NovelToon NovelToon
ARCANIST

ARCANIST

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:435.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kei L Wanderer

Di dunia baru yang terbentang begitu luas, banyak misteri tersembunyi dan perlu dijelajahi.

Makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik kabut, dalam hutan luas, di pegunungan tak berujung, bahkan lautan tanpa batas.

Binatang sihir yang penuh pesona, atau makhluk mengerikan yang hanya dalam mimpi buruk. Bunga-bunga indah yang melambangkan duka, atau buah yang membawa keabadian bagi pemakannya.

Ini adalah cerita tentang sihir yang penuh misteri dan terus dijelajahi. Tentang cerita para Arcanist, orang-orang yang mempelajari sihir, mencoba melangkah ke tempat tinggi, dan mengungkapkan misteri dunia.

Ini adalah kisah Ethan, yang menjadi seorang bocah yang dijual oleh pedagang budak. Seorang yang melangkah ke jalur Arcanist, dan ...

Orang yang berkelana untuk menjelajahi misteri dunia dengan tangan dan kakinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei L Wanderer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grizado Mountain

Empat hari kemudian.

Sebuah kereta kuda berwarna hitam akhirnya berhenti di tepi hutan luas. Beberapa saat kemudian, lima orang turun dari kereta.

“Sama seperti sebelumnya, saya akan menjemput kalian tujuh hari kemudian. Semoga misi kalian berjalan aman dan kembali dengan selamat, Tuan-tuan,” ucap sang kusir.

Setelah itu, kereta kuda kembali melaju, segera pergi dari tempat itu.

“Jika tidak menunggu di sini, kemana pak kusir itu pergi?” tanya Ethan.

“Ada desa kecil tidak jauh dari sini. Kita juga akan pergi ke sana setelah kembali dari Grizado Mountain.” Robert menjelaskan.

“Untuk apa?” tanya Ethan.

“Memproses sesuatu terlebih dahulu, sehingga lebih mudah dibawa,” jawab Valen.

“Kamu akan mengerti setelah kita kembali. Untuk sekarang, kita harus pergi ke tujuan karena jaraknya tidaklah dekat,” ucap Robert.

“Dimengerti.” Ethan mengangguk ringan.

Setelah itu, mereka berlima melanjutkan perjalanan mereka. Langsung pergi melewati hutan rimbun yang dipenuhi dengan pohon-pohon setinggi puluhan meter.

Ethan merasa sangat penasaran. Razorweed Great Forest adalah sebuah hutan yang sangat luas. Sekarang mereka melewati area pinggir hutan, tetapi sudah sangat rimbun dan dipenuhi pepohonan tinggi. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana pemandangan di area lebih dalam.

Sebenarnya ada juga cara lain untuk sampai di Grizado Mountain, yaitu menyeberangi area inti Razorweed Great Forest lalu menaiki tebing. Jaraknya jauh lebih pendek, tetapi jelas sangat-sangat berbahaya. Bahkan Black-Arcanist dibawah bintang 6 harus berhati-hati melewati tempat itu.

Untuk keamanan, hanya White-Arcanist yang bisa bolak-balik dengan tenang. Namun jumlah mereka jarang, dan tidak ada yang mau membuang tenaga untuk melakukan hal-hal sepele semacam itu.

Pada tengah hari, kelima orang itu memutuskan untuk berhenti. Setelah berjalan cukup jauh, mereka merasa agak lelah.

“Bocah itu benar-benar monster,” gumam Lambert sambil minum banyak air.

“Ugh. Tuan Muda ini hampir kehilangan muka karena dibandingkan dengan junior jelata itu.” Ivan bersandar pada pohon dengan napas berat, tampak sangat kelelahan.

Dibandingkan mereka berdua, Ethan, Valen, dan Robert tampak lebih santai. Mereka juga kelelahan, tetapi tidak terlihat seperti sedang sekarat.

Robert dan Valen tidak bisa tidak melihat ke arah Ethan. Meski mereka berdua kuat, tetapi mereka juga melakukan latihan panjang selama beberapa tahun. Sedangkan bocah yang duduk di atas batu tidak jauh dari mereka baru bergabung kurang-lebih tiga bulan yang lalu.

“Apakah ada yang salah, Senior?” Ethan memiringkan kepalanya.

“Bukan apa-apa. Aku hanya penasaran kenapa fisikmu begitu baik,” ucap Robert dengan senyum ramah.

“Jadi begitu.” Ethan mengangguk ringan. “Aku berlatih keterampilan fisik setiap hari setelah menyelesaikan misi di pagi hari. Kira-kira hampir empat jam di setiap sesi, dan lima kali dalam satu minggu.”

Mendengar itu, Robert mengelus dagu. Menurutnya, latihan Ethan sebenarnya juga bisa dilakukan setiap orang. Hanya saja, ada dua persyaratan yang cukup berat.

Pertama, konsentrasi tinggi sehingga bisa terus latihan secara efektif selama empat jam. Kedua, tekad yang kuat serta kegigihan, karena sulit untuk membuat rutinitas seperti itu. Satu atau dua hari bisa dilakukan, tetapi sebagian orang akan menyerah di tengah jalan karena berbagai alasan.

“Apakah ada yang salah?” tanya Ethan.

“Jika boleh tahu, bagaimana kamu bisa kuat menanggung rasa lelah dan bosan seperti itu, Ethan?” tanya Robert. Sesuatu yang juga membuat anggota lain penasaran.

“Pertama, tentu saja karena aku mengejar kekuatan. Jika ada yang lain, mungkin karena ada teman yang juga berlatih bersamaku,” jawab Ethan.

“Teman?” Robert bingung.

