Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obrolan absurd menjelang tidur
Julea 25
"Maaf, dia memang menyebalkan," kata Lea pada Dirk.
"Hmm, berapa lama kau akan cuti?" tanya Dirk.
"Satu minggu mungkin. Apakah tak masalah?" tanya Lea tak enak.
"Jika bermasalah, kau akan bekerja di perusahaanku, Lea," sahut Julian dengan berteriak di ranjang.
Lea menengok ke belakang dan membelalakkan matanya pada pria usil tapi tampan itu.
Julian hanya mengedikkan bahunya seperti tak bersalah sama sekali. Lalu Lea ke arah balkon dan berbicara pada Dirk kembali.
Julian beranjak dari ranjangnya dan menyusul Lea ke balkon. Pria itu berdiri di belakang Lea dan Lea sama sekali tak tahu hal itu. Hingga akhirnya Lea mengakhiri percakapannya dengan Dirk dan berbalik.
"Oh my God!! Julian, kau mengagetkanku!!" teriak Lea kaget ketika melihat Julian di belakangnya.
"Sudah selesai bicara pada bos sombongmu itu?" tanya Julian.
"Dia sama sekali tak sombong, Julian. Dia sangat baik," jawab Lea dan masuk kembali ke dalam kamar lalu menaruh ponselnya di meja nakas.
Lalu Julian pun naik ke atas ranjang dan mematikan lampu meja nya.
"Ayo tidur," ucap Julian dan menarik pinggang Lea agar menyandar padanya.
"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Lea.
"Bukankah kau yang memintaku untuk memelukmu ketika tidur?" sahut Julian.
"Apakah aku pernah mengatakan itu? Aku lupa," ucap Lea sambil mengingat-ingat sembari melepaskan tangan Julian pada perutnya.
Lea menjauh sedikit tapi ia menghadapkan wajahnya pada Julian yang sudah memejamkan matanya.
"Kau pernah bercinta dengan berapa wanita?" tanya Lea secara random.
"Kenapa? Kau mau bercinta denganku?" sahut Julian tanpa membuka matanya.
"Aku akan tertawa jika bercinta denganmu dan kita tak akan menikmatinya," jawab Lea.
Julian tertawa mendengar hal itu.
"Apakah ini sekedar obrolan menjelang tidur, Lea?" tanya Julian yang akhirnya membuka matanya.
Lea cepat-cepat berbalik dan memejamkan matanya sebelum pria itu terpancing.
"Kau pengecut sekali," ucap Julian dan menutup tubuh Lea dengan selimut.
"Good night, Azalea," bisik Julian di dekat telinga Lea.
Lea membuka matanya dan merasa itu adalah panggilan namanya yang cukup indah karena Julian tak pernah memanggilnya seperti itu. Lea hanya terdiam dan kembali menutup matanya.
*
*
Pagi menjelang dan Lea mengerjapkan matanya yang sebenarnya masih mengantuk. Lea tak melihat Julian di sebelahnya dan tampaknya pria itu selalu bangun pagi. Lea beranjak duduk dan mengusap matanya.
Lalu Lea beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Lalu ia pun sekalian membersihkan tubuhnya agar langsung bisa membereskan barangnya yang akan dibawa ke New York.
Setengah jam kemudian, Lea keluar dari kamar mandi dan masih tak melihat batang hidung Julian sama sekali.
"Di mana Billionaire itu?" gumam Lea dan memasang bajunya kemudian keluar dari kamar.
Ia mencari keberadaan Julian yang tak ia temui di manapun. Lalu ia bertanya pada pelayan di mana Julian berada.
"Bi, di mana Julian?" tanya Lea.
"Tuan ada di ruang kerjanya, Nona," jawab sang pelayan.
"Oke, terima kasih," sahut Lea dan menuju ke ruang kerja Julian.
CEKLEK
Lea membuka pintu ruang kerja Julian. Lea melihat pria itu hanya duduk dan memutar-mutar kursi kebesarannya sembari terlihat sedang berpikir.
"Hei, ada apa?" tanya Lea melihat Julian dan pria itu melihat Lea lalu beranjak berdiri.
Julian menghampiri Lea lalu memeluknya.
"Kita berangkat sebentar lagi," ucap Julian lalu mengecup puncak kepala Lea dan menarik tangannya keluar dari ruangan itu.
Lea melihat ke arah Julian yang menurutnya tampak aneh pagi ini.
"Julian, kau tak apa-apa, kan?" tanya Lea.
"Ya, hanya masalah perusahaan saja. Ayo, kita makan pagi terlebih dulu lalu kita berangkat ke New York," jawab Julian.
"Jadwalnya dimajukan?" tanya Lea.
"Ya," jawab Julian dan mereka berjalan ke arah ruang makan.
gntung bgt kk