NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Minta Uang

Bab 8. Minta Uang

(POV Author)

Hari masih gelap ketika Andi bangun di temani oleh Lyra. Waktu menujukan pukul 04.30 saat Andi mulai berolahraga. Halaman di samping rumah menjadi tempatnya berlari-lari kecil. Baru tiga putaran Andi sudah sangat kelelahan.

Andi mendekati Lyra dan mengambil botol minuman yang di siapkan Lyra. Ia pun mulai meneguk melepaskan dahaganya.

"Biasanya kamu olahraga dimana Mas?" Tanya Lyra melihat Andi menegakkan airnya.

"Ahh..."

Andi mengusap mulutnya yang sedikit basah oleh air. Dengan napas yang masih tersengal-sengal, ia meraih handuk kecil di dekat botol air, kemudian menyeka keringat di dahinya.

"Ya disini sayang. Tiap malam aku lari-lari kecil disini." Ujar Andi meyakinkan.

Lyra tampak berpikir mendengar ucapan Andi.

Pantas saja di malam waktu itu Gue ketemu Mas Andi di samping rumah saat mengejar si maling. Batin Lyra.

"Sudah ah, hari mulai terang. Sebaiknya kita siap-siap." Ujar Andi yang memang saat itu langit mulai terlihat kebiru-biruan.

Lyra mengikuti langkah Andi sambil membawa masuk botol serta handuk kecil yang telah di gunakan suaminya. Mereka bergantian membersihkan diri untuk menyambut kegiatan mereka hari ini.

Seperti biasa, di meja makan sang Mama sudah menyambut mereka dengan senyuman. Sarapan pun sudah tersaji rapi disana lengkap dengan minumannya.

Lyra dan Andi duduk berdampingan, sedangkan sang Mama di seberang mereka.

"Ma, Lyra minta uang boleh?"

"Uang kamu habis sayang?"

"Masih Ma. Cuma Lyra ingin membeli sesuatu, dan itu cukup mahal. Uang Lyra nggak cukup."

"Mau beli apa memangnya?" Tanya Andi.

Lyra tampak berpikir. Tidak mungkin ia mengatakan akan membeli Cctv mini yang harganya setara dengan uang jajannya selama seminggu. Apalagi ia butuh beberapa untuk di letakkan di tempat-tempat yang bisa menunjukkan hasil yang ia inginkan.

"Pengen beli laptop yang baru, yang sekarang udah nggak lagi enak lagi di pake." Jawab Lyra terpaksa berbohong.

"Tapi masih bisa di gunakan kan sayang? Pakai aja dulu. Lagian kuliahmu juga sudah nanggung, tinggal 1 semester lagi." Ujar sang Mama.

Lyra menatap kecewa sang Mama. Padahal harga laptop tidak seberapa di banding barang-barang branded sang Mama. Apalagi laptop berguna untuk menunjang tugas-tugas kuliahnya.

Lyra kecewa sang Mama seperti tidak mendukung pendidikannya, walau pun laptop hanya sebuah alasan Lyra untuk membeli beberapa Cctv mini.

"Kata Mama benar sayang, masa kuliah mu kan nggak lama lagi. Sebaiknya kamu jangan boros-boros."

Bahkan Andi sang suami pun ikut mendukung saran sang Mama. Hal itu membuat rasa kesalnya dan kecewa Lyra kian bertambah.

"Berapa harga laptop Ma? Apa semahal barang-barang branded yang Mama pake?"

"Sayang..."

"Lyra! Jaga ucapanmu! Apa harus seperti itu cara bicaramu kepada orang tua?!" Ucap Andi, sedikit menaikkan nada oktaf bicaranya yang baru kali ini Lyra dengar.

Jiwa Lyra yang tadinya lemah lembut, penurut, dan pendiam merasa tertantang dengan ketidak adilan yang ia rasakan.

"Aku benar loh Mas. Selama ini aku udah berhemat seperti saran Mama. Karena aku tahu, kami hidup hanya dari peninggalan harta Papa. Tapi aku lihat Mama malah yang terlihat boros. Selama ini aku diam aja. Lalu apakah salah, aku meminta hak ku?"

Tiba-tiba saja rasa pengertian dan rasa kesabaran Lyra selama ini menguap begitu saja. Selama ini Lyra memang tidak pernah menuntut lebih karena rasa kasihannya terhadap sang Mama yang membesarkannya seorang diri. Lyra selalu di ajarkan untuk berhemat, berhemat, dan berhemat. Bahkan penampilannya terlalu sederhana untuk kategori seorang anak orang kaya.

