Aziya Yunita Wijaya dia terpaksa masuk pesantren karena sikap Aziya yang nakal karena pergaulan dengan teman temannya, apa lagi saat itu Aziya merasa sakit hati karena di tinggal pacarnya menikah.
karena sikap Aziya semakin tak terkendali orang tua nya pun memutuskan memasukan Aziya ke pesantren.
namun apa Aziya bisa berubah saat sudah masuk pesantren? apa lagi banyak hinaan dan cacian pada Aziya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni nurleni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
"Allohuakbar Allohuakbar... " Adzan Shubuh berkumandang membangunkan setiap santri yang sekarang ada yang masih tertidur.
Dan saat ini Zia masih tertidur karena semalam tidur larut malam jadi Zia terlambat bangun pagi.
Sampai sampai Sholat Shubuh akan di mulai namun Zia belum juga bangun.
Haddad melihat para jamaah wanita namun tak ada Zia disana, Haddad keluar dari mesjid melihat lihat Zia yang tak kunjung keluar.
Haddad berjalan menuju kamar Zia, banyak sekali para santri yang berlalu lalang hanya saja pandangan Haddad mencari sosok Zia.
"Hah dia masih tidur" gumam Haddad.
"Aziya bangun lah" ucap Haddad.
"Ya nanti aku mengantuk" ucap Zia sambil menggeliat di atas kasur.
"Sebentar lagi Sholat shubuh" ucap Haddad.
"Hah" ucap Zia yang langsung bangun dari temat tidurnya, sadar kalau sekarang tak memakai kerudung, Zia langsung memakai kerudung dengan asal.
"Kenapa kau ada di sini" tanya Zia.
"Kau terlambat Zia" ucap Haddad.
"Apa" tanya Zia.
"Sebentar lagi Sholat Shubuh ayo bangun segera lah ke kamar mandi" ucap Haddad.
"Aahh kenapa Ning Rena tak membangunkan aku" ucap Zia yang langsung berjalan mendahului Haddad.
Haddad tersenyum manis dan mengikuti Zia sampai ke mesjid, Haddad merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya jika dekat dengan Zia.
Haddad jatuh cinta pada Zia, namun Haddad tak mungkin langsung mengajak Zia menikah karena Zia baru saja mengenal Haddad sedangkan Haddad tau semua tentang Zia.
Sholat Shubuh pun selesai para santri berhamburan keluar karena sebentar lagi mereka masuk sekolah, di dalam mesjid itu hanya ada Zia, Haddad, Adam dan para senior santri.
Haddad mendekat pada Zia yang sekarang sedang melipat mukenah nya.
"Aziya aku harap perkataan aku ini tak mengganggu hati mu" ucap Haddad.
"Apa" tanya Zia.
"Aziya aku suka kamu, mau kah kita ta'aruf untuk saling mengenal" tanya Haddad.
"Apa kau mengajak aku pacaran" tanya Zia.
"Ya bisa di katakan begitu" ucap Haddad.
Tentu saja pembicaraan itu terdengar oleh semua orang yang berada di sana, sehingga membuat Husna yang sejak bertemu dengan Haddad memiliki perasaan pun langsung cemburu mendengar hal itu.
"Bagaimana apa kau mau" tanya Haddad.
Zia menatap pada Adam yang memunggunginya.
"Aku harus buktikan kalau ucapan Ning Marwah tentang aku suka pada Gus Adam itu bohong" batin Zia.
"Aku mau, tapi aku harap kau bisa memberi aku waktu karena aku tak mudah untuk mencintai orang lain" ucap Zia.
"Ya tak masalah, terima kasih Humaira" ucap Haddad.
"Nama aku Zia" ucap Zia tersenyum.
"Maksudnya Humaira itu panggilan sayang nabi Muhamad pada istrinya Aisyah" ucap Haddad.
"Oh" ucap Zia.
Seperti biasa Zia akan membantu Umi di dapur untuk memasak,
"Neng Zia, apa Neng Zia bisa memasak rendang" tanya Umi.
"Umi aku gak bisa masak" jawab Zia.
"Lalu bisanya apa" tanya Umi.
"Makan" ucap Zia.
"Aah kamu ini" ucap Umi.
"Ya Umi dulu saat aku masih di kota aku tak pernah masak, dan yang masak bi Ratna pembantu aku dan kalau Bi Ratna gak ada pasti kakak kandung yang masak, aku menyesal tak belajar memasak dulu Umi" ucap Zia.
"Belajar saja sekarang Neng" ucap Umi.
"Ya aku belajar dari Umi" ucap Zia.
"Bahkan aku juga sudah belajar mencuci piring dan pakian aku sendiri" ucap Zia.
"Ya Syukurlah sedikit sedikit pasti akan bisa" ucap Umi.
"Ya Umi" ucap Zia.
Zia membantu membereskan piring kotor si rumah Umi.
