NovelToon NovelToon
Wafa Dan Hijabnya

Wafa Dan Hijabnya

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:78.9k
Nilai: 5
Nama Author: AwanMendung26

"Gue peringatin sama lo, jangan pernah sentuh barang-barang gue!" ucap Refano sambil menarik kasar gantungan kunci yang ada di tangan Wafa.

"Dan satu lagi. Jangan pernah lo deketin Fani. Karena lo cuman bawa pengaruh buruk buat dia." suara datar dan tatapan tajam Refano tujukan kepada Wafa yang masih setia berdiri didepannya.

"Fani teman aku. Dan aku merasa bahwa nggak ada salahnya Fani membuat keputusan yang membuat dia jadi lebih baik." balas Wafa dengan berusaha untuk tidak sakit hati dengan ucapan Refano barusan.

"Lebih baik dengan berhijab maksud lo?"

"Apa yang salah dengan hijab?"

"Nggak usah ikut campur urusan keluarga gue. Dan ingat, lo nggak tahu apa-apa soal kehidupan gue. Jadi berhenti untuk pengaruhin Fani atau lo akan menyesal."


Bagaimana kisah Wafa selanjutnya? akankah dia mampu untuk menghadapi rintangan demi rintangan yang menimpa hidupnya?


Silahkan berkunjung di IG author: awanmendung_26 🌻🌻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwanMendung26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25

“Wafa?”

Seketika Wafa menatap kesamping dan mendapati sosok Refano yang sedang berdiri disana.

“Boleh gue duduk disini?” seolah tersihir dengan nada lembut Refano. Bahkan gadis itu tidak menyadari bahwa dia mengangguk memberi izin pada saudara kembar Fani untuk duduk.

Setelah mendapat izin dari gadis berhijab itu, Refano kemudian duduk dengan jarak yang sedikit berjauhan dengan sahabat kembarannya. Keheningan menyelimuti kedua insan tersebut beberapa saat. Sampai Refano mulai membuka suara.

“Lo sama Fani sering kesini?”

“Kalau Fani memang sering kesini. Tapi, kalau aku baru beberapa kali kesini.” Refano mendengarkan Wafa tanpa menatap perempuan itu. Netranya fokus pada Fani yang terlihat begitu sabar mengajar anak-anak panti.

“Makasi karena sampai sekarang lo masih ada di sisi Fani.” Wafa yang semula menatap ke depan tiba-tiba mengalihkan tatapannya pada laki-laki yang tengah duduk tidak jauh darinya.

“Dan maaf kalau selama ini gue selalu ngomong kasar sama lo. Bahkan gue sering minta lo buat jauhin Fani.” Wafa seolah-olah kehabisan kata untuk menjawab lawan bicaranya. Sedangkan Refano yang tidak mendengar jawaban apapun dari gadis berhijab disampingnya seketika menyimpulkan bahwa Wafa tidak memaafkan dia.

“Gue tahu, lo mungkin belum bisa maafin gue. Tapi, gue tetap berharap lo bisa ngelakuin itu." Refano men-jeda sejenak ucapannya.

"Dan gue juga berharap kesalahan gue di masa lalu nggak buat lo ngejauhin Fani.”

“Aku udah maafin kamu. Dan soal Fani kamu tenang aja aku nggak jauhin dia.” Kini giliran Refano yang terkejut dengan jawaban Wafa.

“Makasi karena udah mau maafin gue." Untuk kedua kalinya, keheningan kembali terjadi. Suasana begitu canggung untuk keduanya.

“Oh, iya, kalau boleh tahu lo ada hubungan apa sama Gian?” Wafa berpikir sejenak. Kenapa nama Gian disebut?

“Kita cuman teman.”

“Mungkin lebih baik kalau lo jangan terlalu dekat sama Gian.”

“Kenapa?” seketika Wafa bingung kenapa Refano tiba-tiba memintanya untuk menjaga jarak dengan Gian? Wafa memang tahu bahwa kedua laki-laki itu memiliki masalah pribadi yang Wafa juga tidak tahu menahu akan hal itu. Namun. Wafa merasa Gian bukanlah sosok laki-laki yang buruk seperti pandangan orang-orang padanya. Lantas, mengapa Refano meminta dia untuk menjaga jarak dengan Gian?

