NovelToon NovelToon
My Beloved Stepmother

My Beloved Stepmother

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu / Lari Saat Hamil / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:658.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desy Puspita

Sembilan tahun pergi meninggalkan rumah, Lucas Gilbert dibuat terkejut dengan kehadiran wanita cantik yang begitu mirip mendiang kekasihnya ada di sana.

Tanpa terduga, wanita itu adalah ibu tirinya yang membuat Lucas semakin membenci sang ayah. Sakit karena kehilangan, dan perlakuan buruk sang ayah membuat hasrat Lucas untuk merebut Jenifer Azora, istri ayahnya kian menggelora.

"Kau milikku, Zora."

"Ayahmu adalah suamiku, aku harap kau tidak lupa soal itu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 - Ingin Pergi Saja

"Tidak perlu berterima kasih, sembuhlah, Lucas ... Daddy sudah membawakan obat yang kau butuhkan."

Bahagianya luar biasa, Lucas kembali menemukan Zora yang dia nanti sejak lama. Sayangnya, malam ini dia belum diizinkan untuk tidur sekamar, entah atas alasan apa yang jelas Daddy Julian lebih percaya pada maid untuk menjaga Zora.

Beruntung saja dia sempat mengecupnya sebelum kembali ke kamar. Tidak habis senyum Lucas, dia memandangi langit-langit kamar seraya membayangkan wajah Zora. Besok pagi pasti wanita itu akan terbangun dan mata keduanya saling menatap, membayangkan hal itu saja Lucas sudah salah tingkah.

"Good night, Zora."

Setelah sekian lama dia mengucapkan kalimat itu sambil menangis dan menerka dimana Zora, kini dia bisa menghela napas pelan sesudahnya. Dapat dia simpulkan ini adalah malam pertama dia bisa tidur nyenyak dalam enam bulan terakhir.

Entah siapa yang melindunginya selama jauh dari jangkauan Lucas, bagaimana dia melewati hari-harinya selama kehamilan dan masih banyak lagi. Lucas tak henti-hentinya memikirkan hal itu, andai saja dia tahu bahwa Zora dijaga oleh seorang pria, besar kemungkinan dia akan kembali menggila juga, entah karena cemburu atau yang lainnya.

Sementara di sisi lain, Zora yang baru saja menyadari jika dirinya tidak sedang berada di kamar biasa kembali dicekam ketakutan dan segera memeluk perutnya. Seorang wanita yang tampak seumuran dengannya tampak panik dan mencoba menenangkan wanita itu.

"Nona?"

"Apa yang kalian lakukan pada anakku?"

Antara sadar dan tidak, Zora ketakutan kala menyadari pakaiannya sudah berganti bahkan besar kemungkinan tubuhnya sudah dibersihkan. Dia takut, dalam memorinya wajah sang suami yang menghalangi jalan Zora masih terus terbayang.

"Tidak ada, Nona ... tubuh nona hanya dibersihkan dan pakaian nona diganti, itu pun tuan yang melakukannya," tutur wanita itu seketika membuat mata Zora membola.

"Hah? Ba-bagaimana? Ah maksudnya tuan kalian yang memerintahkan kalian? Begitu?" tanya Zora masih berharap ucapan wanita itu salah, bagaimana bisa Julian menjamah tubuhnya? Belum apa-apa, pikiran Zora sudah buruk lebih dulu.

"Bukan, Nona, tuan yang melakukan dan kami hanya membantunya."

Jawaban itu seketika membuat Zora lemas. Habis sudah, dia berpikir Julian akan marah dan menghukumnya setelah kepergian kedua ini, tapi sepertinya dia salah menduga.

Terdengar romantis, tindakan semacam itu akan sangat membahagiakan andai dilakukan pria yang dikehendakinya. Tapi bagaimana jika Julian? Pria tua yang kewarasannya saja sempat Zora ragukan kala itu.

Seketika, Zora meneguk saliva pahit dan mengusap pelan perutnya yang sudah membesar itu. Membayangkan pria itu bersikap manis padanya Zora mendadak mual. Susah payah dia berlari dari rumah utama, ketika kembali justru diperlakukan layaknya seorang istri.

Bukannya bahagia, Zora merinding dan sekujur tubuhnya seakan geli. Ingin dia menangis, dahulu saja Julian sudah mulai melunak dan bersikap hangat sudah membuat Zora ketar-ketir, bagaimana jika seterusnya dia akan diperlakukan seperti ini.

