NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Dua Kekasih

Terjebak Cinta Dua Kekasih

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Chicklit / Tamat
Popularitas:230.5k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

WARNING!

Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)

Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.

No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.

Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.

Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Tugasku sebagai Pelayan

"Rey, cepat pakai kaos kakimu," kata Wilona mengambilkan sepasang sepatu untuk Reymond.

"Kak, apa hari ini Papa, Mama, dan Kak Wildan jadi berangkat ke Singapura?"

"Iya, tapi kamu masih bisa sarapan bersama Kak Wildan pagi ini."

"Aku juga ingin bertemu Mama dan Papa, Kak."

"Rey, kondisi Papa belum memungkinkan untuk pulang ke rumah. Mereka harus langsung berangkat ke Singapura supaya Papa cepat ditangani oleh dokter."

"Yah," keluh Reymond kecewa.

"Ayo Kakak bantu pakai sepatu, lalu kita sarapan. Mulai hari ini kamu berangkat ke sekolah bersama Kakak. Kalau pulang sekolah kamu tetap dijemput Pak Sugeng ya."

"Iya, Kak."

Setelah selesai mengurus keperluan Reymond, Wilona menggandeng adiknya menuju ke ruang makan.

"Kak Wildan..." seru Reymond menghambur ke pelukan Wildan.

Wildan memeluk Reymond dengan erat sambil berpamitan.

"Rey, sebentar lagi Kakak akan berangkat. Kamu baik-baik di rumah ya. Jangan nakal dan menurutlah pada Kak Wilona."

"Iya, Kak. Jangan lama-lama perginya. Kapan Kakak akan pulang bersama Papa dan Mama?"

"Mungkin Kakak akan pulang Minggu depan. Kalau untuk Papa dan Mama, Kakak belum tau. Doakan saja Papa lekas sembuh supaya bisa berkumpul lagi dengan kita."

"Kak, boleh aku ikut ke bandara?" tanya Reymond memohon.

"Kamu harus sekolah, Rey. Nanti Mama dan Kakak akan menelponmu saat kami sudah sampai. Kakak berangkat sekarang ya."

Reymond menganggukkan kepalanya sambil terisak.

"Wilo, aku berangkat," ucap Wildan memandang Wilona.

Wilona dan Reymond hanya bisa memandang kepergian Wildan dengan tatapan nanar. Ada sekelumit firasat tidak enak di hati Wilona. Entah itu mengenai kesehatan papanya atau tentang kelanjutan hubungannya dengan Wildan.

"Rey, sudah jangan menangis. Ayo habiskan sarapanmu, lalu kita berangkat ke sekolah."

"Iya, Kak."

...****************...

Saat jam makan siang, Wilona memutuskan untuk mencurahkan isi hatinya kepada Gabby. Ia merasa perlu mendengar nasehat dari seseorang agar mengurangi beban di dalam hatinya.

"Wilo, aku marah padamu. Selama ini kamu sudah membohongiku. Ternyata mamamu menikah dengan papanya Wildan," ucap Gabby dengan wajah cemberut.

"Maafkan aku, Gab. Aku baru punya keberanian untuk menceritakannya padamu sekarang."

"Ya sudahlah, tapi lain kali jangan sembunyikan apapun dariku. Itu juga kalau kamu masih menganggapku sebagai sahabat."

"Iya, Gab, tolong jangan marah. Sebenarnya aku sedang membutuhkan saran darimu."

"Coba katakan. Aku akan berusaha memberikan saran yang terbaik untukmu."

"Aku sedang mencemaskan keadaan Papa dan Mama. Sekaligus aku merasa bersalah."

Wilona menghentikan ucapannya sejenak. Suaranya serasa tercekat di tenggorokan.

"Sebenarnya yang kutanyakan padamu lewat chat itu mengenai aku dan Wildan."

Gabby langsung menaikkan alisnya mendengar pengakuan Wilona.

"Kamu suka pada Wildan? Apa kamu pacaran dengannya? Apa orangtua kalian mengetahuinya?" tanya Gabby memberondong Wilona dengan pertanyaan.

"Iya kami sudah pacaran sejak liburan di Puncak. Tapi kami merahasiakannya dari Papa dan Mama. Kadang aku merasa ini salah, apalagi sekarang Papa sedang sakit. Apa yang harus aku lakukan, Gab?" tanya Wilona sedih.

"Hmmmmm, menurutku kamu harus jujur mengakuinya kepada orang tua kalian. Cari waktu yang tepat. Soal hubungan kalian direstui atau tidak itu masalah nanti. Hanya saja apa kamu yakin akan menjalani hubungan dengan Wildan? Menurutku resikonya cukup besar."

Gabby berdehem sebelum melanjutkan pendapatnya.

"Maksudku Wilo, mungkin kamu akan mendapat cibiran atau celaan dari orang-orang. Tidak banyak orang yang bisa memahami arti cinta seperti aku. Mereka akan menganggap hubungan kalian tidak sepantasnya karena kalian saudara tiri, walaupun memang kalian tidak punya hubungan darah. Hal itu bisa berdampak pada pekerjaanmu sebagai guru."

