Selamat datang di karya pertama saya 😆
Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰
Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.
Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.
Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.
Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??
Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩❤️💋👨👩❤️👨
#Office Romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Kegalauan
"Aduh anak-anak muda jaman sekarang, pada kenapa sih...." keluh Gaby yang keheranan sama anak jaman sekarang, gampang banget tersulut emosi, masalah dikit langsung main gebuk-gebukan
"Sabar ya Gab, jadi atasan memang banyak yang harus diurusin, apalagi ngurusin karyawan yang baru" ujar Sofia
"Hadeh sepopuler itu kah si Tika" keluh Brenda yang gak terima kepopuleran si anak baru
"Btw, lagi ada gossip baru sih yang masih hangat loh..." ujar Sofia memulai
"Aduuhh..., gossip apa lagi sih" ujar Gaby mencebik, selalu ada gossip baru di kantor tiap bulannya
"Katanya pak Harris udah punya pacar~" bisik Brenda cekikikan
"Eh..!!!" Gaby langsung terkejut, takut kalau namanya disebut, namun ia sendiri belum resmi jadian dengan Harris, baru temanan aja tapi mesra
"Kalau gak salah dengar, si Tika jadian dengan pak Harris" bisik Sofia
"BAH...!!!" Gaby mencebik, sudah pasti gossipnya salah
"Bisa jadi benar sih, soalnya mereka kan sempat hilang berduaan gitu waktu outbound di bandung" ujar Brenda
"Tunggu..!! tunggu..!!, bukannya Kartika yang maksa Harris buat masuk hutan, trus Kartika yang rayu-rayu Harris, terus Tika di tolak, makanya dia tinggalin Kartika sendiri " ujar Gaby menceritakan dengan yakin
"Astaga gaby~ gaby~" ujar Brenda
"Loh bener kan" ujar Gaby
"Laki-laki itu mana bisa sih 100% di percaya" ujar Brenda santai
"Itu kan versi pak Harris, kalau versi Tika, kita kan gak tau" ujar Sofia menambahkan
"......" Gaby terdiam, hatinya jadi galau mendengar pernyataan mereka
"Masa iya si Harris ternyata playboy" batin Gaby, hatinya terasa sakit
________
Disisi lain Kartika sedang berbicara dengan Harris di ruangan.
"Kenapa tiba-tiba kamu mau resign?" tanya Harris bingung
"Sepertinya saya kurang cocok kerja disini kak, saya juga kurang nyaman" ujar Kartika
"Bu...bukan karena gara-gara pas kejadian di bandung kan??" ujar Harris agak khawatir
"Ohh.. bukan, justru saya mau minta maaf soal itu, dari awal masuk saya gak nyaman sama cowok-cowok di kantor ini, pada genit sama saya" ujar Kartika
"Ya sudah gak apa-apa, jangan dipaksa kalau gak nyaman, karena kebetulan kamu juga teman adik saya, saya bantu dengan surat rekomendasi supaya lebih mudah cari kerja di tempat lain" ujar Harris berbaik hati
"Makasih banyak kak" ujar Kartika yang merasa sangat lega
Sambil ngobrol-ngobrol sedikit soal adiknya Harris "Caroline", Kartika berpamitan, dan Harris dengan sopan membukakan pintu ruangannya.
"....." Gaby yang mau masuk menemui Harris, kaget melihat Kartika keluar dari ruangan
"....." Harris kaget melihat reaksi Gaby yang sepertinya tidak senang
"Sore bu, saya pamit pulang duluan" ujar Kartika lalu pergi
"Aah iya" ujar Gaby
"Loh Gaby, ada perlu apa?" tanya Harris
"Hmm.. gak jadi deh, gak penting kok" ujar Gaby dengan raut wajahnya yang agak pucat
lalu ia pergi kembali ke ruangannya
"....." Harris diam karena bingung
_______
Sudah waktunya jam pulang kantor. Hujan turun sangat deras, semua karyawan berkumpul di lobby memesan taxi online.
"Gab... gua duluan ya" ujar Sofia dapat taxi duluan
"Iya hati-hati ya Sof..." ujar Gaby melambaikan tangan
"Belum dapat juga nih kita" ujar Tiara masih mencoba memesan taxi online
"Pasti ramai banget yang lagi pesan taxi, gak apa-apa deh kita tunggu aja" ujar Gaby lesu
Sudah dua puluh menit berlalu, lobby mulai sepi, tapi hujan makin deras, mereka belum juga dapat taxi, khawatir para driver memang tidak ingin ambil pesanan karena hujan deras, kebetulan Harris baru turun ke lobby untuk pulang.
