NovelToon NovelToon
Romansa Dokter Ganteng Dan Pelayan Cafe

Romansa Dokter Ganteng Dan Pelayan Cafe

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Cintamanis / Dokter / Tamat
Popularitas:641.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isti Shaburu

Niat hati hanya membantu Veronica sang pelayan Cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri, Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta pada Veronica.

Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka akan menikah secara resmi? nantikan kisah gaje mereka yang segaje-gajenya😁

Follow👇

IG: istikomah50651
Fb: ISTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 25

Agam yang mendengar ucapan Nadira seketika iyu pula langsung menghentikan langkah kakinya, ia menoleh geram pada wanita yang selalu mengganggunya itu.

"Tau dari mana kamu tentang identitasku yang sebenarnya?" tanya Agam geram pada wanita yang tersenyum penuh kemenangan itu.

"Tak sulit bagiku untuk mencari tahunya Dokter ganteng," jawab Nadira meraih tangan Agam yang langsung di tepis olehnya.

"Menjauh dariku perempuan tak tahu malu," sarkas Agam yang semakin geram.

Beberapa orang melihat adegan mereka berdua, ada yang berfikir negatif pada Agam pasalnya baru tadi pagi mereka melihat Agam menggandeng tangan Veronica tapi kini ia sudah bergandengan dengan sang model cantik dan seksi tersebut.

Agam yang menyadari pandangan sekelilingnya langsung pergi menuju parkiran mobil menuju mobilnya.

"Turun kau dari mobilku," teriak Agam saat Nadira sudah duduk di kursi samping Agam.

"Ayolah Dokter, di dalam sini gak ada orang dan kau tak perlu lagi jual mahal padaku," ucap Nadira menyandarkan tubuhnya pada Agam, buah kenyal milik Nadira menyembul tanpa sengaja Agam melihatnya membuatnya sedikit susah menelan salivanya.

"Keluar sendiri atau ku seret kau keluar," perintah Agam dengan suara dingin, ia mencoba mengatur perasaannya, yang ia butuhkan saat ini adalah Veronica.

Melihat Nadira kekeh dan tak mau keluar dari dalam mobilnya Agam memutuskan untuk keluar dan memutar setenga badan mobilnya.

Ia membuka sisi pintu mobil yang di duduki Nadira dan menariknya keluar, Agam menghempaskan Nadira begitu saja sampai Nadira tersungkur ke lantai.

"Aau...." Nadira mengaduh karena tersungkur tapi Agam tak memperdulikannya, ia langsung memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil kemudian melajukannya keluar dari parkiran rumah sakit meninggalkan Nadira yang masih duduk di lantai.

"Awas saja kau Dokter, kau pasti bakal jadi milikku, lihat saja nanti," cebik Nadira bangun dari lantai, ia pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju tempat pemotretannya karena Hari sudah menelfonnya dari tadi.

Agam melajukan mobilnya menuju Cafe tempat Veronica bekerja, tak lama mobil sudah berhenti di tempat biasa ia menunggu dan menjemput sang istri.

"Keluar sekarang aku ada di tempat biasa," perintah Agam berbicara melalui ponselnya dan langsung mematikannya sebelum mendapat jawaban sari seseorang di sebrang sana.

Tak berapa lama Veronica masuk ke dalam mobil Agam dan Agam langsung menarik tangkuk sang istri lalu melummaat bibir mungil tersebut.

Mendapat serangan mendadak seperti itu Veronica terkejut, ia membulatkan matanya dan berpikir apa yang membuatnya menjadi seperti ini.

Tangan Agam menyusuri kancing seragam yang dikenakan sang istri dan membukanya satu persatu, tangan Veronica menghentikan tangan Agam yang sedang membuka kancing seragamnya tapi di pegang oleh Agam.

"Jangan menolak oke," ucap Agam dengan suara beratnya.

"Tapi ini di mobil Gam, di pinggir jalan pula," protes Veronica.

"Kita ke hotel bentar oke, kabari temanmu kalau kamu dapet pesan dari Dokter rawat Ibumu," perintah Agam dan Veronica pun menuruti permintaan Agam karena ia melihat Agam yang tak biasa.

Sampainya di hotel ia menggandeng Veronica menuju kamar president suit setelah melakukan cek in, Veronica yang masih bingung dengan sikap Agam hanya mengikutinya saja.

Di dalam kamar Agam langsung melummaat bibir Veronica setelah mengunci pintu kamarnya, ia menggiring Veronica menuju tempat tidur tanpa melepas pagutan bibirnya.

Agam melepas seluruh pakaian yang di kenakan oleh Veronica dan dirinya, siang itu Agam melepas hasrat yang membara karena melihat buah kenyal yang menempel di lengannya sewaktu di dalam mobil tadi.

"Gam, kamu oke?" tanya Veronica saat mereka sudah selesai melakukan penyatuannya.

"Aku hanya hampir lepas kendali pada seseorang yang selalu menggodaku Ay," jawab Agam memeluk Veronica erat.

"Karena itu kau mendatangiku?" tanyanya kembali.

"Hm, aku langsung menghempaskannya dan berlalu menemuimu Ay," jawabnya.

"Apa kau tak suka aku datang padamu?" tanya Agam balik.

"Gak, cuma saja ini kan jam kerja Gam, aku gak mungkin selalu seperti ini, aku gak enak pada yang lainnya Gam," jelas Veronica.

"Aku bilang keluar dari kerjaanmu Ay, aku mohon," mohon Agam.

"Apa kau ingin aku berbagi dengannya karena aku tak bisa mendatangimu yang sedang kerja?" tanya Agam kembali.

