Sebelumnya ia berpamitan untuk pergi ke toko membeli keperluan kedua putra kembar kami. Tetapi ia tidak kunjung kembali dan aku sangat khawatir.
Berbagai cara aku lakukan untuk mencarinya baik lewat jalur udara maupun laut. Hingga bertahun tahun lamanya.
Aku berpikir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sampai aku melihatnya dengan pria lain di Instagram. Seketika hatiku hancur, kaki ku terasa lumpuh. Istriku tega mengkhianatiku dan meninggalkan kedua putra kembar kami.
Aku menyimpan rahasia ini sendirian tanpa memberitahu kedua putra kembar ku, dan memutuskan untuk merawat dan membesarkannya.
Sampai suatu hari, aku terpaksa menikahi seorang gadis salah satu pasien rumah sakit jiwa.
Hay kakak semua, ada novel baru nih yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan Gerhana
"Kalian mau kemana?" tanya Arya, menoleh ke belakang.
"Aku tidak tahu harus kemana.." jawab Gerhana, masih memeluk Tianyfa dengan tatapan bingung.
Arya terdiam, memperhatikan Gerhana. "Rumahmu di mana? biar aku antarkan."
Gerhana menggelengkan kepalanya. "Tidak, jangan ke rumahku."
"Lalu?" tanya Arya.
Belum sempat Gerhana menjawab, dua motor berhenti tepat di depan taksi. Empat pria turun dari atas motor, lalu meminta mereka keluar dari dalam taksi.
"Mereka pasti menginginkan wanita ini." Gumam Arya, lalu keluar dari dalam taksi bersamaan dengan Gerhana dan Tianyfa.
"Kalian siapa?" tanya Arya, menatap tajam ke empat pria tersebut.
"Serahkan wanita itu, kalian boleh pergi." Jawab salah satu pria tersebut.
Arya menoleh ke arah Tianyfa. Lalu beralih menatap ke empat pria tersebut.
"Kalau aku tidak mau?" tolak Arya.
"Terpaksa kami melakukan kekerasan!" ancam pria itu.
Arya mundur beberapa langkah, meminta Gerhana dan Tianyfa menjauh. Namun salah satu pria itu menghampiri Arya lalu meninju wajahnya. Tetapi Arya berhasil berkelit, menghindari pukulan. Dua pria lain menghampiri Tianyfa dan Gerhana, lalu mencengkram kedua tangan Tianyfa hingga boneka beruangnya jatuh ke bawah.
"Jangan sakiti aku!" pekik Tianyfa.
Gerhana yang kebingungan, berusaha membantu melepaskan Tianyfa dari cengkraman kedua pria tersebut. Namun salah satu pria lain mendorong tubuh Gerhana hingga terjungkal dan membentur pintu taksi. Darah segar mengalir di kening Gerhana.
Tianyfa melihat darah di kening Gerhana, langsung menggigit tangan salah satu pria itu hingga berdarah.
"Ah, sialan!" rutuk pria tersebut melepaskan Tianyfa begitu juga dengan pria lain.
Tianyfa menghampiri Gerhana lalu membantunya untuk bangun. Namun pria satunya lagi menjambak rambut Tianyfa dan membenturkan wajahnya di kaca taksi.
"Ibu!" jerit Gerhana lalu meggigit punggung pria itu dan mendorongnya ke samping. Pria itu menghindar, Gerhana menarik tangan Tianyfa lalu mereka berpelukan. Sementara Arya di sibukkan dengan satu pria tadi.
"Ayo ikut kami!" bentak pria itu, lalu menarik tangan Tianyfa.
"Bukkk!"
Pria itu terkejut mendapat serangab mendadak di punggungnya hingga tersungkur.
"Ayah!" Gerhana berlari menghampiri Ken di ikuti Tianyfa.
Ken memeluk putra dan istrinya, ia marah melihat darah di kening keduanya. Lalu ia melepaskan pelukannya. Menghampiri tiga pria sekaligus dan menghajarnya tanpa ampu. Arya yang berhasil melumpuhkan satu pria, mendekati Ken lalu membantunya.
Salah satu pejalan kaki yang melintas, melihat ada perkelahian lalu menghubungi pihak berwajib.
