NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA PAK GURU

MENGEJAR CINTA PAK GURU

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bareta

Arjuna Hartono tiba-tiba mendapat ultimatum bahwa dirinya harus menikahi putri teman papanya yang baru berusia 16 tahun.

“Mana bisa aku menikah sama bocah, Pa. Lagipula Juna sudah punya Luna, wanita yang akan menjadi calon istri Juna.”

“Kalau kamu menolak, berarti kamu sudah siap menerima konsekuensinya. Semua fasilitasmu papa tarik kembali termasuk jabatan CEO di Perusahaan.”

Arjuna, pria berusia 25 tahun itu terdiam. Berpikir matang-matang apakah dia siap menjalani kondisi dari titik nol lagi kalau papa menarik semuanya. Apakah Luna yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 tahun sudi menerimanya?

Karena rasa gengsi menerima paksaan papa yang tetap akan menikahkannya dengan atau tanpa persetujuan Arjuna, pria itu memilih melepaskan semua dan meninggalkan kemewahannya.

Dari CEO, Arjuna pun turun pangkat jadi guru matematika sebuah SMA Swasta yang cukup ternama, itupun atas bantuan koneksi temannya.

Ternyata Luna memilih meninggalkannya, membuat hati Arjuna merasa kecewa dan sakit. Belum pulih dari sakit hatinya, Arjuna dipusingkan dengan hubungan menyebalkan dengan salah satu siswi bermasalah di tempatnya mengajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bareta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Ke Gunungpati

Mobil kembali meneruskan perjalanan namun suasana terasa berbeda. Sementara si biang masalah malah memasang earphone sebelum menyenderkan kepala dan memejamkan matanya.

Cilla memutar otak untuk membuat suasana kembali menyenangkan.

“Om-om pada suka duren kan ?” Cilla memiringkan posisi badannya hingga bisa menatap semuanya dan membuka pembicaraan.

“Memangnya kamu mau traktir kita makan duren sepuasnya ?” Tanya Theo dan diangguki oleh Cilla.

“Daerah Gunungpati itu lumayan terkenal dengan pembibitan duren, Om. Ada beberapa tempat yang memang dijadikan untuk wisata kuliner makan duren, jadi kita bisa menikmati duren di tengah-tengah perkebunannya. Musim panen besarnya biasa di bulan November sampai Januari. Kalau di bulan Juni-Juli kurang banyak, tapi tetap ada saja yang jualan. Selain pembibitan duren, ada juga perkebunan lengkeng. Lengkeng lokal bentuknya lebih kecil, Om, tetapi manis dan legitnya nggak kalah dibandingkan dengan lengkeng Bangkok.”

“Kayaknya wisata kita kali ini bakal berkesan,” ujar Boni. “Bukan cuma pengalaman baru, tapi bisa makan gratis plus pemandu imut yang cantik.”

“Huuhhhh !” Teriak Luki, Erwin dan Theo bersamaan.

“Maunya elo tuh gratis ! Bayarlah nanti sama Cilla !” Luki melotot sambil menoyor kening Boni.

“Memangnya kita cowok apaan, semuanya minta gratis,” Erwin mulai dengan gaya konyol dan gemulainya.

“Anjir, geli gue Win,” ujar Theo sambil menggedikan bahunya.

Cilla tertawa melihat kelakuan empat cowok itu. Meski Arjuna masih asyik sendiri, paling tidak empat sahabatnya sudah mulai bersikap biasa lagi.

“Om Boni giliran mau dapat yang gretong, bilang Cilla cantik. Giliran semalam numpang kenalan sama Kak Mimi musti bayar pakai tahu serasi,” Cilla mencebik pada Boni.

“Lagian ganggu orang pacaran aja,” sahut Boni balas mencibir.

“Eh beneran kamu udah kenalan sama pacarnya papa bucin ?” Tanya Theo.

Cilla tertawa. “Keren juga panggilannya Om Boni, papa bucin.”

