Sejak bangku SMA Lili dan Anjas bersama, berangan-angan menikah dan memiliki pernikahan impian, memiliki banyak anak dan hidup menua bersama.
Rencana itu begitu indah, hingga sebuah malapetaka menguji cinta mereka.
"Gugurkan, dia bukan anakku," ucap Anjas.
Lili termenung, menyentuh perutnya yang berdenyut nadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DW Bab 25 - Bersembunyi di Balik Ego
Ternyata Amena juga mendengar semua pembicaraan di ruang tengah itu, anak perempuan berusia 17 tahun itu pun kemudian mendekat disaat ayahnya tak lagi bicara.
Dia langsung memeluk Lili yang sudah dianggapnya seperti kakak perempuannya sendiri.
Amena juga tak menyangka, jika kakaknya akan meninggalkan kak Lili disaat kak Lili dalam keadaan seperti ini.
Padahal setahu Amena kak Anjas sangat mencintai kakak iparnya tersebut.
Setelah semua yang diucapkan oleh sang ayah dan melihat betapa acuhnya sang kakak, membuat Amena tak bisa tinggal diam.
"Sudah lah Pa, kak Anjas tidak akan mau mendengar ucapan Papa, dia sudah dikuasai egonya sendiri. Aku yakin, kak Anjas akan tetap menceraikan kak Lili andai kak Lili tidak menggugurkan anaknya. Masalah mereka tidak akan ada ujungnya jika sama-sama bertahan, jadi biarkan saja, biar kak Anjas mengakhiri pernikahan ini," kesal Amena.
"Amena!" pekik mama Reni dengan suaranya yang nyaris habis. Anak perempuannya itu justru makin memperkeruh keadaan.
Amena bahan menatap sang kakak dengan tatapan yang begitu tajam.
"Pa, kita bicarakan masalah ini lagi besok. Sekarang papa istirahat ya," mohon mama Reni pada suaminya.
Tapi papa Irwan tidak segera menjawab iya, dia masih memikirkan bagaimana baiknya. Dalam keadaan seperti ini dia tau Anjas akan memperlakukan Lili dengan tidak baik dan hal itu pun begitu mengganggu pikirannya.
"Papa akan bertanya satu hal lagi padamu An, apa benar kamu akan menceraikan Lili?" tanya papa Irwan.
Hening sesaat, sebelum akhirnya Anjas benar-benar menjawab ...
"Kami sudah sudah sepakat Pa, berpisah adalah keputusan yang terbaik," jawab Anjas.
"Baiklah, tapi setidaknya akhiri pernikahan kalian dengan baik. Jangan lantas lepas tangan," balas papa Irwan, dia benar-benar kecewa pada keputusan Anjas itu, tapi dia bisa apa?
Selain hanya jadi penengah, namun tak bisa jadi penentu.
"Pulang lah, mulai sekarang Lili akan tinggal di rumah ini," ucap papa Irwan kemudian.
Kalimat yang membuat mama Reni dan Amena akhirnya bisa bernafas lega, jika Anjas tidak bisa melindungi Lili, maka mereka yang akan melakukannya.
Dan Anjas makin terkejut ketika mendengar keputusan ayahnya tersebut, dia kira keluarganya pun tak akan menginginkan anak itu, tapi apa ini? semua orang seolah telah beramai-ramai mengkhianati dia.
Tak ada yang bisa memahami posisi Anjas.
"Kak Lili akan tidur bersama ku, ayo kak," ajak Amena langsung, setelah dia mendengar keputusan ayahnya.
Lili sebenarnya merasa sungguh tak enak hati, namun dia pun tak kuasa untuk menolak.
Dan sebelum benar-benar pergi dari sana, Amena kembali menatap sang kakak, kembali bicara yang begitu tajam ...
"Kak Anjas sepertinya lupa bahwa kakak punya adik seorang perempuan dan ibu yang seorang wanita. Ibu tidak akan sanggup membunuh anaknya sendiri dan aku bisa saja mengalami nasib seperti kak Lili. Dan ku harap aku tidak akan pernah bertemu pria pengecut seperti kak Anjas!"
Setelahnya Amena menarik kakak iparnya untuk pergi dari sana, lalu tak lama kemudian mama Reni pun memapah papa Irwan untuk bangkit dan pergi menuju kamar mereka untuk beristirahat.
Di ruang tengah itu kini hanya bersisa Anjas sendirian, duduk dalam sepi.
Tatapannya kosong, hatinya juga kosong.
Tak bisa dipungkiri bahwa hatinya membenarkan semua ucapan sang ayah dan sang adik, namun Anjas begitu malu untuk mengakuinya.
Masih saja bersembunyi di balik ego.
rasa sayangmu pada anakmu itu wajar walaupun hasil pelecehan.
dan rasa sakit hati anjas juga wajar karna hargadiri laki itu besar
yg salah kalian tidak bicarakan tuntas dr awal sebelum menikah...
tidak ada anak haram dan rasa sayang pada anak itu alami bagi setiap ibu terlepas itu hasil dr hal bejat.