NovelToon NovelToon
Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:118k
Nilai: 5
Nama Author: aulia rysa

Namaku Cinta Permata Kusuma, aku anak pertama dari dua bersaudara.
Aku dilahirkan dari keluarga yang berada dan berkecukupan, tapi tidak dengan kasih sayang kedua orang tua.

23Tahun mengalami keterpurukan, akhirnya kebahagiaanku kini telah datang.
Iqbal Radit Adijaya, dia pria yang memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku dapati sejak dulu. Cintanya sangat besar hingga dia rela memberi hidupnya untukku.

Apa kebagian ini akan selamanya? atau Cinta harus kembali di kehidupan semulanya?

Semua jawabannya ada disini
"TAKDIR HIDUP CINTA".

Setiap episode terdapat kata-kata motivasi di akhir cerita. Dan jadikan itu sebagai inspirasi hidup yang lebih baik untukmu di kedepan nanti.

Selamat membaca, jangan lupa like,comment, vote dan tambahkan ke Favorite di Hpmu untuk mendapatkan up terbaru dari author.❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Mendekor

Selamat membaca!📖

Setelah pertemuan mereka di kampus, Cinta segera ke kota B. Cinta sangat bahagia bisa kembali bertemu sama adik dan teman-temannya.

Cinta tak menyangkah kedatangannya di kampus bisa mempertemukannya dengan mereka. Awalnya Cinta berencana untuk menemui mereka setelah balik dari kota B, tapi takdir berkehendak lain tanpa rencana mereka dipertemukan.

"Rencanamu sungguh indah ya Allah. Aku sangat bahagia bisa bertemu orang-orang yang aku sayangi setelah lima tahun berpisah." Batin Cinta.

"Kamu kenapa Cinta? mbak perhatiin sejak kemarin kamu terus tersenyum tidak seperti biasanya?" tatap Tiara dengan penuh kecurigaan.

"Apa begitu kelihatan yah mbak?" Cinta menatap wajahnya di camera hp nya.

"Iya bukan hanya mbak saja semuanya juga bisa." jawab Tiara.

"Jadi apa yang membuat kamu sejak kemarin terus begini?" sambung Tiara.

"Iya mbak. Saya kemarin habis bertemu adik dan teman-teman saya, mereka yang membuat saya seperti ini. Saya sangat bahagia mbak akhirnya bisa bertemu mereka setelah sekian lama berpisah." jelas Cinta bahagia.

"Mbak ikut senang akhirnya kamu bisa kembali bertemu mereka." Senyum Tiara melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Cinta.

"Mbak senang lihat kamu seperti ini, mbak berdoa agar kamu bisa begini terus selamanya." Batin Tiara.

"Iya mbak makasih." senyum Cinta.

***

Setelah kejadian kemarin yang mempertemukan Cinta dan Laura. Hari ini keluarga Kusuma dibuat bahagia mendengar kabar dari Laura bahwa Cinta masih hidup.

Mereka kaget mendengar cerita dari Laura bahwa Cinta kakaknya adalah orang penting yang kemarin datang ke acara kampus.

"Kakek gak nyangkah Cinta bisa sesukses ini. Saat kita keluarganya mengira dia telah tiada, dia disana sedang bejuang sendiri membangun bisnis dan karirnya." ucap Wahyu.

"Kamu benar Pa. Mama sendiri sebagai Neneknya belum tentu bisa seperti Cinta sukses dalam dua bidang kerjanya." kata Sari.

"Itulah kelebihan yang Cinta miliki." ucap Wahyu.

"Papa dan Mama benar. Arka yang laki-laki sangat kewalahan mengurus kantor sendiri. Bagaimana dengan Cinta yang perempuan pasti sangat kewalahan mengurus kantor selama lima tahun disana, ditambah dengan kantor cabang di berbagai negara yang dia buka." jelas Arka.

"Kamu benar. Papa kadang binggung kenapa Cinta harus bersusah payah membangun bisnisnya sedangkan dia sudah sukses dalam karirnya di entertainment?" pikir Aditya serius.

"Tidak usah dipikirkan, yang jelas dia melakukan ini dengan adanya alasan tertentu." ucap Sari.

"Aditya, Lestari. Mama harap dengan kedatangan Cinta nanti kalian bisa memberikan kasih sayang yang dulu tidak Cinta dapatkan." sambung Sari.

"Pasti Ma. Lestari dan Mas Aditya akan memberikan kasih sayang yang patut Cinta dapatkan." ucap Lestari.

"Mama tenang saja. Aditya dan Lestari akan memberikan apa saja demi Cinta meski itu nyawa kami sendiri." yakin Aditya menatap ibunya.

"Mama percaya sama kalian berdua." kata Sari menatap Aditya dan Lestari.

"Papa, Mama, apa tidak sebaiknya kita membuat pesta penyambutan Cinta dirumah ini." Saran Anita.

"Bunda benar Nek. Laura yakin dengan kejutan yang kita berikan ini akan membuat kakak senang." setuju Laura.

"Iya. Cinta selama ini tidak pernah diberi kejutan sama keluarga, jadi dengan kejutan ini pasti akan membuat dia bahagia." sambung Kenan.

"Okey kalau begitu besok kita akan mulai mempersiapkannya." kata Sari.

"Ma, bukannya lebih baik kita mempersiapkan ini dari sekarang?" tanya Elin.

"Iya Ma, persiapannya tidak akan sempurna jika dilakukan dalam satu hari saja." Sambung Aldo menatap Ibunya.

"Yah sudah kita mulai hari ini." ucap Sari.

***

Setelah berunding bersama keluarga. Laura segera menghubungi teman-temanya untuk ikut adil dalam kejutan buat Cinta begitu juga dengan Kenan dan Rafa meminta temannya.

Teman-teman Laura dan Kenan bersenang hati ikut adil memberi kejutan untuk Cinta. Terutama Dimas dan Radit mereka sangat antusias dalam hal ini. Mereka merasa orang yang sangat beruntung bisa kenal dan dekat sama Cinta. Dari ribuan orang diluar sana berlomba-lomba ingin dekat dengan Cinta mereka tidak perlu bersusah payah dalam berlomba.

"Abang..." teriak Inces diruang keluarga.

"Apaan sih Ces? gak bisa yah kalau manggil gak pakai teriak. Sakit nih telinga tiap hari dengar teriakan kamu." Radit berjalan menuju tempat Inces.

"Yah maaf." senyum Inces.

"Iya. Ada apa panggil Abang kesini?" Duduk Radit di samping Inces.

"Oiya. Abang ikut gak dalam persiapan kejutan untuk Cinta?" tatap Inces.

"Iya. Abang ikut emang kenapa? tanya balik Inces.

"Enggak. Nanya doang terus Abang kesana jam berapa?" kata Inces.

"Gak tahu. Kenapa kamu tanya? apa kamu mau nebeng?" Yakin Radit menatap Inces.

"Abang tahu saja. Boleh yah Abang" mohon Inces dengan tangan disatukan.

"Iya, iya, boleh." ucap Radit malas, percuma ditolak pasti akan tetap nebeng.

"Yah sudah sekarang kita langsung pergi, yang lain sudah ada disana." kata Inces membaca chat group mereka.

"Kamu tahu dari mana mereka sudah disana?" Radit menaikan alisnya.

"Ini." tunjuk Inces pada layar ponsel yang berisi chat group mereka.

"Oooh. Yah sudah kamu tunggu sini Abang ganti pakaian dulu." Bangun Radit meninggalkan Inces.

"Jangan lama." ucap Inces menatap kepergian Abangnya yang beda bulan.

***

Dikediaman Kusuma, semuanya sibuk mengurus bagiannya masing-masing, sesekali mereka tertawa dengan perkataan alay Dimas.

"Dimas kamu cocok jadi pelawak di stand up comedy. Apa kamu mau kita suruh Cinta rekomendasi'in kamu di stasiun tv?" ucap Bunga senyum.

"Sembarangan kamu Bunga. Begini-begini saya Direktur perusahaan." ucap Dimas.

"Perusahaan mana yang menempatkan kamu diposisi tinggi seperti itu?" tanya Bunga.

"Di perusahaan Papanya. Kamu pikir dimana lagi? gak ada yang mau terima dia seperti pelawak begini." Kaget mereka mendengar suara Radit.

Saat memasuki Pintu, Radit mendengar suara Bunga dan Dimas yang lagi berbincang. Perlahan demi perlahan Radit dan Inces berjalan mendekati mereka dengan hati-hati agar tak ketahuan.

"Kayak hantu saja tiba-tiba muncul." kaget Dimas mengelus dadanya.

"Bodoh amat." senyum remeh Radit.

"Yaelah pantas jadi Direktur itu kantor milik bokap sendiri. Yah kali anak sendiri jadi karyawan bisa turun harga dirinya." Sindir Bunga.

"Terserah kata kamu apa yang penting saya Direktur dari pada kamu? gak jelas jadi apa." balas Dimas.

"Bapak situ bilang saya gak jelas. Gak salah dengar nih saya? hello bapak Direktur yang terhormat. Begini-begini saya kerja gak ada campur tangan keluarga bukan seperti bapak." senyum Bunga penuh kemenangan.

"Saya juga bisa bekerja tanpa campur tangan keluarga." Percaya Dimas.

"Benar nih...? terus siapa sekarang yang lagi bekerja di kantor bokapnya kalau bukan gak bisa cari kerja ditempat lain." ucap Bunga yakin.

"Bukannya gak bisa, saya ini anak tunggal. Satu-satunya pewaris dari perusahaan keluarga. Gak mungkin saya bekerja ditempat lain jika saya akan ambil alih perusahaan cepat atau lambat." jelas Dimas.

"Yaelah sama saja. Saya juga anak tunggal tapi lihat saya bekerja di tempat lain." Kata Bunga tak terima penjelasan dari Dimas.

"Kita beda cerita Ibu. Situ orang tua mengerti, saya tidak." balas Dimas.

"Apa perdebatan ini bisa dipending dulu kalau tidak kapan selesei dekornya?" ucap Rafa menghentikan obrolan tak berfaedah mereka.

×

×

×

×

BERSAMBUNG...

1
Nur rahmayana
mampir thor
Nurliana Saragih
Gimana mau kasih jempol Thor,,,,?!
Katanya novel ini dah End, nyatanya masih On going!!!
Menyebalkan!!!
Kalo End ya End,kalo On going ya On going,apa susahnya sih ?!
😡😡😡
Akun ini lg hiatus
maaf br bc thor sibuk nulis diakunku yg lain
Avrillia
tu mharnya g' salah t thoor pa asal"an ngetik.....
🌹🪴eiv🪴🌹
jir..akeh e mahar e.....
🌹🪴eiv🪴🌹
kenapa sih otor bikin nangeeesss terus 🥺🥺
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss lagi 😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
nangeeesss 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🌹🪴eiv🪴🌹
hih... dasar Mak kampret 😡😡😡😡😡



eh...🤭🤭🤭🤭
🌹🪴eiv🪴🌹
pasukan baca end 🖕
Alya Yuni
Si Lestri trllu lbih msa prca hal bodoh kya mcm it
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
sumpah dimas kepo bgt
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
slmt menunggu iqbal
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
tuh mulut mnt djht y
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
pgn w cincang u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
yah gagal deh
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
anjirrr g kuat bcny
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
dsr cowok
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
bicarany santai j
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
jujur j sh bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!