Menceritakan soal pemuda bernama Lucien yang dulu dikenal sebagai Ash van Astoria, pangeran keempat yang dibuang karena dianggap gagal. Tidak punya sihir, dihina keluarganya sendiri, lalu dijatuhkan ke jurang demi menjaga "harga diri" kerajaan.
Tapi bukannya mati, ia justru dipilih oleh konstelasi kuno, Ophiuchus.
Sejak saat itu, hidupnya berubah.
Lucien mendapatkan kekuatan langka, kemampuan untuk memanggil dan mewarisi kekuatan dari para rasi bintang. Namun setiap konstelasi hanya akan memberikan kekuatannya kepada orang yang mereka akui.
Ditemani Chiron dari Konstelasi Centaurus, Lucien memulai perjalanan untuk menjadi lebih kuat, menaklukkan ujian para bintang, dan membuktikan kalau "sampah" yang dibuang kerajaan… bisa bersinar paling terang.
Dan ini baru permulaan.
Karena suatu hari nanti, 88 konstelasi akan menjadi kekuatannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trial Of Crux: The Darkest Night
Setelah mendapatkan persetujuan dari Ash, Crux langsung membuka sebuah pintu kecil di hadapan Ash.
"Masuklah ke dalam, dan ujian akan langsung dimulai," ujar Crux dengan penuh semangat.
Ash maju selangkah, tangannya meraih gagang pintu itu. Ia terdiam sejenak, lalu kembali menoleh ke arah Chiron.
"Anda pasti bisa!" kata Chiron memberi semangat.
Ash mengangguk, terlihat sudut bibirnya terangkat sedikit. Pandangannya kembali mengarah ke arah pintu. Dengan gerakan pelan ia memutar gagang pintu.
Klek!
Pintu itu terbuka. Ash dengan pelan mendorongnya, lalu tiba-tiba sebuah angin kencang menghisapnya masuk ke dalam.
"Apa yang—" Ash terkejut karena tarikan itu dan dalam sekejap kesadarannya hilang.
.
.
.
Detik berikutnya Ash terbangun di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh kegelapan. Ia tidak bisa melihat warna lain selain warna hitam. Lantai yang ia pijak terasa seperti tidak ada.
"I- ini... Di mana?" gumamnya.
Saat itu suara Crux bergema, "Saat semua cahaya hilang... Apa yang membuatmu terus melangkah?"
Setelah mendengar suara itu, Ash bangun berdiri. Ia melihat ke segala arah, namun tidak ada apapun di sana. Ia mulai bingung, bahkan ia mulai merasa ragu untuk melangkah.
Dilanda oleh rasa ragu itu, Ash masih mencoba untuk melangkahkan kakinya. Ia berjalan tanpa arah dan tujuan. Setelah beberapa menit, ia mulai merasa putus asa dan ingin menyerah.
"Tempat apa ini...?" gumamnya. "Apa aku menyerah saja...?
Setelah ia mengatakan itu sebuah bayangan terlintas, senyum dari sosok wanita yang ia sayangi—ibunya dan Chiron yang percaya pada dirinya.
Plak!
Ash menampar kedua pipinya dengan keras.
"Kenapa kau ragu!" serunya pada dirinya sendiri. "Bukannya kau sendiri yang bilang ingin jadi lebih kuat dan membalas mereka!?"
Ash menghela nafas panjang, ia mengatur nafasnya. Kali ini matanya berkilat, ia mulai melangkah maju.
Satu langkah...
Dua langkah...
Tiga langkah...
Ia mulai mempercepat langkahnya, Ash kali ini sudah tidak ragu lagi. Ia berlari, meskipun tidak tahu ke arah mana yang harus itu tuju. Namun, satu hal yang pasti, sekarang dia tidak memiliki keraguan dalam langkahnya.
Tak lama setelah itu, sebuah titik cahaya muncul di kejauhan. Ash yang melihat hal itu mempercepat langkahnya dan akhirnya berhasil meraihnya. Cahaya itu mulai membesar, menelan semua kegelapan yang ada di sekitarnya.
Ash menutup matanya, karena silau.
Konstelasi Crux tidak memilih mereka yang kuat, tetapi memilih mereka yang tetap membawa harapan... bahkan ketika tidak ada alasan untuk berharap.
"Selamat Anda lulus!" seru Crux.
Saat membuka matanya, Ash telah kembali di dasar jurang yang dingin.
"Saya sudah menduganya," angguk Chiron yang berada di samping Ash.
"Aku... Lulus...?" ucap Ash ragu, ia menatap Chiron lalu mendongak melihat ke arah langit malam. Tepatnya ke arah rasi bintang Crux yang bersinar.
"Ya, Anda berhasil melewati ujiannya dengan baik," balas Crux merasa bangga dengan pencapaian Ash. "Anda berhasil mengatasi rasa ragu, keputusaan, dan tidak menyerah karena dilanda oleh kondisi yang tidak mendukung."