"Bukan seperti itu Gam, tapi...." Veronica tak melanjutkan ucapannya.

"Tapi apa, aku butuh kamu saat seperti ini," ucap Agam.

"Baik lah, aku akan coba mengontrolnya lain kali, maaf udah ganggu kamu lagi kerja," lanjut Agam merasa bersalah karena ia sadar sudah berbuat egois.

Setelah mereka beristirahat cukup lama Agam mengantar kembali Veronica menuju Cafe tempat kerjanya.

"Aku masuk yah Gam, kau kembalilah ke rumah sakit," ucap Veronica.

"Yah, malam nanti ku jemput,"

Veronica keluar saat Agam selesai mengecup pucuk kepalanya, ia melajukan mobilnya setelah Veronica masuk ke dalam Cafe.

Beberapa hari berlalu saat pagi hari Veronica dan Agam sudah siap akan berangkat menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit seperti biasa mereka akan merawat Nilawati terlebih dahulu baru melanjutkan aktivitas mereka.

Ttiiiiiiiiiiiiitt.......

Tiba-tiba suara dari monitor berdengung membuat Veronica panik, Agam langsung memencet tombol untuk memanggil petugas rawat agar segera datang.

Tak berapa lama dokter Iwan datang dengan beberapa perawat lainnya, ia langsung memeriksa denyut nadi Nilawati dan menggelengkan kepalanya pada Agam dan Veronica.

Tangis Veronica pecah saat dokter Iwan menggelengkan kepalanya memberi kode bahwa sang ibu telah berpulang.

"Gam, Ibu Gam Ibu, huhuhu," tubuh Veronica tumbang dalam pelukan Agam, Agam dengan sigap mengangkat tubuh sang istri dan membaringkannya di sofa.

"Saya akan mengurus segalanya Dokter Agam," ucap dokter Iwan menundukkan kepalanya memberi hormat dan berlalu.

"Ay, bangun Ay," ucap Agam masih memberinya minyak angin di depan hidung sang istri.

Tqk berapa lama Veronica mulai siuman, ia bangun dan duduk di samping Agam menangis di pelukannya.

"Sabar Ay, Ibu sudah tenang beliau sudah gak merasakan sakit lagi Ay," ucap Agam menenangkan sang istri.

"Tapi aku rindu sama Ibu Gam, kenapa dia harus pergi lebih dulu sebelum melihat aku bahagia, apa Ibu tak ingin melihatku bahagia Gam, apa Ibu tak ingin melihatku memiliki anak, kenapa Ibu memilih menyusul Ayah dari pada menemaniku di sini Gam, huhuhu." Veronica memukul pelan dada bidang Agam dan Agam hanya membiarkannya, ia paham kalau saat ini Veronica sedang berduka.

"Ibu pasti ingin melihat kita bahagia Ay, tapi apa kamu gak kasihan melihat Ibu harus merasakan sakit terus menerus dengan jarum yang menusuk di tubuhnya dan alat untuk menopang hidupnya," ucap Agam memberi penjelasan agar sang istri mengerti dan tenang.

"Aku kasihan Gam, aku ingin Ibu cepet sembuh tapi kenapa Ibu malah memilih bertemu Ayah Gam,"

"Mungkin Ibu merindukan Ayah Ay,"

"Aku juga merindukan Ibu Gam, aku sangat merindukan Ibu, apa kamu gak paham Gam,"

"Aku paham Ay, mungkin Ibu lebih memilih bertemu dengan Ayah kerena beliau melihat kamu sudah memiliki aku yang menjagamu Ay, tenang lah Ay, kasihan Ibu hm,"

Veronica akhirnya tenang dalam pelukan Agam walau air matanya terus mengalir, tak lama Sandra datang bersama dengan Melinda yang tak lain adalah mamahnya Agam dan Sandra.

"Dek, gimana keadaan Ve?" tanya Sandra saat baru memasuki kamar rawat Nilawati.

"Sabar sayang yah, Ibu mu sudah tenang di sisinya," ucap Melinda langsung duduk di samping Veronica dan langsung meraih tubuh Veronica dan memeluknya.

Veronica hanya diam dan pasrah tak bertanya siapa beliau yang memeluknya, ia hanya merasakan kehangatan seorang ibu pada wanita yang memeluknya.

*****

Selamat membaca kakak semua jangan lupa likenya yah🙏😊

sambil nunggu othor update lagi mampir yuk ke karya temen othor di jamin pasti seru.

Blurb...

Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.

Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?

salam hangat dariku untuk kalian semua dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan🙏😊🤗🥰

1
erviana erastus
sama suami masih panggil nm
erviana erastus
arumi ma kevin apa kabar
erviana erastus
nikahx barengan sama agam lah 😂 hemat biaya
erviana erastus
perasaan disuruh panggil syang kok agam 😂😂😂😂
erviana erastus
pasangan yang serasi semoga mereka berjodoh
erviana erastus
agam 11 12 sama risa ganas 🤣
Esti Sugiyani
gumuuuusssa
elis farisna
Luar biasa
Ryani
aduhh sayang banget ituh Si Agam .. tak perjaka lagi dong kalo nanti sama si Vetonica
Ipeh Saripeh
Luar biasa
Tania Tantri
betul😂
Asiyah
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
lagi tegang tegangnya takut ve hilang ingatan,eh malah di bikin ngakak😂😂😂😂
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasian agam dia menderita ve belum juga sadar
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya makin kesini makin bagus thor
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
cerita Sandra lebih bagus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
pasti dia nyamar jdi supir taxi karna mencari jodoh yang ga mandang harta
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
jodohnya sandra udah nongol
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
kasih pasangan buat kakaknya agam thor,kasian jadi jones terus
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!