Wilona menghela nafas panjang. Ia tau apa yang dikatakan Gabby ada benarnya.

"Gab, jadi menurutmu aku tidak boleh mencintai Wildan dan harus putus darinya?"

"Wilo, keputusan itu terserah padamu. Coba pikirkan lagi baik-baik. Jika kamu yakin bahwa kalian saling mencintai maka kalian berdua harus berani memperjuangkan hubungan kalian. Minta restu dari orangtua supaya kalian bisa segera menikah. Tapi kalau kamu masih ragu, lebih baik akhiri hubunganmu sebelum perasaanmu semakin dalam pada Wildan."

Gabby memegang tangan Wilona untuk mendukung sahabatnya itu.

"Bandingkan sisi baik dan buruknya sebelum kamu mengambil keputusan. Menurutku kamu perlu membuka hati dan mencoba mengenal pria lain, Wilo. Bukankah ada Elzen Prayoga? Dia sepertinya tertarik padamu."

"Aku tidak ada perasaan apapun pada Elzen. Bahkan aku sudah mengirimkan kembali dress pemberiannya lewat pos."

"What? Kamu mengembalikan dress sebagus itu? Dari mana kamu tau alamat rumah Elzen Prayoga?"

"Aku melihatnya dari data murid. Anabby tinggal bersama Elzen, jadi alamat mereka pasti sama. Aku tidak ingin menerima hadiah apapun dari pria seperti dia."

Gabby menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Wilo, jangan ambil kesimpulan terlalu cepat. Kamu belum mengenal siapa Elzen. Jangan melihat pria hanya dari kulit luarnya. Ada pria yang kelihatannya nakal, liar, tapi sebenarnya dia setia dan penyayang. Sebaliknya ada yang kelihatan baik dan sopan, tapi aslinya serigala berbulu domba."

"Gab, ternyata kamu gadis yang sangat bijaksana. Kamu juga ahli dalam soal percintaan," kata Wilona mengagumi sahabatnya itu.

"Tentu saja, aku Gabriela Olivia, punya segudang pengalaman tentang pria."

"Thanks ya Gab, sekarang perasaanku jadi lebih tenang setelah aku bicara denganmu."

"You're welcome. Wilo, jangan lupa Sabtu nanti kamu harus ikut bersamaku ke acara temu fans Love Master."

"Aku belum tau bisa ikut atau tidak. Aku harus menemani Reymond, adikku. Kasihan dia kalau sendirian di akhir pekan."

"Ajak saja adikmu. Dia bisa jalan-jalan bersama kita di Mall."

"Nanti aku akan bertanya dulu pada Reymond."

Wilona dan Gabby melanjutkan makan siangnya sambil mengobrol. Bagaimana pun keberadaan Gabby bisa membuat Wilona melupakan kegelisahannya meski hanya untuk sesaat.

...****************...

Begitu sampai di depan pintu rumah, Bi Rani tergesa-gesa menghampiri Wilona. Wajahnya menunjukkan ekspresi kecemasan.

"Non, di dalam ada Nyonya Besar Adeline, mamanya Tuan Adrian. Dia datang bersama Nyonya Sandra, adik almarhum istri pertama Tuan."

"Jam berapa mereka datang, Bi?"

"Dari jam satu siang. Mereka mencari Nona sejak tadi. Saya sudah bilang kalau Nona belum pulang dari mengajar di sekolah. Tapi mereka sepertinya tidak percaya."

"Apa Bibi sudah menyiapkan kamar untuk Oma dan Tante?"

"Sudah, Non, tapi..."

"Bi, aku akan menemui Oma dan Tante Sandra dulu," jawab Wilona sebelum Bi Rani selesai berbicara.

Wilona segera masuk ke dalam rumahnya menuju ruang tengah.

Ia melihat seorang wanita lanjut usia sedang duduk bersandar di sofa. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, tanda kecantikan masih ada di wajah wanita lanjut usia itu. Dari penampilannya yang anggun dan elegan, Wilona bisa menebak jika ia adalah Nyonya Adeline, Omanya Wildan.

Di samping Nyonya Adeline, tampak seorang wanita berambut pendek yang tampak seumuran dengan mamanya. Wanita itu sudah pasti adalah Sandra, tantenya Wildan.

Mereka memalingkan wajahnya ke arah Wilona ketika gadis itu datang.

"Selamat siang, Oma, Tante. Saya Wilona," sapa Wilona dengan ramah sembari ingin mencium tangan Oma Adeline. Namun wanita tua itu menghindar. Ia nampak enggan mengulurkan tangannya kepada Wilona.

"Jangan panggil aku Oma karena kamu bukan cucuku. Panggil aku Nyonya Besar," jawab Ny. Adeline sinis.

Sandra bangkit berdiri lalu mengamati Wilona dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.

"Jadi kamu yang bernama Wilona."

"Tante Adeline, dia ini Wilona, anak tirinya Adrian. Apa dia tidak boleh memanggil Tante dengan sebutan Oma?" tanya Sandra pura-pura memberikan informasi kepada Ny. Adeline.

