NovelToon NovelToon
Buronan Tampan Penghuni Loteng Kamar

Buronan Tampan Penghuni Loteng Kamar

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Romansa / Tamat
Popularitas:99.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fumiko Sora

HIATUS

"Kamu siapa? Mengapa kamu tiba-tiba ada di kamarku?"

"Ssstttt ... Jangan keras-keras. Nanti akan aku beritahu siapa aku asalkan kamu mengizinkanku untuk tinggal di sini untuk sementara waktu."

***

Hari-hari Lea berubah drastis setelah kedatangan seorang lelaki yang tiba-tiba ada di dalam kamarnya. Lelaki asing yang sama sekali tidak ia kenal yang ternyata ikut menyeretnya ke dalam pusaran cerita hidup yang tersimpan.

Siapakah sosok lelaki asing itu? Bagaimanakah Lea menjalani hari-harinya bersama si lelaki asing hingga membuatnya terpikat pada ketampanan yang dimilikinya? Dan apa yang akan dilakukan oleh Lea saat menerima kenyataan bahwa lelaki yang ia sembunyikan di dalam loteng kamar merupakan seorang buronan polisi yang sudah lama dicari?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fumiko Sora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buronan 25. Terbongkar

Seluruh pegawai di salah kantor pusat provider jaringan telepon seluler, nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Lea yang merupakan salah satu customer service juga nampak begitu sibuk melayani para customer dengan segala macam keluhan masing-masing. Mulai dari pergantian tipe 3G ke 4G sampai pengaktifan kembali nomor ponsel seluler setelah terblokir karena sudah melewati batas masa tenggang.

"Sstttt Mil!"

Di tengah-tengah kesibukannya, Sindi mencoba mengajak ngobrol Mila yang kebetulan ada di sebelahnya.

"Ada apa sih Sin?"

"Kamu ingat tidak, kalau lusa itu Lea ulang tahun."

Dahi Mila sedikit berkerut. Gegas, ia buka reminder yang ada di ponselnya. "Ah iya, ternyata lusa Lea ulang tahun. Terus bagaimana ini Sin? Apa kamu mempunyai ide untuk ngasih kejutan ke Lea?"

Sindi nampak sejenak berpikir. Tak selang lama, ia pun menggelengkan kepala. "Aku rasa tidak perlu ngasih kejutan dengan cara prank-prank seperti tahun lalu Mil. Cukup kita datangi rumah Lea sembari membawa kue ulang tahun. Bagaimana?"

"Tumben kamu tidak memakai acara prank-prank seperti tahun lalu Sin? Kenapa memang?" tanya Mila penasaran.

Di mata Mila, Sindi termasuk salah satu pembuat skenario prank yang cukup handal. Dan ia selalu bersemangat untuk nge prank teman-teman satu kantornya ketika berulang tahun. Tapi entah mengapa kali ini ia nampak tidak bersemangat untuk membuat skenario prank untuk Lea.

"Aku kasihan sama Lea, Mil. Bukankah dia baru kisaran satu minggu putus dari Kevin? Dia pasti sedang terpuruk. Aku tidak mau jika Lea justru semakin terpuruk dalam kesedihan ketika kita nge prank dia."

Mila mengangguk-anggukkan kepala. Sependapat dengan apa yang diucapkan oleh Sindi.

"Benar juga ya Sin. Baiklah, lusa kita hanya sekedar datang saja ke rumah Lea. Pastinya sambil membawa kue ulang tahun."

"Tapi kita datang ke rumah Lea tepat jam dua belas, Mil. Aku yakin dia pasti bertambah terkejut. Bagaimana?"

"Hmmmm... Ide yang bagus Sin. Aku setuju!"

"Oke. Berarti besok malam kita datang ke rumah Lea ya."

"Sip!"

Setelah membuat rencana suprise birthday, dua teman dekat Lea itu kembali dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka yakin, dengan rencana ini Lea akan merasa bahagia meskipun sudah berstatus jomblo.

***

"Le, sini!"

Seperti biasa, di jam makan siang, kafetaria kantor nampak begitu ramai. Sindi dan Mila sudah menduduki sebuah kursi yang pastinya masih ada sisa satu kursi lagi untuk Lea.

