Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rival
Pagi-pagi sekali Laura terbangun karena cahaya matahari yang menyeruak masuk kedalam kamarnya
Wanita itu tampak mengedarkan matanya menatap ke sekeliling kamar mencoba mengingat, Apa yang dia lakukan kemarin malam.
Dan di mana sekarang dia berada sampai ingatan nya tertuju pada mana kejadian malam saat dia bersama dengan Gerald
"Kau sudah bangun ?". Tanya Gerald
"Apa aku tertidur di sini semalaman dengan nya?".
Gerald mengangguk, semalam, memang dia membiarkan wanita itu tidur di atas ranjang, sedangkan dia memilih untuk keluar.
"Aku tidak tega membangunkan karena kalau kamu terlihat lelah semalam"
"Maaf Pak, aku pasti merepotkan mu, aku benar benar menyusahkan mu, ya kan?" .Laura meminta maaf, karena dia merasa tidak enak hati dengan pria itu.
"Tidak juga Cepatlah mandi kita akan bersiap-siap meeting untuk hari ini" .Gerald tersenyum manis
"Terima kasih Pak" . Laura menatap singkat pria itu, sebelum akhirnya dia beranjak pergi dari tempat tidur.
"Oh ya, satu lagi, jika kamu ada masalah, ceritakan saja padaku aku tidak masalah untuk mendengar mu, bahkan Seberapa lama pun itu". Gerald berbicara tanpa memandang wanita itu
Sedangkan Laura hanya mendengar sesaat sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan kamar Gerald dan pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri
Beberapa jam berlalu gerald dan juga dua asistennya, sudah berada di ruang rapat, bersama dengan bersama dengan kolega yang membahas sebuah proyek baru yang akan mereka kembangkan
"Selamat datang Tuan Gerald ". Siapa seorang pria paruh baya bernama Johan sendiri adalah Direktur Utama perusahaan cabang milik Gerald di kota itu "dan kami sudah mempersiapkan proyek yang akan kami kerjakan, sesuai dengan perintah yang bapak suruh."
Gerald mengangguk, pria itu duduk bersama dua asistennya menghadap kepada layar yang menyediakan pembahasan mereka hari itu
"Ya, aku juga cukup suka dengan ide kalian, tapi kenapa dengan anggaran itu? Aku sudah mengatakan kepada kalian Jika aku ingin material terbaik dengan harga yang fantastis pun aku tidak masalah Aku ingin harga dengan fasilitas yang sesuai ".
Johan mengangguk," kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik Pak, kita melakukan kerjasama dengan seseorang yang cukup terandal kan di sini," tentunya dengan izin bapak
"Orang yang terandal kan siapa yang kalian maksud?" tanya gerald
"orang itu merupakan arsitektur dan juga ahli bahan material yang terkenal, belakangan ini, dia juga seorang lulusan dari luar negeri Harvard". Johan menjelaskan latar belakang pria itu . "beliau adalah tuan William Ricardo dia juga adalah anak seorang dari perusahaan konstruksi yang cukup ternama"
Mendengar nama William sontak Gerald tidak terlalu suka dia menatap ke arah Laura . Hah itu akan menjadi masalah cara mengerjakan Laura di sini bisa-bisa mereka akan dekat aku tidak sudi
"Bagaimana? Tuan, anda suka dengan ide kami, atau Anda suka dengan makan kita ajak bekerja sama kudengar Tuan William juga adalah rekan Anda Begitu juga dengan orang tuanya Tuhan Ricardo". Johan bertanya memastikan
"ganti orang itu Aku tidak suka dengan William maksudku bekerja dengannya sudah cukup, kalian harus menggantinya dengan yang baru, untuk mengganti suasana pekerjaan kita". Gerald memberikan alasan yang bagi Johan tidak masuk akal Sementara Hanzo hanya tersenyum miring pria itu mengerti jika Gerald tidak suka dengan William.