"Hanya cucu kandungku yang boleh memanggilku Oma, bukan orang luar."

Sandra mengalihkan pandangannya kepada Wilona.

"Maaf, Wilona, kamu dengar sendiri kalau Omanya Wildan ingin dipanggil dengan sebutan Nyonya Besar."

"Iya Tante tidak apa-apa."

Sandra berjalan semakin mendekati Wilona sambil mengernyitkan dahinya.

"Kenapa kamu baru pulang jam segini, Wilona? Kemana saja kamu pergi? Bukankah kamu diserahi tugas untuk menjaga Reymond?"

"Maaf, Tante, saya memang baru pulang dari mengajar di sekolah sekitar jam dua siang."

"Oh begitu. Wilona lain kali kamu harus pulang lebih cepat. Gara-gara kamu pulang kesiangan hari ini, kami terpaksa belum makan siang."

"Kenapa Tante dan Oma, maksudnya Tante dan Nyonya Besar belum makan siang? Apa para pelayan belum menyiapkan makan siangnya, Tante?"

"Wilona, Tante Adeline tidak bisa makan sembarang makanan di usianya saat ini. Tante Adeline hanya mau makan sayuran organik yang dimasak dengan higienis. Jadi kamu yang harus memasak makanan untuk kami mulai hari ini."

"Kalau begitu Tante dan Nyonya Besar bisa istirahat dulu di kamar. Saya akan ganti baju lalu memasak makan siang."

Ny. Adeline membetulkan letak kacamatanya lalu menatap Wilona dengan tajam.

"Siapa tadi namamu?"

"Wilona, Nyonya Besar."

"Dengar, aku minta kamu juga membersihkan kamarku dua kali sehari, tiap pagi dan sore. Aku tidak mau ada pelayan yang masuk ke dalam kamarku."

Sandra tersenyum tipis mendengar ucapan Ny. Adeline.

"Wilona, sebelum kamu memasak, tolong bantu siapkan kamar Tante dulu," kata Sandra menahan Wilona.

"Kamar? Bukankah kamar Tante sudah disiapkan juga oleh Bi Rani?" tanya Wilona bingung.

"Maaf ya, Wilona. Tante tidak terbiasa tinggal di kamar yang sempit. Tadi Tante minta Bi Rani untuk menyiapkan kamar di lantai dua. Tapi Bi Rani menolak, katanya itu sudah menjadi kamarmu. Apa boleh Tante memakai kamarmu? Kamu khan bisa pindah ke kamar tamu."

"I..iya Tante boleh. Saya akan memindahkan barang-barang saya ke bawah. Tante bisa memakai kamar saya."

"Bagus, kamu memang anak yang baik. Pantas saja Kak Adrian sayang padamu. Tapi memang kamu harus membalas jasa baik Kak Adrian. Paling tidak kamu bisa membantu para pelayan membersihkan rumah milik keluarga Sanjaya. Kamu bukan anggota keluarga ini, tapi bisa menikmati kehidupan yang mewah. Benar khan, Wilona?" ucap Sandra memegang dagu Wilona.

"I..iya, Tante. Kalau begitu saya ke atas dulu untuk menyiapkan kamar Tante."

"Okey, thank you," jawab Sandra melambaikan tangannya.

"Wilona, Omanya Wildan tidak mau tinggal di kamar tamu yang sempit. Tolong kamu siapkan kamar yang

1
Mrs. D
bagus
Maya Ellydarwina
luar biasa novel mu thor,seperti kisah cinta ku penuh rintangan tapi berakhir bahagia,panjang umur,sehat selalu dan makin sukses thor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗😘😘😘
snowwhite risca: terima kasih Kakak. Jangan lupa baca novel author yg lain. "istri bayaran milik Tuan Raja" dan "CEO Magang dan Mama Perawan". boleh juga follow IG Author : inspirasi.riscaame. Di sana banyak karya novel author yg lain.
total 1 replies
Dwi handayani
bikin gemes ni widan
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Sandisalbiah
wow thor kau jadikan wilona seperti cewek gampangan.... sadisss...
✨viloki✨
😭💔😭💔😭
✨viloki✨
Duh pait
Rita Herlina
jirayu...😍😍😘
Pipin Davian
That’s right true love is not easy 👍🏻👍🏻
Pipin Davian
Lagiunya thor finnely some one
Pipin Davian
So sad wildan 😭😭😭
Pipin Davian
Psti el tg jd love master nya
Janah Husna Ugy
tapi kasian,,, calon pengantin nya, pdhl baik
Ayannawidara
yyaa.. terlalu asik ceritanya.. g kerasa udh ending... 🤗🤗terimakasih thor.. ayoo semngat buat karya lagi... 💪💪♥️
Vanda Saderyana
seru ceritanya....
Dewi Ros
ok
Junifa
aku tunggu extra partnya thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Warnelly
Kira kira penyelesaian yang bagaimana yang diinginkan Elzen...
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
semakin seru,, lanjuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!