Lea menganggukkan kepala dan duduk di kursi yang sudah tersedia. Ia seruput satu cup bobba yang ada di genggaman tangannya.

"Tumben Le, kamu tidak pesan makan?" tanya Mila sedikit penasaran yang melihat Lea hanya menikmati minuman bobba ini saja.

"Aku malas makan Mil. Ingin minum bobba saja."

"Hmmmmmm ... Sudahlah Le, jangan terlalu galau hanya karena putus dengan Kevin. Lelaki di luar sana masih banyak yang jauh lebih baik, Le," tutur Sindi memberikan sebuah nasihat.

Kernyitan dahi muncul di wajah Lea. "Galau? Memang siapa yang galau sih Sin?"

"Lah kamu itu Le. Kamu tidak mau makan siang karena kamu masih galau karena putus dengan Kevin kan?" tebak Sindi.

"Ckkkckkk .... Kamu itu ngawur Sin. Aku tidak makan siang karena tadi pagi aku sudah sarapan banyak. Mbak Mia masak rendang yang enak banget. Sampai tidak terasa kalau aku habis banyak," terang Lea sembari terkekeh pelan.

"Hah, syukurlah kalau begitu Le. Aku khawatir jika kamu masih larut dalam kegalauan itu sehingga membuatmu tidak naf*su makan," lanjut Sindi.

"Tenang, tenang. Aku yang mutusin Kevin, Sin, Mil. Jadi tidak mungkin aku galau."

Sindi membuang napas lega. Ia buka akun instagram yang ia punya dan mulai menscroll berita-berita artis yang tengah viral.

"Eh Sin, ngomong-ngomong kasus buronan itu bagaimana? Apa sudah tertangkap?" tanya Mila. Tiba-tiba saja wanita itu ingin sekali mengetahui kabar dari sang buronan.

"Belum Mil. Buronan itu masih tetap menjadi buronan karena sampai saat ini, dia belum juga tertangkap. Sungguh lihai ya buronan itu. Punya ilmu apa dia sampai hampir satu bulan pihak kepolisian belum bisa menangkapnya."

"Pasti dia punya ajian sakti mandraguna Sil. Padahal biasanya polisi itu sangat mudah mengejar buronan seperti itu. Tapi ini dia kok susah sekali ditangkap. Menurutku dia punya ajian sakti yang mana tidak ada orang yang bisa mengenalinya," papar Mila berargumentasi.

"Kalian ini masih saja sibuk membicarakan perihal buronan itu. Sampai saat ini, aku malah belum tahu seperti apa wujud buronan itu loh Mil, Sin," timpal Lea. Ia merasa seperti ketinggalan berita sendiri karena belum sempat untuk melihat wajah buronan itu.

"Oh iya, aku lupa Le. Waktu itu kan aku belum sempat menunjukkan foto buronan tampan itu ya?" Sindi menggeser sedikit tubuhnya. Ia perlihatkan salah satu kanal berita yang menampakkan wajah buronan itu. "Ini dia buronannya Le. Lihatlah, biar kamu tidak ketinggalan berita."

Lea menatap lekat ponsel Sindi yang ada di atas meja. Dahinya mengernyit, seolah memikirkan sesuatu. Ia merasa tidak asing dengan gambar buronan ini meskipun blur.

Lea mengambil ponsel milik Sindi dan kembali menajamkan indera penglihatannya. Kedua bola matanya terbelalak saat teringat sosok buronan yang begitu familiar itu. Untuk memastikan, ia baca beritanya. Tertera inisial SBA yang merupakan buronan kasus pembu*nuhan dan mutilasi itu.

SBA .... Sean Breadly Arion? Astaga ya Tuhan .... Ternyata Sean adalah buronan itu? Berarti selama ini Sean telah menipuku?

"Bagaimana Le? Tampan kan buronan itu?" tanya Mila mencoba ingin tahu bagaimana pandangan Lea tentang buronan itu.

Hening, tidak ada respon sama sekali dari Lea. Wanita itu justru terlihat hanyut dalam pikirannya sendiri.