“Semalam gue lagi asyik-asyik pacaran sama Mimi, nih bocil main serobot aja. Berduaan malah gosip.”

“Diihh siapa yang gosip, cuma kenalan doang. Lagian upah kenalannya kan udah dibayar lunas.”

“Cakep nggak Cil, pacarnya Boni ?” Luki melirik Boni dengan tatapan meledek.

“Cakep dong Om, makanya Cilla tanya kok mau sih sama Om Boni yang ndut-ndut gimana gitu.” Cilla terkekeh dan Boni langsung melotot menatapnya.

“Mati lo Bon… Si Mimi mulai diracunin sama bocil,”

Erwin jadi ngakak mendengar omongan Cilla.

“Nggak ngaruh ! Mimi udah cinta mati sama gue,” sahut Boni dengan pongah.

“Yakin lo Mimi cinta mati ?” Ejek Luki. “Bentaran lagi alamat komplain, soalnya yang pacaran paling lama malah keduluan Dono dan Wiwik,” sambung Luki sambil mencibir.

“Tunggu aja tanggal mainnya. Yang penting elo orang harus nabung ya dari sekarang,” Boni menatap sahabatnya satu-satu. “Gue sama Mimi nggak terima uang receh.” Bonu tergelak.

“Dasar matere !” Luki menoyor kepala Boni.”Nih gue cicil dari sekarang.”

Luki mengeluarkan selembar uang duaribuan dari kantong celana pendeknya. Boni melotot dan mencibir.

“Ngakunya kepala divisi, masa cicilan buat kawinan sahabatnya cuma duaribu.”

“Eh bambang, kagak ada duaribu nggak jadi seratus ribu, cuma sembilanpuluh delapan ribu,” tukas Luki. “Lagian kan ada pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.”

“Bapak kepala divisi, kalau sedikitnya duaribu kapan itu bukit bisa jadi ? Harga telor kemarin sama hari ini aja bedanya bisa lebih dari duaribu perak. Terus kapan bukit elo jadi ? Pas gigi elo ompong semua, bukitnya aja baru jadi setengah.”

Cilla dan Theo terbahak mendengar perdebatan Boni dan Luki, sementara Erwin di paling depan hanya geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum.

Arjuna ? Tidak berubah dengan posisi awalnya, malah sekarang terbatuk tiba-tiba.

Tidak ada yang tahu kalau earphonenya tanpa musik apa-apa. Sejak tadi ia mendengar semua percakapan di mobil itu. Pura-pura batuk ? Arjuna hampir saja kelepasan ikut tertawa. Bisa jatuh harga diri kalau para sahabatnya tahu bahwa sejak tadi Arjuna cuma pura-pura memejamkan mata. Jadi untuk menutupi tarikan bibirnya, Arjuna memilih pura-pura batuk.

Hingga tidak terasa, mobil sudah sampai di depan rumah sederhana khas pedesaan di Jawa.

Sepasang suami istri baya berdiri menanti pintu mobil terbuka.

“Jun, bangun. Udah sampai,” Theo menepuk bahu Arjuna yang masih pura-pura memejamkan mata.

Masih meneruskan dramanya, Arjuna mengerjapkan mata seolah-olah memang habis bangun tidur. Ia pun merapikan earphonenya sebelum membuka pintu. Di depan Erwin sudah turun duluan dan menganggukan kepala pada sepasang suami istri itu.

Satu persatu para pria di belakng itu turun, membuat dahi Pak Trimo yang mulai keriput makin berkerut. Dalam hati ia bertanya, kenapa yang turun pria dewasa semua, sementara anak majikannya belum kelihatan.

“Pak Trimo, Bik Mina,” Cilla yang turun terakhir langsung menyapa dengan wajah sumringah.

Dihampirinya kedua orangtua itu, mencium tangan dan memeluk keduanya sekaligus.

