Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Osce...
...『⇒Bab 25⇐』...
Sebuah pesan yang di terima oleh Grace dari Bram saat malam itu ia pun menjawabnya dengan balasan "akan aku usahakan" dan pada awalnya ia juga meminta izin pada Gibran sebab ia juga sudah memiliki status hubungan dengan Gibran apalagi sebelum menerima pesan dari Bram ia sudah mendapat sebuah email kalau Gibran ingin membawanya berkencan namun Grace meneruskan pesan dari Bram ke Gibran untuk itu Gibran mengizinkan Grace bertemu dengan Bram pula.
Gibran juga sudah mengetahui maksud Bram ingin bertemu dengan Grace makanya ia tak melarang ataupun mengekang Grace walaupun ia merupakan tunangan dari Grace, pada akhirnya kencan yang sudah di rencanakan oleh Gibran pun di tunda terlebih dulu.
.
.
.
Ke-esokan pagi harinya seluruh mahasiswa/i FK UI sedang mengadakan ujian Osce ( ujian klinis ) yang terstruktur dan di nilai secara objektif untuk itu materi yang akan di hadapi oleh para mahasiswa/i seperti RJP dewasa dan anak, Intubasi, Infus dan injeksi, NGT ( naso gastric tube ), Leopold dan persalinan, pemasangan kateter, Hecting jadi yang mengikuti ujian akan menjadi seorang dokter serta adanya pasien dengan kasus tertentu lagipula nanti juga di nilai oleh dokter pengujinya dan dalam satu kasus di beri waktu delapan menit hitungannya satu menit membaca soal sisa tujuh menit langsung anamnesis-edukasi hingga cuci tangan.
Tampak dalam satu ruangan di bagi tiga kelompok mulai dari A,B,C dan untuk itu kelompok Grace masuk pada kelompok A hingga empat orang temannya masuk ke dalam kelompoknya pula jadi saat ini mereka semua memang harus mengikuti peraturan yang telah di tentukan oleh para dosen pembimbing setiap per-kelompoknya.
Ruang ujian Osce.
Setelah memakan waktu satu menit untuk membaca soal kini kelompok dari Grace menjadi yang pertama dalam ujian tersebut sehingga mereka semua saling bekerjasama apalagi di kelompok A merupakan kelompok terbilang memiliki nilai tertinggi termasuk Grace juga Gibran namun karena para dosen selalu melihat kekompakan mereka makanya tak pernah terpecah pula.
Waktu yang di berikan juga sangat terbatas makanya saat ini kelompok A tampak sangat serius menjalankan ujian sebagai seorang dokter serta di saksikan langsung oleh dokter pengujinya bahkan ada salah satu dokter yang tak mengalihkan pandangan matanya terhadap Grace sebab baru kali ini ia melihat seorang mahasiswi begitu paham dengan cara kerja dari ujian Osce ini.
Ujian osce terus berlangsung hingga tuntas apalagi ujian tersebut akan di berikan nilai langsung dari dokter penguji yang menyaksikan ujian mereka.
Kantin FK UI
"Hakkhh."
Bruukkk
Terlihat Boy juga Ocha sedang membuang nafas panjang setelah melewati ujian barusan makanya mereka membuang semua kelelahan di sebuah kantin dengan duduk satu meja secara bersama.
Boy dan Ocha masih memejam matanya dengan merebahkan kepala di atas meja kantin sedangkan Grace juga Gibran hanya tersenyum simpul serta bergeleng kepala sementara Bram sibuk membaca buku novel yang bercerita tentang reinkarnasi dewa pedang, yeap Bram memang menyukai novel sebab sedari kecil dirinya sudah mulai menggemari buku komik hingga sampai pada saat dewasa ia suka menghabiskan sedikit waktunya di dalam buku cerita.
Sesekali Bram melirik dari samping buku novelnya melihat kedekatan Gibran juga Grace apalagi Ocha dan Boy tak menyadarinya makanya ia merasa jengah di satu sisi ia adalah teman Gibran sisi lainnya ia sungguh ingin pergi dari hadapan mereka namun ia masih menahan semua itu hanya untuk menghargai perasaan temannya.
Gibran bukan bermaksud untuk memancing kemarahan Bram lagian Gibran juga sempat melihat kalau Bram sedang serius membaca bukunya maka dari itu ia sedikit bersenda gurau dengan Grace pula dan ia tak mengetahui kalau Bram ternyata sesekali melihat ke arah dirinya di saat ia memegang kepala Grace serta mencubiti kedua pipi Grace.