"Nona, apa Anda baik-baik saja?"

Seorang wanita yang sempat mengenalkan namanya sebagai Sofia itu mengguncang pelan pundak Zora, jelas saja dia takut akan terjadi sesuatu dengan nona muda di rumah ini.

Mereka tidak ingin berakhir dalam waktu dekat, beberapa saat yang lalu tuan rumah sudah menegaskan untuk menjaga Zora sebaik-baiknya. Tidak hanya berjaga agar dia tidak pergi, tapi hal yang lain juga.

"Ehm kalian tahu siapa aku?"

Mereka sontak mengerutkan dahi, pertanyaan Zora seolah menunjukkan dia tengah amnesia atau semacamnya. Tatapan mata mereka bersatu, seolah paham pikiran masing-masing.

"Maksud Nona?"

"Sebelumnya kita tidak pernah bertemu ... tapi perlu kalian tahu majikan kalian sangat jahat dan berniat membunuh bayiku!!"

Sebelum mengatakan itu, Zora sudah memastikan mereka bukan maid yang sama dan memang tidak saling mengenal. Dalam situasi seperti ini, yang Zora inginkan hanya pergi.

Selain karena khawatir Julian masih tidak tertebak, dia juga takut andai nanti benar-benar sembuh Julian justru berniat memperbaiki hubungan seperti suami istri pada umumnya. Andai benar iya, maka dia yang pertama kali akan mengatakan tidak mau.

"Kenapa wajah kalian seperti itu? Aku tidak berbohong!! Hanya menunggu waktu saja, kumohon selamatkan aku dan bayiku ... izinkan aku pergi," pinta Zora dengan jantung yang berdegub tak karu-karuan, dia tidak tahu saja jika di luar sana sudah dijaga ketat dan jalan yang dahulu dia lewati untuk pergi sudah tertutup rapat.

"Tidurlah, Nona ... besok pagi tuan akan datang, malam ini kami yang akan menemani."

Tidak bisa ternyata, rencana Zora gagal sebelum memulai. Kesedihan yang dia jual tidak mempan dan para maid itu seolah mengabaikan permintaannya.

"Tidur? Bagaimana aku bisa tidur sementara bayiku dalam bahaya ... Sofia, kumohon bantu aku kali ini saja, aku tidak akan melupakan jasamu, kumohon."

"Ayah mana yang tega membunuh bayinya sendiri, Nona? Tidak ada," ucap wanita itu lembut sekali, dia berusaha menenangkan sementara Zora bertarung antara hidup dan matinya.

"Ya, Tuhan ... kenapa serumit ini, mereka juga tidak akan bisa mengerti jika kujelaskan.

"Tapi kal_"

"Berta matikan lampunya, Nona harus kembali tidur karena pagi masih panjang."

Entah dari mana Julian membawakan seorang maid yang justru lebih berkuasa dibanding dirinya. Zora menggigit bibirnya kuat-kuat, dia mengusap wajah kasar dan berpikir keras dengan cara apa lagi dia pergi sementara di sini saja dia ditemani lima orang yang berjaga di beberapa titik seolah tahu rencananya.

"Ya, Tuhan bagaimana bisa pria tua itu benar-benar menjadi jodohku."

.

.

- To Be Continued -

1
Mari Anah
seru bgt cerita y thor,sukses trs bwt kak des
Linda Febri
bagus
Dari
bp nya aja egois
Hamiani
Aku mampir Kak,sambil menunggu Aruni Jendra Up
Qaisaa Nazarudin
Dasar tua bangka Egois,Kamu saja tdk bisa nyenangin isteri,ngapain maksa orang nikah sama kamu? Utk kamu jadiin ngurus putra mu,Kalo gitu udah benar nih,mending.merwka menikah aja,Biar Zora bisa ngurusin putra mu..
erna wati
mampir ni KK...baca novelnya semangat
Evi Yulianti
/Facepalm/ ewaow
Huzi_toys
q kepo sama kisahnya Fabian gimana,, jodohnya sama aku kali ya🤭🤭
bunga cinta
akankah jadi Romeo dan Juliet
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Hebatttttt km Lucas👍👍👍👍👍 Bener" gentle
Halimah
Zora hamidun nih
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Nekat bgt nih Lucas
Halimah
heeh dasar modus/Joyful//Joyful//Joyful/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
Aku mampir thor...Novelmu terakhir yg aku baca....Maraton aku bacanya😭😭😭
Halimah: Siap thor....Aku tunggu karya"mu yg baru
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!