NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Cinta Dalam Do'A(Sequel Ketegaran Hati Raisya)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:765.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bunda RH

Naila Anindita adalah seorang anak perempuan yang menjadi korban broken home. Kedua orang tuanya bercerai akibat orang ketiga. Sejak Naila SD, Ibunya pergi dengan laki-laki lain saat dia memutuskan untuk menjadi seorang TKI di Luar Negeri akibat perekonomian mereka sulit. Usaha Ayah Naila hancur karena Ibu Naila yang sering hidup berfoya-foya. Saat ini Naila tinggal berdua dengan Ayahnya. Sedangkan Kakak Naila tinggal bersama Nenek dan Kakeknya.

Naila tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik, cerdas, dan kalem. Saat ini dia mendapatkan beasiswa di Universitas ternama di Yogyakarta. Suatu saat Naila harus mengorbankan diri, untuk menjadi pengantin pengganti Kakaknya. Namun Pria yang menikahinya marah, dia sama sekali tidak menganggap Naila seorang istri.


Suatu saat naila bertemu dengan teman kecilnya waktu SD. Dia adalah Salman Nanda Haris. Laki-laki yang dicintainya dalam diam. Naila tidak tahu, bahwa sebenarnya Salman juga memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Faisal Kesal

Salman tentu akan sangat bahagia jika Naila mau menikah dengannya. Tapi ia belum tahu perasaan Naila. Orang tuanya juga tidak tahu status Naila yang sebenarnya.

Naila pulang ke kost diantara Raisya dan Haris. Sepanjang perjalanan Naila hanya diam. Sesekali Raisya mengajaknya bicara. Dia hanya menjawab singkat pertanyaan Raisya, karena takut salah bicara.

"Terima kasih, Om, Tante, sudah mengantarkan saya."

"Sama-sama, Naila! Maaf ya, kalau kamu tidak nyaman dengan kejadian semalam. Kami tunggu kabar selanjutnya. Segera hubungi orang tuamu, dan kami ingin bertemu dengan mereka.

"Baik, Tante."

Naila mencium punggung tangan orang tua Salman.

Raisya dan Haris kembali ke rumah Salman.

Salman sedang keluar ke distro. Saat ini Orang tuanya sedang bermusyawarah di di ruang tamu.

"Ayah, apa kita tidak keterlaluan kepada mereka?"

"Tidak! Salman memang harus ditegasi!"

"Tapi putra kita tidak mungkin berbuat sesuatu yang dilarang agama! Aku jamin itu!"

"Bunda ini gimana sih! Tadi kamu juga memojokkannya! Tapi biarkan saja! Lagian ya, aku tahu kalau bocah itu sebenarnya suka sama Naila!"

"Kok Ayah tahu? Aku juga berpikiran yang sama lho, Yah!"

"Ya tahu-lah! Aku ini sudah berpengalaman! Lagian putra kita wataknya itu tidak jauh beda denganku."

"Ya, ya, aku percaya itu! Aku memang melihat dari tatapan Salman, kalau dia itu punya perasaan kepada Naila. Tapi tidak tahu dengan Naila."

"Kita lihat saja nanti, Bun!"

"Tapi Bunda suka sama Naila, Yah! Anaknya santun, baik, dan menutup aurat pula."

"Iya, sudah masuk kriteria menantumu itu, Bun! Tapi kita belum kenal dengan keluarganya."

"Iya, semoga saja Naila keturunan orang baik-baik. Aku akan mendo'akan yang terbaik untuk mereka."

"Untuk kita, gimana?"

"Jangan ditanya lagi kalau itu, Yah!"

Raisya bersender ke bahu Haris dan menggenggam tangan suaminya itu. Keromantisan mereka tidak luntur, meski sudah berumur.

Di Singapura

Faisal, Rendy, dan Rindi masih menemani Freya di Singapura. Mereka masih membujuk Freya untuk mau dinikahkan dengan Alfano. Freya masih bersikukuh tidak mau, alasannya karena dia tidak mencintai Alfano.

Saat Freya berada di dalam kamarnya, Faisal menghampirinya.

"Ayah mohon, Fre! Untuk kali ini dengarkan Ayah! Ini demi kebaikan kamu dan Kenzo. Masalah cinta, itu bisa datang sering berjalannya waktu.Lihat anakmu! Apa kamu mau dia tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ayah?"

