NovelToon NovelToon
Beauty & Berondong

Beauty & Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:835.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Ayunda Zhia Wijaya yang baru saja kehilangan calon suaminya, sedang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Kehilangan demi kehilangan yang dialami oleh Ayunda meninggalkan bekas trauma yang mendalam di diri gadis itu, hingga Ayunda selalu dilanda keraguan untuk menjalin sebuah hubungan.

Namun takdir malah mempertemukan Ayunda dengan Bennedic Rainer, seorang pemuda tanggung yang jiwa mudanya begitu berkobar.

Ben yang merupakan sepupu dari boss Ayunda di kantor, kerap menggoda Ayunda dan selalu kepo dengan hidup Ayunda.

Sekuat apapun Ayunda menghindari Ben, pemuda itu malah semakin mengejar Ayunda dengan gila.

Mampukah Ben yang juga masih labil menyembuhkan rasa trauma yang dialami oleh Ayunda dan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk wanita yang usianya lebih tua dari Ben tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMBUAT BAYI

Jam makan siang masih setengah jam lagi, saat Ben sudah tiba di Halley Development seraya membawa makan siang untuk Ayunda dan Liam. Tadinya Ben hanya ingin membawakan makan siang untuk Ayunda. Tapi si bapak hamil Liam pasti akan mengomel kalau Ben tak membawakannya makanan juga.

Meja kerja Ayunda terlihat kosong.

Kemana perginya istri Ben itu?

Ben lanjut melongok ke dalam ruangan Liam yang ternyata juga kosong.

Kemana semua orang?

Aneh sekali!

"Mau maling, Ben?" Tegur Liam yang baru keluar dari dalam lift dengan Ayunda yang mengekor di belakang Liam.

"Ck! Lagi nyariin istri Ben yang Abang bawa kabur!" Jawab Ben yang dengan cepat menghampiri Ayunda yang masih berjalan di belakang Liam.

"Sedang menemani Pak Liam meeting," ucap Ayunda sedikit berbisik pada Ben yang sudah berdiri di sampingnya.

"Aku melihat kotak makan siang." Liam bersiul dengan lebay.

"Punya Abang sudah Ben taruh di dalam. Yang itu jatahnya Ben dan Ay!" Jawab Ben sedikit bersungut pada Liam.

"Bagus!" Liam menepuk punggung Ben dengan lebay, lalu masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu.

"Sudah lama yang datang?" Tanya Ayunda berbasa-basi pada Ben seraya membereskan meja kerjanya.

"Belum ada sepuluh menit," jawab Ben yang langsung dengan sigap mengambil kursi untuk ia duduk.

"Nggak ada kerjaan memangnya di Rainer's Resto?" Tanya Ayunda lagi menyelidik.

"Udah beres semua. Aku bisa menemanimu sampai sore disini," jawab Ben seraya tersenyum manis.

"Makan dulu!" Ben menyodorkan satu kotak makan siang untuk Ayunda.

"Nanti aku nggak jadi kerja kalau kamu gangguin disini," gumam Ayunda seraya membuka kotak makan siangnya.

Ada menu ayam bakar lengkap yang begitu menggugah selera.

"Ya, nggak apa-apa. Biar Abang Liam langsung mecat kamu. Trus kamu nggak perlu lagi kerja," jawab Ben asal yang ternyata mendengar gumaman Ayunda barusan.

"Aku akan memberikanmu uang bulanan, jadi kamu nggak perlu kerja lagi, Ay!" Sambung Ben lagi sebelum menggigit ayam bakarnya.

"Aku kerja untuk mengalihkan pikiranku agar tak terus-terusan bersedih. Ini bukan soal uang!" Sergah Ayunda yang masih keberatan dengan keinginan Ben yang memintanya untuk resign.

"Baiklah!" Ben hanya berdecak malas.

"Kamu bisa ikut mengurus Rainer's Resto jika resign dari sini. Aku akan memberikanmu kesibukan!" Cetus Ben lagi yang sudah kembali menjadi Ben yang cerewet.

"Atau kita bisa membuat bayi, agar kau punya kesibukan," imbuh Ben lagi yang sontak membuat Ayunda tersedak makanannya.

"Pelan-pelan, Ay!" Ben menyodorkan botol minuman yang sejak tadi ada di atas meja kerja Ayunda.

