Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
Happy reading
Suara riuh dan sorakan para penonton yang di dominasi oleh gadis gadis di bangku penonton terdengar jelas sore itu, mereka lagi seru serunya nonton pertandingan basket yang para pemainnya di isi oleh para cogan SMA lentera putih dan yang makin buat menarik pertandingan sore itu lawan mereka ternyata cogan dari SMA lentera biru, itu kenapa tempat duduk penonton kebanyakan di isi oleh banyak siswi.
Sebenernya sekolah memberikan larangan untuk tidak beraktivitas setelah pulang sekolah kecuali itu hal penting dan memiliki keperluan, tapi masih banyak yang melanggar seperti saat ini.
Di saat para pemain basket tengah beristirahat sejenak sebelum melakukan pertandingan selanjutnya tiba tiba ada keributan yang datang dari pintu masuk lapangan basket, semua pandangan pun langsung tertuju ke arah di mana ada siswa yang sekarang berlari masuk dan di belakangnya ada dua siswi cantik mengejar.
" Minggu berhenti Lo! " Teriak siswi cantik berambut cokelat panjang, gadis itu membawa penggaris besi panjang di tangannya.
Semua tatapan langsung terfokus pada mereka tentunya, apalagi saat siswa bernama Minggu itu berlari ke dalam lapangan menghampiri para pemain basket yang tengah beristirahat.
siswi berambut cokelat itu berhenti di dekat para pemain yang sedang beristirahat itu dia atur nafasnya karna lelah juga mengejar satu pemuda super rese itu, gadis itu memperhatikan sekeliling lapangan basket indoor itu, beberapa siswi yang menonton langsung bergegas pergi melihat tatapan gadis itu.
Siapa yang tak takut jika mereka tahu kalau siswi yang ada di bawah itu anak dari guru BK SMA lentera putih.
kini siswi itu menunjuk pemuda bernama Minggu dengan penggarisnya " Lo ya! Udah yang keberapa kalinya sih gu " Ujar geram cewe itu, ini sudah teguran untuk yang kesekian kalinya, tapi si pemuda bernama Minggu itu tak ada kapoknya dan terus melanggar peraturan sekolah.
Minggu yang tengah bersembunyi mengintip di balik bahu salah satu pemain basket " Aduh Li sorry, masalahnya ini taruhan Li kalo kita kalah Lo mau nama tim basket lentera putih jadi jelek karna kalah " Ujar Minggu
Seluruh pemain basket kini bangkit termasuk tim lawan yang berasal dari SMA lentera biru.
" Udah bubar, Lo semua mau gue lapor kepala sekolah soal hari ini? " Ujar siswi itu.
Di sisi lain ada satu cowo yang tampangnya super songong lagi natap si cewe kesel, mereka lagi enak obrolin pertandingan selanjutnya tapi setelah cewe itu datang moodnya jadi hancur.
" Siapa tu cewe? " Tanya si cowo dengan wajah songong tadi, cowo dengan Jersey berwarna hitam dan biru itu bertanya pada pemain lain di sebelahnya.
cowo dengan Jersey putih hitam menolehkan wajahnya dan langsung jawab
" Liana anak guru BK "
Cewe yang di sebut Liana itu kini natap seluruh pemain basket yang terus natap ke arah dia " Udah deh bubar aja ga penting tau gak tanding kaya gini, kompetisi sekolah juga bukan " ujar Liana.
Cewe itu adelliana davienna, atau sering di sapa Liana, gadis cantik bak Barbie yang punya sikap bunglon, dia bisa baik dan kadang galak nan tegas seperti sekarang ini.
" Heh Lo gausah ribet deh tinggal tutup mulut apa susahnya sih! "
Liana langsung alihin padangan dia ke arah cowo yang baru saja angkat suara tadi, Mukanya super songong, so cool banget lagi.
Liana tiba tiba pengen nabok cowo itu rasanya.
" Kasar amat Lo jadi cowo, gue tabok juga Lo! " Serobot teman Liana 'Jihan' tak terima.
" Mulut Lo aja kasar Han " Balas Minggu.
Semua terkejut dan langsung natap ke arah cowo yang di tatap liana, pemuda bergigi kelinci itu berjalan mendekati Liana dengan wajah super songongnya.
" Bilang apa Lo barusan!? " Tanya Liana tak kalah songong, siswa dan siswi SMA lentera putih sudah tau bagaimana seorang Liana, Liana terkenal tegas dan galak jika menghadapi hal seperti itu, dia gak akan takut ini berkat ajaran ayahnya juga yang notabenenya guru BK di sekolah ini.
Liana maju selangkah mendekat ke arah cowo itu " Gue gak ada urusan sama lo! " Balas Liana ketus " Dan satu lagi, ini perintah dan kewajiban bukan kemauan gue " Dan juga mulutnya sedikit pedas.
" Anji- "
" Apa hah! Mau ngomong kasar Lo! " Potong Liana cepat, Liana berhasil buat cowo itu kesal, mata Liana beralih menatap Jersey yang di pakai pemuda itu " lentera biru, pantes,,,, " Liana menghentikan ucapannya sejenak.
Liana melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap cowo itu remeh
" Emang bener ya apa yang di bilang murid lain, cowo cowo lentera biru itu mulutnya jahat, ga punya hati! " Ujar Liana menekankan kalimat terakhir.
Liana berbalik cepat hingga tanpa sengaja kibasan rambutnya mengenai wajah tampan pemuda yang berdebat dengan Liana.