"Dia bisa mendapatkan kasih sayang Ayahnya tanpa kami menikah, Yah!"

"Kamu tetap saja keras kepala! Pikirkan lagi baik-baik! Alfan itu laki-laki baik dan bertanggung jawab! Hanya wanita bodoh yang tidak mau menerimanya!"

Faisal merasa kesal kepada putri pertamanya itu, dia keluar meninggalkan kamar Freya. Apartemen Alfano memiliki dua kamar. Saat ini Kenzo sedang digendong Rindi di kamar sebelah. Alfano sedang bekerja, dan biasanya akan pulang sore hari. Faisal dan Rendy duduk sambil ngobrol di ruang tamu.

Tiba-tiba HP Faisal berdering. Ternyata Naila yang menelponnya. Faisal segera menerima panggilan Naila.

"Assalamu'alaikum, Ayah."

"Wa'alaikum salam, Nai."

"Ayah, maafkan aku! Kemarin tidak sempat telpon. Aku sibuk sekali."

"Tidak apa, Nai! Ayah mengerti, kamu pasti sibuk. Ayah juga lupa memberitahumu, sekarang Ayah sedang di Singapura."

"Apa, Singapura? Ngapain?"

"Iya, Ayah sedang menemui Kakakmu! Besok atau lusa Ayah akan pulang. Nanti Ayah akan langsung ke Jogja menemui dan akan Ayah ceritakan semuanya. Kamu baik-baik ya di sana!"

"Iya, Yah! Kalau begitu Ayah hati-hati! Jaga kesehatan, aku tunggu kedatangan Ayah!"

"Iya, sudah dulu! Ayah masih ada perlu, Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Naila mengurungkan niat untuk bercerita kepada Ayahnya. Karena mungkin saatnya belum tepat. Dia akan bercerita nanti kalau Ayahnya menemuinya.

"Siapa yang telpon, Cal? Naila?"

"Iya, Ren!"

"Bagaimana dengan keputusan Freya, apa dia masih belum setuju dengan keputusan kita?"

"Anak itu keras kepala!"

"Kalau begitu, nurun kamu!"

"Ah, lebih tepatnya mirip Ibunya! Aku mohon Ren, jangan urungkan niatmu untuk menikahkan mereka!Freya itu sebenarnya baik, hanya saja anak itu masih menyimpan sakit hati atas perpisahan aku dan Ibunya. Dan dia juga kurang kasih sayang seorang Ibu. Makanya dia susah dibilangin. Beda dengan Naila, anak itu selalu mengalah, dan lembut hatinya."

"Wajar Freya begitu, Cal! Tapi intinya dia sebenarnya baik kok! Aku mau mereka tetap menikah! Lihatlah, Kenzo sangat mirip dengan Alfan! Aku tidak ingin Kenzo menjadi anak dari laki-laki lain. Dia akan tetap menjadi cucuku." Ujar Rindi yang sedang menggendong Kenzo dan baru keluar dari kamar.

"Ya, ya! Tentu, Ma! Alfan juga sudah membujuk Freya sejak Kenzo masih di dalam kandungan, tapi Freya tidak mau! Kali ini dia setuju atau tidak, tetap kita nikahan saja! Gimana menurutmu, Cal?"

"Ya, aku setuju! Setelah masa nifasnya habis, kita nikahan saja mereka. Rin, kamu masih mau tetap di sini, kan?"

"Iya, Cal! Aku akan mendampingi Freya untuk mengurus Kenzo. Kamu dan Mas Rendy pulang saja!"

"Aku akan pulang besok, dan langsung menuju Jogja. Aku harus bertemu dengan Naila."

"Oke, nanti aku akan urus tiketnya! Rendy menimpali.

Tidak lama kemudian, Alfano datang. Dia mencium punggung tangan ketiga orang tua yang sedang duduk di kursi ruang tamu.

"Hai, anak Papa!"

"Jangan pegang dulu, Fan! Cuci tangan sana! Mandi dan ganti baju dulu! Baru kamu boleh pegang Kenzo."

"Gitu amat, Ma?"

"Ya harus! Kamu nggak mau Kenzo sakit, kan? Sana ikuti apa kata Mama!"

Alfano masik ke kamarnya, mengikuti perintah Mamanya.

