NovelToon NovelToon
Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:604.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Rahayu

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fatimah yang biasa di panggil Fatim berasal dari keluarga yang cukup berada namun sangat tomboy dia anak semata wayang yang tak pernah menyukai laki - laki karena menganggap semua lelaki adalah sama seperti ayahnya yang menurutnya berengsek karena tega meninggalkannya dan ibunya sewaktu ia masih kecil.

Akankah semuanya berubah sejak ia mengenal sosok Abas lelaki sederhana murid pindahan yang sekarang sekelas dengannya.

Apakah Fatim akhirnya akan merasakan jatuh cinta dimasa SMA nya???
Siapakah lelaki yang dapat memenangkan hatinya??? ikuti kisah selanjutnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PERPISAHAN DI LEMBANG

Setelah berpamitan kini mobil Abas telah melaju meninggalkan Lembang, dan akhirnya hilang dikelokan jalan. Kini tinggallah Fatim, Yati, Rangga dan bapak Kepala Desa atau biasa disapa pak Kades. kebetulan Rangga mendapat tempat bermalam di rumah pak Kades sedangkan Fatim akan bermalam dirumah yang ditinggali Yati yaitu rumah bu Neneng, jarak antar rumah bu Neneng dengan rumah pak Kades tidak terlalu jauh.

"Baiklah kak Ketos dan pak Kades kami akan kerumah bu Neneng sekarang biar Fatim bisa beristirahat. " Pamit Yati pada Rangga dan pak Kades.

"Baiklah, ajak Fatim segera beristirahat karena malam ini acara perpisahan kita akan segera dimulai nanti selepas solat Isya, dan kalian nanti sekalian saja langsung ke Balai Desa ya, kita bertemu disana saja. "Jelas Rangga.

"Iya kak Inshaa Allah, siap laksanakan! "

Kini Yati mengajak Fatim untuk menunu rumah bu Neneng yang akan menjadi tempat mereka menginap malam ini.

"Frenku nanti dirumah bu Neneng loe jangan caper ya !" Ucap Yati dengan wajah setengah memelas.

"Maksud loe apa oneng ? Nggak ngerti gue." Ucap Fatim sambil mengernyitkan dahinya.

"Loe tahukan loe itu sabahat gue yang paling cantik dan seksi, nanti itu dirumahnya bu Neneng ada anak cowoknya yang tampannya selangit, kalau loe ceper nanti gue nggak kebagian, begituuu."Jelas Yati semangat.

"Ha... ha.. begitu ceritanya, jadi fren gue jatuh cintrong nih ?"

"Nggak lah bukan begitu, cintaku hanya buat Ketossss seorang, nggak ada yang lain."

"Jadi yang anaknya bu Neneng bagaimana nasibnya ?" Tanya Fatim dengan pura - pura penasaran.

"Anak bu Neneng teh namanya Aliando, dia buat selingan aja dong."

Mendengar jawaban sahabatnya Fatim hanya bisa menepuk jidanya.

"Hebat loe frennn udah bisa cari selingan padahal pacar aja loe belum punya."

Keduanya tertawa senang, dan tak terasa kini mereka sudah sampai didepan rumah bu Neneng.

"Frennn, kita udah sampai nih, tuh rumahnya bu Neneng yang catnya warna hijau, kita masuk yuk! " Ajak Yati pada Fatim.

Keduanya berjalan memasuki pekarangan rumah bu Neneng, dan seorang pemuda mengintip dari balik tirai, melihat kedatangan Yati dengan seseorang yang baru. Dengan cepat pemuda itu berlari menuju kamarnya, kemudian mematut dirinya didepan cermin, yah dia adalah anak lelaki bu Neneng yang tadi Yati ceritakan.

Nama pemuda itu adalah Aliando, dia juga seorang pelajar disalah satu SMA yang ada di Lembang tepatnya SMA Harapan Kita . Kini duduk dikelas tiga SMA atau lebih kerenya kelas XII IPA 1. Namun dia termasuk tipe cowok yang pemalu. Baru kali ini ia merasa tertarik untuk tampil keren didepan perempuan. Semua ini terjadi saat tadi dia melihat Fatim, wajahnya terasa panas. Dan sekarang dia berada dikamarnya memakai kemeja yang sangat rapi, dengan dimasukkan kemejanya kedalam celana jeans senada, rambut disisir belahan samping. Setelah merasa siap barulah ia akan keluar untuk berkenalan dengan Fatim.

Kedua gadis itupun mengucapkan salam.

"Assalamualaikum, bu kami pulang." Ucap. keduanya hampir bersamaan.