Ash masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Crux. Saat di ruangan gelap itu, Ash benar-benar sudah putus asa karena merasa ia tidak akan bisa keluar dari sana. Ia tidak tahu arah yang harus ia pilih, tidak ada suara lain di sana, yang ada hanya kehampaan yang mencekam.
"Haha..." ia tertawa pelan, seakan masih tidak percaya kalau dirinya lulus ujian. "Aku benar-benar berhasil yah...?" ia mengangkat tangannya dan menutup matanya.
"Kalau begitu, tolong terima kekuatan saya, wahai orang yang dipilih oleh para bintang, pahlawan masa kini," ujar Crux.
Saat itu Ash baru ingat, bahwa ia akan menerima kekuatan dari konstelasi ketika berhasil melewati ujiannya.
Ia melihat ke langit malam, konstelasi Crux bersinar terang mengalahkan semua bintang yang ada di sekitarnya.
"Konstelasi Crux telah mengakui Anda, Blessing of Crux telah diperoleh!" suara dunia kembali terdengar bergema di dalam kepala Ash.
Panel status langsung muncul di hadapannya.
Nama: Ash van Astoria
Umur: 15 tahun
Julukan: Orang Yang Bereinkarnasi, Pewaris Kekuatan Para Bintang, Pahlawan Masa Kini, Pangeran Sampah
Atribut Sihir: -
Skill: Teknik Pedang (Tingkat Dasar)
Blessing of Star:
★ Konstelasi Centaurus
Skill:
Mentor's Insight
Memungkinkan pengguna melihat potensi yang dapat dicapai serta mempercepat proses memahami, mempelajari, dan menguasai berbagai skill maupun teknik baru.
★ Konstelasi Crux
Skill:
Crosslight
Empat cahaya Crux membentuk penghalang pelindung.
Guiding South
Memanggil cahaya Delta Crucis untuk menunjukkan arah, menemukan tujuan, dan membimbing pengguna melewati jalan yang tidak diketahui.
Five Sacred Stars
Kelima bintang Crux menciptakan wilayah suci yang mampu menahan serangan musuh, memperkuat pertahanan sekutu, dan melemahkan kekuatan lawan di dalam area tersebut serta mendapatkan arahan untuk menyerang ataupun bertahan.
Ultimate Skill: Crux Dawn Beyond Darkness
Langit diselimuti kegelapan sebelum konstelasi Crux bersinar terang. Seluruh sekutu dalam jangkauan akan memperoleh penyembuhan luka ringan serta terbebas dari racun dan kutukan ringan, sementara musuh yang dipenuhi niat jahat akan mengalami pelemahan kekuatan.
.
.
.
Ash yang melihat panel statusnya berubah terkejut bukan main. Bukan hanya satu, ia mendapatkan tiga skill dan satu ultimate Skill.
"Apa... Ini bukan mimpi...?" gumamnya tak percaya.
"Tentu saja ini nyata, Tuan," balas Chiron sambil menepuk pundak Ash. "Anda telah berhasil mendapatkan satu pengakuan dari konstelasi yang ada," lanjutnya.
Ash berteriak penuh rasa gembira dan lega. Sekarang ia benar-benar percaya dengan apa yang dikatakan oleh Chiron sepenuhnya. Kali ini ia akan benar-benar serius dalam menjalani hidupnya.
Demi mendapatkan pengakuan dari para konstelasi ia akan menjadi lebih kuat, lalu untuk dunia dan orang-orang yang membuangnya ia ingin membalas. Namun, niat itu ia urungkan saat ini. Karena musuh yang lebih berbahaya akan segera bangkit, dan ia tahu kalau dunia memerlukan kekuatannya.
Kekuatan dari orang yang mewarisi kekuatan para bintang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Konstelasi Crux...
Crux merupakan rasi bintang terkecil di antara 88 rasi bintang yang lain. Terlepas dari ukurannya, Crux adalah salah satu rasi bintang paling terkenal di langit selatan karena telah dijadikan acuan penunjuk arah sejak jaman dulu.
Crux cukup mudah dikenali karena hanya terdiri dari lima bintang terang, yaitu Acrux, Mimosa, Gacrux, Delta Crucis, dan Zeta Crucis. Kelima bintang tersebut membentuk seperti salib.
Orang Yunani Kuno menganggap Crux sebagai bagian dari rasi bintang Centaurus. Oleh sebab itu, Crux tidak dipengaruhi oleh mitologi Yunani. Barulah pada tahun 1679, Crux dinyatakan sebagai rasi bintang independen, setelah seorang astronomis asal Prancis bernama Augustin Royer menemukan fakta bahwa Crux bukan bagian dari rasi bintang Centaurus.