Putri Kasandra adalah seorang gadis yang bekerja dengan seseorang di mana dirinya ditugaskan untuk membunuh penjahat, membantu mengambil barang - barang yang di curi oleh para penjahat dan lain sebagainya.
Putri Kasandra bersedia melakukan apapun asalkan bayarannya tinggi dan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Selain bisa bela diri, Putri Kasandra sangat pintar dalam bidang medis dan bisa menguasai semua jenis senjata.
Namun suatu ketika dirinya melakukan misi di mana sebuah peninggalan kuno di curi dan tanpa sengaja menjatuhkannya hingga akhirnya dirinya terlempar ke dunia lain di mana dirinya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sering di bully dan di tindas.
Mampukah Putri Kasandra membantu pemilik tubuh melawan mereka mengingat dirinya masuk ke jaman kuno yang sangat jauh dengan kehidupan sebelumnya? Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hantu
"Aku tidak tahu apa yang Ayah katakan." Ucap Putri Kasandra dengan wajah yang masih bingung.
"Ayah melihat kalau Pangeran William sering melindungimu ketika di acara pesta bahkan meminjamkan jubahnya untukmu. Apakah kamu tahu kenapa?" Tanya Ayah Albert.
"Pangeran William? Ayah bicara tentang Pangeran William yang sering melindungiku ketika di acara pesta bahkan memijamkan jubahnya untukku?" Tanya ulang Putri Kasandra.
'Apakah sekarang Ayah takut padaku karena Pangeran William?' Tanya Putri Kasandra dalam hati.
"Yang Mulia memberikan kamu gelar Putri Kehormatan sedangkan sebelum kamu ada anak dari Perdana Mentri Pertahanan diberi gelar Putri Kecantikan karena wajahnya yang sangat cantik di negara ini di tambah berbakat." Ucap Ayah Albert tanpa menjawab pertanyaan Putri Kasandra.
"Tapi sekarang gelar itu sangat rendah karena anak Ayah lebih cantik dari Perdana Mentri Pertahanan di tambah gelarmu yang tinggi yaitu Putri Kehormatan." Sambung Ayah Albert.
"Selain itu keluarga Perdana Mentri Pertahanan membuat kontribusi besar untuk mendukung raja pertama negara kita. Raja pertama membuat dekrit bahwa setiap putri dari keturunan Perdana Mentri Pertahanan yang berhak di angkat menjadi Putri." Sambung Ayah Albert.
Ayah Albert menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan Putri Kasandra hanya diam dan mendengarkan kalimat selanjutnya.
"Selama bertahun - tahun keluarga Perdana Mentri Pertahanan telah tumbuh menjadi lebih kuat di tambah setiap keturunan anak perempuan di angkat menjadi Putri oleh Yang Mulia." Ucap Ayah Albert.
"Pangeran William dan Yang Mulia Kaisar kini memberikanmu gelar Putri Kehormatan sebagai peringatan bagi keluarga Perdana Mentri Pertahanan. Ayah akan selalu menjagamu dari amarah Perdana Mentri Pertahanan jadi kamu tidak perlu terlalu khawatir. Sambung Ayah Albert.
"Pantas saja Perdana Mentri Pertahanan menentang perintah Yang Mulia waktu di pesta kerajaan." Ucap Putri Kasandra dengan wajah terkejut.
"Yang Ayah tidak mengerti kenapa Pangeran William selalu membelamu?" Tanya Ayah Albert sambil berikir.
"Aku hanya bisa mengatakan kalau Pangeran William adalah orang yang sangat baik." Ucap Putri Kasandra.
"Mungkin saja. Oh ya Kasandra ... Apakah Kamu sekarang tidak bahagia?" Tanya Ayah Albert mengalihkan pembicaraan dan menampilkan wajah sendu.
Putri Kasandra menjawab pertanyaan Ayah dengan menggelengkan kepalanya sebanyak dua kali tanda tidak.
"Bahkan jika kamu bukan Putri Kehormatan, kamu tidak perlu takut karena Ayah akan selalu melindungimu dan mempercayai apa yang kamu katakan." Ucap Ayah Albert dengan nada lembut sambil mengusap rambut Putri Kasandra.
"Jika ada seseorang mencintaimu dengan sangat tulus dan kamu juga mencintai orang itu dengan tulus tolong katakan pada Ayah. Begitu pula jika seandainya ada seorang pria yang tidak kamu suka dan merasa tidak nyaman tapi pria itu selalu mengejarmu maka tolong katakan sama Ayah agar Ayah menghukum pria itu." Sambung Ayah Albert.
"Oke." Jawab Putri Kasandra dengan singkat sambil tersenyum.
Setelah beberapa saat mereka terdiam hingga lima menit kemudian Putri Kasandra pamit untuk istirahat di kamarnya.
"Keluarga Perdana Mentri Pertahanan sangat kuat tapi bagaimanapun Aku akan tetap melindungi putriku walau nyawa menjadi taruhanku." Ucap Ayah Albert sambil menatap kepergian Putri Kasandra.
"Ayah akan mencoba melakukan yang terbaik untuk mendukungmu." Sambung Ayah Albert sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kursi kebesarannya.
xxxxxxxxxxxxx
Malam harinya seperti biasa Putri Kasandra keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian pria.
Putri Kasandra keluar dari kamarnya dengan cara melompat dari jendela kemudian melompat kembali ke atas pohon. Begitu terus hingga dirinya berdiri di atas tembok dan dengan gerakan lincah Putri Kasandra turun dari atas tembok dengan cara meloncat.
"Aku tidak bisa selalu melompat dari jendela ke dahan pohon lalu melompat dari atas tembok. Sepertinya Aku harus cari solusi agar keluar dari mansion milik Ayahku tanpa ada orang yang mencurigaiku." Ucap Putri Kasandra sambil merapikan pakaiannya.
'Putri Kasandra.' Bisik seorang pria dengan suara mirip hantu.
Putri Kasandra memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat bayangan hitam yang sangat menakutkan mirip hantu.
"Ahhhhhhhhhh .... Tolong ... Ada hantu!" Teriak Putri Kasandra dengan tubuh gemetar saking ketakutan.
"Aku mohon jangan dekat - dekat." Mohon Putri Kasandra dengan wajah pucat.