Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Korie Terkena Perangkap Rini"
Setelah mendapat penolakan dari Korie beberapa hari yang lalu, Rini mulai mengawasi setiap aktivitas Korie berusaha mencari celah untuk bisa mendekatinya.
Rini juga berencana untuk menjebak Korie agar pada akhirnya Korie bisa menjadi miliknya.
Malam ini Korie yang tampak duduk sendiri di sebuah cafetaria, semuanya tak luput dari pengawasan Rini, sebenarnya Korie sedang menanti Roy sang asisten, dan Korie juga mengundang Mika tapi tak yakin jika gadis itu akan datang.
Rini tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, disaat Korie memesan secangkir kopi latte saat itulah Rini mulai beraksi.
Rini mendekat kearah barista yang sedang membuatkan kopi pesanan Korie disaat kopi telah siap Rini mengecoh sang barista dengan berpura pura meminta kopi yang sama lalu menabur sesuatu di kopi milik Korie yang sedang menunggu pelayan untuk menghantarkannya ke Korie.
Taklama pelayan datang menghantarkan kopi latte milik Korie, bersamaan dengan Roy yang datang menghampiri Korie.
"Maaf bro Boss, biasa macet."
Kata Roy yang langsung ikutan memesan secangkir kopi mix kepada pelayanan yang menghantarkan kopi milik Korie.
"Santai aja bro, toh kita cuma mau ngobrol santai."
Kata Korie yang mulai menyesap kopi latte-nya.
Dari sudut yang tak terlihat oleh Korie, Rini tersenyum senang saat Korie meneguk kopi yang sudah dia taburi obat perang sang.
"Akhirnya kamu masuk kedalam perangkap ku, ahh... tak sabar untuk menikmati saat bercinta denganmu my Korie."
ucap Rini seorang diri sambil membayangkan dirinya sebentar lagi akan bercinta dengan Korie laki laki yang pernah menjadi pacarnya dulu.
Dimejanya Korie yang sedang berbincang sharing seputar kantor dengan Roy tiba-tiba merasakan ada yang salah dengan tubuhnya, dia merasakan hawa panas yang tak wajar dan sesuatu yang tak nyaman mulai dirasakan.
Roy yang tanpa sengaja melihat wajah Korie yang mulai memerah itupun mulai merasa curiga, dan berinisiatif untuk mengantarkan Korie kembali ke apartemennya.
"Boss sepertinya ada yang tidak wajar sedang terjadi padamu? anda terlihat tidak sehat, lebih baik saya antar pulang ya."
Ujar Roy bersiap mengantar Korie, tapi ditolak Korie karena dia tiba-tiba merasa ingin ketoilet.
"Tunggu Roy, tolong awasi saja yang tampak mencurigakan, gue ke toilet dulu."
Kata Korie lalu beranjak pergi ke toilet.
Saat Korie pergi ke toilet, saat itu juga Rini mengikutinya.
Didalam toilet Korie menghubungi Mika dan memintanya menjemputnya, dia tahu saat ini dirinya dalam pengaruh obat perangsang dan yang dia butuhkan seseorang yang bisa menolongnya dan yang ada dipikirannya hanya Mika.
Korie membasahi tubuhnya tanpa membuka pakaiannya lebih dulu, dia berusaha untuk dalam kondisi terkendali walau ada hasrat tak terbendung sedang membutuhkan pelepasan.
Saat pertahanan dirinya sedang diambang pintu antara sadar dan tidak, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu toilet tempatnya berada saat ini.
Korie mengira jika itu adalah Mika, sudah tak dapat menahan hasrat yang coba dibendungnya, Korie membuka pintu tanpa curiga.
Saat itu juga Rini langsung memeluk Korie setelah pintu toilet terbuka, Korie yang sudah tidak dapat mengontrol dirinya dalam sekejap sudah terbawa hasratnya.
Dia membalas setiap sentuhan dan ciuman dari Rini, dimatanya saat ini yang sedang mencumbunya adalah Mika.
Saat seluruh tubuh bagian atasnya sudah berhasil ditelanjangi Rini, disaat saat genting bagi masa depannya itu, tiba-tiba pintu toilet terbuka karena terjangan Roy.
