cinta itu memang luar biasa
sampai-sampai Rio yang tanpa sadar mempercayai hasil tes lap tersebut sampai melupakan janji sehidup sematinya dengan Rara.
namun siapa sangka ternyata setelah dirinya melepaskan cintanya pada Rara kini dirinya merasa kehilangan cinta yang sesungguhnya.
karna dibutakan oleh hasil lap tersebut Rio pun harus kehilangan cinta sejatinya.
akankah Rio akan bersama lagi dengan Rara istrinya ataukah Rio akan memilih wanita lain untuk memberikannya anak?
simak hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhelcy Ryder Sing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kelakuan Febi kemarahan Rio
***
"aahh....dasar!!!"
Febi berteriak di dalam kamarnya sambil melempar semua barang yang berada di atas meja rias nya.
"cuma gara-gara kamu Kakak aku berani teriak-teriak aku,bentak-bentak aku haa dasar b**** kamu."ucap Febi dengan kesalnya
"kenapa Sampai kamu harus hadir di keluarga kami kenapa haa....kamu rebut keluargaku,kamu rebut mama papaku,kamu rebut kakakku,kamu rebut semua yang aku punya...kamu pikir kamu siapa haa,kamu ingat baik-baik ucapanku ya perempuan j***** aku bakalan buat kamu pelan-pelan akan menderita berhadapan dengan aku,hahahaaa...kamu nggak ada bedanya dengan b*****di luar sana jangan kamu pikir kamu bisa main-main sama aku Febi Anggraini Darma kamu salah besar kalau lagi main-main sama aku."ucap Febi dengan wajah penuh amarahnya namun dia tidak tau jika dari tadi amarah dan kata katanya sudah di dengar oleh mamanya sendiri yang sedari tadi berdiri menguping di balik pintu kamarnya Febi.
"aku harus lakukan sesuatu aku takut kalau anakku berbuat macam-macam,aku tau siapa Rio aku tidak mau kalau sampai Febi lakukan sesuatu pada Rara dan jika Rio mengetahuinya bisa bisa...ahhh aku tidak harus berdiam saja aku harus memberitahu semua ucapan Febi tadi pada papa mereka."ucap Chika dalam hati dengan wajah khawatir nya lalu beranjak pergi menuju kamarnya.
entah Febi masih marah atau bagaimana namun Chika sudah berada di kamarnya untuk memberitahukan semua yang dia dengar di depan pintu kamar Febi.
Darma sangat kaget akan ucapan istrinya sampai dia tidak habis pikir akan pemikiran putri sematang wayangnya tersebut.
"apa yang Febi rencanakan sungguh sudah sangat keterlaluan." ucap Darma yang tidak habis pikir
"pa mama takut kalau Febi punya rencana jahat sama menantu kita pa...mama nggak tau mau bicara bagaimana lagi sama Febi biar dia bisa rubah sedikit sifatnya karena kalau nggak aduu...mama nggak tau lagi sudah."ucap Chika dengan sangat khawatir sampai mondar mandir di dalam kamar yang membuat suaminya jadi pusing melihat kelakuan istrinya.
Darma pun bangun lalu memegang tangan istrinya biar bisa duduk dan menenangkan pikiran istrinya dulu.
"ma..ma..udah ahh sekarang kita urus menantu kita dulu dan kita mulai sekarang harus pantau gerak gerik anak gadis kita jangan sampai Rio yang tau duluan akan rencana Febi kalau Rio yang duluan tau bisa bisa Febi...ahhh udah papa jadi takut pikirnya ma,ayo ma kita temui Rara dan Rio di kolam."ajak Darma pada istrinya lalu mereka berdua pun pergi berlalu ke kolam renang keluarga.
.
.
.
***
di kolam renang Rio dan Rara sangat romantisnya,serasa dunia milik mereka berdua sampai kemesraan mereka di tunjukan dimana pun mereka berada mau yang jomblo atau yang berkeluarga pun kalau yang melihat pasti akan iri di buatnya.
Rio sangat mencintai Rara dia tidak mau istri tercintanya sampai di lukai oleh orang lain apa lagi sama keluarganya sendiri.