"Umi biar aku saja yang bantu cuci" ucap Zia.
"Makan lah dulu Neng, kamu kan belum makan" tanya Umi.
"Gak Umi aku belum lapar" ucap Zia.
Semua para santri makan, termasuk dengan Adam dan para guru yang lain, sejak tadi Haddad bersama dengan Adam mereka mengambil makanan.
"Gus apa sore nanti ada hal yang harus kita lakukan" tanya Haddad.
"Oh ya aku lupa, Ustadz kau di panggil ke mesjid sebelah untuk mengisi acara" ucap Adam.
"Oh baiklah padahal tadinya aku fikir tak ada kerjaan" ucap Haddad.
"Maaf ya aku lupa mengabari mu" ucap Adam.
"Tak masalah Gus" ucap Haddad.
Sebuah mobil Avanza masuk ke halaman pesantren itu, keluar lah seorang laki laki paruh baya yang memakai jubah serta sorban di pundaknya.
"Assalamualaikum Abah Zakariya" ucap laki laki paruh baya itu.
"Waalaikum salam Ustadz Mansyur, selamat datang di kampung" ucap Abah.
"Ya terima kasih" ucap Ustadz yang bernama Mansyur itu.
"Ayo masuk" ucap Abah mempersilahkan Ustadz masuk kedalam rumahnya.
"Umi bawakan minum" sahut Abah ada Umi yang sedang berada di dapur.
"Jangan repot repot Abah" ucapnya.
"Ustadz ada apa datang kemari, apa semuanya aman" tanya Abah.
"Ya aku hanya ingin melihat Haddad saja, katanya kemarin dia menemukan wanita di sini" ucap Ustadz Mansyur.
"Oh ya kalau begitu selamat anda akan segera punya menantu" ucap Abah.
"Ya aku hanya ingin melihat saja, aku tak mau menuntut Haddad untuk segera menikah, karena kan itu kehidupannya" ucap Ustadz Mansyur.
Umi menyuguhkan minuman pada Ustadz Mansyur, dengan bersamaan Zia keluar dari dapur dan langsung keluar dari rumah Umi.
"Neng Zia sudah beres" tanya Umi.
"Sudah Umi" ucap Zia.
Ustadz Mansyur menatap pada wanita yang barusan bicara dengan Umi.
Dia merasa heran karena selama ini semua santri pasti menyapa nya tapi sekarang dia merasa di acuhkan olehnya.
"Maaf Ustadz dia Aziya, dia baru datang kemari ya biasa dia salah masuk dalam pergaulan" ucap Abah.
"Oh pantas saja" ucap Ustadz Mansyur.
Setelah berbincang bincang dengan Abah, Ustadz Mansyur pun menemui Haddad yang sekarang sedang membereskan bekas makanannya.
"Haddad" sahut Ustadz Mansyur.
"Abi" ucap Haddad.
"Kapan kau datang" tanya Haddad.
"Baru saja, niat abi datang kesini adalah Abi ingin melihat wanita yang sudah membuat hati mu ini berani mencintai" tanya Ustadz Mansyur.
"Aahh Abi bisa saja" ucap Haddad.
"Dimana wanitanya" tanya Ustadz Mansyur.
"Ayo biar Haddad tunjukan Abi" ucap Haddad.
Haddad mencari cari Zia, mata Haddad menatap pada sosok wanita yang sudah menggetarkan hatinya,
"Aziya bisa kemari" sahut Haddad pada Zia.
Zia datang kesana.
"Ada apa" tanya Zia pada Haddad.
"Abi ingin bertemu dengan mu" ucap Haddad.
"Oh ya" tanya Zia tak percaya.
"Abi ini kenalkan dia Aziya teman kuliah aku dulu" ucap Haddad.
"Jadi ini wanita yang kau maksudkan itu" tanya Ustadz Mansyur.
"Ya Abi" ucap Haddad.
"Aziya" ucap Zia.
"Abinya Haddad" ucap Ustadz Mansyur.
"Maaf saya gak bisa lama lama saya harus mencuci pakian, Assalamualaikum" ucap Zia yang langsung pergi dari sana.
"Haddad Abi saran kan lebih baik kau mencari yang lain, kata Abah dia salah pergaulan" ucap Ustadz Mansyur.
"Tapi itu dulu Abi sekarang dia sudah berubah" ucap Haddad membela Zia.
Bersambung..
ngeriah kalo ngidam gitu
mudan cepat terbongkar si rosa itu geregetan aku loh thor
aku juga jurusan bhs inggris
dan aku sekarang mengikuti pengajian tasaup jadi aku rasa thor juga sama dengan ku
kalo gk salah tebak 🥰
aku juga pernah mengalami itu jika dengan tidak ada cobaan kita tidak tau seberapa kuatnya kita menghadapi masalah
tuhan tidak tidur saro