“Lo masih ingat sama dua cowok yang nyerang lo pas dijalan raya waktu itu?” Wafa mengangguk. Mana mungkin Wafa bisa melupakan 2 orang laki-laki asing mencegatnya saat perjalanan kekampus.

“Mereka berdua anak buah Gian. Dan selama ini dia selalu mata-matain gue supaya bisa dapat info soal siapa aja orang-orang yang dekat sama gue. Dan mereka berdua pikir kalau lo itu ada hubungan sama gue makanya mereka sampai ngikutin lo waktu itu.” Wafa seketika terdiam. Dia begitu terkejut dengan fakta yang diungkapkan Refano.

“Lho kak Fano kok bisa disini sama Wafa?” setelah memberi tugas pada anak-anak. Fani melihat Refano yang sedang mengobrol dengan Wafa. Dalam hati Fani begitu bahagia dan bersyukur dengan perubahan sikap saudara kembarnya.

“Kakak cuman mau minta maaf sama Wafa.”

“Minta maaf?” Fani menyeritkan dahinya heran. Apa dia tidak salah dengar? Saudara kembarnya meminta maaf pada Wafa? Apa ini akan jadi pertanda baik untuk hubungan keduanya ke depan.

“kakak minta maaf soal sikap kakak selama ini sama dia. Kakak sadar kalau selama ini kakak salah menilai Wafa.”

“Syukurlah kalau akhirnya kakak bisa berubah.” Ucap Fani sambil tersenyum bahagia. Momen ini yang selalu dia nantikan sejak lama.

Bahkan Fani juga lah yang merancang pertemuan mereka. Mungkin tidak ada yang menyadari setiap kejanggalan ini. Namun, fakta yang sebenarnya adalah Fani yang berusaha untuk mempertemukan Refano dan Wafa. Semenjak pertama kali Fani melihat Wafa di kampus. Melihat bagaimana cara gadis itu membalas hinaan mahasiswa satu fakultasnya, Fani bertekad untuk membuat rencana untuk mempertemukan gadis itu dengan saudara kembarnya. Dan mengenai Refano yang pindah ke kelas Wafa juga bagian dari rencana Fani. Tidak hanya itu bahkan surat yang diterima wafa saat dikantin kampus waktu itu adalah surat dari Fani.

“Lo udah selesai ngajar?” Tanya Refano yang melihat anak-anak panti yang sedang bermain.

“Belum kak. Aku lagi ngasih tugas ke mereka untuk gambar.”

“Kalau gitu kakak pulang duluan.”

“Kak Fano nggak pulang kerumah?” semenjak kejadian makan malam waktu itu, Refano sudah tinggal terpisah dari Fani dan mamanya. Dia lebih memilih tinggal di rumah yang lain milik sang mama.

“Kakak akan nginep disana nanti.”

“Ya, udah kakak mau pamit dulu sama ibu panti.” Refano kemudian pergi menyisakan dua gadis berhijab itu.

“Wafa, kamu lagi mikirin apa? Kok aku perhatiin dari tadi kamu diam aja.”

“Nggak kok Fan. Aku nggak kenapa-kenapa.”

Sedari tadi wafa memang diam saat kedatangan Fani. Semua itu karena dia sedang memikirkan ucapan Refano tadi tentang fakta bahwa Gian adalah bos dari kedua laki-laki asing yang pernah mencegatnya.

“Ya, udah aku ke anak-anak bentar, ya. Aku mau lihat apa tugas mereka udah selesai atau belum.” Fani kemudian beranjak dari tempatnya.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 16.30 baik Wafa maupun Fani berpamitan pada anak-anak dan juga ibu panti.

Sesampainya di rumah, Wafa masih banyak diam. Dia sama sekali tak bisa mengalihkan pikirannya untuk tidak memikirkan ucapan Refano.

Tok…tok…tok….

“Wafa, ayo makan dulu sayang.” Ucap bu Yana dari balik pintu.

“Iya, Bu.” Wafa kemudian melepas mukena yang dikenakannya untuk salat magrib tadi.