"Waalaikumussalam, eh kok neng geliesnya ada dua sekarang? "

"Iya bu, ini teman saya Fatim yang kemarin saya ceritaain sama ibu." Ucap Yati sopan.

Eh tumben nih Oneng ngomongnya pake saya, sopan amat behhh, caperrrr ....caperrrr batin Fatim sambil tersenyum.

"Oo alahhh ini to namanya Fatim, gelis pisan, mari masuk neng, semoga kerasan dirumah ibu, oh iya ibu punya anak bujangan lo, dia juga masih sekolah SMA kelas tiga di SMA Harapan Kita Lembang, anak ibu guantengggg lo kayak artis."

Yati sudah tersenyum manis, lain halnya dengan Fatim, ia merasa ingin muntah saja mendengar perkataan bu Neneng, namun ia berusaha bersikap normal didepan bu Neneng.

Fatim segera menyikut perut Yati yang ikut - ikutan mulai ganjen termakan rayuan manis bu Neneng.

"Aduhh, sakit Frenn! " Ucap Yati meringgis mendapat sikutan diperutnya.

"Eh copot... capot... apanya yang copot eh yang sakit neng."

Kali ini asli Fatim tidak bisa menahan tawanya, melihat bu Neneng yang latah sangat lucu ekspresinya.

"Ha... ha.. ibu lucu, maaf bu nggak ada yang copot kok." Jawab Fatim mulai usil.

"Fatimmm, ih jangan gitu napa loe sama orangtua, kualat tahu! " Omel Yati.

"Habisnya bu Neneng lucuuuu." Ucap Fatim berbisik.

"Eh copot.. eh bukan... maaf ibu teh suka latah kalah kaget." Ucap bu Neneng sambil. garuk - garuk kepala meskipun tidak gatal.

Akhirnya mereka bertiga malah tertawa, dan saat itulah muncuk anak kesayangan bu Nenemg yang tadi dia banggakan.

"Permisi, saya boleh kenalan? "

"Krikkk... krikkkk." Suasana yang tadi riuh langsung hening.

Ketiganya berbalik menatap ke arah suara yang datang dari kamar yang ada dibelakang mereka. Mulut Yati sudah terbuka lebar karena tak percaya sengan penampakan yang ada didepannya. Begitu juga dengan Bu Neneng yang tak percaya melihat penampilan anaknya. Hanya Fatim ekspresinya yang tampak cuek dan biasa saja. Dan ketiganya tenggelam dalam pikirannya masing - masing.

*Oh... seorang pangeran berkuda putih sudah datang, sangat tampan, aku merasa seperti mimpi, batin Yati yang mulai alay lagi.*

*Ya Gusti Allah, beneran to ini putraku, uhhh tampannya, keren, seantero Lembang, pasti naksir ini cah ayu pada anakku ini, nggak pernah anakku bisa tampil kayak gini kalau nggak naksir ini pada cah ayu yang dua ini, pilih mana yo akuuu, batin bu Neneng nggak kalah lebay sama Yati.*

*Oh ini anaknya bu Neneng lumayan sih, culun, tapi aku lebih suka Abas, eh kok jadi kepikiran tu anak ya, udah nyampe kali dia, ah kok gue nggak nanya rumahnya dimana, uhhh dasar Fatim tukang lupa, lo.. lo.. kok jadi begini sih, haduhhh ya Allah tolong gue, batin Fatim.*

Setelah selesai dengan khayalannya masing - masing akhirnya mereka bertiga kembali jadi orang normal.

"Emmm tentu boleh kok, kenalin gue Yati, tepatnya Maryati." Sambil menyodorkan tangannya.

"Aliando." Menyambut tangan Yati.

Setelah melepas jabatan tangan dengan Yati kini giliran Ali mengulurkan tangannya pada Fatim dan dengan reflek Fatim menagkupkan kedua tangannya didepan dada yang membuat Ali jadi menarik kembali tangannya.

*loh kok gue ketularan Abas ya, hadehhh, batin Fatim. *

Kini gantian Fatim yang mengulurkan tangannya dan Ali yang menangkupkan tangannya. Dan terjadilah tarik ulur tangan diantara keduanya.

"Aduhhh Fatim gue pusing deh sama loe berdua, giliran Ali ulur tangan loe yang nangkup, dan gikiran loe yang ulur eh Ali yang nangkup, beneran pusing gue." Sunggut Yati kesal.

"Ya udah deh nggak usah salaman gue Fatimah Ananbra panggil aja gue Fatim." Ucap Fatim juga sedikit kesal.

"Eh nak, sama ibu nggak kenalan? " Sambil. menyodorkan tangan pada Ali.

