Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
***
Plaaaak ....
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Anna. Meninggalkan bekas kemerahan disana. Anna memegangi pipinya yang terasa panas dan perih.
"An-Anna ....
"Hiks, kau menamparku Aron. Hanya karena aku makan. Apa aku dilarang untuk makan. Satu lagi, aku kurus bukan karena kurang makan, apalagi karena sering makan mie instan. Aku kurus, semuanya karena dirimu. Semua perlakuanmu padamu. Saat aku mengejarmu, saat paksaanmu, saat kamu menikahiku karena kasian. Karena semua itu, sekarang aku tidak lagi mencintaimu tapi aku membencimu!" Teriak Anna langsung naik ke atas ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya hingga menutupi kepalanya.
"An-Anna, aku tidak sengaja. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku mohon maafkan aku." Mohon Sekretaris Aron merasa bersalah karena khilaf dan tanpa sadar menampar wanita yang kini ia cintai.
"Jangan sentuh aku! Aku mohon pergilah," ketus Anna terisak-isak.
"Baiklah, aku akan pergi. Tapi, aku mohon maafkan aku," kembali Sekretaris Aron memohon tapi, sama sekali tidak diindahkan oleh Anna.
Malam itu, Sekretaris Aron sama sekali tidak bisa tidur. Ia terus merasa bersalah karena tidak sengaja menampar istrinya. Apalagi, besok pagi ia harus berangkat pagi-pagi sekali ia harus keluar negeri untuk urusan bisnis. Hatinya tidak tenang harus meninggalkan Anna sendiri dalam keadaan hatinya yang tidak tenang.
Didalam kamarnya, Anna masih terus terisak-isak. Cukup lama akhirnya iapun tertidur karena kelelahan.
Keesokkanga paginya. Anna terbangun dari tidurnya. Anna merasakan kepalanya begitu pusing. Mungkin, karena terlalu lama menangis.
"Apa dia sudah berangkat bekerja. Tapi, bukannya ini hari Minggu. Kemana dia? Ah ... Kenapa juga aku harus memikirkannya. Biarkan saja dia mau pergi kemana. Aku tidak peduli." Gumam Anna yang kini sudah ada di dapur.
Anna kaget, karena didapur sudah ada banyak pelayan yang menyiapkan sarapan untuknya.
"Selamat pagi, Nyonya Anna. Silahkan duduk." Sambut seorang pelayan dengan begitu hormat. Walau heran, tapi Anna tetap mengikut dan duduk dikursi itu. Begitu Anna duduk. Pelayan lainnya dengan cekatan mengambil sarapan untuknya.
"Ini, nyonya. Silahkan dimakan." Ujar pelayan itu sopan.
"Emm ... Tapi, saya tidak makan sebanyak dan berat seperti ini jika pagi. Saya ingin roti tawar saja," pinta Anna.
"Maaf, Nyonya Anna. Kami hanya mengikuti peritah tuan Aron. Tuan Aron telah menyiapkan daftar menu untuk Nyonya konsumsi Setiap harinya. Tolong Nyonya mengerti keadaan kami. Kami akan dimarahi bila Nyonya tidak mau makan." Jelas pelayan itu sopan.
"Baiklah, aku akan memakannya. Tapi, kemana tuan kalian?" Tanya Anna seraya menyantap makanannya.
"Tuan Aron sudah berangkat ke luar negeri bersama Tuan Devan, Nyonya." Lapor pelayan itu.
"Apa untuk urusan bisnis?" Tanya Anna.
"Benar, Nyonya."
"Apa dia mengatakan pada kalian, kapan ia akan pulang?" Tanya Anna lagi.
"Maaf, Nyonya. Tuan tidak mengatakannya," mendengar itu Anna hanya menggangguk. Dan kembali melapah makananya.
"Tunggu dulu, kenapa juga aku memikirnya. Sangat tidak penting," batin Anna melahap makanannya dengan kasar.
Mengendap-endap, Anna keluar dari pintu belakang. Anna begitu beruntung karena kini, ia sudah berada di luar area mansion. Buru-buru, Anna menghentikan sebuah taksi. Dan langsung menuju hotel. Diaman acara pesta dilaksanakan.
Hanya perlu waktu sekiranya 25 menit. Kini, Anna sudah berada didepan hotel yang tidak terlalu mewah itu.
Perlahan Anna mulai memasuki hotel itu. Begitu masuk Anna sangat tidak menyukai suara-suara bising dari musik DJ yang dimainkan di Aula besar itu.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