NovelToon NovelToon
KEKASIH BAYANGAN

KEKASIH BAYANGAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Alessandra, umur 20 tahun masih virgin. Baru lulus kuliah dengan status Cum Laude. Dia terpaksa pulang ke Bali karena Covid-19 yang memporak porandakan bisnis di Bali.

Tiba di Bali ayah angkatnya meninggal dan menyisakan selembar surat wasiat yang berisi pembagian warisan.

50% adalah milik Alessandra, 25% diwariskan kepada istri tercintanya, siapakah 25% lagi?

Tidak ada yang tahu atau mengenal nama yang tertera di surat wasiat itu. Reyshaka Mahotra!!.

Siapakah dia??

****

Hallo readers...aq datang lagi dengan cerita yang lebih menggoda. Ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA SALAH SASARAN

Sampai detik ini setidaknya aku tahu rasanya mencintai dalam diam, memendam perasaan rindu sendirian. Ini pilihan satu-satunya agar semua terlihat baik-baik saja

Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini. Tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendoakan dalam diam.

Brian membiarkan hatinya diselimuti rasa cinta, dia tidak mau membuang angan yang telah tercipta.

"Mengapa kamu memandangku Brian?" suara Alessandra terdengar parau. Dia menuju kulkas dan mengeluarkan air mineral.

"Mataku memandangmu tapi pikiranku kepada nenek. Apa tanggapanmu kalau nenek ngotot minta pasang ring jantung."

"Aku tidak setuju nenek operasi lagi, dokter Rich sudah mengatakan hal itu. Nenek harus mempertimbangkan usianya."

"Masalahnya dokter Rich adalah dokter pribadi kita, bukan dokter rumah sakit yang merawat nenek. Tidak berani dokter Rich melarangnya dia hanya berani memberi riwayat penyakit nenek dan menyarankan saja. Tapi ini permintaan nenek, pasien lebih berhak." jelas Brian dengan wajah pasrah.

"Kita harus berbicara kepada nenek, operasi ini tidaklah segampang yang nenek pikirkan. Jelaskan supaya nenek mengerti, mungkin dengan obat herbal atau dengan menjaga makanannya kita bisa meringankan penyakitnya tanpa harus operasi."

"Aku akan menjelaskannya atau kamu yang berbicara langsung kepada nenek."

"Sebaiknya kita memanggil mama Lisa, hanya dia yang berhak melakukan semua ini."

"Benar, dia adalah anak kandungnya. Aku setuju bila kamu menyuruhnya datang." sahut Brian dengan mantap.

"Aku ke rumah untuk mandi sekalian berbicara dengan mama." kata Alessandra berlalu. Brian menatap kepergian Alee dengan penuh cinta. Dia tidak menyangka gadis kecilnya menjelma menjadi wanita yang mempesona. Rasa yang lama terpendam menggeliat kembali dan membuat Brian mengayunkan kakinya ke rumah utama.

Pintu tidak terkunci, dengan mudah Brian masuk ke rumah nenek. Terdengar alunan suara merdu Jason Mraz – I Won’t Give Up dan senandung kecil dari Alessandra yang berada di lantai dua. Kakinya sudah melangkah untuk naik ke tangga ketika ada suara bell pintu. Brian berbalik dan membukakan pintu.

"Kenapa kamu ada disini?" tanya Fegi konyol, alisnya berkerut curiga. Dia menerobos masuk.

"Maksudmu apa?" Brian heran dengan pertanyaan Fegi. Dimanapun dia bisa berada sepanjang di rumah nenek karena dia kepercayaan nenek.

"Tidak apa-apa...Alee dimana?" tanya Fegi mengedarkan pandangannya.

"Mandi di atas, kamu mau mengajaknya kemana, musim Covid hati-hati keluar."

"Bawel banget!" sahut Fegi ketus. Brian heran kenapa Fegi tingkahnya berbeda dengannya. Jangan-jangan Fegi juga mengira dia mau merebut harta nenek.

"Apakah kamu mengira aku akan merebut harta nenek seperti pemikiran Alee saat ini. Atau kamu yang mempengaruhi pikiran Alee?" kata Brian menatap Fegi yang berdiri kaku di depannya.