"Le, Lea!" seru Sindi sembari menepuk pundak Lea.

Lea tergagap. "Eh, ada apa Sin?"

"Yah, ini sih salah satu indikasi kamu juga terpana dengan buronan tampan ini Le. Membuatmu melongo dan memuji ketampanannya di dalam hati."

Lea hanya tersenyum tipis. Mendadak perasaannya bercampur aduk. Entah apa yang saat ini harus ia lakukan. Secara, ada seorang buronan polisi yang bersembunyi di dalam kamarnya.

***

Tubuh Lea seakan dibuat tidak bertenaga setelah mengetahui sosok buronan yang sempat viral hampir satu bulan yang lalu. Buronan polisi yang saat ini justru bersembunyi di dalam kamarnya. Tiba di rumah pun, ia juga sama sekali tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan. Dengan langkah kaki gontai, Lea turun dari mobil dan mulai masuk ke dalam rumah.

"Hei Le, kamu sudah pulang?" ucap Sean menyapa Lea. Ia mendekati Lea sembari membawa piring cepee yang berisikan pancake. "Aku baru saja buat pancake rasa durian, Le. Cobalah, ini enak sekali!"

Lea menatap lekat wajah Sean yang ada di hadapannya ini. Semua rasa berkecamuk dalam dada. Ia merasa dibohongi habis-habisan oleh lelaki ini. Emosinya seakan memuncak karena ia juga harus menahan rasa cinta yang perlahan sudah mulai ia rasakan untuk lelaki ini.

"Aku tidak sudi memakan makanan buatan lelaki pembohong seperti kamu ini Se. Aku tidak sudi!"

Tanpa banyak kata, Lea mengambil langkah kaki lebar untuk pergi dari hadapan Sean. Ia menaiki anak tangga dan segera masuk ke dalam kamarnya.

Brakkkkk!!!! !

Pintu yang ditutup secara kasar membuat Sean terperanjat setengah mati. Bukan hanya Sean, Mia pun juga ikut terkejut mendengar suara pintu kamar Lea.

"Mas Sean, ada apa dengan non Lea?"

"Sepertinya ada yang tidak beres Mbak!"

.

.

.

1
Parman Harahap
BAGUSSS AKUU SUKAA
LANJUTT SAMPEK HABIS YAA THORR
Parman Harahap
thorrr lanjut gak mau tauu
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
wkwkwk sepuluh hari gak mandi, jorok ihkk
Ahmad Affa
Assalamu'alaikum kak thor...... ya Allah udah lama syekalee g nyapa othor satu ini 😀
ARVA
lama banget kelanjutan ny sih
ARVA
Mudah mudahan cerita ny tdk putus di tengah jalan ya say ku mohon
Memyr 67
penasaran aq. ayo dilanjut
Memyr 67
ceritanya jadi sedih gini ya? kasian bener lea, anak baik, berkali kali patah hati
Marlina Ryn
semoga misi mu berhasil lea untuk mengungkapkan siapa dalang pembunuhan yg menjerat sean
novi²³
kagak tau malu si kevin😌
novi²³
kalian so sweet sekali sih☺☺
Marlina Ryn
kasihan banget sean.....
moga cepat terungkap kasusnya dan sean bisa bebas dan bersatu dengan lea..
dan buat lea jauh² deh sama kevin yg sok perfect itu
FDR
terlalu tampan hantunya
FDR
mencurigakan sekali
FDR
tebak tebakan apa sean ya🙄
Fumiko Sora
selamat membaca kakak-kakak semua 😂
Marlina Ryn
dasar si kevin...moga aja lea tw kalau yg dikatakan sean hanya kebohongan dan semua sdh diatur sama kevin
Marlina Ryn: ok..ditunggu ujian² cinta mereka
total 2 replies
Marlina Ryn
dasar si kevin ...
Memyr 67
halach sinetron ikan terbang mode.mau brangkat aja, dilama lamain, mesra mesraan dulu, tunggu dikepung polisi. hhhh
Fumiko Sora: wahhh... hobi liat sinetron ikan terbang juga ya kak? sama kalo gitu😚😚
total 1 replies
Fumiko Sora
selamat membaca kakak-kakak semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!