Firda Angelina adalah seorang mahasiswi cantik dan dia adalah sahabat dekat Alma.
Begitu mengetahui sifat teman istrinya timbul keinginan Daniel untuk menjodohkannya dengan salah satu anak buahnya.
Apakah Firda mau dijodohkan atau tidak?
Mengingat Yugho yang berparas tampan tetapi ternyata hanyalah seorang Bodyguard?
Kita tunggu jawabannya dibawah ini.😊
Cerita ini mengambil dari sekuel Kisah Cinta Daniel dan Alma.
Dan sudah mendapat ijin dari Author Erka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Pantai
Malam itu mereka pergi mencari Mall terdekat.
Yugho segera memarkirkan mobilnya selanjutnya dia membukakan pintu untuk Firda lalu menggandeng tangannya, dan mereka memasuki Mall tersebut.
Yugho mencari Gallery pakaian wanita dan membawa Firda kesana.
"Fir, cari baju yang sopan ya"
"Mas, jangan komplen ya kalau aku milih baju"
"Jangan yang terbuka ya Fir, nti banyak yang ganggu kamu"
"Aku gak takut ada yang ganggu aku mas...kan ada kamu my bodyguard" ujar Firda sambil tertawa.
"Orang aja kamu jagain mas....apalagi aku" ujar Firda ngegombal.
"Kamu suka ya kalau melihat mas berantem Fir?"
"Suka banget mas....itu artinya aku waww banget gitu loh mas jadi wanita...hahaha" ujar Firda terus saja memancing kekesalan Yugho.
"Jangan sampai kamu janda sebelum mas nikahi loh Fir" balas Yugho
"Hahh!! Gimana maksudnya mas? Koq aku jadi bingung mas?"
Sambil membelai rambut Firda Yugho berbisik "mas miliki kamu seutuhnya tapi habis itu mas mati karena berusaha mempertahankan kamu dari laki-laki lain" ujar Yugho sambil tersenyum tipis.
"Jangan suka ngomong sembarangan mas, aku gak suka" ujar Firda sambil memukuli lengan Yugho.
Yugho menahan kedua tangan Firda dengan satu tangan lalu tangan sebelahnya membelai pipi Firda dan berbisik" Jangan buat mas hilaf Fir" setelah berkata demikian Yugho melepaskan tangan Firda.
Firda tampak tersenyum penuh arti.Laku Firda menuju gallery pakaian.
Firda tampak asik memilih baju sementara Yugho hanya memperhatikan saja sambil sesekali menguap melepas kejenuhan.
"Fir, mas ke tempat kacamata ya"
"Ohh....oke mas, aku masih lama mas milihnya"
"Ya sudah lanjutkan belanja kamu"
Sementara Firda sibuk dengan pakaiannya Yugho mencari model kacamata terbaru.
"Firda?" tegur Marcel.
"Oh Pak Dosen, malam pak...lagi cari baju buat siapa Pak?"
"Buat saya Fir, kamu masih sibuk?"
"Sebentar lagi Pak, memangnya kenapa?"
"Mau bantu saya cari kemeja Fir"
"Boleh aja sih Pak, tapi ada syaratnya"
"Syaratnya?apa syaratnya Fir?"
"Hentikan hukuman saya Pak...jangan suruh saya ngajar ya minggu depan, bagaimana?"
"Baik selesai kita memilih baju, kita lanjut lagi makan malam oke?"
"Wiihh....makan malam mah gak bisa Pak, memang kemana sih istrinya Pak?kaya masih bujang aja Pak kemana-mana sendirian."
"Istri saya sibuk, makanya saya lebih sering sendiri"
"Wawww...kalau saya jadi istri Bapak, gak akan saya lepas Bapak jalan sendirian loh...hehehe"
"Bagaimana dengan tawaran saya yang kemaren Fir?"
"Tawaran apa Pak?"
"Menjadi yang kedua bagaimana?"
"Gak mau ah Pak...kecuali menjadi satu-satunya baru saya mau....wkwkkwkwk" jawab Firda sambil bercanda
"Kamu serius dengan kata-kata kamu Fir, kalau kamu serius saya bisa menjadikan kamu satu-satunya pendamping saya?"
