NovelToon NovelToon
Always Love You

Always Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:598.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Abil Rahma

Kisah cinta tak akan selalu mulus jalannya, seperti yang Ayesha rasakan. Setelah lama hatinya kosong, tiba-tiba ada seseorang yang datang mengisi hari-harinya. Berpetualang bersama, mereka berdua memiliki mimpi membangun rumah tangga yang harmonis, tapi nasib berkata lain, setelah menikah sesuatu terjadi pada rumah tangga mereka. Ayesha harus melupakan mimpi-mimpi tersebut dengan mimpi yang lain yang belum pernah terfikirkan sebelumnya. Akankah Ayesha bisa melewati semuanya atau ia harus menyerah dengan semua yang terjadi di kehidupannya?


Angkasa sudah berhenti mencari tahu di mana keberadaan perempuan yang ia cintai sejak lama bahkan perempuan itu adalah cinta pertamanya. Semenjak gadis itu menghilang Angkasa selalu mencari di mana keberadaannya, namun selalu nihil hasilnya. Di saat sudah berhenti mencari informasi tentang gadis itu, saat itu ia justru mendapatkan alamat dimana gadis itu tinggal, tapi kenyataan membuatnya kecewa dan memilih untuk melupakan gadis pujaan hatinya. Tapi takdir berkehendak lain, saat ia sudah berhasil melupakannya. Takdir apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALY 25

Angkasa

Semenjak kepulangannya dari Jerman, ia lebih fokus dalam bekerja. Bisa di bilang waktunya hanya untuk bekerja dan bekerja, sudah jarang bertemu atau sekedar nongkrong dengan sahabatnya. Mungkin mereka bertemu saat makan siang bersama, atau saat membahas bisnis yang mereka jalani.

Brak

Pintu ruangannya terbuka dengan kasar, entah siapa pelakunya.

"Le, kalau masuk ketuk pintu dulu bisa kan?" ia yang masih fokus dengan dokumen yang sedang di tandatangani berucap tanpa melihat siapa yang datang.

Bugh

Lagi-lagi ada bunyi orang menjatuhkan tubuhnya di sofa. Kini ia mulai penasaran dan menoleh siapa pelakunya.

"Kebiasaan," sungutnya.

"Udah bebas dari penjara Lo, bisa keliaran sampai sini?" tanyanya. Karena orang tersebut hanya diam bahkan menyandarkan kepalanya di sofa sambil memejamkan mata.

"Ck, gue ngantuk banget Ang, biarin gue tidur bentar. Bokap gue gila, enggak ngijinin gue istirahat, cuma demi pekerjaan," sungut orang tersebut yang tak lain adalah Nevan. Pemuda itu masih sama, tak bisa bebas jika pekerjaannya belum beres.

Angkasa tak mengatakan apa pun, membiarkan sahabatnya itu tidur dan melanjutkan pekerjaan kembali. Ia merasa kasian juga dengan Nevan, tapi ia tak bisa berbuat banyak, yang bisa ia lakukan hanya menuruti permintaan pemuda itu.

"Entar malam anak-anak ngajakin nongkrong di tempat biasa, gimana Lo oke enggak? Kalau gue sih oke," ucap Nevan, setelah terbangun dari tidurnya yang hampir satu jam lamanya.

"Gue oke, tapi mereka enggak boleh bawa pacar, ogah jadi baygon gue," timpalnya yang masih saja setia dengan pekerjaan.

"Gue juga ogah. Enak aja gue suruh jadi penonton drama yang buat jiwa jomblo gue nangis," ucap Nevan setelah itu ia pun bangkit

"Gue cabut," Nevan benar-benar ke luar meninggalkan Angkasa yang masih sibuk, entah pekerjaan seperti apa yang membuat pemuda itu seperti tak memiliki waktu.

*****

Malam hari mereka benar-benar nongkrong di tempat biasa. Yaitu kafe milik mereka sendiri, karena kafe itu ada juga hasil dari kerja keras mereka berempat.

