JANGAN DIBACA!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Nyata 25
Malamnya Dimas baru kembali dari bertemu klien pukul delapan malam, ternyata Rena sudah berada di rumah berbincang seru dengan bi Ijah di ruang TV sekalian meminta bi Ijah menemani untuk menonton TV bersama. Rena tak pernah ingin ada jarak antara dia dan semua yang bekerja di rumah suaminya, tidak peduli siapapun mereka tetap saja Rena bersikap sopan juga lembut.
Terdengar suara pintu utama yang terbuka, dengan cepat bi Ijah yang di minta duduk di samping Rena di sofa depan TV pun beranjak dan ingin menghampiri arah pintu, namun di cegah oleh Rena.
"Biar saya saja bi, siapa tahu itu mas Dimas." seru Rena sopan lalu pergi menuju arah pintu dan dijumpainya lelaki berwajah tampan juga lelah melangkah masuk kedalam.
"Capek banget kelihatan nya mas," ucap Rena memperhatikan, lalu meraih tas dan mencium tangan suaminya.
"Banyak banget pekerjaan hari ini." jawab Dimas menarik pinggang Rena mendekat lalu mencium keningnya lembut.
"Ya udah, mas mau makan dulu apa mandi dulu? biar aku siapkan." seru Rena melingkarkan lengan di pinggang Dimas.
"Aku udah makan, aku mau langsung mandi aja sayang lengket banget badan aku." tersenyum menoleh ke arah istrinya.
"Ya udah aku siapkan air hangat buat mas mandi ya, biar capek nya hilang." membalas senyum suaminya, dan berjalan bersama menuju kamar, untuk menyiapkan keperluan suaminya.
Setelah Rena menyiapkan air, ia pun keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya tengah merebahkan diri di atas tempat tidur. Rena tersenyum melihat Dimas dan mencoba untuk menghampiri di ranjang, membungkukkan tubuh dengan wajah sedikit mendekat.
"Air nya sudah siap mas, sekarang kamu mandi ya terus aku buatkan kamu teh di bawah," lembut Rena.
"Iya, terimakasih ya," jawab dimas yang dibalas senyum oleh Rena.
Rena pergi ke dapur membuatkan teh herbal untuk suaminya, dan dibawa ke kamar agar langsung di minum saat nanti kekasih hatinya selesai mandi.
Perlahan Rena membawa nampan dengan teh herbal hangat di atasnya menuju kamar, meletakkannya di meja kecil dekat sofa kamar tidur. Duduk di sofa membaca buku, menunggu Dimas yang masih mandi.
Tak lama Dimas pun keluar dengan mengenakan celana piyama panjang dan handuk melingkar di leher untuk ia gunakan mengeringkan rambut. Lelaki sudah sangat segar itu, berjalan menghampiri Rena yang masih asik membaca di sofa dengan menyandarkan tubuh pada sandaran sofa. Ia pun duduk di samping, dan mengambil buku yang tengah di baca Rena hingga membuat Rena terkejut karena Dimas yang langsung memeluk tubuhnya erat masih bertelanjang dada.
"Aku kangen banget sama kamu hari ini." seru Dimas lembut manja.
Rena tersenyum membalas pelukan suaminya dan berkata.
"Aku baru tahu kalau kamu lebih manja dari Auli mas," seru Rena tersenyum.
"Hmmm wangi," tambah Rena mencium sisi leher suaminya.
"Aku juga baru tahu kalau kamu bisa nakal gini." merasa terkejut ketika bibir lembut Rena mencium lehernya.
Mendengar ucapan suaminya membuat Rena dengan cepat melepas pelukan dan memberikan teh herbal yang ia buat tadi, agar Dimas tak lagi membahas ucapannya karena merasa malu. Tanpa sengaja bibirnya menyentuh leher Dimas karena mencium aroma segar tubuh suami yang melekat sabun beraroma maskulin.
Melihat Rena memegang tengkuk dan menundukkan wajah malu Dimas pun menjadi sangat gemas, entah mengapa ia sangat suka ketika istrinya itu malu malu.
"Engga perlu malu Ren, aku malah seneng kamu gitu." tersenyum Dumas menggoda, mendapat cubitan kecil di samping perut.
"Ren, aku mau punya anak dari kamu." ucap Dimas spontan lalu meminum tehnya lagi.
Rena menatap Dimas dengan mata membulat karena terkejut dengan perkataan Dimas yang mendadak itu.
"Kok tiba tiba ngomong gitu mas?" tanya Rena dengan nada terkejut.
"Kamu engga mau Ren?" tanya Dimas menatap perempuan disampingnya.
"Aku mau mas, cuma kamu langsung ngomong gitu makanya aku sedikit kaget mas. Aku juga ingin punya anak, tapi aku juga engga mau Auli merasa di duakan nanti nya mas." jelas Rena.
"Auli memang manja sama kamu, tapi dia juga pasti menerima adiknya nanti Ren. Karena juga dia pasti kesepian dan butuh teman untuk bermain." ujar Dimas merebahkan kepalanya di bahu Rena.
"Iya mas, kita berusaha saja ya," jawab Rena mengusap pipi suaminya lembut.
"Terimakasih Ren." seru Dimas bahagia seraya mengangkat kepalanya dan mulai menghadap Rena yang tengah menyandarkan tubuh di sandaran sofa.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang Dimas mengecup kening Rena lalu tersenyum lalu menurunkan bibir menyentuh bibir Rena mesra, membuatnya semakin bergairah dengan tangan kanan memegang leher kiri Rena, sedangkan tangan kiri menjadi tumpuannya di sofa. Rena menyadari gairah suaminya pun ikut melingkarkan kedua tangan di tengkuk Dimas. Perlahan Dimas mengangkat tubuh Rena untuk merebahkannya di ranjang yang bisa membuatnya lebih dekat lagi dengan Rena.
Malam ini Rena menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri untuk ke dua kali nya. Namun kali ini berbeda dari sebelumnya karena ia mulai berani mengimbangi suaminya tidak seperti pada pertama ia yang malu malu memberikan hak Dimas.
Malam penuh dengan hasrat dan cinta yang mereka lalui hampir setiap malam, membuat Rena dan Dimas menjadi semakin dekat hingga tak ada jarak lagi antara mereka berdua. Setiap hari Dimas dan Rena selalu saling merindukan ketika mereka tidak sedang bersama.
Pagi hari adalah pagi terberat bagi mereka berdua, karena harus berpisah untuk melakukan pekerjaan mereka masing masing diluar rumah. Namun ketika bertemu mereka meluapkan segala kerinduan dan perasaan mereka bersama bahkan tak pernah canggung jika harus bermesraan sambil nonton TV. Dimas selalu merebahkan kepalanya di pangkuan Rena.
Semakin hari menjadi semakin manja pada istrinya, Dimas memilih pulang lebih awal dari kantor. Awalnya ia tak pernah suka dengan urusan kantor yang banyak menyita waktu dan terlalu membosankan, kini lebih sering hadir ke kantor hanya untuk bisa merasa dekat dengan istri yang semakin ia cintai itu.
**Cinta memang selalu bisa merubah segalanya, bahkan kekuatan terdahsyatnya mampu meruntuhkan kerasnya hati seseorang. Walaupun tidak bisa untuk dipaksakan, tapi kelembutan hati serta ketulusan akan mampu membawa cinta pada tujuannya**
Msh puyeng dg Ceritanya dan tingkah Mc nya
Yg ada makan ATI.. Ujung2nya anakmu yg jd korban..
Baper bngt aq thor