Bik Mina yang sudah diberitahu tentang tambahan tamu lima pria kenalannya dan satu sopir terlihat biasa saja, sementara Pak Trimo masih menelisik satu persatu para pria itu dengan dahi berkerut.

Kelima pria yang masih berdiri di posisinya, menunggu sampai Cilla selesai menyapa si pemilik rumah.

“Pak Trimo,” panggilan Cilla memutus tatapan Pak Trimo yang masih dipenuhi tanda tanya.

“Ini semua sahabat baru Cilla. Nemu di jalan Ambarawa, sepertinya mereka Lima Pandawa yang kesasar di tanah Jawa,” celoteh Cilla sambil terkekeh.

Pak Trimo makin bingung dan mengernyit menatap Cilla minta penjelasan.

“Kamu kok berani-beraninya ajak orang asing semobil sama kamu ?” Pak Trimo akhirnya buka suara tidak mampu lagi menahan rasa penasarannya.

Bik Mina geleng-geleng kepala lalu menepuk bahu suaminya.

“Bapak kayak nggak kenal anakmu yang satu ini. Percaya aja kalau den bagus ganteng-ganteng begini dipungut di jalan..”

Cilla tertawa begitu juga dengan Bik Mina. Selain Arjuna, keempat pria itu saling bertatapan dan bingung harus bicara apa.

“Den bagus ini semua gurunya Cilla di sekolah, Pak,” terang Bik Mina.

“Eh nggak Bik, yang guru Cilla cuma yang itu,” Cilla menunjuk Arjuna. “Sisanya ini sahabatnya Pak Arjuna juga kenalannya Pak Dono, guru Cilla yang menikah di Ambarawa.”

Pak Trimo manggut-manggut dan Bik Mina kembali geleng-gelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang suka curiga.

Cilla memberi isyarat pada Boni yang sedang menatapnya untuk memperkenalkan diri pada pemilik rumah. Satu persatu mereka bersalaman dan memperkenalkan diri.

“Jadi ini gurumu beneran, non ?” Pak Trimo belum melepas jabatannya, memandang Arjuna dengan tatapan menyelidik.

“Iya, Pak. Gimana cocok nggak ?”

Pak Trino menyipitkan matanya menelisik wajah Arjuna, membuat pria itu jadi salah tingkah sementara keempat sahabatnya malah cekikikan di belakangnya.

“Nggak cocok,” Pak Trimo menggeleng. “Nggak cocok jadi gurumu, non. Cocoknya jadi suami kamu.”

Jedeerr…

Spontan keempat sahabat Arjuna langsung ngakak, Cilla dan Arjuna membelalak dengan wajah memerah, dan Bik Mina senyum-senyum melihat tingkah Cilla dan Arjuna yang tersipu malu.

Suasana canggung sempat berlangsung beberapa menit diiringi gelak tawa para pria yang menertawakan Arjuna yang jadi salah tingkah. Akhirnya Cilla mendekat ke arah Pak Trimo dan Arjuna yang masih bersalaman.

“Jangan dilihatin lama-lama, Pak Mo,” Cilla memutus jabatan tangan keduanya. “Katanya mau buat calon suami, kelamaan dilihatin sama Bapak nanti meleleh. Kalau mukanya jadi penyok-penyok, Cilla nggak mau jadiin calon suami.”

Pak Trimo senyum-senyum mendengar ucapan Cilla sememtara Arjuna menoleh menatap Cilla tajam dan tangannya gatal ingin menjewer telinga calon muridnya.

Keempat sahabat laknatnya ? Masih terpingkal melihat Cilla kembali pada mode jahilnya sama Arjuna. Erwin bahkan memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.

“Jangan kesal-kesal, Den Bagus,” ucap Pak Trimo pada Arjuna. “Nanti yang menyebalkan malah dijadikan istri beneran sama Yang di Atas,” lanjutnya sambil terkekeh.

Blushh.