" Gue kasih waktu 5 menit kalau belum bubar gue laporin Lo Lo pada ke kepsek "
Ancam Liana, lalu setelah itu liana pergi, temen Liana alias Jihan yang ikut berlari mengejar bersama Liana tadi pun pergi.
Pemuda bergigi kelinci itu mengepalkan tangannya kesal, baru kali ini,,,, untuk pertama kalinya si cowo keras dan selalu menjaga baik imagenya di sekolah di perlakukan tak baik oleh seorang perempuan, gadis bernama Liana itu sudah merusak harga dirinya.
Joandra adhentha atau sering di sapa Joan, pemuda dengan julukan badboy itu merasa sudah di perlakukan tak baik hari itu.
Si penjunjung tinggi harga diri!
" Sialan tu cewe,,,, " umpatnya.
...----------------...
20:32
Malam ini Liana baru saja selesai membeli sesuatu di mini market yang jaraknya tak jauh juga tak dekat dengan rumahnya, ya daripada Liana bosan berada di rumah Liana memilih untuk keluar rumah membelikan sesuatu yang di pinta ayahnya itu.
Di saat Liana lagi santai santainya jalan on the way pulang kerumah tiba tiba langkah Liana terhenti waktu dia lihat ada seorang cowo dengan almamater berwarna biru berjalan kesakitan tak jauh di depannya depannya, tak lama setelah Liana merhatiin cowo itu dalam hitungan detik cowo lain datang, kini berjumlah tiga orang.
Melihat situasi saat itu Liana paham apa yang lagi terjadi, Liana lari ke arah si cowo yang keadaannya udah cukup parah.
Liana tarik tangan cowo itu kuat dan Liana simpen di pundaknya " Ayo lari buruan " seru Liana sembari terus tarik pria itu paksa, liana berusaha mastiin ketiga cowo yang lagi kejar si cowo yang lagi Liana tolong, mereka cukup jauh.
" Cari mati Lo, lelet buruan akh bego banget sih " Liana peluk pinggang cowo itu dengan tangan kirinya dan lari, masa bodo dengan keadaan si cowo mau kesakitan atau apa pun itu, yang penting sekarang mereka kabur, dua cowo di belakangnya ikut berlari setelah mendengar teriakan dari salah satu tiga pria di belakang mereka.
" Berhenti Lo! "
Liana sekuat tenaga memapah si cowo, Genggaman tangan Liana di pinggang cowo itu mencengkeram kuat sampe si cowo meringis kesakitan, ya mau gimana lagi niat Liana cuma satu, bantu cowo malang yang lagi dalam masalah.
Liana kepikiran aja, kan ngeri kalau besok tiba tiba ada berita yang mengerikan terjadi di sekitar rumahnya.
Liana akhirnya berhasil menolong si cowo malang itu, Liana mastiin kalau mereka berdua sampai di depan rumah Liana , Liana pun lepasin genggaman tangan dia dari pinggang si cowo dan memeriksa siapa cowo yang baru saja dia tolong itu.
" Heh Lo baik -,,,,, " Liana berhenti lanjutin ucapannya mendadak bisu sewaktu dia lihat si cowo itu menyisihkan rambutnya kebelakang dan Liana melihat dengan jelas wajah cowo yang terlihat luka luka lecet di wajahnya
Liana menutup mulutnya " anjir ternyata LO!! " Liana membelalak kaget waktu tau siapa cowo yang baru saja dia tolong sekarang .
Liana menjauhkan diri " Kalau tau Lo gue biarin aja deh sumpah " Ujar Aluna nada bicara Aluna ketus sekali.
Cowo itu berdecak kesal dan lepasin almamater yang dia pakai lalu menyimpan almamaternya di samping kanannya " gue ga minta Lo tolong gue " balasnya.
Liana mendelik heran " Gak tau berterimakasih banget Lo! Eh kalo Lo gak gue ajak lari Lo udah abis tadi! Udah bagus gue tolong " Seru Liana kesal.
Ya dia joandra, alias Joan yang berdebat dengan Liana sore tadi.
Joan tak menjawab, Joan lempar jas almamater nya ke bawah aspal lalu duduk di sana, memeriksa tangannya yang ada sedikit luka lebam, dan menahan rasa sakit di area pipi dan sudut bibirnya.
Liana yang berdiri di samping joan tiba tiba tak tega melihatnya, luka yang ada di badan Joan cukup banyak, apalagi darah yang ada di bagian ujung bibirnya.
Liana mendengus, menyalahkan dirinya sendiri yang terlalu baik dan selalu tak tega melihat orang lain terluka.
" ga cocok jadi orang jahat gue " Gumam Liana.
Liana mendorong punggung joan pelan supaya Joan natap Liana dan Joan kebingungan sewaktu Liana tarik paksa tangan kirinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Joan bangkit dan tarik balik tangan miliknya yang di tarik Liana tadi " Apaan sih, ngapain tarik tangan gue " Ujar Joan tak santai.
Liana merotasikan matanya kesal, jika bukan karna joan sedang terluka Liana tak akan bersikap baik saat itu.
" Gausah banyak omong, ikut gue Kalau ngga gue teriak kalo Lo mau culik gue "
" Heh sembarangan lo- "
Liana melotot, natap Joan kesal
" Cepetan! "
...ADELLIANA DAVIENA...
...JOANDRA ADHENTHA...
...TO BE CONTINUED...
moga suka yaaa kalian🖤
Kalau ada typo atau kata yang kurang di mengerti tolong di tandain ya biar bisa langsung di revisi
Luvyalll-
Nana-