Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Teh beracun
Pagi hari, sebelum waktu sarapan. Ada sebuah kegiatan yang di lakukan oleh para keluarga kerajaan, yaitu minum teh dan bersantai sejenak, sebelum mereka masuk ke dalam acara sarapan dan mulai mengerjakan tugas mereka.
Mereka akan berkumpul di sebuah ruangan tengah, dengan sofa besar untuk sang raja dan ratu, lalu sofa kecil lainnya untuk para tamu. Dan di tengah ruangan, terdapat meja panjang kecil berisikan beberapa roti dan segelas teh hangat. Biasanya keluarga kerajaan akan menghabiskan segelas teh sekedar untuk berbincang satu sama lain.
Dan di kursi itu, Becca duduk bersebelahan dengan suaminya, Raja Basilio. Becca sempat menoleh ke arah lain.
Becca menghela nafasnya, saat menangkap Keluarga Jenderal Orson duduk tidak jauh dari mereka di atas kursi sofa kecil, karena bagaimanapun mereka juga bagian kerabat dari Pangeran Ebert. Jadilah mereka di berikan kesempatan menikmati fasilitas dan makanan kerajaan.
Sebenarnya Becca tidak takut, dia hanya merasa kesal dan tidak suka dengan adanya keluarga yang terang-terangan merendahkan dirinya, ya meskipun dia tahu itu resikonya.
“Sayang, mau aku ambilkan segelas teh ??” Tanya Raja Basilio melihat istrinya yang masih duduk di kursi sofa, Becca mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil.
“Tidak perlu, aku akan ambil sendiri.”
“Kalau begitu ayo.” Raja Basilio berdiri dari kursi sofa, dan mengulurkan tangannya kepada istrinya. Becca menerima tangan suaminya, dan kemudian bangkit berdiri lalu berjalan bersama ke meja tengah, dimana beberapa gelas teh sudah di sediakan.
Hanya saja, gelas khusus untuk raja dan ratu sengaja di pisahkan di pojokkan. Untuk berjaga-jaga, jika ada yang berusaha berbuat jahat pada raja atau ratu, jadilah teh untuk mereka di berikan tempat di pojokan.
Keluarga Orson mengamati gerak-gerik mereka, dan tersenyum miring saat Becca meraih gelas teh bagiannya, dan mulai meminumnya. Juga dengan Raja Basilio yang meminum segelas teh di tangannya.
Pangeran Aldert yang juga duduk di pojokan sambil mengawasi semuanya, hanya berdiam meminum segelas teh di tangannya dengan tatapan yang tidak terbaca.
“Aldert..”
Pangeran Aldert menoleh, melihat kakaknya berdiri di sana menatap ke arahnya.
“Setelah ini, aku membutuhkan bantuanmu.”
Pangeran Aldert menganggukkan kepalanya, “Baik kakak, setelah makan pagi nanti, aku akan datang ke ruangan mu.” Ujarnya dengan senyum tipis dan sopan.
Meskipun ada kerenggangan di antara mereka, tapi nyatanya.. Pangeran Aldert masih mau membantu dan menolong Pangeran Ebert, dalam menjalankan tugasnya.
“Terima kasih.”
Pangeran Aldert mengamati kakaknya dengan tatapan yang sulit terbaca. Memang setelah perginya Selina dari sisi Pangeran Ebert, dia menyadari ada sesuatu yang mulai berubah dari kakaknya. Tapi entah kenapa, peristiwa di masa lalu, masih sulit di lupakan oleh Pangeran Aldert. Meski dia tidak ingin menyimpan kebencian itu terlalu lama.
“Kak Ebert..”
“Iya ??”
“Apa kau sudah menerima Bibi Becca ??”
Pangeran Ebert tidak menjawab secara gamblang, tapi dia tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, “Dia tidak terlalu buruk.”
Pangeran Aldert tersenyum kecil mendengarkan jawaban itu.
Kembali pada situasi di tengah ruangan.
“Bagaimana rasanya ??”
Becca menganggukkan kepalanya, “Ini enak sekali.” Ujar sang istri tersenyum menikmati teh di pagi hari yang terasa sangat segar dan enak.
“Baguslah, teh itu aku belikan khusus untuk anggota kerajaan. Aldert dan Ebert juga sangat menyukai teh ini. Tapi aku jarang memberikannya untuk tamu.” Bisik sang raja dengan lembut, sambil memberikan nada sinis di bagian akhir, karena istilah tamu itu merujuk pada Keluarga Jenderal Orson yang masih berada di Kerajaan, dan menginap beberapa hari disini.