Perkelahian menjadi imbang, Ken dan Arya bekerjasama. Tak lama kemudian suara sirine mobil Polisi dari kejauhan. Tiga pria bergegas melarikan diri, tapi satu pria lainnya berhasil di tangkap Arya dan Ken.
Sebuah mobil Polisi menepi, lalu Ken dan Arya menyerahkan pria itu. Kedua Polisi tadi meminta beberapa keterangan dari mereka, lalu meminta Ken dan Arya untuk ikut ke kantor Polisi.
"Arya, terima kasih. Kau telah menyelamatkan anak dan istriku." Kata Ken.
"Jadi? dia istrimu? dan putramu?" tanya Ken, kedua alisnya bertaut. "Bukankah istrimu?" Arya tidak melanjutkan ucapannya.
"Nanti aku cerita, sekarang kau ikut dengan mereka. Aku menyusul setelah membawa istri dan anakku ke rumah sakit." Jelas Ken.
"Baiklah!"
Arya mengikuti dua anggota Polisi, sementara Ken membawa Tianyfa dan Gerhana ke rumah sakit.
***
Setelah satu jam menunggu, akhirnya Tianyfa dan Gerhana sudah di obati. Ken menemui merwka berdua.
"Kau bolos sekolah, hanya untuk mencari Tianyfa?" tanya Ken menatap tajam Gerhana.
"Ayah, percaya padaku. Ibu butuh perlindunganmu, bantu ibu ayah." Pinta Gerhana melipat kedua tangannya.
Ken terdiam, menoleh ke arah Tianyfa yang memeluk boneka beruangnya. Sebenarnya Ken penasaran, mengapa Tianyfa tidak bisa lepas dari boneka beruang itu, padahal sudah rusak. Meskipun Ken sudah menggantinya dengan yang baru, namun Tianyfa enggan untuk menerimanya.
Mungkin Ken harus mendengarkan ucapan Gerhana dan menyelidiki, mengapa Tianyfa di kejar kejar orang tak di kenal.
"Baiklah sayang, ayah ikuti maumu." Ucap Ken, dan membuat Gerhana tenang.
"Tian.."
Tianyfa menatap ke arah Ken yang mendekatinya. "Anakku, sayang sekali padamu."
Tianyfa tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Ken merangkul bahu istrinya lalu memeluknya dengan erat.
"Aku akan melindungimu, kau jangan takut."
"Itu dia wanita gila!"
Ken menoleh ke arah Elmira, dan dua Dokter, satu anggota Polisi.
"Elmira, apa apaan ini?" tanya Ken, menatap tidak suka.
"Jelas jelas, dia gila. Wanita ini sudah membahayakan putraku. Buktinya kalian lihat sendiri!" fitnah Elmira.
Dua orang Dokter, dan salah satu Polisi. Menghampiri Ken. Mereka bicara baik baik untuk membawa Tianyfa ke rumah sakit jiwa. Awalnya Ken menolak, namun berdasarkan bukti kalau kejadian tadi membahayakan Gerhana. Maka, mau tidak mau, Ken melepaskan istrinya.
"Tian, lihat aku." Ken mengangkat dagu istrinya. "Kau ikut dengan mereka, percayalah aku akan melindungimu. Pasti aku usut tuntas apa yang sebenarnya terjadi."
Tianyfa menganggukkan kepala, menyetujui ucapan dan janji Ken. "Aku menyayangimu." Di depan Elmira, Ken mencium kening Tianyfa lalu memeluknya dengan erat. Membuat Elmira semakin cemburu.
Tak lama Kemudian mereka membawa Tianyfa pergi dari rumah sakit. Sementara Gerhana, semakin kecewa dengan sikap Elmira.
"Ayo pulang!" Elmira menarik paksa tangan Gerhana, meninggalkan ruangan di ikuti Ken dari belakang.
Sementara Arya yang berada di kantor Polisi menemukan bukti, kalau Tianyfa adalah orang yang sedang di carinya.
lope lope bwat mereka semua....peluk onlen bwat othornya...Makasiiih untuk ceritanya.
jgn lupa kasih extra part ya😘😘😘😘
Salam dri " Reinkarnasi untuk Balas dendam "
Hhhhh
lanjut makk,mngatt