"Loh kalian masih belum pulang" tanya Harris
"Iya nih, belum dapat taxi dari tadi" ujar Tiara sudah frustasi
"....." Gaby diam saja
"Hmm.. aku anterin aja ya, apartemen kalian kan cuma dua puluh menit dari sini"
"Gak ngerepotin kan?" ujar Tiara
"Haha gak lah, skalian aku boleh makan malam di tempat kalian ya" ujar Harris yang sudah lapar
"Iya gak masalah kok, iya kan Gab.." ujar Tiara
"I...iya" Jawab Gaby dengan lesu
"...." Harris bingung melihat Gaby yang agak lesu dan pucat
Hujan yang deras masih juga mengguyur kota jakarta, setelah melewati kemacetan akhirnya mereka semua sudah sampai di apartemennya Gaby dan Tiara.
"Harris ini handuknya, maaf ya kamu jadi basah kuyup gini gara-gara lari dari parkiran" ujar Tiara merasa tidak enak
"Iya makasih, gak apa-apa kok" ujar Harris segera mengeringkan rambutnya
"Ini pakai aja, kebetulan dulu punya kak Jerry di kasih ke aku" ujar Gaby memberikan kaos
"Thank you~"
________
"Tok...tok...tok...tok..." Tiara sedang memotong wortel, Harris membuat sup daging, bahan yang kebetulan ada di dalam lemari es, Gaby membantu memasak nasi.
"Hmm..~, hujan gini memang cocok banget sih makan yang hangat-hangat" ujar Harris santai sangat menikmati, semenjak pandemi ia jadi sangat akrabnya dengan Tiara dan Gaby, apartemen mereka sudah seperti rumahnya sendiri.
"Harris pintar masak, sup nya enak banget" ujar Tiara menikmati makan malam
"Thank you, semenjak tinggal sendiri, jadi terbiasa masak sendiri juga" ujar Harris
"....." Gaby makan dengan kurang semangat, kepalanya agak pusing
"Gaby kenapa sakit?" ujar Tiara melihat Gaby yang dari tadi diam saja, tidak seperti biasanya
"Coba aku cek" ujar Harris mau memegang dahi Gaby
"Plak" tangan Harris di tepis olehnya
Tiara dan Harris kaget dengan reaksi Gaby yang tidak biasa, seketika Gaby pun langsung jatuh dan pingsan.
"Astaga..!!" Tiara kaget
Harris langsung segera menggendongnya ke kamar dan menaruhnya di ranjang.
"Demamnya cukup tinggi" ujar Harris sambil memegang dahi Gaby yang panas
"Aku sudah cari obat, tapi lagi habis" ujar Tiara panik
"Aku keluar dulu beli obat, kamu basuh keringatnya, sekalian ganti bajunya" ujar Harris yang langsung pergi keluar untuk beli obat
"Oo oke" ujar Tiara, ia bersyukur tidak sendirian saat sahabatnya sakit
Hujan masih juga turun dengan derasnya, Harris berkendara mencari apotek terdekat dan membeli beberapa obat-obatan.
"Haduh~ makasih banyak, kamu udah mau repot-repot belikan obat, jadi basah kuyup lagi deh" ujar Tiara merasa tidak enak
"Hujan di luar makin deras, sepertinya besok pagi bakalan banjir deh" Harris khawatir karena sudah melihat genangan air saat berkendara tadi
"Kamu nginap disini aja, soalnya sudah terlalu larut juga kalau kamu pulang" ujar Tiara tidak tega menyuruh temannya pulang di cuaca seperti ini
"Iya sepertinya memang harus begitu"
Tiara meminjamkan beberapa baju yang mungkin muat di badannya Harris, setelah selesai merawat Gaby, Tiara masuk ke kamarnya untuk tidur, Harris juga tertidur di sofa.
Beberapa saat Gaby mulai terbangun, dan merasa sangat haus.
"Ti...a...raa~" Gaby memanggil temannya dengan suara parau
"Haa...u..us" lanjut Gaby dengan suara parau
Seketika Harris terbangun mendengar suara gerutu Gaby yang sedang demam, ia langsung datang masuk ke kamarnya dan mengusap lembut kepala Gaby.
Mata Gaby masih tertutup karena tubuhnya lemas dan pusing, jadi ia pikir itu Tiara yang datang.
Harris gak tega melihatnya, ia segera memberi Gaby sedikit minum, lalu menemaninya sampai ia tidur lagi.
_______
"Dres....dres...dress..." Suara hujan yang masih mengguyur di pagi hari, Gaby mulai terbangun, diatas kepalanya ada handuk kecil, matanya mulai melihat sekeliling kamarnya.
"Loh..!!" Gaby kaget melihat Harris yang sedang tertidur di karpet kamarnya.
Sontak Gaby langsung turun dari tempat tidurnya.
"Ha..Harris kamu masih disini?" ujar Gaby mencoba membangunkannya
"Hmm..~" Suara Harris yang mulai bangun
"Harris ayo cepat bangun, jangan tidur di karpet" ujar Gaby menepuk-nepuk Harris
Tapi bukannya bangun, ia malah memegang dahi Gaby, memastikan demamnya sudah turun.
