang mendadak berhenti menangis langsung menatapnya dengan mata berbinar.

"Ibu...!" Molly meraih tubuhnya dan memeluknya dengan sangat erat. Lila tertawa hambar, ia merasa sangat malu pada dirinya saat ini.

Bagaimana bisa dengan mudahnya dia mengatakan sesuatu yang tidak boleh ia tarik kembali? Di hadapannya, Jacob yang meskipun merasa lega karena putrinya tidak jadi menangis, mulai mengkhawatirkan hal yang jauh lebih serius.

"Ahahahaha..." Lila tertawa bodoh. Sekarang ia kehabisan ide untuk keluar dari masalah yang baru saja ia buat.

"Dasar bodoh! Kau pikir, apa yang baru saja kau katakan?" Celetuk Aiden yang merasa tidak habis pikir dengan pernyataan Lila.

"Mau bagaimana lagi? Hanya ini yang bisa aku lakukan?" Ucapnya mengelak dari rasa bersalah.

Sementara itu, Jacob hanya tersenyum dan tidak berpikir untuk menyalahkan ucapan spontanitas Lila. Ia tahu bahwa Lila hanya mencoba untuk membantunya.

"Tidak apa-apa! Molly selalu menyebut wanita yang berbicara padaku sebagai ibunya. Besok dia pasti sudah lupa!"

"Be-begitu ya?"

"Baiklah, Molly! Bagaimana kalau membeli es krim bersama Paman?" Ujar Aiden menawarkan dirinya. Molly terlihat ragu karena ia baru saja mendapatkan ibu yang ia inginkan. Namun disatu sisi, ia juga sangat ingin es krim.

"Ibu, apa aku boleh makam es krim bersama Paman Aiden?" Tanya Molly. Bukannya meminta izin pada ayahnya, ia justru meminta izin pada ibu barunya.

"Molly, kenapa minta izin pada Bibi? Sebaiknya minta izin pada ayahmu!" Ujar Aiden.

"Ayah, aku boleh makan es krim?"

"Boleh!"

"Hore...! Paman, ayo beli es krim!" Ucapnya bersemangat.

Aiden langsung bangkit dari tempat duduknya dan menggendong Molly di pundaknya. Molly tertawa kegirangan. Lila sedikit tidak menyangka bahwa ternyata Aiden sangat akrab dengan putri temannya.

"Sepertinya mereka sangat akrab ya?"

"Ya, Aiden sangat sayang padanya dan Molly juga. Dia berpikir bahwa Aiden adalah pangerannya dan saat sudah dewasa dia ingin menjadi pengantin Aiden!"

"Hahahaha...benarkah? Ya ampun! Si bodoh itu memang paling bisa mengambil hati orang lain ya?"

"Ya, aku juga berpikir begitu. Jadi, apa hari ini kau tidak bekerja?" Tanya Jacob yang tanpa Lila sadari mengamati seragam kerja yang sudah ia pakai sejak semalam.

Mendengar pertanyaan Jacob, ia merasa sedikit ragu untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi jika dia harus mengatakan bahwa ia dan Aiden menginap di rumah pohon tadi malam. Ia tak ingin setelah Aiden, ada orang lain lagi yang mengetahui rahasia terlarangnya.

"Uhm...itu, hari ini aku telat jadi aku memutuskan untuk tidak bekerja! Hahaha...aku benar-benar payah ya? Baru saja tiga hari kerja, tapi sudah absen!" Ucapnya sambil tertawa kikuk. Ia tahu bahwa absen setelah tiga hari bekerja adalah perbuatan yang sang tidak bertanggungjawab.

"Apa kau senang di tempat kerjamu? Apa masih ada pria yang mengganggumu?" Berbeda dari kekhawatirannya, Jacob justru mengkhawatirkan hal lain yakni keselamatannya di tempat kerja.

Lila merasa tersentuh dan juga bingung, itu membuatnya merasa gugup jika harus menatap mata Jacob. Mata coklatnya yang nyaris hitam pekat itu terlihat sangat lembut dan selalu menunjukkan keteduhan di dalam hatinya. Jacob adalah pria yang sangat baik yang sulit untuk ditemukan di tempat lain.

"Aku baik-baik saja, Jake! Aku bisa menjaga diriku. Kau tidak perlu mencemaskan aku."

"Begitu ya? Syukurlah! Aku tahu kau sangat kuat, tapi tetap saja aku merasa cemas karena mau bagaimanapun kau adalah seorang wanita."

Lila tercenung, ia tak tahu apakah saat ini ia harus tersinggung dengan ucapan Jacob atau justru merasa senang. Jika orang lain yang mengatakannya, ia mungkin akan marah dan mengatakan bahwa wanita itu tidak selalu lemah, wanita tidak butuh pria untuk melindungi dirinya. Namun karena Jacob yang mengatakannya, rasanya terdengar seperti "Meskipun kau sangat kuat, tapi kau tetaplah seorang wanita yang harus dilindungi."

"Jake!"

"Ya? Kau ingin mengatakan sesuatu?"

"Apa kau benci padaku?"

"Benci? Kenapa aku harus benci padamu?"

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!