Mereka berempat menghabiskan waktu dengan mengobrol dan minum kopi.

"Minggu depan gue mau lamar cewek gue, Lo semua gue undang khusu buat dampingin gue nanti," ucap Naga di tengah-tengah obrolan mereka.

"Serius Lo? Gue aja belom nemu gandengan, eh Lo udah mau kawin," timpal Nevan, "Selamat, akhirnya perjuangan panjang Lo berhasil juga, enggak kaya bos kita ini," tambahnya sambil melirik Angkasa yang sepertinya tak terpengaruh dengan ucapan Nevan.

"Lo kapan Yan? Jangan kelamaan pacaran, entar kalo Lo enggak seriusin segera, bisa di seriusin SMA yang lain, mampus Lo," tanya Nevan pada Rian.

"Gue mah gampang, entar nungguin si Angkasa nikah, masih enak gini aja," jawab Rian sambil melirik Angkasa yang sejak tadi hanya diam.

"Keburu tua, Angkasa masih jauh jodohnya," lagi-lagi Nevan mengejek Angkasa.

Tapi pemuda itu tetap membisu, asik bermain ponsel. Meletakkan ponsel, lalu meneguk kopi yang hampir habis. "Mal... Bentar-bentar," ia pun bangkit dari duduknya, matanya menatap seseorang yang berjalan ke luar kafe sambil terus mengusap air mata.

"Nyamperin siapa?" tanya Naga.

Du sahabatnya itu hanya menggidikkan bahu acuh.

Sedangkan Angkasa mengejar orang tersebut hingga sampai di parkiran, "Yesha tunggu!" ucapnya, tapi orang yang ia panggil tak juga menolah.

Dengan langkah cepat ia pun mengejar perempuan tersebut, "Ay, kamu enggak apa-apa?" tanyanya sambil menepuk bahu perempuan itu.

Otomatis perempuan yang ia panggil menoleh, mereka berdua sama-sama terkejut.

"Eh, maaf salah orang. Saya kira kamu orang yang saya kenal," ucap Angkasa setelah melihat wajah orang tersebut. Ia tadi sempat mengira itu adalah Yesha, terlihat dari cara berpakaian gadis itu yang mirip sekali dengan Yesha, dan postur tubuhnya pun hampir sama, apakah ini bertanda jika ia belum move on dari gadis itu?

"Tidak masalah Bang," gadis itu tersenyum sambil mengusap air mata di pipinya.

"Sebelumnya, maaf bukannya mau ikut campur, kenapa nangis di sini? Ada yang bisa saya bantu mungkin?" tanya Angkasa, tak tega melihat seorang gadis menangis sendirian apalagi menangis di kafe miliknya.

Baru saja gadis itu akan menjawab, sebuah suara mengurungkannya.

"Oh, disini ternyata. Sama cowok lain, hebat Lo ya, apa ini cowok brengsek itu? Enggak malu Lo sama jilbab yang Lo pake, hah!" hardik seseorang yang baru datang sambil menarik jilbab gadis tersebut, seorang lelaki sepertinya seumuran dengan Angkasa.

Gadis itu hanya menangis sambil menundukkan wajah.

"Heh, Lo jangan kasar sama cewek. Meskipun gue enggak kenal siapa kalian, tapi gue enggak terima kalo ada cewek di perlakukan kasar kaya gini," Angkasa geram melihat kelakuan pemuda di hadapannya ini.

"Di, di, usir orang ini!" seru Angkasa pada karyawannya.

Angkasa pun membawa gadis itu masuk ke dalam kafe, setelah Adi karyawannya datang bersama dia orang temannya.

"Duduk dulu, tenangin diri kamu, setelah itu aku antar pulang," ucap Angkasa sambil menuntun gadis itu untuk duduk di sofa ruangannya.

"Mbak Key, ambilin air putih," ucap Angkasa pada karyawannya.

"Makasih ya Bang, udah nolongin aku, padahal kita enggak kenal," ucap gadis itu.

