NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

[ Langkah Pertama ]

Sejak hari itu, sebuah buket bunga selalu dikirim ke kantor Black Raven setiap pagi. Tidak ada pesan. Tidak ada nama pengirim. Hanya rangkaian bunga segar dari toko kecil milik Rhea Azlyn.

Awalnya, Vincent tidak terlalu memedulikannya.

Namun entah mengapa, ia selalu berhenti beberapa detik untuk melihat bunga-bunga itu sebelum memulai pekerjaannya.

"Bos."

Salah satu anak buah memasuki ruang kerja.

"Semua bunga sudah sampai."

Vincent hanya mengangguk.

"Taruh di meja."

Anak buah itu tersenyum kecil.

"Sepertinya Bos mulai menyukai bunga."

Vincent menatap tajam.

"Aku hanya menghargai orang yang bekerja dengan baik."

"Baik, Bos."

Meski begitu, bahkan Vincent sendiri tidak menyadari bahwa ruang kerjanya yang selama ini dingin kini perlahan dipenuhi warna.

Di sisi lain kota, Rhea sedang merangkai bunga ketika bel kecil di pintu toko berbunyi.

"Selamat datang."

Ia mendongak.

Jantungnya seketika berdegup lebih cepat.

Vincent Lawson.

Kali ini ia datang sendirian. Tanpa pengawal. Tanpa jas panjang yang biasanya membuat semua orang menjaga jarak.

"Aku ingin membeli bunga."

Rhea tersenyum ramah.

"Untuk siapa?"

Vincent terdiam cukup lama.

"Aku juga tidak tahu."

Rhea terkekeh pelan.

"Kalau begitu, izinkan saya memilihkan."

Ia mengambil beberapa bunga matahari, mawar putih, dan baby's breath, lalu merangkainya dengan teliti.

Vincent memperhatikan setiap gerakannya.

"Kenapa bunga matahari?"

"Karena bunga matahari selalu menghadap cahaya."

"Walaupun langit mendung?"

"Iya."

"Dia percaya matahari akan muncul lagi."

Vincent tersenyum tipis.

"Kalau mawar putih?"

"Kepercayaan."

"Lalu bunga kecil itu?"

Rhea mengangkat baby's breath sambil tersenyum.

"Walaupun kecil, kehadirannya membuat rangkaian bunga terasa lengkap."

Vincent mengangguk pelan.

"Aneh."

"Apa?"

"Aku tidak pernah menyangka bisa berbicara selama ini hanya tentang bunga."

Rhea tertawa kecil.

"Berarti bunga memang hebat."

Suara tawa itu membuat Vincent terdiam.

Sudah sangat lama ia tidak mendengar tawa yang terdengar setulus itu.

Saat Vincent hendak membayar, tiba-tiba seorang pria mabuk masuk ke dalam toko.

"Heh! Mana pemilik toko?"

Pria itu membanting vas bunga hingga pecah.

"Kau belum membayar uang keamanan bulan ini!"

Rhea membeku.

Padahal pria itu bukan bagian dari operasi polisi.

Ia benar-benar preman yang sering memalak pedagang di sekitar sana.

"S-Saya akan bayar besok..."

"Besok? Aku maunya sekarang!"

Pria itu menarik lengan Rhea dengan kasar.

Belum sempat Rhea bergerak, sebuah tangan lebih dulu mencengkeram pergelangan tangan pria itu.

Vincent.

Tatapannya berubah dingin.

"Lepaskan dia."

Pria itu tertawa sinis.

"Memangnya kau siapa?"

Vincent tidak menjawab.

Ia hanya mempererat genggamannya hingga wajah pria itu berubah pucat.

"Aaaakh... sakit!"

"Sudah kubilang."

"Lepaskan."

Dalam hitungan detik, pria itu terdorong jatuh ke lantai.

Semua orang yang berada di luar toko langsung mengenali wajah Vincent.

"W-Wah..."

"Itu Vincent Lawson..."

Preman tadi buru-buru berdiri.

Ia menundukkan kepala berkali-kali.

"M-Maaf, Tuan Vincent! Saya tidak tahu kalau wanita ini orang Anda!"

Vincent menatapnya tanpa ekspresi.

"Bawa pergi sampah ini."

Beberapa pria berpakaian hitam yang sejak tadi berjaga di luar langsung menyeret preman itu pergi.

Suasana kembali hening.

Rhea masih berdiri mematung.

"Terima kasih..." ucapnya lirih.

Vincent menatap vas bunga yang pecah berserakan di lantai.

"Lain kali..."

"...jangan menghadapi orang seperti itu sendirian."

Setelah mengatakan itu, Vincent mengambil buket bunga yang tadi dibuatkan Rhea, meletakkan beberapa lembar uang di atas meja, lalu berjalan keluar.

Rhea hanya mampu menatap punggungnya.

Di balik semua berkas penyelidikan yang ia baca...

Tak pernah ada satu pun yang menuliskan bahwa Vincent Lawson akan melindungi seseorang yang baru dikenalnya.

Sementara di dalam mobil, salah satu anak buah tersenyum tipis.

"Bos."

"Hm?"

"Sepertinya Anda mulai sering ke toko bunga."

Vincent menoleh ke arah jendela, memandangi Rhea yang sedang membereskan pecahan vas.

"Aku hanya memastikan dia tetap hidup."

Anak buah itu terkekeh pelan.

Namun Vincent tidak menyadari satu hal.

Semakin sering ia datang ke toko bunga itu...

Semakin dalam pula ia membuka pintu hatinya untuk seorang wanita yang suatu hari nanti akan menjadi alasan kehancurannya.

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!