"Aku tidak ada mengatakan apapun pada Alee. Mungkin saja Alee curiga padamu karena kamu terlalu dekat dengan dirinya."

"Dari Alee berumur belasan tahun sampai sekarang aku adalah teman dekat Alee, karena aku menyukainya. Dia adalah nafasku."

Fegi terhenyak, dia tidak menyangka Brian menyukai Alee. Ya Tuhan...aku mencintaimu Brian. bisik Fegi dalam hati. Dia berusaha tenang walaupun jantungnya berdebar tidak beraturan. Dengan kaki bergetar dia melangkah ke sofa dan menghempaskan tubuhnya.

"Kenapa wajahmu pucat, jangan-jangan kamu kena Covid." canda Brian.

Tidakah kamu tahu hatiku luka saat ini, seolah kamu mendorongku ke jurang. bathin Fegi.

"Ayolah Fegi kenapa kamu cemberut begitu. Katakan sesuatu pada remanmu ini. Aku merasa sudah tidak diperlukan lagi oleh kalian yang sudah beranjak dewasa. Apa aku sudah terlihat sangat tua?"

"Sudah kakek-kakek Brian hahaha....." sahut Alee yang baru turun dari tangga. Dia langsung memeluk Brian yang cemberut. Kelakuan Alee membuat Brian menahan nafas. Seandainya Alee adalah kekasihnya tentu dia akan membalas pelukan Alee. Tapi Alee hanya menganggapnya teman...tidak lebih.

"Fegi ada apa, kenapa wajahmu ditekuk, apa teman besar ini menggodamu?" tanya Alee mendekati Fegi yang sedari tadi malas berkomentar.

"Tidak apa-apa Alee, aku merasa akhir-akhir ini moodku hilang. Pengaruh Covid membuat hidupku berantakan."

"Semua orang begitu harus pintar-pintar memanage keuangan."

"Alee..kamu sudah menghubungi mamamu?" tanya Brian menatap Alee. Gadis itu begitu sexy dengan wajah polosnya dan rambutnya yang basah karena habis keramas. Mata Brian tidak lepas dari tubuh Alee.

"Sekarang dah...." sahut Alee membuka ponselnya.

"Aku mau pulang saja yang penting kalian pada sehat. Mungkin aku tidak akan datang untuk beberapa hari ke depan, aku takut Covid-19." kata Fegi merasa tidak dibutuhkan.

"Fegi..kamu baru datang kita masih kangen, kamu belum tahu kalau aku punya pacar. Aku mau cerita banyak denganmu."

Perkataan Alee membuat Fegi semakin mantap untuk pergi dari situ. Dia tidak mau hatinya bertambah luka. Brian sudah cerita kenapa kamu harus jelasin lagi. bathin Alee.

"Aku tidak bisa lama Alee, aku memaksakan diri tadi untuk datang, ternyata aku merasa kurang sehat dan badanku greges."

"Semoga kamu tidak terpapar Covid, lebih baik kamu langsung periksa kerumah sakit supaya cepat ditangani." kata Brian ikut menimpali.

"Trimakasih aku pulang."

Sepeninggal Fegi, Alee cepat duduk di sofa dan mulai menelpon mamanya. Pertama mamanya ragu datang karena nyonya Mauren sedang mengadakan resepsi pertunangan Reyshaka dengan Selly. Tapi akhirnya nyonya Lisa mau datang.

"Mama akan datang tapi besok, tidak enak kalau sekarang pergi dari rumah."

Alessandra meremas tangannya, dia begitu sedih mendengar khabar Reyshaka bertunangan. Pantas Reyshaka tidak pernah menghubunginya lagi rupanya dia mau bertunangan.

"Bagaimana, apa mamamu mau datang?" tanya Brian mendekati Alee.

"Mama berangkat besok." sahut Alessandra pendek. Dia tidak bergairah untuk melanjutkan **perbincangannya dengan Brian.

"Hari ini semua wajah berkabut, aku tidak tahu kenapa kalian membuat aku bingung, Why?"

