NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yayuk Handayani

Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...

Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.

Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.

Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.

Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.

Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Tahun Telah Berlalu

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Ini sudah terasa begitu sangat lama, pernah timbul dalam benaknya keinginan untuk berhenti saja mencarinya, namun rasa bersalah dan ketidakpastian yang sulit dirinya mengerti masih terus menggerogoti hatinya.

Empat tahun telah berlalu, namun hingga detik ini masih belum adanya titik terang akan keberadaan istri yang selama ini terus dirinya cari.

Langkahnya dalam mencari sang istri sudah tak tentu arah. Merasa lelah dengan pencarian ini, itu sudah pasti, namun dirinya masih belum siap jika harus berhenti mencari keberadaan istrinya, berharap jika suatu hari nanti dirinya bisa dipertemukan dengan istrinya.

Setelah sekian lama tak pernah lagi datang ke panti asuhan di mana istrinya Maura pernah dirawat dan dibesarkan, kini Rendra melangkahkan kakinya kembali ke tempat ini.

Masih sangat teringat dalam memorinya disaat empat tahun yang lalu di mana kedua ibu asuh istrinya marah besar padanya, tapi tak mengapa, hari ini dirinya tetap memberanikan diri untuk kembali datang menemui mereka.

Semoga setelah empat tahun lamanya dirinya melakukan pencarian akan keberadaan istrinya, semoga saja ada keajaiban, semoga saja istrinya Maura sudah kembali ke panti asuhan ini.

Dari luar pagar, nampak bu Ningsih sedang menyiram tanaman bunga, karena hari ini adalah hari libur sekolah nampak anak - anak panti terlihat sedang bermain.

Rendra mendekati bu Ningsih, dan tentu apa yang di lakukannya mendapatkan perhatian dari semua anak - anak yang ada di sana.

" Maaf om, om siapa? ". Tanya salah satu bocah laki - laki dengan mendekati Rendra.

Tentu Bu Ningsih menghentikan aktivitasnya kala mendengar suara anak - anaknya yang seperti sedang berbicara dengan orang dewasa.

" Assalamualaikum bu ". Sapa Rendra setelah keduanya saling menatap.

" Waalaikumsalam ". Sahut bu Ningsih dengan rautnya yang nampak datar.

Awalnya bu Ningsih memang merasa sangat terkejut karena kedatangan Rendra, namun sesaat setelah itu wanita yang sudah cukup berumur itupun menghilangkan rasa keterkejutan nya.

Rendra menyalami punggung tangan ibu mertuanya itu, dan bu Ningsih sendiri sama sekali tak menolaknya. Sikap bu Ningsih ini tak sama seperti empat tahun yang lalu, ia terlihat lebih menerima Rendra meski sebenarnya masih terlihat acuh.

" Bu, apa Rendra boleh masuk?, ada yang ingin Rendra bicarakan ". Inilah yang diinginkan Rendra, berusaha mendapatkan kesempatan agar bisa berbicara dengan ibu asuh istrinya.

" Baiklah, ayo masuk ". Hanya kalimat itu yang bu Ningsih ucapkan.

Jujur hati Rendra cukup merasa lega dan bersyukur, ternyata setelah apa yang diperbuatnya keluarga istrinya masih bisa menerimanya dengan baik.

*****

Secangkir kopi yang telah disiapkan di atas meja masih belum Rendra sentuh. Semenjak dirinya duduk di sofa ini, Rendra tak henti - hentinya melihat dan menelisik ke setiap dinding dan sudut ruangan yang ada di rumah ini. Berharap siapa tahu ada sosok istrinya Maura yang mungkin berseliweran di ruangan ini.

" Kenapa kamu hanya diam saja?, jika tidak ada yang ingin dibicarakan lebih baik pulang saja, kami di sini masih punya banyak urusan ". Ujar bu Maria sarkas setelah cukup lama diam.

" Bu, apa istriku Maura ada di sini? ". Sahut Rendra pada akhirnya.

" Kamu masih bertanya apakah Maura ada di sini nak?, kalau Maura memang benar ada di rumah ini, kami tidak mungkin mempersilahkan kamu untuk masuk ". Sahut bu Ningsih.

Seketika itu tubuh Rendra seolah terhempas dan jatuh lemas. Apa yang didengarnya tak sesuai seperti apa yang diharapkan nya. Ternyata istrinya Maura tidak kembali ke rumah ini.

" Sudahlah nak Rendra, lupakan saja putri kami, sepertinya Maura sudah tak akan lagi kembali datang ke panti ini, alasannya sudah sangat jelas, Maura sudah tidak mau bertemu denganmu lagi nak ". Lagi, bu Ningsih mempertegas ucapannya.

Tentu apa yang diucapkan oleh bu Ningsih bagaikan sebuah pukulan yang sangat keras bagi Rendra.