Wajah Arjuna tambah memerah. Kenapa juga semua orangtua mulai dari Pak Wahyu, Pak Slamet, Pak Darmawan dan sekarang Pak Trimo, mendoakan supaya Arjuna jadi pasangan hidup dengan Cilla.

Arjuna melengos kesal dan mengikuti Cilla yang masuk duluan sambil merangkul Bik Mina dan Pak Trimo.

“Udah dapat restu dari para tetua, Jun. Sudah dipastikan bakal jadi pernikahan yang abadi,” ledek Luki yang langsung merangkul bahu sahabatnya.

“Pesta tujuh hari tujuh malam dong, Jun. Pernikahan akbar dua penerus konglomerat tahun ini,” timpal Erwin.

“Lumayan lah kalo Juna beneran sama Cilla, udah nggak butuh hadiah apalagi amplop,” Boni ikut berkomentar.

“Awas jatuh kalau halu ketinggian,” Arjuna mencebik dan menyahut dengan wajah ditekuk. “Tunggu matahari tukeran sama bulan kalau ngarep gue jadian sama tuh anak.”

“Hati-hati omongan lo Jun !” Ujar Theo sambil geleng-geleng kepala sambil tersenyum mengejek. “Kalo elo sampai jadi beneran, gue orang pertama yang bakal balurin air comberan ke muka elo, biar ketutup tuh malu elo. Udah menghina dia, akhirnya malah jadian.”

Boni, Luki dan Erwin kembali tergelak. Arjuna menggerutu tidak jelas sementara Theo kembali geleng-geleng kepala.

1
Ais NSP
seru banget kisah ArjunaCilla walau sering posesif nyebelin tapi gak bosen bacanya. makin seru dengan kisah persahabatan rasa saudara. makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Heart//Good//Ok//Rose//Kiss/
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
tutut wahyuningsih
suka cerita nya..❤️❤️👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
lumayan seru🙂
Mefazha ghania
belagu bgt si juna,jadi jones seumur no vel lo jun.
thary09
asli semarang thor??
kok tau banget😂😂
Susilo Wati
uda 2x baca novel ini, tapi tetap syukkaaa
Saryati: ga ada kelanjutan kah k tentang pecinta an amanda dan jovan penasaran gimana kisah kelanjutan cinta mereka 😁😁
total 2 replies
laelatul qomar
waahh jangan2 si cilla ini yg mau dijodohin sm juna
Rika Hari
tdk rela istri nya d liat sama mantan nya 🤣
Rika Hari
habis juna kena marah sama Cilla marah nya Sampay jalan tol habis 🤣🤣🤣🤣
Marina Tarigan
utk apa kamu Arjuna Luna materialists dia hanya uangmu sebentar lagi kamu bakal ditinggalkan
Marina Tarigan
gara2 cinta kamu tahan derita ini arjuna si Lunamu pasti minggat darimu
Rika Hari
sebelum Stevan pergi k papau istri nya Stevan nama nya syera sdh meningoe kan🤔🤔🤔
Rini AisyahDee
saya suka alur cerita nya
Baretta: Terima kasih kak Rini 😊🙏
total 1 replies
Fans Berat Kho Ping Hoo
biasanya laki2 pakai logika 75% emosi 25%

dan cewek pake emosi 75 dan logika 25 %
lha ini malah kebalikan si juna malah yg dewasanya cila
taek jg ni cowok
Rika Hari
lama lama bisa nongol gigi k luar nih gara gara baca novel yg satu nih🤣😏😂😂
Rika Hari
☺️☺️☺️☺️
Devi Sri lestari
Luar biasa
KIM TAMIE
Ternyata si Juna ini siluman Soang ya...main sosor aja lo Jun
KIM TAMIE
Hempas jauh2 gengsimu Jun
KIM TAMIE
ayoloh Juuun....kejebak permainan sendiri khan.
emang enak..rasain tuh 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!