"Angkasa," ia mengulurkan tangan bermaksud untuk bersalaman dengan gadis itu.

"Nadia Bang, salam kenal Bang Angkasa," ternyata gadis tersebut menerima uluran tangan Angkasa.

Setelah gadis itu tenang, Angkasa pun mengantarkannya pulang. Meskipun gadis tersebut terus menolaknya, tapi ia tak tega melihat Nadia pulang sendirian.

"Gue cabut dulu ada urusan," pamit Angkasa pada ketiga sahabatnya yang masih setia menggosip. Sengaja berpamitan karena ingin mengambil ponselnya yang tertinggal.

"Urusan apaan?" Riang yang bertanya.

"Ada lah, duluan ya." Ia segera meninggalkan ketiga sahabatnya.

"Rumah kamu di mana?" tanya Angkasa pada Nadia, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil.

"Di perumahan Asri Permata, blok C, nomor 152,"

"Lhoh itu dekat rumahku, sama-sama di Asri Permata, cuma beda blok aja,"

"Kebetulan banget ya Bang,"

Angkasa mengangguk, "Kerja di mana? Atau masih kuliah?" tanyanya, mencari topik supaya tidak sunyi.

"Masih kuliah Bang, belum lulus, pengennya sih tahun ini bisa wisuda, tapi belum tahu," timpal gadis itu.

Mereka terlibat obrolan sepanjang perjalanan, gadis itu sepertinya memang mudah mengenal orang baru. Karena tak sedikit pun rasa canggung saat mengobrol dengan Angkasa.

"Terimakasih ya Bang, udah nganterin sampai rumah. Dan maaf ngerepotin," ucap Nadia sebelum turun dari mobil.

"Tidak masalah, lagian kita juga satu arah pulangnya," Angkasa tersenyum dan di balas senyuman oleh gadis itu.

Setelah mengantar Nadia, ia pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman keluarganya.

.

.

.

1
Febby fadila
alhamdllah ya semua bahgia, terutama buat angkasa yg sellu setia menunggu cintax sama sang istri Ayesha 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Febby fadila
makax jova jangan sok kamu udah dihamilin gitu malah di campkan
Febby fadila
lanjut siapa ya🤔
Febby fadila
jangan tamat dulu ya kak, ada extra part nya kan
Febby fadila
semoga bumil sellu bahagia dan sehat sellu sampai lahiran
Febby fadila
makax bunda jangan main asal benci aja cari tau duluaslaahnua seperti apa
Febby fadila
ya elah aku kira aku doang yg tidur di bawah ketiak suami 🤣🤣🤣,,, jadi klw suami sdah dinas serasa rindu banget karena nggak bisa tidur
Febby fadila
Semoga nggak ada pelakor ya
Febby fadila
semoga aja Ayesha lagi hamil anakx angkasa
Febby fadila
gassss poooooollll ya angkasa jangan kasih kendor 🤣🤣🤣🤣 biar Fabian punya adik baru lagi
Febby fadila
tentang Aufa duku aja Thor tp di bikinseru ya
Febby fadila
Alhamdulillah semoga selalu bahagia terus ya moga aja Fabian akan punya Dede lagi
Febby fadila
lanjut biasanya dibcerita lain tu musti tunggu siap dulu baru mulai malam pertama nya
Febby fadila
sah selamat ya semoga kali ini samawa sampai til Jannah nya allah
Febby fadila
sedih aku tiap kali yesha mengingat rangga
Febby fadila
kangen Rangga juga ya, semoga tenang dan bahagia ya kamu Rangga 😭😭😭
Febby fadila
semoga ini awal untuk kebahagiaan kalian berdua
Febby fadila
sungguh kisah cintanya Ayesha sama angkasa nggak pernah mulus banget
Febby fadila
gimana reaksi bunda ayu ya, semoga bunda ayu nggak julid sama mantunya nanti
Febby fadila
waduuu Aufa kok suka sama sepupu sendiri siii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!