Sebagai seorang suami yang masih begitu sangat mencintai istrinya tentu tak ingin melupakan apalagi sampai kehilangannya.

" Jadi ibu mohon padamu nak Rendra, lupakan saja putri kami Maura, jangan pernah lagi kamu mencarinya karena itu semua akan percuma ".

" Lupakan Maura kami, jalan hidupmu masih panjang, masih banyak wanita di luaran sana yang mau denganmu ".

Meski masih begitu sangat kecewa akan sikap Rendra, namun baik bu Ningsih maupun bu Maria bukannya tak tahu jika Rendra masih begitu mencintai Maura.

" Bu, Rendra sangat tahu jika kesalahan Rendra memang tak bisa untuk di maafkan, tapi Rendra mohon, jika nanti istri Rendra sudah kembali, beri tahu Rendra ".

" Rendra masih sangat mencintai Maura, apapun yang terjadi nanti, Rendra akan tetap mempertahankan istri Rendra ".

Ternyata Rendra masih tetap pada pendiriannya, iya itu sudah pasti, jika memang sudah tak mencintai Maura lagi tak mungkin dirinya sampai mencari istrinya itu selama empat tahun lamanya bahkan hingga detik ini.

Baik bu Ningsih maupun bu Maria tak menyahuti kalimat Rendra yang ini. Hati mereka sudah terlanjur sangat kecewa, dan mereka tak ingin jika Maura sampai bersatu kembali dengan Rendra jika memang suatu hari nanti Maura benar telah datang kembali.

*****

Gelak tawa dan celotehan - celotehan bocah kecil nampak begitu menghiasi area taman. Mereka bermain dengan begitu gembira ria menikmati suasana sore yang begitu sangat sejuk dan menyenangkan ini.

Mereka saling berlarian ke sana ke mari dengan memegangi kertas krep yang mereka miliki.

" Hahahaha... ayo kejal telus kejal aku ". Seru tawa salah seorang bocah laki - laki yang terus berlarian dengan mengibarkan kertas krep nya.

Semua teman - temannya berusaha mengejarnya, mereka berlomba-lomba saling berlarian dengan mengibarkan kertas krep nya masing-masing.

Mungkin dari mereka semua hanya ada satu orang bocah laki - laki saja yang larinya cukup tertinggal, mungkin karena bocah itu yang paling kecil dan paling muda diantara bocah - bocah yang lainnya.

" Ayo Juniol lali yang kencang kejal aku ". Seru bocah laki - laki yang mengibarkan kertas krep nya itu pada seorang bocah kecil yang bernama Junior.

Junior si bocah kecil yang masih berusia tiga tahun lebih beberapa bulan itu terus berusaha mengejar teman - temannya yang memang sudah cukup jauh ada di depannya.

Bocah - bocah itu terus berlarian bahkan hingga melewati tanaman bunga - bunga indah di sana. Seolah lupa dengan orang tua mereka yang ikut mendampingi, mereka tetap asik dengan dunia mereka sendiri.

" Aduh sudah - sudah aku lelah, belhenti dulu ya aku lelah sekali, lupanya kalian lalinya kencang juga ya, apalagi si Juniol sudah ada pelubahan ". Seru bocah itu.

Dan benar saja, sosok Junior yang dibicarakan oleh mereka pun baru sampai dan ikut berkumpul dengan mereka.

" Teunapa belhenti?, tan macih acik ". Seru si mungil Junior karena tak biasanya teman - temannya ini berhenti lebih cepat.

" Iya ini, aku sudah lelah Juniol, aku mau istilahat saja ". Sahut bocah itu.

" Iya aku juga ". Sahut yang lainnya dengan begitu kompak.

" Telus tita mau belhenti main, apa macih mau landut? ". Tanya Junior.

Sebenarnya Junior masih ingin lanjut bermain tapi sayangnya semua teman - temannya sudah ingin berhenti.

" Iya, kita belhenti belmain Juniol kita lelah ". Sahut mereka.

Semua bocah itu menghampiri orang tua mereka, kecuali si kecil Junior yang memang hanya ingin duduk saja di atas rerumputan yang hijau ini.

Junior menatap ke arah bundanya yang duduk di kursi kayu panjang yang ternyata juga sedang menatapnya.

" Daaah... bunda ". Dengan senyuman menggemaskan nya si kecil Junior melambaikan tangannya pada sang bunda.

Tentunya bundanya itu tersenyum melihat senyuman putranya, memang tak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihat senyuman buah hatinya.

Si kecil Junior kembali memperhatikan teman - temannya, dalam pandangannya betapa beruntungnya teman - temannya itu bisa mendapatkan perhatian dari ayah - ayah mereka, sementara dirinya satu kalipun tak pernah merasakan kehangatan akan perhatian dari seorang ayah.

Sebenarnya kemana ayahnya, mengapa ayahnya tak pernah kembali pulang, apakah ayahnya itu tak merasakan jika dirinya begitu sangat merindukannya.