Wafa keluar dari kamar dan mendapati adik dan ibunya sudah berada dimeja makan. Mereka kemudian makan malam bersama. Setelah makan malam bersama keluarganya. Wafa kemudian kembali ke kamar. Gadis itu memeriksa apa-apa saja tugas kuliah yang belum dia kerjakan. Wafa memeriksa ponselnya untuk melihat pesan yang masuk. Dia mendapati nomer asing yang ternyata adalah Gian. Laki-laki itu mengirim pesan pada wafa untuk bertemu dengan gadis itu di cafe dekat kampus. Wafa berpikir sejenak kenapa tiba-tiba laki-laki itu meminta untuk bertemu Wafa? Mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan Gian. Wafa lalu mengetik di ponselnya yang menyatakan bahwa dia menyetujui permintaan Gian.

Halo teman-teman pembaca. 🌻🌻

Terima kasih telah membaca cerita ini. Tetap support dengan karya ini dengan cara vote, tambah ke favorit dan like serta komen juga, ya.

-Jangan lupa bersyukur hari ini.

1
Lilis N Andini
fani dan gian gimana kelanjutannya kak🙏
Lilis N Andini
Aku mampir kak....novel ke 3 karya kak Awan mendung yg ku baca👍🥰
Ksatria_90
mampir Thor 👍👍 semangat ya 🤗
AwanMendung26: Terima kasih sudah berkenan mampir kak. 🌻

Semangat juga untuk kakak. ❤
total 1 replies
Hasanah Ana
mampir dlu kyax seru
Uthie
Coba keep ahh.. ❤️
Agustina Kusuma Dewi
paket kumplit sdh tersemat kak..
betapa indahnya bersama mahrom yg sejalan..
semoga solih sholihah q, juga mendapatkan spt keindahan kisah ini d akhirnya..aamiin
sub
like
vote
iklan
komen
kopi
stars
cha yo..
😘😍😘😍😘😍😘😍
Agustina Kusuma Dewi: aamiin Allahumma aamiin..
doa yg sama kembali ke anty..😘😍😘😍
total 3 replies
Agustina Kusuma Dewi
yup..pengatur sebaik baiknya takdir hanya Allah
Agustina Kusuma Dewi
benar..mengikhlaskan adalah puncak tertinggi dr mencintai
AwanMendung26
Tetap istiqomah dalam menjaga hati, ya, kak. 🌻
Agustina Kusuma Dewi
sakit perih tp tak berbekas
Agustina Kusuma Dewi
penantian badai..yg berujung ada pelangi hidayah..kapankah akan menghampiri..hanya Allah sj yg tau..
berharap terbaik
Agustina Kusuma Dewi
ya menyadari, ikhlas..
apa yg terjadi skrg..adlah berharap terbaik kedepanya. aamiin..
menjaga hati..
Agustina Kusuma Dewi
luka tak berdarah
Agustina Kusuma Dewi
mmg bnr, bl sepihak akan sakit sendiri..merana sendiri..lebih baik dicintai drpd mencintai..
sakit
Agustina Kusuma Dewi
aissss..back to jadul th.80an dah..
buku diary
Agustina Kusuma Dewi
model anyar kie..
dl zaman nabi yusuf yg oncek2 bagianya kaum hawa, yg ampe tak menyadari tanganya kepisau saking gantenge..nabi yusuf
x ini berbeda ....hehehhe
🤣😂😁😀😃😅😆😉
Agustina Kusuma Dewi
aamiin..sehat juga kak
Agustina Kusuma Dewi
ya semua perempuan di dunia ini pasti adlh wanita tangguh berhati rapuh.
krn tak bs melupakan jk hati terluka. uhhhhh..hny bs menguatkan diri sendiri.. cha yo..semua siper women disini i luv u pull
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍
Agustina Kusuma Dewi: always.. 😘😍
total 2 replies
Agustina Kusuma Dewi
Allah jlah yg mudah membolak balikan hati
berharap yg yerbaik
Agustina Kusuma Dewi
kebalikan q dl..kerja 1th dpt modal u. byr uang daftar..mlamnya kuliah
Agustina Kusuma Dewi: Aamiin, hanya Allah lah yg tau kak..apa yg ada dilangit dan dibumi.. takdirnya😘😍 kt berusaha terbaik menjalaninya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!