“Begitu ?? Pantas saja, ada sedikit perbedaan dalam warna teh.” Ujar Becca berbisik dengan nada rendah, Raja Basilio terkekeh pelan.
“Benarkan ?? Warnanya agak cokelat muda.”
“Eh ?? Tapi milikku berwarna agak ungu.”
Raja Basilio menaikkan alisnya, bingung. Bagaimana bisa warna teh milik istrinya berbeda dengan miliknya ?? Raja Basilio kemudian mengamati sekitar memperhatikan gerak-gerik orang sekeliling, khawatir jika ada yang berusaha memberikan sesuatu pada teh istrinya.
“Apakah rasanya pahit ??”
“Tidak, ini enak sekali.” Ujar Becca dengan senyuman lembut, tapi tatapannya terlihat bingung dengan pertanyaan suaminya.
“Hmm~ Kau tidak merasakan sesuatu ??”
Becca menggelengkan kepalanya, Raja Basilio menghela nafasnya berat, akhirnya dia mengalah, meskipun di dalam hatinya ada sesuatu yang salah pada teh istrinya.
Tanpa sadar, Pangeran Aldert yang mengamati gerak-gerik ayahnya dan bibi Becca, tersenyum misterius di sana. Seakan dirinya sudah tahu apa yang terjadi dan ekspresi curiga sang ayah, sudah mengungkapkan semuanya.
Sementara Keluarga Jenderal Orson tersenyum miring, saat mengetahui tatapan dari sang raja.
Sebentar lagi, gadis itu tidak akan bisa melakukan apapun, bahkan untuk mengusirku batin Valia dengan nada sinis, mengingat kemarin Becca sempat mengancam akan mengusirnya.
Sebentar lagi, gadis tidak berguna itu akan di keluarkan dari istana jika ramuan itu bekerja padanya !! Batin Fern dengan kekehan licik di sana.
Becca sendiri menikmati teh itu, dan meminumnya hingga habis. Barulah dia menaruh segelas teh itu di atas meja, Raja Basilio yang melihat itu, hanya tersenyum kecil dan sempat mengecup kening istrinya dengan lembut.
Untuk sementara aku akan pastikan, jangan sampai terjadi sesuatu pada istriku.. Jika itu memang racun berbahaya, maka aku akan membuat pelakunya habis di tanganku. Batin Raja Basilio dengan licik dan memperhitungkan apa saja yang akan dia lakukan pada pelaku yang menukar teh istrinya, dia tidak akan memaafkannya.
....
Saat sarapan bersama, tidak ada yang aneh pada Becca, gadis itu menikmati makanan dengan lezat, setelah suaminya memasukkan makanan ke dalam mulut, maka itu menjadi tanda kebebasan Becca untuk bisa menikmati semua makanan di dalam piringnya.
Raja Basilio melirik ke arah Becca yang masih menikmati makanan tanpa ada perubahan apapun, bahkan dia terlihat acuh pada tatapan orang-orang ke arahnya.
Terlebih Keluarga Jenderal Orson secara diam-diam mencuri pandang ke arah Becca, untuk bisa melihat reaksi ramuan yang ada di dalam teh sang ratu.
Hingga, Becca menghentikan kunyahan di mulutnya, tiba-tiba dia terdiam di sana, meskipun masih ada beberapa makanan di dalam mulutnya. Becca hanya terdiam, membuat suaminya akhirnya menoleh dan mendekatkan wajahnya.
“Ada apa ??” Tanya Raja Basilio dengan lembut tapi ada tatapan kekhawatiran.
Becca tidak menjawab apapun, dia mendongak menatap ke arah suaminya, dan perilaku itu membuat yang lain akhirnya ikut menoleh, padahal mereka tidak mengeluarkan suara yang keras, bahkan berbicara dengan berbisik rendah.
Tapi semua tampak menaruh sendok dan garpu memperhatikan interaksi antara raja dan ratu mereka.
“Basil, aku-”
.
.
.
Bruk !!!
.
.
“Astaga ada yang jatuh pingsan !!”
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Waduhh, siapa yang jatuh pingsan itu ?? semoga bukan Becca ya 😔😔
Semoga aja, Raja Basilio bisa melindungi istrinya dari para orang-orang munafik di kerajaan itu 🙄🙄
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