Menyadari salah satu teman mereka Junior hanya duduk sendirian, bocah kecil yang baru saja meminum air yang diberikan oleh ayahnya itu kembali ingin mendekatinya.

" Sebental ya ayah, Azka mau temani Juniol, kasihan dia sendilian ". Serunya pada ayahnya.

" Iya ke sanalah nak temani Junior ". Sahut sang ayah.

Ya, bocah laki - laki yang sempat berlarian dengan dikejar oleh semua teman - temannya itu adalah Azka, seorang bocah laki - laki yang masih berumur lima tahun yang memiliki sikap yang sangat baik pada semua teman - temannya.

" Juniol, kenapa hanya diam, memangnya kamu tidak haus?, ini minumlah ". Seru Azka dengan menyodorkan sebotol air putih miliknya.

" Maacih Atta, tapi atu dak hauc ". Sahut Junior yang menolak secara halus niat baik temannya.

Ya, si kecil Junior memang masih belum mampu menempatkan kosa kata dengan benar. Lidahnya yang masih cadel itulah penyebab Junior masih belum bisa menggunakan bahasa dengan benar, tapi untungnya meski bahasanya terdengar masih begitu cadel dan aut - autan ternyata semua teman - temannya masih bisa mengerti akan bahasanya.

" Hey... bagaimana, apa kita masih mau lanjut lagi mainnya? ". Seru teman - temannya yang lain yang kembali ikut bergabung.

" Tidak dulu lah, kita istilahat di sini dulu, kita duduk santai, tadi kan sudah lali - lali ". Sahut Azka.

Iya, nampaknya Azka masih merasa lelah, sehingga dirinya lebih memilih untuk duduk. Azka yang anaknya memang sangat baik itu tentu sangat disenangi oleh temannya, maka bukan hal yang baru jika semua teman - temannya lebih suka mengikuti dengan apa yang ingin Azka lakukan selama itu masih baik.

" Juniol, hali ini kamu datang dengan bundamu lagi, tidak dengan ayahmu, kemana sih ayahmu Juniol, kok aku tidak pelnah lihat? ". Tanya temannya yang bernama Dian.

Dan benar saja, Junior langsung menunduk lesu kala temannya menanyakan pertanyaan ini lagi.

" Iya Juniol, apa ayahmu tidak ada waktu untuk mengantalmu belmain di taman ini?, selalu saja bundamu yang mengantal ". Timpal Arie.

" Iya, tata bunda ayah tu telda cali uan yan banak, dadi ayah dak bica antal atu main ". Sahut Junior.

Ya, selalu saja kalimat itu yang si kecil Junior berikan kala temannya menanyakan tentang ayahnya.

Junior sendiri sebenarnya juga tak tahu apakah yang dikatakan nya ini adalah hal yang benar, karena dari apa yang disampaikan oleh bundanya Maura, mengapa ayahnya tak pernah kembali pulang karena ayahnya sedang bekerja untuk mencari dan mendapatkan banyak uang, iya, itulah penjelasan dari bundanya.

Dalam hatinya Junior hanya bisa berharap dan berharap semoga saja ayahnya bisa segera kembali pulang dan bisa bermain dengannya, tapi entah kapan itu akan terjadi.

Bersambung..........

🙏🙏🙏🙏🙏

❤❤❤❤❤

1
sasatar77 tarsa
sebenarnya siapa yg udah fitnah Maura
Yayuk Handayani: Terima kasih sudah mampir kak.
total 1 replies
ayu cantik
suka
Yayuk Handayani: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Sri Darmayanti
cek dong fotonya .. A U
Enung Samsiah
good tandatangani aja dan pergi yg jauuuh,,,, tinggalkn lelaki bodoh itu
Enung Samsiah
pemain ulung Casanova bilng ngkk suci lagi,,, sungguh terlalu,,,
Enung Samsiah
satu kata tuk si Rendra,, bodohhhh,,,
Safa Almira
banget bagus
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 1 replies
Nadia
bulet ini yg bikin cretia
Nadia
itu Maura gak kerja kah?
Nadia
ini yg bikin cerita oleng 😁🤭
Nadia
ada toh cerai bisa dibikin candaan, ituselepas itu ancaman atau tidak namanya udah cerai ya cerai
Mira Nio
Mudah kepancing ssma mulut berbisa si lakor
Kristin Tangkil
akhirnya
Kristin Tangkil
the best alurnya
Kristin Tangkil
nangis aku bacanya... thor kamu berhasil buat aku menangis
Kristin Tangkil
Rendra rendra dasar...kasian maura
Kristin Tangkil
rendra ini Casanova tapi bego.. apa gk punya anak buah yg buat nyelidiki.. main percaya aja
LA ODE YASIR
tolol banget Maura hedeeh
NaNa
Luar biasa
mama Titis
sukaaa...happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!