NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Aroma mint yang tajam dari minyak angin menyeruak, berbaur dengan sisa keharuman bunga mawar yang terlanjur terperangkap di dalam ruang privat itu.

Di atas sofa beludru, Papa Bramantyo terbaring lemah dengan kancing kemeja atas yang sudah dilonggarkan. Wajahnya yang biasa memancarkan otoritas mutlak kini tampak kuyu, dengan garis-garis penuaan yang tercetak semakin tegas akibat hantaman syok.

Liam berdiri beberapa langkah di depan sofa, kedua tangannya tenggelam di dalam saku celana jins hitamnya.

Napasnya naik turun tidak teratur. Tatapannya tertuju pada jas pengantin putih porselen milik Devon yang tergantung kaku di manekin sudut ruangan, seolah-olah pakaian itu sedang mengejek ketidakberdayaan situasi mereka.

"Liam... Papa mohon," suara Papa Bramantyo terdengar serak, nyaris tenggelam oleh deru mesin pendingin ruangan. Pria paruh baya itu mencoba menegakkan punggungnya, namun rasa nyeri di dada kirinya kembali memaksa beliau merintih tertahan.

"Pa, jangan banyak bergerak dulu. Dokter hotel sedang menuju ke sini," potong Liam dengan nada suara yang sengaja ditekan dingin, walau sorot matanya tidak bisa menyembunyikan kepanikan yang mendalam. "Dan tolong, jangan katakan hal gila itu lagi. Menggantikan Kak Devon? Yang benar saja. Aku ini adiknya, bukan ban serep yang bisa dipasang kapan saja saat ban utamanya bocor!"

"Ini bukan soal ban serep, Liam! Ini soal harga diri keluarga kita!" Papa Bramantyo terbatuk kecil, wajahnya kembali memerah menahan sakit dan emosi. "Tamu di luar... mereka bukan orang sembarangan. Ada menteri, ada investor utama dari London yang baru saja menanam modal untuk proyek kita. Jika mereka tahu pengantin prianya diseret polisi di hari pernikahannya, saham Oliver Group akan terjun bebas besok pagi! Kita akan bangkrut dalam hitungan hari!"

Liam mendengus sinis. Ia menyugar rambut hitamnya yang sedikit berantakan ke belakang dengan gestur frustrasi, sebuah kebiasaan yang selalu berhasil membuat para mahasiswi di kampusnya terpaku, namun kali ini, gestur itu murni karena rasa frustrasi yang memuncak.

"Lalu bagaimana denganku, Pa? Bagaimana dengan duniaku?" Suara Liam mulai meninggi, menuntut keadilan bagi dirinya sendiri. "Aku ini masih mahasiswa! Aku punya kehidupan, aku punya mimpi, dan aku punya reputasi di kampus yang harus kujaga! Bagaimana mungkin aku tiba-tiba keluar dari ruangan ini sebagai seorang suami dari wanita yang bahkan tidak pernah kuketahui warna matanya karena tertutup cadar? Papa egois!"

Papa Bramantyo terdiam. Air mata yang jarang sekali menetes dari mata seorang pemimpin dinasti bisnis itu kini perlahan bergulir, membasahi pipinya yang berkerut. Pria itu menunduk, mencengkeram dadanya yang kembali terasa seperti dihantam palu godam.

"Papa tahu Papa egois... Papa tahu Papa sudah gagal mendidik Devon hingga dia melakukan kejahatan itu," bisik Papa Bramantyo, suaranya bergetar hebat penuh keputusasaan. "Tapi Papa tidak punya pilihan lain, Liam. Mira... wanita itu... dia juga korban dari semua kekacauan ini. Jika pernikahan ini batal, keluarga Mira akan menanggung malu yang luar biasa, dan... dan nyawa Papa mungkin tidak akan sampai besok pagi untuk melihat kehancuran itu semua."

Melihat tubuh Papanya yang mendadak kembali kejang dengan napas yang terputus-putus, dinding pertahanan Liam yang keras seolah runtuh seketika. Kemarahan yang membakar dadanya mendadak padam, digantikan oleh rasa takut yang luar biasa akan kehilangan satu-satunya orang tua yang tersisa.

Liam melangkah cepat, menjatuhkan lututnya di lantai tepat di samping sofa tempat Papanya terbaring. Ia menggenggam tangan Papanya yang terasa sedingin es.

"Pa... Pa, dengarkan aku. Bernapas pelan-pelan," ujar Liam, nada suaranya kini berubah drastis menjadi lembut namun penuh penekanan, memancarkan aura kepemimpinan yang selama ini tersembunyi di balik sikap santainya. "Jangan bicara lagi. Aku... aku akan melakukannya."

