Verania adalah gadis berusia 20 tahun,dia kuliah di salah satu universitas ternama di kota nya,sifat nya ceria lembut dan pantang menyerah
Hidupnya sekarang sangat bahagia meski dia hanya di asuh oleh sang Daddy,tapi kasih sayang selalu dia dapatkan
Tapi, kebahagiaan Vera tidak terus berlanjut,karna dia yang mengira bahwa kekasih nya mengkhianati nya
Dan untuk melindungi nya dia pun di nikah kan dengan seorang bos mafia yang sama sekali belum pernah dia temui,bahkan mereka baru kenal setelah akad nikah selesai
Hidup Vera berubah saat dia harus menjalani rumah tangga dengan seorang MAFIA yang sifat nya tertutup
Sedangkan Davvien Wilmar dia adalah seorang pewaris tunggal keluarga WILMAR,dia juga seorang bos mafia yang sangat di takuti oleh seluruh dunia
Davvien sangat membenci yang nama nya wanita,dia benar benar tidak mau berurusan dengan seorang wanita,dia telah membuat komitmen bahwa dia tidak akan menjalin hubungan lagi dengan seorang wanita manapun
Tetapi komitmen nya harus di ubah,karna sang ayah menikahkan nya dengan orang yang belum ia kenali
Sifat dan karakter nya tegas dan tertutup
Karna sebuah kejadian yang sangat menghancurkan perasaan nya Davvien berubah menjadi orang yang tertutup sifat nya dingin,bahkan hati nya serasa berkarat,karna telah terlalu lama hatinya tidak pernah lagi berdetak untuk seorang perempuan
Dia hanya di temenin oleh rasa sakit dan penghianatan
Mereka serasa senasib karna sama sama di khianati oleh kekasih nya
Akan kah rumah tangga mereka berjalan layak nya sepasang suami istri,mampu kah Vera mencairkan hati suami nya yang telah berkarat itu
Apa kah Davvien akan membuka hatinya lagi untuk mencoba menerima kenyataan nya sekarang
Yok langsung saja simak cerita nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Muak
Vera dan bi inem sedang asik melakukan kegiatan memasak nya
"Sayang kamu disini"ucap Ny.Andin yang sudah berdiri di pintu dapur
"Iya Mom, Vera lagi memasak 😊"ucap Vera tersenyum manis ke arah mertuanya
"Wahhh kamu bisa masak nak"tanya Ny.Andin lagi
"Hehe bisa sedikit sedikit,waktu di rumah sering di ajarin oleh Bi Aini,lagian memasak tu sudah jadi hoby bagi Vera"Verania menjawab mertuanya sambil terus mengaduk makanan yang sedang dia masak
"Mommy benar benar beruntung dapat menantu seperti kamu nak,ya sudah Mommy bantu ya"ucap Ny.Andin yang merasa sangat senang karna anak nya mendapatkan istri seperti Vera
Vera hanya tersenyum melihat mertua nya berjalan ke arah nya dan membantu mereka memasak
...----------------...
Sedangkan di dalam kamar, Davvien sudah terbangun dia melihat jam sudah menunjukan pukul 7:10 pagi, Davvien bangun lalu melangkah ke arah kamar mandi,saat berjalan Davvien sempat melihat pada tempat Vera tidur semalam,namun tidak mendapatkan apa apa,lantai nya sudah bersih dan kamar pun sudah rapi, Davvien pun tidak terlalu memikirkan tentang Vera dia langsung masuk ke dalam kamar mandi
Tidak lama Davvien menyelesaikan mandi nya,dia langsung keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya lalu berjalan ke arah ruangan ganti
...----------------...