Keadaan Korie yang sedang tidak baik-baik saja dengan tubuh bagian atas yang terekspos membuat gadis yang datang bersama Roy menjadi berang.
"Brengsek... jaa lang tidak tahu malu! aku akan menghabisimu."
Teriak Mika lalu menarik rambut Rini dan membenturkannya ke dinding toilet berulang kali, entah apa jadinya jika Roy tidak segera menahan tangan Mika agar berhenti.
"Nona.... nona... sudah cukup nona, dia bisa mati, lebih baik kita selamatkan lebih dulu tuan Korie."
Ucapan Roy seketika membuat Mika menghentikan tindakan brutalnya lalu mendorong Rini begitu saja.
Sejenak dia memandang keadaan Korie yang seperti cacing kepanasan, lalu mulai membantu Roy memapah Korie keluar, namun Korie benar benar sudah tak dapat mengontrol dirinya.
Berulang kali dia mengendus menciumi ceruk leher Mika membuat Mika harus menahan malu, apalagi ada Roy disisi lain yang ikut memapah Korie.
"Korie hentikan kegilaanmu ini brensek, lo bikin gue malu etdah ini orang."
Ucap Mika sambil berulang kali menjauhkan wajah Korie yang menyusup ke ceruk lehernya dan terkadang bibirnya hampir menyentuh bibir Mika.
"Gue... gue.... sudah gak tahan, tolong.... bantu gue sekali ini please..., setelahnya gue pasti tanggung jawab."
Ucap Korie disela sela sedikit dari kesadarannya yang tersisa.
Setelah proses yang sulit membawa Korie ke dalam mobilnya, akhirnya Mika bisa merasa lega, dia memerintahkan Roy untuk mengantarkan Korie ke RS atau Klinik terdekat agar zat perangsang ditubuh Korie dapat segera ditawarkan.
Sementara Mika menginkuti mereka menggunakan mobilnya sendiri, tak lupa Mika menelpon Jo agar mengirimkan beberapa orang untuk mengurus Rini, Mika sudah tidak dapat lagi mentolerir apa yang sudah diperbuat Rini kepada Korie.
Seandainya dia datang terlambat, tak dapat dibayangkan mungkin saat ini Korie sudah kehilangan keperjakaannya oleh Rini.
Keadaan Korie semakin tak terkendali terkadang merasa kedinginan tapi sebentar kemudian merasakan panas, tubuhnya juga mudah terang sang walau hanya sekedar tersentuh oleh Roy.
Roy bahkan beberapa kali harus mendorong kasar Korie saat Korie mendekat seolah ingin mencumbuinya.
"Issss.... bro, elo jauh jauh dulu gue geli, gue masih lurus bro bukan penyuka sesama terong, parah ini."
Kata Roy sambil bergidik geli, setelah mendorong Korie menjauh darinya.
Untunglah setelahnya dilihatnya klinik 24jam, Roy segera menepikan mobil yang dikendarainya, buru buru Roy turun dari mobil lalu masuk ke klinik.
"Dokter... dokter...! cepat... cepat.... tolong teman saya."
Teriak Roy agak panik begitu sudah masuk ke dalam klinik.
"Tenang Tuan, coba bicara lebih jelas, ada apa?"
Tanya seorang pria muda yang othor tebak pasti dia Dokternya.
"Hufff... ahhh... (Roy menarik nafas panjang)
begini Dokter, teman saya dijebak seseorang dengan obat perangsang dan sekarang keadaannya sedang .... ya begitulah, Dokter pasti sudah tahu sendirilah, jadi tolong teman saya Dokter."
"Mari kita bawa teman Tuan itu kedalam dulu, biar saya bisa observasi keadaannya."
Ucap Dokter muda itu lalu berjalan keluar bersama Roy untuk membawa masuk Korie ke dalam klinik.
Saat itu Mika sudah ada diluar menanti mereka dengan bersandar di mobil Korie.
*Akhirnya setelah dua hari selesai juga up bab ini, jangan lupa LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