Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Salsa. Gadis berambut sebahu tersebut berjalan menaiki satu persatu anak tangga menuju rooftop rumah sakit, menikmati semilir angin di atas sana. Hingga seorang cowok menghampiri Salsa lalu berdiri di samping gadis tersebut.
"Gelap, sepertinya akan turun hujan," ujar cowok tersebut, mendonggakkan kepalanya menatap lagit malam yang terlihat sangat gelap tanpa bintang yang menemaninya, seperti yang di lakukan Salsa saat ini.
"Iya," jawab Salsa sembari melirik cowok tinggi di sampingnya.
"Rio, Taruna Bakti." Cowok itu mengulurkan tangannya.
"Salsa, Angkasa." Salsa meraih uluran tangan Rio, kemudian kembali menatap lurus kedepan, memperhatikan gedung-gedung tinggi pencakar langit.
"Angkasa? kenal Azka dong?" Rio kembali berusaha untuk menarik perhatian Salsa. pertama melihat gadis berambut sabahu tersebut di lobi Rio langsung tertarik.
Salsa memang mempunyai daya tarik tersendiri dalam dirinya, selain mudah bergaul ia juga ramah pada orang lain.
"Tentu saja." Siapa yang tidak mengenal Azka, pentolan SMA Angkasa, ketua Avegas yang selalu membuat masalah, dan kini sedang mengusik hidupnya, tanpa ia tahu apa tujuan cowok tersebut.
"Jangan-jangan lo pacarnya lagi," canda Rio berusaha menyembunyikan keterkejutannya. ternyata gadis yang berhasil menarik perhatiannya, satu sekolah dengan musuh bubuyutannya.
"Ya kali." Tawa Salsa.
"Syukurlah," gumam Rio.
"Huh?" Salsa menaikkan alisnya.
Rio tersenyum menanggapi kebingungan Salsa. "Gue lega lo bukan pacarnya, nggak rela aja kalau cewek secantik lo pacaran sama cowok modelan Akza yang suka cari masalah di jalan."
Diam, itulah yang di lakukan Salsa, sedikit risih dengan perkataan terakhir Rio yang terkesan menjelek-jelekan Azka di depannya.
Tak ingin berlama-lama dengan Rio, Salsa pamit undur diri, lagi pula cuaca semakin dingin. Kini Salsa berdiri di depan rumah sakit, untung saja ia sudah pergi dari Rooftop saat hujan turun.
Mobil sport merah berhenti tak jauh dari nya, kemudian seorang cowok turun lalu berjalan menghampirinya.
"Ngapain kerumah sakit?" Kalimat pertama yang keluar dari mulut Azka setelah berdiri di samping Salsa yang masih terdiam.
"Cek kesehatan."
"Lo sakit?"
"Nggak," kilah Salsa tak ingin seseorang tahu penyakitnya dan malah menatapnya iba, peduli padanya karena kasihan dengan kondisinya.
"Lo juga ngapain di sini?" selidik Salsa.
"Jemput lo." Santai Azka melepas jaket hitam kebanggaan Avegas dari tubuhnya.
Menjemputnya? tapi kenapa? ia hanya orang asing bagi Azka, kenapa Azka begitu peduli padanya? plis, Salsa tidak ingin terjebak dalam zona nyaman bersama Azka, apa lagi akhir-akhir ini cowok tersebut selalu hadir di setiap kegiatannya, selalu mengirimkannnya pesan, siang dan malam hanya untuk memastikannya baik-baik aja.
"Gue bisa pulang sendiri." Menghindar adalah pilihan terbaik, pikir Salsa.
"Ayo!" perintah Azka tanpa memperdulikan penolakan yang di lontarkan Salsa padanya.
Ketua Avegas tersebut berjalan di samping Salsa, menundukan sedikit kepalanya agar sejajar dengan Salsa. Berlindung pada jaket hitam kebanggan Avegas yang kini menutup kepala Salsa agar terhindar dari air hujan yang bisa saja membuat gadis berambut sebahu itu sakit.
Salsa yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa menurut hingga Azka membukakan pintu mobil untuknya. Setelah memastikan Salsa duduk nyaman di samping kemudi, barulah Azka berlari memutari mobil sport merah tersebut, lalu membuka pintu kemudi, kemudian masuk dengan rambut dan baju yang sedikit basah.
"Mau ngapain?" tanya Azka kala melihat Salsa melepas jaket kebanggaan Avegas pada tubuhnya.
"Lo lebih butuh."
"Buat lo aja, gue nggak dingin."
...****************...
Jangan lupa like, komen dan vote.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/