“Ya. Ada anak bernama Raymond yang datang di waktu sama denganku. Dia apprentice tidak langsung dan menjalankan misi yang sama di pagi hari. Setelah mengetahui kalau misi memberi makan hewan peliharaan atau mengurus tanaman tidak mudah, aku meminta Ray untuk mengajariku teknik latihan fisik dan keterampilan pedang, kemudian kami melakukan latihan bersama.” Ethan menjelaskan dengan santai.

Ada alasan kenapa dia melakukannya. Pertama, dia ingin terlihat sebagai junior yang ramah dan baik hati. Kedua, bocah itu menunjukkan hal tersebut agar bisa menutupi sesuatu yang lebih besar. Agar mereka tidak curiga dan dia bisa menyimpan beberapa kartu cadangan, keterampilan yang tidak mereka ketahui.

“Apakah Raymond itu memiliki bakat yang bagus?” tanya Robert.

“Lumayan.” Ethan mengangguk. “Omong-omong, dia juga memiliki afinitas elemen tanah sama sepertimu, Senior Robert.”

“Jadi begitu.” Robert mengangguk dengan ekspresi serius. “Terima kasih atas informasinya. Kali ini aku berhutang padamu.”

Berbeda dengan Ethan dan Valen, tiga orang lainnya tidak berada di bawah guru yang sangat kuat. Para guru itu lumayan, tetapi masih ada jarak dengan Lady Catherine, Tuan Ragnar, Nyonya Agatha, dan beberapa ahli lainnya.

Bisa dibilang, mereka juga membutuhkan murid tetapi sedikit kesulitan mencari murid yang cakap. Jadi informasi dari Ethan bisa dianggap membantu Robert dan gurunya. Selain itu, bocah itu juga membantu Ray karena tidak mudah menjadi murid langsung. Namun, itu cerita nanti.

Setelah selesai beristirahat, makan, dan minum cukup, mereka berlima melanjutkan perjalanan mereka.

Pada sore hari, medan yang mereka temui menjadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Mereka semua harus mendaki tempat yang dipenuhi bebatuan, turun melewati tepi tebing yang tidak terlalu tinggi tetapi curam. Baru kemudian mereka berhasil keluar dari area hutan.

Kelima orang itu mendaki bukit berbatu, tanpa sedikit pun tanaman. Setelah sampai di atas, mereka akhirnya melihat pemandangan yang cukup luar biasa.

Ethan menatap pemandangan di depannya dengan takjub. Setelah tebing, terlihat pemandangan hamparan luas tanah gersang. Semakin menjauh, warnanya semakin kusam.

Di sana juga tampak sebuah gunung besar. Gunung besar berwarna abu-abu dengan beberapa warna ungu yang membuatnya terlihat cukup indah sekaligus aneh.

Kelima orang itu kemudian menuruni bukit, lalu berjalan melewati hamparan tanah gersang. Semakin mendekat, mereka bisa melihat jelas pemandangan gunung abu-abu tersebut.

Di tempat ini, tampaknya tidak ada kehidupan. Tidak ada kicau burung, bahkan suara serangga. Sama sekali tidak ada binatang yang hidup di tempat ini. Namun, semakin mendekat, mereka tahu itu salah.

Di depan mereka semua, terlihat gunung berbatu dan berpasir yang seluruhnya berwarna abu-abu dari agak cerah dan gelap. Di sana juga ada kehidupan, tetapi bukan binatang melainkan tumbuhan. Lebih tepatnya, hamparan bunga berwarna ungu di tempat-tempat tertentu.

Ethan berpikir kalau warna itu mirip lavender, tetapi bentuknya mirip dengan bunga lily dengan ukuran lebih kecil. Namun, dia merasa aneh karena seharusnya bunga semacam itu tidak tumbuh di tempat tandus seperti ini. Bisa dibilang ...

Ini sebuah pemandangan indah dan cukup ajaib di matanya.

“Senior, apakah ini-“

Ethan menoleh. Namun sebelum dia menyelesaikan ucapannya, Valen langsung berkata.

“Benar. Ini adalah tujuan misi kita kali ini.”

Mata remaja itu menyempit, tampak sedikit dingin. Berbeda dengan penampilan ramah biasanya.

“Grizado Mountain.”

>> Bersambung.

1
Kevin
siapa tau ada yg minat Baca karya pertama sy Sang Kilat Hantu
minak jinggo
semoga cwe itu mati karna kebaikan'nya. kwkwkw
Santy 2a
cerita bagus tapi banyak bab yg diposting ulang
Budi 130
kok ngulang isi bab lelang nya thor tolong di benerin kalau bisa
bakpao
/Good/
Muh Nasar
Luar biasa
Muh Nasar
Lumayan
Adryan Eko
kanna dan anya bukan nya juga orang terdekat nya MC apocalypse ya??
Adryan Eko
wkwkwkwk.. beneran ngakak
Adryan Eko
wkwkwkw.. gw ngakak beneran
Adryan Eko
udaah gass aja bro.. lumayan nambah anggota keluarga arcanist super kuat.. bayangin aja jendral warewolves kayak apa yg tercipta dari hasil mu nanam benih di chintya.. wkwkwk
Adryan Eko
House Of Wolves.. mantappp
Adryan Eko
yaa yaa yaa.. sangat sesederhana itu
Adryan Eko
emang niat ngerampok lu tong
Adryan Eko
Luar biasa
Adryan Eko
mencurigakan senyuman mu Valen
Adryan Eko
wkwkwk.. peliharaan mu pun dah mulai ke arah bengkok Ethan
Adryan Eko
wkwkwk.. sabar ya Ethan.. circle pertemanan mu memang agak bengkok
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
Luar biasa
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!