Papa Bramantyo membuka matanya yang sayu, menatap Liam dengan tatapan tidak percaya sekaligus lega. "Liam... kau serius, Nak?"

Liam tidak menjawab dengan kata-kata. Ia berdiri, membalikkan badannya, dan menatap lurus ke arah jas pengantin milik Devon. Rahangnya mengeras. Detik itu juga, Liam Oliver yang santai dan bebas resmi mati. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang harus memikul takdir yang dipaksakan.

Dengan gerakan yang tegas dan penuh karisma layaknya seorang eksekutif muda yang siap mengambil alih kendali perusahaan, Liam membuka jas kasual abu-abunya dan melemparkannya begitu saja ke lantai. Ia melangkah menuju manekin, merenggut jas pengantin putih bersih itu dengan satu gerakan kuat.

Saat Liam mulai mengancingkan kemeja putih satin milik Devon yang sedikit longgar di tubuhnya yang atletis, aura di dalam ruangan itu mendadak berubah. Liam memiliki proporsi tubuh yang sempurna, bahu yang lebar, dada yang tegap, dan postur tinggi yang intimidatif.

Ketika ia mengenakan jas pengantin putih itu dan merapikan kerahnya di depan cermin besar, sosok pemuda kuliahan yang cuek langsung bertransformasi menjadi visual sempurna seorang pewaris takhta yang dingin, tampan, dan tak tersentuh.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Rambutnya yang berantakan kini ia sisir rapi ke belakang menggunakan jemarinya, menyisakan beberapa helai yang jatuh dengan sengaja di dahinya, memberikan kesan cool namun sangat maskulin, tipe visual pria yang sanggup membuat jantung wanita mana pun berhenti berdetak hanya dengan satu tatapan tajam.

"Mulai detik ini, aku adalah pengantinnya," gumam Liam pada bayangannya di cermin, suaranya terdengar sangat rendah dan dingin, tanpa emosi.

Cklek.

Pintu ruangan privat terbuka, dan asisten pribadi keluarga Oliver masuk dengan wajah panik. "Tuan Muda Liam... maaf, maksud saya Tuan Pengantin, waktu kita sudah habis. Penghulu dan perwakilan keluarga wanita sudah siap di meja akad."

Liam membalikkan tubuhnya. Karismanya yang mengintimidasi membuat asisten pribadi itu langsung menundukkan kepala, tidak berani menatap langsung mata tajam Liam.

"Jaga Papa. Pastikan dokter memberikan penanganan terbaik tanpa ada satu pun orang luar yang tahu," perintah Liam dengan nada suara yang mutlak, tidak menerima bantahan.

"Baik, Tuan Muda."

Liam melangkah menuju pintu. Setiap ketukan langkah sepatunya di atas lantai marmer terdengar seperti detak jam dinding yang menghitung mundur kehancuran hidupnya. Sebelum benar-benar keluar, ia melirik sekilas ke arah Papanya yang kini menatapnya dengan pandangan penuh rasa bersalah sekaligus bangga.

Liam menarik napas dalam-dalam, menyesuaikan jas putihnya yang melekat sempurna, lalu membuka pintu kayu jati tebal itu lebar-lebar.

Kilatan lampu kilat dari kamera para fotografer langsung menyambutnya begitu ia menginjakkan kaki di lorong menuju grand ballroom. Suara riuh rendah dari ribuan tamu undangan di ujung lorong terdengar seperti gemuruh ombak yang siap menenggelamkannya.

Di ujung sana, di atas altar yang dikelilingi ribuan mawar putih, sebuah takdir baru telah menantinya. Takdir yang melibatkan seorang wanita misterius bernama Mira Hazelya, dan sebuah pernikahan kontrak satu semester yang akan mengubah hidupnya menjadi neraka penuh rahasia.

Liam melangkah maju dengan dagu terangkat, memancarkan aura kepemimpinan yang dingin dan mematikan, siap menantang apa pun badai yang ada di depan matanya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
Dibalik Senja
Tdak apa2 dicerai sdh bkn jdohnya jngn dtangisi lebih baik begitu dr pd setiap hari disiksa dan direndahkan....CEO gemblung mainya kekerasan tnpa tau permasalahan merasa pnya dinasti diluar angkasa sungguh awak gemess
N Wage
apa maksud dr paragraf "Di sana,di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar,tidak ada tanda2 kesucian yang biasanya dst..."

emangnya seperti apa?
N Wage
bukan altar KK...meja akad😊
Lovita BM
👍👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!