Ayunda meneguk air di botol minumnya dengan susah payah dan mendadak jantungnya berdetak tak karuan saat Ben membahas tentang membuat bayi.

Ini sudah tiga hari sejak Ben dan Ayunda resmi menjadi pasangan suami istri. Namun memang belum ada aktivitas layaknya pengantin baru atau malam pertama apalagi acara membuat bayi.

Sebenarnya, bukan Ayunda tidak siap atau menolak Ben. Hanya saja, Ayunda juga masih bingung harus mulai darimana. Ben juga belum ada tanda-tanda merayu dirinya. Masa iya Ayunda yang harus mengajari bocah dua puluh dua tahun itu?

Kan nggak lucu kalau Ayunda yang merayu Ben terlebih dahulu!

Atau jangan-jangan Ben belum tahu caranya melakukan malam pertama?

Entahlah!

"Ehem!" Ayunda berdehem ringan setelah berhasil melegakan tenggorokannya yang sempat dipenuhi oleh nasi.

"Aku akan resign jika Pak Liam sudah mendapatkan sekretaris baru. Katanya sekarang sedang proses pencarian dan perekrutan," ucap Ayunda yang seolah menjawab permintaan Ben tentang resign tadi.

Padahal tadi di depan Liam, Ayunda mengatakan kalau ia tak mau resign. Tapi sekarang di depan Ben kenapa Ayunda mengatakan kalau ia ingin resign setelah Liam mendapatkan sekretaris baru?

Entahlah!

"Baiklah, jika keputusanmu begitu! Aku akan menghargainya," Ben kembali tersenyum manis pada Ayunda.

****

Sore menjelang dengan cepat, padahal Ben hanya duduk-dufuk di Halley Development dan sesekali mengganggu Liam hingga membuat sepupunya itu mencak-mencak tak karuan.

Dasar lebay!

"Nanti pulang, kita jalan-jalan sebentar, ya!" Ajak Ben pada Ayunda yang baru membereskan meja kerjanya sebelum pulang.

"Jalan-jalan kemana?" Tanya Ayunda tanpa menatap ke arah Ben.

"Mmmm. Kamu maunya kemana?" Ben balik bertanya dan meminta pendapat dari Ayunda.

"Kamu yang ngajak, kok malah tanya ke aku?" Ayunda mengerutkan kedua alisnya dankali ini, wanita dua puluh enam tahun tersebut sudah menatap ke arah Ben.

"Ya kali aja kamu punya referensi tempat jalan-jalan sore yang asyik gitu," Ben menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Ke makam opa saja kalau begitu!" Jawab Ayunda yang langsung membuat raut wajah Ben berubah.

"Masa jalan-jalan ke makam?"

"Ya nggak apa-apa. Kan aku kangen sama Opa. Lagian tadi kamu yang minta pendapat aku. Giliran aku udah kasih pendapat kamu malah merengut begitu!" Ayunda memutar bola matanya.

"Baiklah! Kita ke makam Opa sebentar lalu lanjut jalan-jalan!" Ben menangkup wajah Ayunda tanpa sungkan yang sontak membuat Ayunda tersentak.

"Kenapa?" Ben masih menatap ke dalam netra Ayunda yang kinj juga sedang menatapnya.

"Kita masih di kantor," jawab Ayunda yang sepertinya tak sadar kalau wajahnya kini sudah bersemu merah karena ditangkup oleh Ben.

"Tidak ada yang lihat. Cuma ada kamu dan aku di sini. Abang Liam masih sibuk di ruangannya," ucap Ben yang sudah mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ayunda yang hanya mematung.

Ben hampir saja mendaratkan bibirnya di atas bibir Ayunda saat tiba-tiba mendengar suara Liam yang sepertinya sedang mual-mual.

"Hoek!"

"Ck! Dasar brengsek!" Liam menggerutu sendiri dan kembali masuk ke ruangannya atau mungkin tuan direktur itu sedang berlari ke dalam toilet karena muntah-muntah.

Ayunda buru-buru menyingkirkan tangan Ben dari wajahnya, sebelum kepergok Liam lagi.

"Kita lanjutkan di rumah, ya!" Ben mengerling nakal pada Ayunda yang hanya melebarkan kedua matanya.

