Karena sebuah kesalahpahaman membuat Arif jadi membenci Rara, beberapa tahun mereka berpisah akhirnya keduanya kembali di pertemukan lagi, namun rasa benci arif semakin bertambah, tatkala orangtua nya memaksa diri nya untuk menikahi rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolak
"ehh apa-apaan ini? lepasin sy, sy mau pulang" ucap rara di sela-sela kepanikannya karna arif terus menarik lengannya.
"diam, tidak perlu banyak bertanya" ucap arif dengan nada mengancam
"saya tidak mau, saya bilang lepasin sy" ucap rara dan langsung menghempaskan tangan arif dengan kasar.
"eh, kalian kenapa sih, udah kayak tom dan jery saja" ucap fahri yg menyusul arif dan rara dari belakang.
"kak fahri aku nggak mau ikut, aku pulang saja ya" mohon rara
"enggak bisa, orangtuaku menyuruhku untuk membawamu pergi ke butik, kau tau sendiri kan orang tuaku bagaimana, mereka tidak bisa di bantah" ucap fahri.
"tapi kan kak, tante sama om jg tidak akan tahu kalau aku nggak ikut sama kakak, lagi pula buat apa aku ikut sama kakak, lebih baik aku pulang aja Ya kak, aku capek mau istirahat" ucap rara dengan nada memelas.
"enggak bisa, kalau kakak bilang ikut ya kamu harus ikut dan nurut" ucap fahri.
"aku tetap nggak bisa kak, maaf" ucap rara dan segera melangkahkan kakinya untuk pergi, namun langkah kakinya terhenti karena di cekal oleh arif.
"lebih baik kamu ikut, ayo masuk ke mobil" ucap arif, namun rara tetap kekeh menolaknya.
"kak, lebih baik, kakak duluan saja, bukannya kata kakak punya urusan ya, dia biar arif yg urus" ucap arif.
rara pun membelalakkan matanya, belum sempat iyya menolak fahri pun mencela ucapannya.
"baiklah, rara kamu sama arif ya, nanti kakak nyusul" ucap fahri, rara menggelengkan kepalanya untuk menolak, namun tidak di hiraukan oleh fahri.
"baik-baik ya sama arif" ucap fahri kemudian pergi meninggalkan arif dan rara.
"ayo, cepatlah" ucap arif namun rara hanya diam dan tak bergeming dari tempatnya.
"mohon maaf pak, sebaiknya sy pulang saja" ucap rara
"sy bilang ikut ya ikut" bentak arif. rara yg mendengar bentakan dari arif pun merasa takut dan mau tidak mau iyya harus mengikuti arif.
.
.
.
rara pun melangkahkan kakinya untuk mengikuti arif dan ingin segera masuk ke dalam mobil.
"siapa yg menyuruhmu duduk di belakan, kau pikir saya sopirmu apa" bentak arif lagi.
"bukannya begitu, apa bapak lupa, bukannya bapak sendiri yg melarang sy untuk duduk di belakan karna sy tidak pantas" ucap rara menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan kesedihannya mengingat perbuatan arif kemarin.
tanpa babibu arif langsung berjalan ke arah rara menarik tangan nya untuk duduk di depan, rara hanya terdiam dengan apa yg di lakukan arif saat ini kepadanya
di dalam mobil hanya ada keheningan, rara hanya terdiam, iyya merasa tidak nyaman dengan situasinya saat ini, iyya menolehkan kepalanya keluar jendela mobil, Dan itu semua tak luput dari pandangan arif.
"pasang seatbelt mu" namun tampaknya rara tak mendengar ucapan arif karena sedari tadi iyya sibuk berperan dengan pikirannya sendiri. arif pun merasa kesal karena tak di hiraukan oleh rara dan iyya mendekatkan dirinya ke arah rara dan mulai mengambil seatbelt yg ada di sampling rara, rara yg menyadarinya terlonjat kaget dan segera menolehkan kepalanya ke arah arif, keduanya sama-sama terdiam karena jarak keduanya sangat dekat, bahkan bibir keduanya hanya berjarak 2 cm, tanpa sadar arif terus memperhatikan rara, membuat gadis itu menjadi salah tingkah dan dengan segera mendorong arif untuk menjauh darinya.
"apa yg bapak lakukan?" ucap rara.
terus semangat buat novel,,ku doain semoga nanti jadi penulis terkenal 🥰
Lea minta maaf ya...
kangen selalu sama kalian...