"Syukurlah" Harris merasa lega
"Memang semalam aku kenapa?" tanya Gaby yang gak sadar kalau semalam ia pingsan
"Kamu pingsan pas makan malam, trus demam semalaman" ujar Harris sambil duduk bersila di karpet kamar Gaby, matanya terlihat masih sangat ngantuk
"Masa sih?" Gaby masih belum percaya
"Hooaammm~" Harris menguap, semalam hampir tidak tidur
"Jangan bilang semalam kamu gak tidur" ujar Gaby alisnya mengkerut memerhatikan raut muka Harris yang kelelahan
"Hmm..~ iya ada yang minta minum, sama minta ditemenin hehe~" ujar Harris sambil memangku wajahnya
Tanpa bicara apa-apa, Gaby langsung bangun lalu menarik tangan Harris, dan mendorongnya ke tempat tidur.
"Brukk.." Harris berbaring
"Sekarang giliran kamu tidur" ujar Gaby berkacak pinggang
"Gak apa-apa nih, aku tidur disini?" Harris merasa tidak enak berbaring di kasurnya
"Dari pada sakitnya gantian, nanti siapa yang mau gantiin kamu di kantor"
Dengan segera ia menyelimuti Harris.
"Serius~" Harris merasa sangat senang dengan perhatian Gaby
"Iya..diluar masih ujan deras, pasti udara luar lagi dingin-dinginnya" Gaby melihat ke arah jendela
"Eh..!!" teriak Gaby, tangannya tiba-tiba ditarik
"Brukk.." seketika ia berbaring disamping Harris
"Pasien belum boleh bangun" Harris tersenyum jahil
"...." Gaby terdiam melihat senyuman nakal Harris, ia jadi berpikir ulang soal gossip dikantornya, rasanya memang tidak mungkin, apalagi Harris sudah janji padanya gak akan berpaling pada wanita lain
"Pffft.." Gaby menahan tawa
"Loh ada yang lucu?" Harris bingung
"Kayaknya memang kamu bukan tipe cowok playboy deh~" ujar Gaby meledek
"Memang ada yang bilang gitu?" ujar Harris agak geli karena sering mendengar gossip-gossip aneh tentang dirinya
"Liat aja kamu mau pakai bajunya Tiara, lucu banget hahaha" ujar Gaby tertawa geli
"Yah terpaksa namanya juga nginap dadakan" ujar Harris malu, ia memakai baju terusan Hoodie dan celana panjang bewarna pink dengan gambar unicorn dan kupu-kupu
Setelah semua kegalauan yang sudah mereka rasakan kemarin, mereka saling bertatapan sambil terus tersenyum, menandakan ada rasa sayang yang terus bertumbuh.
"Kayaknya memang gak bisa pisah jauh dari kamu deh" ujar Gaby
"Sama kok, aku juga" ujar Harris
"Dres....dres...dress..." Suara hujan yang terus mengguyur di pagi hari, membuat mereka jadi mengantuk lagi dan bisa tertidur pulas, sambil berharap matahari akan muncul ketika mereka terbangun.
"Hoaamm~" Tiara terbangun
Ia pun langsung mengambil Hp untuk melihat grup teman kantornya.
"Betulkan pasti banjir" ujar Tiara lega tidak perlu ke kantor dalam cuaca seperti ini
Sambil berjalan keluar ke arah dapur, Tiara melewati kamar Gaby yang terbuka.
"Astaga...!!" ujar Tiara
"Hehehehe" Tiara tertawa geli melihat Harris dan Gaby yang tertidur ditemani guling di tengah-tengah mereka
Lalu lanjut berjalan menuju dapur untuk membuat bubur.
________
"Huaacihh..!!!" Harris bersin-bersin
"Udah gih.. buruan pulang dari pada nyebar virus" ujar Gaby memakai maskernya dan menjaga jarak
"Maaf ya Harris aku takut kena covid lagi" ujar Tiara yang juga menjaga jarak sambil memakai masker
"Teganya kalian hiks..." ujar Harris yang di depan pintu, karena sudah di usir
Disisi lain Theo yang sedang menjalani rehabilitasi mencoba menelepon Rendy.
"Hmm.. kok belum di angkat-angkat ya" ujar Theo keheranan
"Halo.." suara Rendy mengangkat telepon
"Halo bro.. ini gua Theo.." ujar Theo senang akhirnya Rendy angkat telpon
"Theo siapa..???" ujar Rendy
"Loh bro masa lupa, Theo temen lu lah siapa lagi" ujar Theo keheranan
"LU MAU NIPU GUA KAN..!!! AWAS GUA LAPORIN LU..DASAR PENIPU!!!" Teriak Rendy dengan nada sangat marah
"Tut...tut....tut...Tut..." telepon Rendy terputus, Theo syok
"Rendy kenapa ya, jangan-jangan?!"
ujar Theo dengan alis yang mengkerut
"Ada yang gak beres dengan rendy" ujar Theo perasaannya tidak enak
Bersambung~
...****************...
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
tadi aja marah2'in Gabby.
si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
aku jadi rindu padamu
tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈
🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
padahal Gabby yang salah paham