Lyra bangun dari duduknya. Selera makannya mendadak hilang begitu saja. Ia meraih tas punggungnya, lalu melangkah kaki tanpa berpamitan kepada sang Mama atau pun suaminya.

"Lyra! Jangan seperti itu kamu!"

Teriakan sang suami tidak di dengar oleh Lyra, bukan karena suara Andi kecil, tapi Lyra sengaja berpura-pura tidak mendengarnya.

Berjalan kaki keluar dari komplek perumahan yang cukuo elit cukup membuat Lyra lelah. Ia pun menelpon Mita sang sahabat untuk menjemputnya.

"Tumben Ndoro, pagi-pagi dah kangen aja."

"Jemput Gue dong Tong, dekat perempatan komplek ya. Buruan..."

"Lah, tumben aki-aki nggak nganterin? Encok apa asam urat?"

"Ck. Ntar gue jelasin. Buruan..."

Lyra mematikan panggilan teleponnya secara sepihak. Baru saja hendak masukkan kembali smartphone-nya ke dalam tas, kembali handphone-nya berdering dan tertera nama 'My Suami' disana.

Lyra cukup malas mengangkat telepon itu. Namun Andi terus saja menelpon tanpa henti sebelum Lyra mengangkat panggilannya.

"Ya, Mas?"

"Kamu harus minta maaf sama Mama mu!"

Lyra memutar bola mata jengah. Rasa kesalnya belum juga reda, tapi sang suami malah memintanya untuk segera meminta maaf pada sang Mama.

"Nanti Mas. Sekarang aku mau ke kampus dulu."

Sekali lagi Lyra mematikan panggilan telepon secara sepihak.

Cukup sabar Lyra menunggu Mita menjemputnya. Setelah 10 menit kemudian, sebuah mobil Agya putih pun berhenti tepat di depan Lyra.

Tanpa basa-basi Lyra segera masuk ke dalam mobil itu. Ia tahu betul siapa pemilik mobil berwarna putih kucel sehabis kena hujan tidak di bersihkan itu.

"Lama banget si Elo, Tong. Habis wangi Gue diserap matahari."

"Macet. Pengen Gue tabrak aja tadi yang ngalangin Gue."

Lyra melirik jengah sang sahabat.

"Gue yang lagi kesel kok Elo yang emosian?"

"Ya Gue tahu lah, ini lagi urgent sampe Ndoro Gue mendadak minta jemput. Mana tu bibir manyun 10 centi." Ujar Mita sambil melirik Lyra.

"Gue ngikutin apa kata Lo. Gue cek hape Mas Andi, tapi nggak bisa. Layarnya di pake pola. Dan Gue nggak bisa tahu polanya."

"Tuh kan, tanda-tanda tuh. Terus?"

"Pagi tadi Gue minta duit ke nyokap Gue. Alasan sih buat beli laptop. Tapi sebenarnya Gue mau beli Cctv mini."

"Buat apa?"

Lyra keceplosan bicara. Lyra lupa, Mita belum tahu kecurigaannya dengan sang Mama dan suaminya.

"Ada deh. Ntar lah, kalau bukti-bukti ada dan jelas baru Gue kasih tahu Lo."

"Duh, begini ini bikin Gue kepo. Ceritain napa? Siapa tahu Gue bisa bantu Lo."

Lyra tampak berpikir sejenak. Lalu melihat ke arah Mita sebelum akhirnya berbicara.

"Gue curiga, Mas Andi selingkuh."

Mita terkekeh.

"Maaf ya, Ndoro. Bukan nggak respek sama ucapanmu barusan. Tapi sepertinya memang begitu menurut pengamatan Gue. Lo kan polos, jadi gampang di kibulin. Jadi Lo mau pasang Cctv itu di mobil laki Lo?"

"Salah satunya."

"Emang mau berapa banyak selain di mobil?"

"Seenggaknya Gue butuh 4 sampai 5 biji Cctv mini."

"Banyak banget buat apaan?! Lo mau pasang setiap sudut Jakarta emangnya?"

"Nggak lah, Gue mau pasang setiap sudut rumah Gue."

"Kok di rumah?" Tanya Mita bingung.

"Gue curiga Mas Andi selingkuh sama nyokap Gue."

"WHAT!!!!"

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!