"Lihatlah, Cal! Alfan sangat sayang kepada Kenzo!"

"Hem, iya! Aku bisa lihat itu!"

Tidak kama kemudian Kenzo menangis. Rindi masuk ke kamar Freya untuk memberikan Kenzo.

"Kenzo kenapa, Tante?"

"Sepertinya dia haus! Kamu kasih ASI dulu."

"Iya, Tante."

Freya membuka kancing bajunya dan memberi ASI Kenzo.Dia melirik kepada Rindi. Sepertinya dia malu.

"Aku keluar dulu!" Pamit Rindi.

Rindi kembali ke ruang tamu, duduk bersama suaminya dan Faisal. Kemudian Salman keluar dari kamarnya dengan pakaian santai dan wajah yang segar. Rupanya dia baru selesai mandi.

"Mana Kenzo, Ma?"

"Bersama Freya di kamar!"

Sontak Rendy membuka kamar Freya. Iya tidak sabar ingin mencium Baby Kenzo.

"Eh, eh, Fan....."

Belum sempat Rindi melanjutkan perkataannya, Rendy sudah masuk ke dalam Kamar Freya.

Nampak Baby Ken sedang mengemut ASI dari sumbernya. Alfano tercengan di tempatnya berdiri. Dia menelan salivanya sendiri melihat Buah da*a Freya yang begitu Sintal.

Sontak Freya menutupi sumber ASI itu dengan sebelah tangannya.

Plak

Rindi memukul punggung anaknya.

"Mama!"

"Kamu itu, ya! Asal nyelonong saja! Kalian itu belum halal!"

"Ya, maaf! Aku tidak sabar ingin mencium Kenzo."

"Kamu lihat itu, Fre! Kalau begini terus, kalian hanya akan menambah dosa! Keputusan kami, kalian akan tetap menikah setelah Freya selesai masa nifas! Titik! Jangan ada bantahan lagi!"

Bersambung.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan bosan untuk selalu support karyaku ya kak readers

See You Again.....

1
Muslimah
. "baco deh".. 🤭kayaknya othor pengen baco ini🤣
shesil
Louvre..bukan Love

Author banyakin literasi lagi ya biar ga salah². Kasihan yg baca, jadi dapet informasi yg salah kalo begini
shesil
Tour Guide..bukan Tour Get
Dehan_1
oh jadi ini ya pertemuan pertama ira sama salwa😍
Dehan_1
kayak nya freya blom minta maaf ya sama naila..malah seperti ga terjadi apapun pas ktemu😊
Nurlaila Hasan
maaf novel ini,, krna lgi bnyak kerjaan,, insya Allah yg lain bisa /Pray//Good/
lee zha
bagussss
Bunda RH: makasih kak 🙏
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Bunda RH: makasih kak
total 1 replies
antha mom
lanjut ke cerita Salwa 👍👍👍👍👍
antha mom
ceritanya oke 👍👍👍
antha mom
perkembangan atau perkenalan thor
Atze Atze
coba Thor sampai 300 season..jadi ngurut Thor novelnya..dari Raisya dan Haris...terus anak anak nya...terus..gitu... ngurut jadi nyambung menyambung gitu ceritanya Thor... soalnya aku pernah baca novel lain..gitu nyambung menyambung cerita nya Thor...keren jadinya
Atze Atze
tendang... lawan si Adit... Freya cewek goblok
Tira Aneri
suuukaaa
Bunda RH: makasih kak
total 1 replies
Sisca Afrianty
Syifa anaknya siapa ya kak..aq lupa
Bunda RH: Anaknya tante Sofi adiknya Bunda Raisya
total 1 replies
Sisca Afrianty
baby kenzo ayahnya siena,istrinya farid
Bunda RH: iya kak 😁
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
lanjut ke sini setelah jodoh kedua dan raisa☺️
Bunda RH: makasih sudah mampir lagi kak 😘
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
👍👍👍
Bunda RH: makasih kak 😘
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
sdh baca critanya Salwa..suka juga critanya..semangat thor..mau otw baca critanya anak2nya Salwa nih😁
Bunda RH: makasih kak 😘
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
berarti bunda blm baca kisahnya Salwa ya 😁 duda keren dan duda perjaka Ting Ting kok Bun yg dijodohkan sm Salwa😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!