Sedangkan di dapur
"Sudah selesai, Bi bantuin Vera bawa makanan pada meja makan ya,dan Mommy tunggu saja di meja makan biar Vera dan Bi Inem yang membawa makanan nya"ucap Vera sopan sambil tersenyum
"Baik lah sayang, Mommy panggil Daddy dulu"ucap Ny.Andin mengusap lengan Vera lalu melangkah pergi
"Oh ya Vera,apa kamu sudah membangunkan Davvien"Ny.Andin kembali menghadap ke arah Vera dan bertanya pada menantunya
"E e belum,setelah solat Vera langsung kedapur dan belum sempat naik ke atas lagi"jelas Vera gugup saat mendapati pertanyaan dari Ny.Andin
"*A*isshh mana berani aku membangun kan pria aneh itu, Mommy tidak tau anak mu itu seperti singa yang bisa langsung menerkam jika ku mengganggu dirinya"batin Vera
"Ya sudah,biar Bi Inem dan para pelayan yang lain membawakan makanan itu ke meja makan,kamu coba lihat Davvien apa sudah bangun,kalau sudah panggil dia untuk sarapan"ucap Ny.Andin lembut pada Vera
"Baik Mom"dengan berat Vera melangkah untuk menuju ke kamar Davvien
Saat sampai di depan kamar, Vera bingung,dia ragu untuk masuk,saat melihat pintu itu, Vera terasa melihat pintu masuk ke dalam kandang macan nampak sangat mengerikan,meski pun Vera sudah tidur di dalam kamar itu yang namun tetap tidak membuat nya berani untuk leluasa masuk ke dalam kamar tersebut
Setelah mengumpulkan keberanian, Vera ahirnya mengangkat tangan nya untuk mengetuk pintu kamar Davvien
Vera baru hendak mengetuk
"Ceklek"pintu kamar sudah terbuka,terlihat seorang yang sudah rapi dan sangat tampan juga berwibawa keluar dari dalam kamar
Tangan Vera masih menggantung di udara,dengan mulut nya terbuka saat melihat ke arah Davvien,tidak bisa di bohongi bahwa dirinya terpana melihat ketampanan suami nya itu
Davvien yang melihat Vera menganga pun berbicara"Tutup mulut mu wanita gila,apa kau tidak pernah melihat pria setampan diriku,heuh"ucap Davvien tersenyum sinis pada Vera
Vera yang mendengar perkataan Davvien pun langsung tersadar,dia langsung melihat ke arah lain "Momy menyuruh mu turun untuk sarapan"ucap vera lalu melangkah masuk ke dalam kamar hendak kekamar mandi
Bersamaan dengan Davvien yang keluar mereka berlalu secara beriringan dan berhadapan,mereka sama sama menatap satu sama lain dengan tatapan tajam,saat Vera sudah hampir melewati Davvien,tiba tiba Davvien memajukan kaki nya di depan kaki Vera, Vera yang tersandung dengan kaki Davvien pun langsung jatuh ke lantai
"Heuh,lebih baik kau belajar cara berjalan terlebih dahulu"ucap Davvien merasa senang karna telah mengerjai Vera,dan melihat Vera terlungkup di atas lantai
Sedangkan sang korban,dia sudah sangat sangat marah,Vera merasa kalau Davvien benar benar sudah keterlaluan,Vera merasa tidak terima dengan perlakuan Davvien
Dia pun mengepalkan tangan nya dan segera bangkit,Vera berjalan hendak memarahi Davvien,tapi sayang nya saat Vera maju Davvien langsung menutup pintu kamar nya membuat Vera mencium pintu dengan sangat keras,kepala nya pun terbentur keras pada pintu itu
"Aw kepala ku"Vera meringis kesakitan memegang dahi,hidung dan juga bibir nya yang melekat sempurna pada daun pintu itu
"Laki laki mematikan itu sungguh berbahaya,awas saja kau"lanjut nya lagi berjalan ke arah sofa dengan memegang kepalanya, Vera menduduki dirinya pada sofa
Sedangkan Davvien sang pelaku berlalu meninggalkan kamar nya dan berjalan menuju tangga tanpa berniat melihat Vera yang di yakini nya sedang kesakitan karna ulah nya
Saat sampai di bawah Davvien langsung menuju ke meja makan yang sudah di tunggu oleh Kakek Mommy dan Daddy nya,bersamaan dengan Fero datang dan langsung mengikuti Davvien
"Aku tidak meminta mu mengikuti ku"ucap Davvien dingin ke arah Fero
"Tapi Mommy pasti akan menyuruh ku untuk sarapan bila melihat ku disini"balas Fero dengan senyum di wajah nya,bersamaan pula dengan Ny.Andin yang melihat kedatangan Fero
"Fero mari ikut sarapan"
"Tentu"tersenyum mengejek ke arah Davvien
"Kau berani mengejek ku,apa kau sudah tidak membutuhkan gaji mu lagi dan hanya ingin numpang makan di rumah ku selamanya"ucap Davvien yang langsung menghentikan langkah fero
"Heheh mana mungkin aku mengejek mu,aku hanya ingin menghargai ajakan Mommy, Mommy pasti sedih bila aku menolak untuk sarapan bersama"Fero yang mendengar ancaman Davvien pun hanya bisa tercengir dan membujuk Davvien supaya menarik ucapan nya kembali
Davvien tidak menjawab dia pun langsung melangkah,dan Fero pun dengan berani nya kembali mengikuti davvien
Saat sampai di meja makan"Kalian mau kemana sudah rapi seperti ini"tanya Ny.Andin saat melihat davvien dan fero sudah rapi dengan setelan jas nya
"Ya mau ke kantor Mommy"jawab Davvien enteng lalu duduk di kursi meja makan
Fero pun juga ikutan duduk"Iya Mommy tadi Davvien menghubungi ku untuk menjemput nya ke kantor,ku pikir aku akan libur hari ini berhubung Davvien berbulan madu"ucap Fero yang menyindir Davvien dengan melihat ke arah Andin,fero yakin jika menatap ke arah Davvien pasti dia akan mendapatkan tatapan membunuh dari sahabat sekaligus atasan nya itu
"Iya Vien kamu kenapa kerja,kenapa tidak cuti beberapa hari,kamu kan baru menikah setidak nya beri waktu untuk Vera biar kalian saling kenal"Ny.Andin pun menyetujui perkataan Fero
"Tapi Mommy,,,"ucap Davvien langsung terputus karna sang ibu sudah menimpali perkataan nya
"Sudah tidak ada tapi tapian PKOK NYA KAMU TIDAK BOLEH KE KANTOR TITIK"ucap Ny.Andin tegas dan tidak mau di bantah
Kakek Farhan dan Tn.Andre hanya diam saat kanjeng ratu memberi perintah pada davvien
Fero tersenyum bahagia,dia berfikir jika Davvien cuti dia pun ikut libur
...----------------...