Baru saja Firda ingin menjawab tiba-tiba bahunya dicengkram Yugho.
"Oh mas...udah dapat kacamatanya?" Tanya Firda kaget.
"Hmmmm" jawab Yugho
"Mas....kenalin ini Dosenku yang aku ceritakan tadi itu loh"
Lalu ke dua laki-laki itu saling berjabat tangan dengan tatapan sama-sama dinginnya.
"Saya Yugho kekasih Firda"
"Saya Marcel kebetulan saya Dosennya Firda"
"Terima kasih Pak Marcel sudah menemani kekasih saya mencari baju" jawab Yugho
"Ini hanya kebetulan tapi mungkin nanti akan menjadi rutin" jawab Marcel dengan percaya diri.
"Apa maksud anda?" Yugho bertanya dengan nada tidak suka
"Tidak apa - apa" jawab Marcel
"Kami permisi dulu" ujar Yugho sambil melewati Marcel dan tak lupa menggandeng tangan Firda.
"Pak Dosen saya duluan ya, sampai bertemu minggu depan" ujar Firda
"Okey....siapkan materi untuk pertemuan selanjutnya Fir" balas sang Dosen
"Aaisss...si Bapak mah ngingetin terus nih" gerutu Firda.
Lalu mereka berjalan menuju kasir.
"Jaga dia baik-baik atau aku akan menjadikannya istriku" jawab Marcel berbisik ditelinga Yugho saat Yugho tepat berada disampingnya saat melewatinya.
Yugho menoleh ke arah Marcel dengan tatapan memburu sementara Marcel menjawab dengan ekspresi senyum menantang penuh arti.
Disaat mereka hampir saja berhadap-hadapan Firda menarik tangan Yugho.
"Shittt....apa maunya Dosen itu? benar - benar harus waspada menjaga Firda" ujar Yugho berbicara sendiri dalam hati.
Akhirnya mereka menyelesaikan transaksi pembelian itu.
Yugho benar - benar dibuat risau dengan perkataan Marcel tadi.
Pikirannya menjadi tidak terfokus lagi.
"Mas..kita kemana habis ini?"
"Hotel Fir, mas mau istirahat" jawab Yugho
"Kita kepantai aja mas....kita pacaran yuk" ajak Firda menggandeng lengan Yugho.
"Oke" jawab Yugho singkat.
Sebenarnya Yugho saat ini ingin ke hotel untuk mengkonfrontasi Firda.
Dia ingin menanyakan kepada Firda hubungannya dengan Angga dan dengan Marcel.
Kedua laki - laki itu memenuhi isi kepala Yugho.
Namun dia berusaha menahan rasa ingin taunya, saat ini dia hanya ingin bersama Firda memeluknya..menciumnya..dan ingin mengatakan betapa dia menginginkan Firda dalam hidupnya.
Akhirnya Yugho melajukan mobilnya menuju arah pantai.
Sepanjang perjalanan mereka bercerita sambil tertawa.
Yugho selalu memegangi dan mencium punggung tangan Firda.
Malam itu Yugho memperlakukan Firda dengan sayang dan lembut .
Akhirnya mereka tiba dipantai pada malam hari.
"Fir, mampir swalayan dulu ya....mas mau beli rokok"
"Yuk" jawab Firda sambil menggandeng tangan Yugho.
Akhirnya mereka memasuki swalayan tersebut.
Sementara Yugho berdiri didepan kasir membeli rokok, Firda berkeliling membeli cemilan dan minuman.
Setelah selesai Yugho melakukan transaksi mereka kembali ke mobilnya dan mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua.
Akhirnya mereka tiba di Ancol Mall dengan pasir putih yang bersih dan indah.
Tampaknya cocok untuk tempat mereka berdua.
Mereka menuju pantai sambil bergandengan tangan.
Yugho memeluk Firda dari belakang sambil menciumi pucuk rambut Firda.
Sementara kedua tangannya menyusup dipinggang Firda.
Suasana pantai yang temaram dan hembusan angin yang dingin membuat mereka semakin mendekatkan tubuh masing - masing mencari kehangatan.
"Mas, kamu sering pergi kepantai?" Tanya Firda
"Jarang Fir, mas hampir gak ada waktu kemari"
"Kamu kemari sama siapa mas?jangan bilang sama Firnie ya mas"
"Hmm....tapi mas gak mau bohong sama kamu Fir, ya mas pernah kepantai sama Firnie" jawab Yugho jujur.
"Lepasin ah... malas aku jadinya, dahlah aku mau pulang aja mas" seraya Firda melepaskan tangan Yugho dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Sayangg.. tunggu dulu jangan marah dulu Fir, dengarkan mas dulu" ujar Yugho sambil menyusul Firda.
Lalu Yugho menarik Firda kedalam pelukannya.
"Mau jelasin apalagi mas??mau bilang kamu ciuman disini gitu????" Ujar Firda dengan gusar.
"Dengar ya sayang....mas pernah kepantai bersama Firnie dan keluarganya, kami tidak hanya berdua Fir".
"Saat itu ulang tahun Firnie, dan paman Andrian ingin merayakan ulang tahun Firnie disini".
"Itulah makanya mas pernah bilang pernah kesini dengan Firnie".
"Terus kalian berciuman gitu?" Tanya Firda penasaran.
"Iya" jawab Yugho jujur
"Pipi atau bibir?" Tanya Firda sewot.
"Keduanya"
"Aarrggghhh....nyebelin kamu mas...pergi sana, jauh- jauh dariku....dasar penghianat" Firda meluapkan amarahnya.
Yugho semakin mempererat pelukannya dan mengunci Firda, sehingga Firda tak bisa bergerak kemana - mana.
"Sayang, aku akan ceritakan siapa itu Firnie asal kamu mau berjanji satu hal"
"Baiklah...aku dengarkan tapi aku gak bisa janji" jawab Firda
"Aku tidak akan bercerita jika seperti itu".
"Iyaa..iyaaa....aku janji...aku tidak akan marah...swear" jawab Firda meyakinkan.
Dengan menarik nafas panjang Yugho mulai bercerita.
"Sayang saat itu usia kami masih sangat muda dan saat itu status aku adalah kekasih Firnie" ujar Yugho
"Kami sudah bersama sejak kecil, kami bertetangga.
Ayahnya Firnie sangat menyayangiku karena dia tidak memiliki anak laki-laki"
"Ayahnya Firnie adalah tangan kanan ayahku.
Itulah mengapa kami sangat dekat"
"Sampai suatu ketika kami pergi berlibur dan kejadian naas itu terjadi" Yugho menghentikan ceritanya dan melepaskan pelukannya.
Dia nampak mengambil nafas dalam -dalam.
"Saat itu mainan kesayangan Firnie jatuh dijalan dan dia memintaku untuk mengambilkannya"
"Akupun berlari ke jalan raya untuk mengambilkan mainan kesayangannya itu tapi saat aku sudah meraih mainannya tiba-tiba jarak 10 m aku melihat mobil truk ada dihadapanku".
"Aku tidak tau apa-apa lagi saat itu, aku hanya tau ada tangan yang menarikku dan tiba-tiba pandanganku menjadi gelap"
Lalu Yugho mulai menyalakan rokoknya dan menghisapnya dalam-dalam.
"Saat aku membuka mataku, aku berada di rumah sakit dan aku hanya ditemani oleh ibuku"
"Keluargaku menutup rapat-rapat mulutnya atas kejadian yang menimpaku.
******************
Yaahhh....gantung lagi...sebenarnya mau kasih 2 episode tapi takut kelamaan setornya.
gpp ya 1 dulu..ini lagi buat sesi selanjutnya hehehe.
Jangan lupa like dan poin kata Firda😅😅
Pak Marcel tampaknya mau ngerebut Firda dari Yugho.
Dosen Marcel yang modis
Mitha udah nikah sama Jordan...
aku pernah baca ini dulu