~S1
Keyra Angelista Mahendra, 21 tahun.
"Aku tidak ingin disalahkan karena hati ... Maaf telah masuk diatara kalian. Semoga kalian bahagia."
Kemanapun angin membawaku pergi, aku selalu bertemu orang-orang dari masa laluku ... Aku juga bertemu dengan orang baru yang selalu membuat masalah dihidupku.
Aku harus memilih salah satu dari tujuh pria yang mendekatiku, untuk menjadi pendamping hidupku, selamanya.
~S2
Kaila Ataya Mahendra.
"Terimakasih sudah mencintaiku ... meskipun awalnya hatimu beku, seperti tak bisa dilelehkan, akhirnya aku berhasil membuatmu mencintaiku, bahkan kamu memperlakukanku lebih baik dari siapapun didunia ini! Terimakasih untuk segalanya, kamu sudah banyak mengajarkanku arti sebuah kesabaran dan penantian. Menyakitkan, tetapi indah pada saatnya," ujar wanita cantik berambut panjang bergelombang itu.
"Tidak ada yang tahu takdir Tuhan, tetapi aku percaya rencana-Nya lebih indah dari yang aku perkirakan," timpal pria kutub.
@emekama_penulis sampah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emekama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab_25
Bruk!
Gadis itu hampir terjatuh, dengan langkah cepat pria yang bertabrakan dengan Keyra menopang gadis itu agar tidak terjatuh. Seketika mata mereka saling bertemu pandang.
Ternyata pria itu adalah Farhan, gadis itu segera mendorong tubuh pria yang menopangnya.
"Maaf, Pak, sa-saya gak sengaja," ucap Keyra gugup.
"Hm, kalo jalan lihat-lihat."
"Iya, Pak. Permisi," ucap Keyra sambil menganggukan kepala, lalu pergi meninggalkan pria dingin itu.
Farhan melihat punggung Keyra menghilang, kemudian ia baru melanjutkan kembali jalannya.
.
.
Tiba di decx, Keyra menarik napas panjang sebelum memanggil nama Anton.
Nama yang membuat hatinya bimbang, nama yang pernah mengisi hati si gadis walaupun hanya sebentar, tetapi itu sangatlah berarti.
Anton mengedarkan pandangnnya kearah lautan yang biru, entah apa yang dipikirkan olehnya.
Suara langkah kaki Keyra membuat pria itu menoleh sebelum gadis itu memanggil namanya.
"Keyra?!"
Walaupun namanya telah dipanggil oleh Anton, Keyra tetap berjalan mendekat kearah pria itu tanpa bergeming.
"Lo ditunggu sama Jelytha di aula, hari ini jadwal lo latihan dansa, kan," papar Keyra setelah berjarak sekitar satu meter dengan Anton.
"Oke," ucap Anton sambil berjalan meninggalkan si gadis.
Sebenarnya ia ingin bercerita tentang banyak hal kepada Keyra. Namun, waktunya belum tepat.
Luka dari tonjokan di pipi Anton udah gak terlihat bengkak lagi, mungkin dia bawa obat kali, ya, hanya agak lebam, Syukur, deh, dia gak apa-apa, batin Keyra lega sambil melihat punggung Anton yang menjauh.
Ketika gadis itu masih menikmati udara di decx, sekitar setengah jam Keyra kembali dipanggil lagi oleh seorang wanita dengan terburu-buru.
"Anda salah satu weding organizer ini 'kan?" tanya seorang wanita yang kira-kira masih berusia tiga puluhan tahun.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?"
"Tolong bantu cek sound-nya, dong, saya cari teman-teman Anda gak ketemu," papar wanita itu lagi, ternyata ia adalah pelatih dansa dari Anton dan Jelytha.
Keyra mengangguk menanggapi ucapan pelatih dansa tersebut, sebenarnya hati gadis itu sangat menolak melakukan pekerjaan ini. Namun, apalah daya si gadis yang tak bisa menolak setiap titah yang berhubungan dengan calon pengantin.
Tuhan, kuatkan hatiku sekali lagi, batin Keyra mengelus dada sambil berjalan mengekor mengikuti pelatih tari tersebut.
.
.
Beberapa saat kemudian, pelatih dansa dan Keyra tiba di aula khusus yang ada di kapal tersebut. Sebelum masuk ke dalam gadis itu menarik napas dalam-dalam.
Tiba di dalam ia disambut oleh Jelytha, ibunya dan juda Anton ia hanya meresponnya dengan senyum terpaksa yang ia kembangkan dari bibirnya.
Batin Keyra menangis, ia berpikir bahwa ia terlalu egois jika masih memikirkan pria yang sudah mencintai orang lain, bahkan cinta mereka akan disatukan dengan pernikahan beberapa hari lagi.
Bisa dibayangkan, betapa sakitnya hati Keyra saat ini.
Hanya gara-gara satu kabel tidak di sambungkan, sound ini tidak berbunyi. Pernah terlintas dalam benak Keyra, mungkin alam juga sedang menguji kesabarannya dengan cara mengobrak-abrik hatinya.
Sengaja banget, ya, manggil gue? Masa Anton gak bisa lihat kalo kabel yang ini gak terhubung. Gini aja harus panggil gue, emang disengaja apa alam sedang mainin perasaan gue, batin Keyra sebal.
Setelah gadis itu selesai menyolokkan kabel ke sound, barulah musik dansa bisa terlantun jelas.
Brak!
Seisi aula terlonjak kaget mendengar pintu dibuka dengan kencang dan semua menoleh kearah suara tersebut.
Masuklah Reyhan dengan senyum kikuk di wajahnya.
"Eh! Maaf salah ruangan," ucapnya sambil berbalik badan dan meninggalkan tempat tersebut.
Sebelum Reyhan melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, ibunya Jelytha yang juga berada di dalam aula tersebut menahannya.
"Tunggu, Rey."
Reyhan berbalik badan dan menghampiri ibunya Jelytha. Ia melirik kearah Keyra dengan tatapan tajam untuk sesaat.
"Kamu, kan, ahli dalam melakukan dansa. Gimana kalo kamu berikan contoh untuk Anton dan Lytha," suruh ibu dari si gadis.
Keyra segera berjalan kearah pintu saat percakapan mereka dimulai.
"Tunggu, Nona!" seru pelatih dansa saat melihat Keyra berjalan menuju pintu.
"Kamu di sini saja dan menjadi pasangan dansa Tuan Reyhan. Benar 'kan, Buk?"
Deg!
Habis sudah hidup gue, bisa-bisanya disuruh jadi pasangan dansa psikopat, batin Keyra sambil tersenyum getir kearah pelatih dansa, ia tak berani melihat ekspresi dari Reyhan.
"Tapi, saya-," ucapan Reyhan dipotong oleh ibuyna Lytha. "Ayolah, Rey. Cuma sebentar, kok, biar mereka bisa mudah ingat dengan gerakan-gerakannya."
Reyhan mengangguk menanggapinya.
Setelah musik diputar Reyhan segera menarik tangan Keyra dan membuat mereka tak ada jarak walaupun hanya satu inci, pria posesif ini mendekap si gadis hingga kesulitan untuk bernapas.
Kalo gini lama-lama, habis oksigen bisa melayang nyawa gue, batin Keyra.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa sematkan jempolnya. 😁👍
Sambil nunggu cerita ini update, baca novel kakak-kakak onlen author, yuk, dijamin seru ceritanya. 👇
Happy reading. ☺
bnyak x cownya
si key terkesan murahan gtu