"Semua orang punya masalah, ada yang membukanya ada yang memendamnya tergantung orangnya. Apa kamu tidak punya masalah Brian,?"

"Aku menghadapi hidup ini dengan enjoy saja. Melihatmu disisiku aku sudah senang. Apalagi bisa menggendongmu seperti dulu aku tambah senang....:

"Bohong banget, dulu aku kecil sekarang badanku gede, mana mungkin kamu menggendongku."

Suara ponsel Alee bergetar rupanya Rey mengirim Vidio pertunangannya. Cukup meriah dan mewah.

"Sayank..aku terpaksa melakukan dan menuruti kemauan mama. Aku sengaja tidak menghubungimu karena aku takut kamu sakit hati. Pulanglah aku sangat rindu padamu." tulis Reyshaka.

"Tidak apa-apa itu pilihanmu. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, kapan lagi membalas budi orang tua." balas Alee setengah hati.

"Kamu sama siapa disana, aku ingin main kesana sekalian menjemputmu."

"Tidak ada orang disini hsnya ada teman besarku namanya Brian. Dia temanku dari kecil."

"Kirim fotonya." tulis Brian.

Alee mengarahkan camera ponselnya ke wajah Brian yang sibuk main Handphone kemudian dia mengambil gambarnya. Foto Brian dia kirim ke Rey,

Lama tidak ada komentar sekitar 10 menit Rey baru membalasnya.

"Apa kamu menyukainya, aku tidak percaya dia sekedar teman." tulis Rey setelah itu hubungan terputus**.

****

1
Harto Arto
waduh rumitnya dek...hrs berhati sabar
Harto Arto
bagus dek ceritanya,tp ini kisah nyata ya dek....
Ita Sialagan Sanglir
gegara covid 3th lalu bisnis suami ku hancur dan SMP skrng kt merangkak buat memulai usah LG./Cry/
변 다비
Alhamdulillah
변 다비
ku kesel banget😭😭😭😭
ya Allah nggak sanggup

aku lelahhhh
RATRINA ALAMSARI
cerita yg bagus, tidak terlalu panjang, konflignya bikin tertarik
Tiya
emak Rey selalu dech bikin ulah,,, segitunya membenci Ale🙄🙄🙄🙄
Tiya
ciieeeee🤣🤣🤣🤣 cemburu menguasai hatimu alesandra
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
wah.. wah.. yg tak bisa menyembunyikan niatnya mendekati alee.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
alee sangat ceplas-ceplos. tapi itu bagus, agar rey siap mencintainya dgn apa adanya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cemburumu tak akan ada artinya, jika kamu gak bisa tegas pada selly, rey
rahmalia👑EP©🗡️ଓε🍷
hadoh jajan jajan d luar hobinya
rahmalia👑EP©🗡️ଓε🍷
penyakit yang membuat semua kesusahan
ayumi: batul kk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎𝖓 𝐖ᵍᵇ𝐙⃝🦜
kok aku masih aja kesian ma ale, karena dikata katain mulu sama rasya, kok cowok nyinyir ya🤭🤭🤭
ayumi: uhuks...aq jg kasian...tq kk udh mampir
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🎯𝐀𝖙𝖎𝖓 𝐖ᵍᵇ𝐙⃝🦜
meski anak angkat ale berusaha dan bekerja keras demi menyelamatkan kelangsungan hotel papanya, knp rasya dan mmnya ngimongnya kasar teroos ya😣
ayumi: tq kk udh mampir
total 1 replies
ᵇᵃˢᵉ™
Rey pantang mundur
Noer
iya di rumah aja, biar aman. Ngeri kalau semua rumah sakit penuh di rawat dimana nanti kalau kena kan?
Noer
kepo bener si Tante, giman juga tanya soal istri siri kan nyesek jawabnya
ayumi: uhuk...nyesek kk
total 1 replies
Noer
oh baru tahu rasanya seperti itu, asem asem gimana gitu ya 🤭
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️
mulut Rey pedes juga ya kalau ngomong
@♕🍾⃝𝙾ͩʟᷞıͧvᷠεͣᵉᶜw⃠❣️: siap otw kebut baca kaka
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!