"Aku pesan makanan dulu," cakap Grace membuka suara setelah ia berhasil membalaskan kejahilan yang di buat oleh Gibran lalu sejenak ia berdiri dari duduknya. "Kau mau makan apa?" tanya Grace terlebih dulu ke arah Gibran.
"Aku sama saja dengan mu cantik," jawab Gibran secara manis ia berkata demikian serta menumpukan satu tangannya di bawah dagu sambil menatap ke arah Grace apalagi Grace sudah tampak salting makanya Grace langsung mengalihkan pandangan matanya pada Bram.
"Kau mau makan apa Bram? biar aku pesankan," tegur Grace sejenak kemudian Bram menurunkan buku novelnya sedikit.
"Aku masih kenyang," jawab singkat dari Bram.
"Yaudah pesan minum saja kalau gitu," sambung Gibran menyela di saat Grace ingin bertanya hal yang sama.
"Lagi tidak haus," singkat Bram lagi lalu ia kembali membaca bukunya pula.
"Serius banget sampai apapun tak mau," kata Gibran lagi sehingga Bram menurunkan buku novelnya kembali.
"Bukan begitu, aku memang lagi tak ingin makan ataupun minum apapun!" timpal Bram secara serius menatap ke arah Gibran.
"Okeh fine! awas kalau kau nanti minta punyaku," celoteh Gibran sengaja membawa Bram bercanda supaya tak ada rasa canggung setelah mereka sempat berselisih.
Usai mendengar ocehan dari Gibran tadi Bram pun membuang nafas kasar serta membaca kembali bukunya. "Gak akan!" lontar Bram secara jelas pula sehingga Gibran pun tersenyum tipis melihat sikap Bram padanya.
Grace masih menunggu perbincangan mereka tetapi setelah ia mendengar jawaban dari Bram lalu ia pun menggoyangkan bahu Ocha juga Boy.
"Hei, kalian mau aku pesankan apa?" tanya Grace masih terus menggerakkan bahu keduanya sebab mereka berdua masih saja memejamkan mata.
"Apa aja gue!"
"Terserah apa aja gua mah!"
Keduanya serentak menjawab di saat mata masih dalam kondisi tertutup namun mulut berbicara.
"Ada-ada saja kalian ini, bicara sambil tertidur!" Gibran hanya bereaksi dengan bergeleng kepala melihat tingkah kedua temannya itu.
"Hmm, kalau begitu aku tinggal dulu!" pamit Grace pula.
"Ya cantik," jawab Gibran lagi-lagi memberikan senyuman manis ke arah Grace.
Grace pun tak mau melihatnya lagi makanya ia langsung berlalu dari hadapan Gibran.
Astaga, kenapa dia sekarang sangat mudah memberi senyuman begitu padaku? rasanya jantungku sangat tidak normal akhir-akhir ini... Batin Grace ngedumel sendiri di saat ia terus berjalan ke arah menu makanan yang akan ia pesan.
Sesampainya Grace di tempat ia pun langsung memesan semuanya secara perlahan pada ibu kantin yang khusus memasak di kampus mereka lalu ia juga sambil menunggu pesanannya di buat barulah ia membawanya beberapa kali padahal Gibran ingin membantu namun Grace menolak dengan alasan bisa melakukannya sendiri lagipula itu menjadi kebiasaan bagi dirinya saat melayani pelanggan di tempatnya bekerja.
Brakk
Seketika Grace meletakkan pesanan yang terakhir ia bawa begitu keras suaranya terbanting di atas meja entah mengapa ia melakukan hal demikian lalu ia pun tanpa berkata sepatah katapun berlari ke arah luar kantin membuat yang melihat dirinya merasa kaget pula.
"Grace... Kau mau kemana? hei, kenapa kau berlari? Grace..."
Teriak Gibran berulang kali memanggil nama Grace namun tak ada sahutan lalu karena ia merasa panik dengan sikap Grace barusan ia juga bergerak ingin menyusul Grace.
"Aku akan mengikutinya, kau bangunkan saja mereka!" pesan Gibran pada Bram yang juga ikut kaget dengan kepanikan Grace barusan.
Bram hanya terdiam saat Gibran berkata demikian padanya lalu tanpa buang waktu Gibran juga turut berlari mengejar Grace.
"Tidak, tidak! jangan sampai hilang kumohon... Oh tuhan kenapa aku ceroboh seperti ini? apa yang salah dariku?" gumam Grace sembari ia terus berbicara hingga sesekali melihat jemari tangannya.
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Cinta berarti memberi yaitu memberi kasih sayang serta memberi perhatian namun cinta tidak akan menuntut ataupun mengekang pasangannya. ~ Grace Eloise.
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang