SUDAH SELESAI DI REVISI!!
Dan ada perubahan alur nya. Jika tidak keberatan mohon baca ulang, tidak juga tidak apa apa si hee
Namaku Maya, Aku adalah seorang pembantu dari keluarga Rian mahesa wiratmaja. Aku terpkasa menikah dengan seseorang yang tidak menginginkan ku, setiap hari aku menjalani kehidupan dengan kesedihan serta air mata.
Ya di rumah mewah nan megah ini lah aku meratapi nasib ku. nasib yang membuat ku harus bertahan hidup demi mempertahkan nasib bayi yang aku kandung. Mas Rian dia suamiku yang sama sekali tak pernah menganggap ku ada, Aku hanya bisa berdo'a setiap hari kepada Allah. agar Allah memberikan hidayah kepada mas Rian, agar dia bisa menerimaku sebagay istrinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon orang jelek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Kediaman Rian.
Kini Rian sedang menunggu kedatangan orang suruhannya. Katanya dia berhasil menyelidiki Jafran dan calon istrinya.
"Tuan, tamu anda sudah tiba" ujar pelayan.
"Suruh saja dia masuk, "
"Baik Tuan" jawabannya dan pergi menemui tamu lalu menyuruh orang itu masuk ke ruang kerja Rian.
"Selamat malam. Tuan Rian" sapanya.
"Hmmm, bagaimana, apa kamu menemukan informasi nya? " tanya Rian yang tak sabar mendengarnya.
"Saya sudah menemukan informasinya. Tuan, ini rekaman yang saya dapatkan kemarin" katanya. Rian menautkan alisnya bingung.
Seolah tau jika Taunnya bingung dia segera menjelaskan jika di dalam rekamanan itu tersimpan semua informasi nya.
"Kamu yakin? " tanya Rian tak percaya.
"Saya sangat yakin. Tuan, karena saya mengikuti orang itu setelah info yang Tuan kirimkan ke saya, dan ini dalam map ini ada informasi tentang adiknya Tuan Jafran, yang mungkin ada kaitannya dulu dengan anda. Tuan" jelasnya.
"Baiklah, aku terima rekaman dan map ini. Sekarang kamu boleh pergi" kata Rian dan orang itu langsung membungkuk lalu pergi dari ruang kerja Rian.
"Aku jadi penasaran, apa isi dalam rekaman ini, dan ini? Apa maksudnya,orang di masa dulu?" Rian jadi semakin penasaran. "Sebaiknya aku putar saja" ucapnya tak sabar.
Jadi setelah Rian memberikan tugas kepada orang suruhannya. Orang itu langsung bergerak cepat. Tidak sulit baginya untuk mendapatkan informasi target, menurutnya sangat gampang . Dia tahu alamat kantor Jafran karena Rian sangat rinci sekali memberikan informasinya lalu saat itu mereka selalu mengikuti Jafran tanpa sepengetahuan Jafran. Mereka juga menyelidiki Maya lewat asisten Jafran dengan berpura pura jadi tukang sampah di kompleksnya dan mulai bertanya tentang Maya dan informasi lainnya.
Dari dalam rekaman tersebutlah Rian mengetahui jika orang yang di sebut sebut sebagai calon istri oleh Jafran adalah Maya bukan Dewi. Dan juga dia sangat terkejut ketika membaca map yang berisi tentang kematian adiknya Jafran.
Seolah tersadar. Rian jadi ingat masa lalunya yang dulu pernah ada seorang gadis menyukai Rian sampai rela melakukan apapun demi mendapatkan cinta Rian. Tapi Rian tetaplah Rian si pria berhati dingin dan selalu cuek terhadap wanita yang selalu mendekati nya. Sampai sampai adik dari Jafran sangat menyukai Rian dan dia ingin Rian jadi pacarnya tapi sama sekali Rian tak mengguris perasaan gadis malang itu.
Dia sampai rela menyatakan cinta kepada Rian di hadapan semua siswa dan siwi. Sebegitu cintanya dengan Rian sampai dia merelakan harga dirinya. Namun perjuangannya sia sia karena menurut Rian gadis itu sangat memalukan dan membuat Rian marah karena malu di hadapan semua orang jadilah Rian menolak mentah mentah perasaan gadis itu.
Dan semenjak itu gadis yang selalu mengejar ngejar Rian tidak lagi menampakan wajahnya di hadapan semua orang karena merasa malu. Karena telah di tolak mentah mentah cintanya oleh Rian dan berujung penyakit yang selama ini ia derita kambuh dan membuatnya harus meninggalkan dunia yang fana ini.
"Astaga, apakah gadis itu adalah adik dari Jafran? Jika memang benar, aku harus memberi tahu Maya jika Jafran akan menggunakan Maya untuk membalas dendam padaku! " gumam Rian.
"Tapi bagaiamana cara aku memberitahu kepadanya, sedangkan barusan aku menyuruhnya untuk tidak lagi datang, aku memang sangat bodoh bodoh bodoh! Kenapa aku sangat ceroboh selalu melukai hatinya dengan kata kata ku, dan untuk yang kedua kalinya aku kehilangan kamu May" lirih Rian dengan wajah prustasi. Dian sangat takut jika Jafran akan melukainya.
Apakah Rian sudah jatuh cinta kepada Maya? Hanya Rian yang tahu.
........
KEDIAMAN JAFRAN.
Sudah seminggu ini Maya tidak merengek meminta Jafran untuk mengantarkan dia kerumah Rian. Ya. Semenjak perdebatan nya dengan Rian. Maya selalu terlihat sibuk membantu pekerjaan rumah dan kadang dia pergi ke kantor membawakan bekal untuk Jafran, dan masalah mereka saat itu saat Jafran bicara soal serius ingin menjadikannya istri sudah tak lagi Maya pikirkan karena hubungannya dengan Jafran sudah kembali seperti biasa.
"Huummmm.... Wanginya enak sekali" ujar Maya yang sedang memasak nasi goreng untuk sarapan.
"Waaahh kebetulan sekali, perutku sudah keroncongan minta di sini" kata Jafran yang sudah siap untuk ke kantor.
Maya menoleh dan menampilkan senyum manis di bibir tipisnya.
"Hari ini aku buatkan. Tuan nasi goreng, aku yakin pasti Tuan akan suka" kata Maya antusas.
"Baiklah, mari kita coba masakan Cheff Maya, apakah rasanya lezat atau malah asin" ledek Jafran terkekeh.
Maya mengerucutkan bibirnya lucu.
"Tuan masih pagi, tolong saya harap anda jangan membuat mood saya rusak! " ketusnya.
Lagi Jafran terkekeh .
"Ok, baiklah nona Maya, saya minta maaf, sebaiknya anda cepet karena saya sudah lapar"
"Ok, ini sudah selesai kok, tinggal tuang ke piring saja dan selamat menikmati" kata Maya tulus.
"Terimakasih Cheff " kaya Jafran dan mulai memasukan nasi goreng ke mulutnya. Maya harap harap cemas melihat ekpresi Jafran yang berubah rubah sampai meramas jari jarinya.
"Bagaiamana.Tuan, apakah rasanya tidak enak? " tanya Maya penasaran.
"Eum.... Lumayan" padahal sangat enak.
Dan Maya bernafas lega dan dia memanggil Leni untuk ikut sarapan.
"Leni kamu bawa apa itu? " tanya Maya.
Leni menghampiri Maya dan mengakatan jika itu adalah kiriman paket untuk Maya.
"Ini paket untuk Mba " ujarnya.
Jafran dan Maya saling tatap.
"Dari siapa itu, Len" tanya Jafran.
"Tadi ada kurir yang mengirimnya, Tuan"
"Sepagi ini? " tanya Maya tak percaya.
Leni segera memberikannya kepada Maya.
"Dari siapa ya? " Maya jadi bertanya tanya dan membolak balikan paket itu.
"Ehem, kalau begitu aku berangkat dulu, kalian hati hatilah di rumah" kata Jafran.
"Loh, eh, tapi ini sarapannya belum di habiskan. Taun" kata Leni.
"Tidak apa apa, Leni, aku sudah kenyang lagi pula aku tidak biasa sarapan yang berat berat. Kamu sarapan lah temani Maya" jawab Jafran dan seperti biasa selalu saja Jafran mengusap pucuk kepala Leni dan hal itu tak luput dari perhatian Maya.
"Baiklah, Tuan hati-hati" kata Leni tersenyum manis dengan kedua pipi yang merona.
Di luar saat pintu gerbang di buka Jafran melihat ke arah mobil yang selalu mengikutinya setiap hari. Dia lantas menyeringai dan masuk mobil. Jangan kita Jafran bodoh dan tidak tau akan .
"Kau pikir aku bodoh, cih! Rupanya si brengsek Rian sudah curiga padaku dan aku yakin pasti dia sudah mengetahui siapa Dewi itu dari orang suruhan nya. Baguslah, lebih cepat lebih baik dan aku sudah tidak sabar ingin melihatmu meminta maaf padaku! Karena kamu dalang di balik kematian adikku! " kata Jafran mengepalkan tangannya kuat sehingga buku jarinya memutih.