Sedangkan di dalam kamar
Setelah sakit nya mereda Vera bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, Vera menuntaskan hajat nya membuang air kecil,setelah selesai Vera melangkah keluar
Vera keluar dari kamar dan menuruni langsung berjalan ke arah tangga lalu menuruni anak tangga satu persatu
...----------------...
Ny.Andin mengarahkan pandangan nya ke arah belakang Davvien
"Vien dimana Vera"tanya Ny.Andin saat tidak mendapati Vera di sana
Belum sempat Davvien menjawab Vera sudah datang ke arah mereka,tanpa Vera sadari dahi nya memar akibat benturan keras pada pintu tadi
"Oehhh kamu sudah datang sayang"ucap Ny.Andin yang tersenyum lembut pada menantu nya,saat pandangan nya telah jelas melihat wajah Vera Ny.Andin membelalakkan matanya melihat dahi Vera yang merah
"Sayang kenapa dengan dahi mu nak"tanya Ny.Andin langsung panik,karna sebelum nya wajah Vera masih baik baik saja
Yang lain pun juga melihat ke wajah Vera,tampak semua nya khawatir
"Panggil dokter saja"ucap Kakek Farhan
"Tidak usah kek"cegah Vera,yang benar saja hanya merah seperti ini harus memanggil dokter
Vera menatap ke arah Davvien"Tidak apa apa mom,ini cuma terbentur pintu saat Vera masuk ke dalam kamar mandi" lanjut nya lagi yang berbohong
Vera tidak ingin memperpanjang masalah,tapi Vera bersumpah akan membalas Davvien dengan cara nya sendiri
Sedangkan Davvirn yang di tatap tidak merasa bersalah sedikit pun,dia malah cuek seakan tidak tau apa apa
"Lain kali kamu hati hati,sampai merah begini"ucap Ny.Andin menatap dahi Vera
"Sudah tidak apa apa Mommy"
"heumm ya sudah,ayo kita makan"membawa Vera untuk duduk di samping Davvien
Mereka pun memakan sarapan pagi mereka dengan tenang, Vera dan Davvien hanya diam
"Vien,kamu tidak jadi ke kantor kan, Mommy ingin kamu menemani Vera seharian ini"Ny.Andin mengulang kata nya lagi
Davvien hanya diam"Vien Mommy bicara pada mu"lanjut Ny.Andin lagi yang merasa kesal karna putra nya tidak memperdulikan omongan nya
"Heummmm terserah Mommy"ucap Davvien dengan nada datar, Davvien berusaha menahan emosi nya
Andin dan yang lain nya tersenyum puas karna berhasil mencegah Davvien untuk tetap di rumah
"*A*pa apaan ini,kenapa aku harus menemani gadis gila ini,ahhhhhhh benar benar memuakkan"batin Davvien
"*A*pa apa?,pria mematikan ini berada di rumah dan menemaniku,apa yang akan aku lakukan seharian dengan lelaki ini,baru beberapa jam saja dia sudah hampir membuat nyawa ku melayang"Vera pun ikutan membatin
"Fero kamu urus semua pekerjaan ku di kantor,dan kirim data nya pada ku"Davvien bangkit dari duduk nya lalu melangkah meninggalkan meja makan
Fero yang mendengar itupun langsung membuat ekpresi wajah cemberut,libur yang di harapkan ternyata itu cuma mimpi,malah sekarang pekerjaan nya bertambah
"*K*alau tau begini tadi aku bujuk Mommy untuk membiarkan Davvien pergi ke kantor huffffff"batin Fero
Fero pun bangkit"Mommy, Fero berangkat dulu"Fero menyalami Andin Andre dan Kakek Farhan,lalu melangkah pergi
"*O*ehhhh jadi dia bukan supir"Vera kembali membatin melihat Fero sangat dekat dengan keluarga suami nya
~Bersambung
Sudah sampai disini dulu,ikuti terus apa yang di lakukan Vera dan Davvien seharian penuh di dalam rumah yang sama
Like
Komen
Vote
terimah kasih sama penulis novel ini
Daddy sama mama...nyambungnya dimana? berasa kek si Vera dan Frans itu saudara tiri beda ibu atau ayah alias salah satunya orang tua sambung Vera. bisa juga mereka satu" dibawa orang tua. Frans bawa Vera dari istri dulunya atau Frans dibawa mmany dari suami dulunya .