Rio yakin kalau Rara adalah malaikat yang di kirim Tuhan untuknya,menurut Rio istrinya sangat baik untuknya bahkan menurutnya istrinya lebih berharga dari apa pun juga.
dia tidak segan-segan untuk menyakiti siapa pun yang berani menyakiti istrinya,Rio berpikir istrinya di gigit semut saja bisa dia injak dan blass....mati seketika apa lagi manusia yang numpang lewat dan hanya mau membuat istrinya menangis maka akan berhadapan sama dia.
"sayang."pangil Rara
"hmm." balas Rio
"kok adek kamu kayak nggak suka sama aku ya." tanya Rara dengan nada sedih namun Rio masih diam cukup lama sambil tangannya memainkan ujung rambut istrinya.
"kenapa hmm...kamu ngerasa nggak nyaman sayang."tanya Rio
"nggak sih tapi aku ngerasa kayak sedih aja?"ucap Rara masih dengan nada sedih
Rio yang mendengar ucapan istrinya langsung membalikkan tubuh Rara ke hadapannya.
"heii sayang...pandang wajah suamimu."suru Rio pada istrinya karena sedih melihat wajah Rara akan ucapannya tentang sikap Febi barusan.
"kamu sayang nggak sama aku."tanya Rio pada Rara namun di balas anggukan kepala oleh Rara.
"kamu dengar kata suamimu atau dengar omongan orang yang nggak penting."tanya Rio lagi namun Rara masih memandang suaminya dengan diam
"nggak usah kamu sibuk dengerin omongan orang di luar sana atau omongan adik aku sekali pun karena aku nggak peduli siapa mereka dan maksud mereka apa,yang aku peduliin itu kamu sayang nggak ada yang lain,nanti mereka juga akan menikah bakalan rasain kayak kita."ucap Rio dengan wajah yang mulai seperti marah.
"yang nikah sama kamu itu siapa,yang jalani suka duka itu siapa,yang nyiapin keperluan kantor sama urusan rumah selama kita nikah itu siapa,yang aku sakit terus ngurus aku itu siapa,sekarang sama dulu itu bedah kalau dulu apa-apa pasti mama sama para pelayan tapi sekarang aku udah nikah ya otomatis orang yang rendahin mahkotaku di hadapannya aku akan aku marahin bukan cuma aku marahin namun akan aku beri dia perhitungan yang sangat kejam bahkan hukuman itu sebelumnya tidak pernah dia pikirkan sekali pun jadi jangan coba-coba buat orang lain ngehina atau pun rendahin istriku bahkan kalau mereka sampai sentuh pun akan aku patahkan tubuh yang menyentuh tubuh istriku,karena seujung jari tangan dan kaki bahkan ujung rambut pun nggak bakalan aku ijinkan untuk di sentuh orang lain selain aku."ucap tegas Rio pada istrinya tanpa sadar air mata Rara jatuh membasahi pipinya yang sontak membuat Rio merasa kasihan dan memeluk tubuh istrinya.
Chika dan darma tidak sengaja mendengar ucapan anak dan menantunya mereka merasa takut akan ucapan Rio barusan.
mereka berpikir untuk segera menasehati Febi mereka takut kalau-kalau Febi nekat terlalu jauh yang akan membuat Rio gelap mata pada Febi nantinya.
darma bersama istrinya membatalkan niat mereka untuk menemui anak dan menantunya di kolam renang,mereka berbalik kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.
mereka akan membicarakan semuanya pada Febi besok kalau waktunya sudah pas.
.
.
.
*****
🙏🙏🙏🤗🤗🤗di tunggu up selanjutnya kak
hadeeuuhhhh 😂😂😂😂😂😀
semoga Febi dapat karma nya suatu saat nanti...
kok udah 10 blm Febi nya blm berubah akhlak nya, masih gak d ajari oleh orang tua nya ya Thor.... 🤭🤔🤔
orang kaya terpandang tp akhlaknya 👎👎👎, sekolah Diman sich Thor Febi nya selama ini ?
cintamu ga akan kemana-mana