Liam sudah kembali keluar dari ruangannya seraya menenteng tas kerja. Sepertinya memang sudah akan pulang.

"Mau mesum, Ben?" Sindir Liam setelah berdehem berulang kali.

"Mesum sama istri sendiri nggak masalah, Bang!" Sahut Ben mencari pembenaran.

"Abang kenapa mual-mual sampai merah padam begitu? Keracunan?" Tanya Ben selanjutnya merasa kepo.

"Yumi hamil," jawab Liam endesah pasrah.

"Wow! Sukses ternyata bikin adik untuk Fairel. Ben pikir sudah lupa caranya," kikik Ben yang malah berkelakar.

"Sembarangan!" Liam menoyor kepala Ben sebelum pria itu kembali mual.

"Trus kenapa Abang yang ngidam dan mual-mual kalau Kak Yumi yang hamil?" Tanya Ben selanjutnya merasa kepo.

"Kehamilan simpatik atau apa sih namanya. Apa, Ay?" Liam bertanya pada Ayunda yang hanya bengong.

"Iya, kehamilan simpatik. Istrinya yang hamil, suaminya yang ngidam dan mual-mual," jawab Ayunda sedikit menerangkan.

"Kemarin pas Yumi hamil Fairel kan juga kayak gini. Udah nasib kayaknya," imbuh Liam dengan raut wajah melas.

"Bukan nasib! Tapi karma karena Abang mesumnya kebablasan sama Kak Yumi!" Celetuk Ben sok tahu.

Dan sekali lagi, Liam menghadiahi Ben sebuah toyoran di kepala.

"Nanti kalau kamu tahu rasanya, pasti juga ketagihan!" gumam Liam seraya mencibir ke arah Ben.

"Udah, ah! Mau pulang dan memeluk Yumi!" Ucap Liam selanjutnya dengan nada yang begitu lebay.

"Kamu kalau mau mengajak Ayunda membuat bayi juga, masuk saja ke ruanganku, Ben! Lumayan ada sofa empuk!" Celetuk Liam sebelum pria itu menghilang ke dalam lift.

Terang saja, kalimat blak-blakan dari Liam tersebut langsung membuat Ayunda batuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri.

"Kamu kenapa, Ay? Mual dan ngidam juga?" Tanya Ben yang langsung membuat Ayunda berdecak.

"Nggak kenapa-kenapa! Ayo pulang! Katanya mau ke makam Opa?"ajak Ayunda seraya meraih tasnya.

"Siap, Beauty!" Jawab Ben lebay yang langsung merangkulkan lengannya di pundak Ayunda.

Tak ada penolakan dari Ayunda.

Bukankah ini sebuah pertanda bagus?

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Janah Husna Ugy
inget suami Sasha siapa ya lupa Ando apa Aldo ya🤭🤭🤭egois
Si Memeh
menghibur banget cerita nya thor
Nurul Laila Zulaikah
Luar biasa
Desi Nur
lalu dimana si kayla tante ya ayunda adek dari kenzo
Maya Ratnasari
pluto udah bukan planet lagi
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
waduh kalo AC suhunya dikecilkan bakalan tambah dingin thor.
biar agak hangat, suhu AC dinaikkan.
Maya Ratnasari
kayanya sebelumnya namanya oma nuna, bukan oma salsa. oh mungkin namanya nuna salsa ya
Maya Ratnasari: asiyaapp. makasiii thor.
total 2 replies
Rossy Susilawati
lucu
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍👍👍👍👍
dream
Duh berondong kuat bener baru udahan dah naik lagi🤣🤣🤣
dream
yaelah... ben.... nyusu mulu, kaya bayi gede
dream
Hadeh.... pake acara ngegeledak.... 🤣🤣🤣
dream
Alamak..... gini nih kl sama brondong, kuat.... 😝😝🤣🤣🤣
dream
yeay..... udah gak gelisah lagi, udah tembus beneran ya ben😂😂😂😂
dream
Hahaha..... mana tahan.... 🤣🤣🤣🤣
dream
udah senyum2 ndiri bacanya, gak ku.... ku..... 😂😂
dream
Hahaha..... liat ular kadut depan mata🤭😂
dream
itu mah modus bang Ben🤭🤧
susi 2020
😂😂🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!