"ikuti saja perintah Tuhan, Gerald carikan perusahaan konstruksi yang akan bekerja sama dengan kita dan berapapun harganya jika kualitasnya bagus kami akan mempercayakannya kepadamu dan jangan membuat kesalahan". Hanzo memberi perintah dan hanya diangguki oleh Johan
*****
setelah sesi meeting selesai Gerald dan juga Laura berjalan ke suatu tempat Di mana mereka akan melihat proyek perusahaan yang akan mereka jalankan Laura dengan baik, mencatat apa yang dikatakan oleh Gerald, untuk kepentingannya nanti.
"Oh ya, satu lagi, Laura, mungkin kau akan bekerja di sini, Jadi kau akan sering keluar kota, atau mungkin menginap di sini selama berminggu-minggu". Gerald menatap Laura yang nampak bingung dengan perintah pria itu sendiri "kau bisa menjalankannya?"
"Apakah saya harus turun tangan Pak, Bapak tahu, saya sudah menikah? Saya juga harus mengurus suami saya Apakah tidak ada keringanan untuk saya". Laura memberanikan diri untuk bertanya, dia tidak ingin ada hal yang disesalkan nanti, jika dia harus terpaksa ke sana.
Gerald menatap wanita itu tajam jika orang lain yang mengatakannya mungkin dia akan marah tapi tidak dengan wanita itu, dia mencoba memahaminya Gerald tidak ingin perintahnya dilanggar.
"Laura, aku sudah cukup baik untuk mempekerjakan mu di perusahaan ku. Hanya karena kamu menikah bukan berarti aku memberikan keringanan kepadamu posisimu sama dengan karyawan lainnya, menikah atau tidak menikah, itu urusanmu bukan urusanku!". Gerald berkata dengan dingin
Padahal baru kemarin dia lembut kepadaku Kenapa dia bertingkah lagi menyebalkan . Laura bergumam kesal bingung dengan pria yang kadang berubah-rubah itu
"Baik Pak, saya akan melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan". Laura menunduk hormat
Mereka menghabiskan waktu untuk beberapa saat terdiam satu sama lain galak, sibuk dengan pikirannya, sementara Laura sibuk dengan apa yang akan direncanakan ke depannya
Sampai seseorang datang untuk menyapa mereka berdua William nampak menata tajam ke arah gerald dia tahu alasan pria itu menolak perusahaannya
"Selamat siang Tn Gerald,nampaknya Anda sedang menikmati waktu di sini". Pilih yang tersenyum tapi tidak dengan hatinya
Sisialan ini lagi untuk apa di ke sini menyebalkan sekali mengganggu waktu ku saja ". Gerald menatap tidak suka
"Kudengar Anda menolak kerjasama antara perusahaan kita apa ada masalah dengan perusahaan kami". tanya William dengan sopan "aku tidak masalah jika tidak bekerja dengan perusahaanmu, tetapi Laura, kamu hilangkan kesempatan untuk mendekatinya
"tidak juga perusahaan kalian terlalu bagus untuk sektor kami yang satu ini aku berencana memindahkannya ke sektor lainnya" Gerald berucap dengan datar
Kedua pria itu nampak perang dingin sedangkan Laura hanya terdiam menatap mereka berdua secara bergantian
William menatap Laura dengan seksama wanita itu, nampak lebih cantik jika dilihat dari dekat.
"Laura kau sudah berkunjung ke rumah kami di buku bahkan bertanya tentang keadaanmu Sepertinya kau sangat sibuk ya ". William berbicara dengan akrab pada laura "datanglah ke rumah sesekali mama dan Papa merindukan Kehadiranmu"
"Benarkah aku juga sepertinya merindukan mama". Laura tersenyum tulus ."aku akan datang sesekali untuk berkunjung aku juga sudah merindukan mereka"
"Baiklah, katakan kepadaku, jika kau ingin berkunjung, Aku akan menjemputmu dengan senang hati". William menatap Laura lekat
Gerald semakin tidak suka menatap William hubungan Laura dan William terlihat dekat di matanya membuat hati kecilnya cemburu begitu saja
William menatap balik pria itu, mereka saling tidak suka mereka seakan menjadi Rival, untuk memperebutkan seorang wanita yang masih menjadi istri orang lain
Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