Andara Aprilia kerap sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Andika paradipta, bahkan berulang kali dia dikhianati suaminya.Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, akan kah permintaan nya di kabul kan dan hak asuh anak jatuh ke tanganny?dengan semua bukti yang ada.
Dalam perjalanan hidupnya wanita itu bertemu dengan Alan ,Dia adalah seorang lelaki dewasa yang sedikit arogan tetapi selalu membuat Andara merasa tenang untuk berbagi semua keluh kesahnya
Hingga pada suatu hari terbongkar lah sebuah kebenaran.
Akankah kisah Andara berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Setelah cukup lama Meli dan juga Farel pun menunggu, Meli memberikan susu terlebih dahulu kepada Farel agar anak itu nggak merasakan lapar lagi. Akhirnya Farel pun minum susu, namun setelah minum susu Farel pun tertidur di atas sofa yang ada di ruang tengah.
Keesokan harinya.
Hari pertama di rumah baru dan lingkungan baru bagi Farel, tetapi bagi Dara ini lingkungan lama dan orang-orang nya pun belum banyak yang berubah. Hanya saja usia mereka yang sekarang udah semakin tua seperti mang Diman.
Hari ini Dara akan pergi ke kantor dengan menggunakan jasa angkutan online.
"Mel... nitip Farel yah! " Kata Dara, dia sudah siap untuk berangkat.
"Iya Bu.. " jawab Meli.
"Berangkat sekarang yah" ucap Dara sambil mencium kening sang anak, lalu mengusap rambut nya dengan lembut.
"Hati-hati di jalan Bu! " kata Meli.
"Oh ya, jangan buka pintu rumah jika ada yang mengetuk, kita di sini orang baru... jangan sembarangan bukain pintu ya! " Dara memperingati Meli, agar lebih hati-hati di rumah
"Baik Bu.. " jawab Meli sambil menggunakan kepala.
"Nanti siang juga Mang Diman akan merapihkan bagian belakangan, tapi dia datang lewat pintu belakang. Sebab rumahnya di belakang rumah ini" kata Dara.
Meli pun menjawab semua perkataan Dara hanya dengan anggukan.
Setelah cukup Dara memberi pesan terhadap Meli, dia pun segera pergi keluar rumah sebab kendaraan yang di pesan nya sudah menunggu.
Dara pun membuka gerbang lalu di tutup kembali dan Meli langsung menguncinya kembali.
Setelah Dara berada di luar pagar, banyak ibu-ibu komplek sedang belanja sayur.
"Eh bukan nya itu si Dara yah? " kata salah satu ibu-ibu yang sedang berbelanja sayur.
"Iya, apa dia sudah di buang sama suaminya yang kaya raya itu, terus saya dengar suaminya selingkuh loh" kata salah satu di antara mereka.
"Masa sih, padahal Dara itu cantik ko bisa-bisanya di selingkuhin" yang lain pun ikut menimpali.
"Itu sih karama, akibat jadi orang terlalu matre coba saja waktu itu dia menerima lamaran anak saya pasti tidak akan menduakan nya" kata ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi, dia berbicara sambil membanting ikatan kangkung yang sedang di pegang nya
"Eh jangan di banting Bu... nanti rusak sayuran nya, terus nggak laku lagi" Kata penjual sayur.
"Bodo amat, dan hari ini saya nggak akan belanja sama kamu" Kata wanita tua itu, sambil menghentak kan kakinya lalu pergi berlalu meninggalkan ibu-ibu yang masih asik berghibah ria di pagi hari.
"Dasar aneh" gerutu tukang sayur.
Meskipun mereka berbicara tidak terlalu keras, tetapi Dara masih mampu mendengar semua perkataan mereka semua. Sebab pendengaran Dara masih berpungsi dengan baik.
Dara masih berdiri di depan rumah, bahkan sampai lupa bahwa kendaraan yang di pesannya sudah menunggu sejak tadi. Itu semua akibat Dara tidak sengaja mendengar semua perkataan ibu-ibu komplek yang doyan ghibah m
Pas Dara mau melangkah untuk segera masuk ke dalam kendaraan yang di pesan nya ada yang memanggilnya.
"Neng Dara, ini benar kamu? " tanya Bu Maryam sambil mendekat ke arah Dara.
"Iya Bu ini Dara! " jawab Dara sambil tersenyum ke arah Bu Maryam.
Bu Maryam ini salah satu teman ibunya Dara waktu beliau masih ada.
"Kumaha kabar na Neng, lila pisan mani teu aya kabar? " tanya Bu Maryam terhadap Dara.
"Alhamdulillah baik Bu, ibu sendiri bagai mana kabarnya? "
"Sae Neng, cuma si abah yang sering sakit-sakitan" jawab Bu Maryam.
"Ibu mau ke mana ini? " tanya Dara.
"Belanja sayur, dulu" jawab Bu Maryam.
"Aku permisi dulu ya Bu, sudah di tunggu! " Kata Dara sambil menunjuk ke arah kendaraan yang terparkir menunggu nya.
"Hati-hati ya neng!" Kata Bu Maryam.
"Terimakasih Bu" ucap Dara sambil berpamitan terhadap Bu Maryam.
Dara pun melangkah perlahan untuk segera pergi ke kantor.
Setelah Dara pergi, Bu Maryam pun melanjutkan niatnya untuk berbelanja sayur.
kenapa ngga bertindak dr dulu,terlalu drama loe🤧
loe diemin kayak gitu juga ngerusak mental anak loe,ngeliat mak dipukuli bpknya terus2an.
udah sih rezeki mah ada aja takut banget sih,trus y'Allah sumpah mak sampe istighfar ae dr bab 1😏