Sontak Fatim dan Yati tertawa terbahak - bahak karena perkataan bu Neneng sangat diluar dugaan mereka, dan Ali menatap mereka dengan wajah yang sudah memerah karena menahan malu.

"Ha.. ha.. ibu sama anak sendiri pake mau kenalan segala." Ucap Yati sambil tersenyum.

"Yah udah deh bu, Ali, kita kedalam dulu ya, mau siap - siap ke Balai Desa nanti." Ucap Fatim untuk menghilangkan kecanggungan diantara mereka.

"Nanti apa aku boleh ikut kalian ke Balai Desa? "

"Iya boleh." Serobot Yati dengan cepat.

"Oke terimakasih ya, aku kembali kekamar juga." Ucap Ali sambil meninggalkan mereka bertiga.

"Bu, kita pamit ya." Ucap Fatim.

"Iya ibu juga mau masak untuk kita makan nanti malam." Sambil berjalan menuju dapur.

Suasana rumah kembali hening, semua sudah memasuki istananya masing - masing.

*****

Dikamar Yati dan Fatim....

"Oneng asli bu Neneng orangnya lucu ya? "

"Gue nggak tertarik bahas bu Neneng, kalau Ali... mau gue."

"Hadehhh mulai dah konslet otak nih anak." Ucap Fatim sambil mengucek rambut Yati yang sebahu.

"Fatim mahkota kepala gue loe obrak abrik, awas loe ya, buk.. bukk." Yati memuluk Fatim pakai bantal.

Perang bantal tak terhindarkan, sampai keduamya lelah dan terlelap, dengan keadan kamar yang sudah seperti bekas peperangan dunia kedua, berhamburan.

*****

Sementara itu dikamar Ali ...

Sebuah kamar dengan desain sederhana berwarna abu dan putih, membuat kesan kamar cowok sangat kental, dan semuanya tersusun rapi. Sambil menunggu waktu ke Balai Desa Ali sibuk membayangkan wajah Fatim yang menurutnya sangat cantik sampai akhirnya juga terlelap.

*****

Dapur....

Ditempat ini seorang ibu yang humoris dengan telaten memasak hidangan untuk mereka santap sebelum nanti berangkat ke Balai Desa, dan tentunya meski capek ibu Neneng tidak boleh terlelap yang ada nanti semua masakannya gosong.

Tak terasa kini sudah masuk waktu Magrib, dan bu Neneng sedang mengetuk pintu kamar kedua tamunya, dan juga kamar anak kesayagannya.

"Tok.. tok.. Neng Gelis, bangun yo ini sudah Magrib lo." Ucap Neneng sambil berlalu menuju kamar Ali juga.

"Emmm iya bu maksih ya dah bangunin kita." Sahut Fatim.

Setelah kesadarannya pulih barulah keduanya merapikan kamar dan mandi lalu sholat Magrib berjamaah, dan segera menuju ruamg makan.

*****

Ruang Makan...

Suasana makan dirumah bu Neneng sedikit berbeda dengan dirumah Fatim atau Yati, karena sambil makan bu Neneng terlihat sesekali mengajak mereka berbicara. Meski. agak canggung makan malam dapat berjalan normal.

Setelah makan mereka bersiap menuju Balai Desa dan akan sholat Isya di Mushola Desa.

"Yuk Neng kita berangkat." Ucap bu Neneng sambil mengajak Ali juga.

"Li... ayo nak."

"Iya bu Ali sudah siap."

Mereka berangkat sambil bercerita ringan, sedang Ali mengikuti dari belakang, pandangannya tak lepas dari Fatim.

*Mengapa gadis ini baru muncul dihari terakhir, coba dia muncul sama dengan temannya itu, pasti aku akan sangat bahagia, batin Ali*

Kini mereka telah sampai di Balai Desa, semua teman - teman mereka sudah membaur bersama masyarakat sekitar, dan api unggunpun sudah dinyalakan.

Acara demi acara telah mereka lewati bersama mulai dari pentas seni hingga pemberian cendramata, sebagai kenang - kenangan untuk desa yang mereka kunjungi.

Kini ucapan perpisahan yang disampaikan oleh Rangga diiringi dengan permaianan gitar Ikhsan yang bagus, banyak diantara pelajar maupun elemen masyarakat menikitikkan air mata, karena meski dua hari namun ikatan persahabatan yang terjalin sangat mesra. Bahkan ada yang saling rangkul antara ibu - ibu dengan para gadis, atau bapak - bapak dengan para cowoknya. Semua tampak bersuka cita, bahkan ada yang saling tukar kado.

Disaat semua sedang sibuk, tiba - tiba Andi menarik tangan Fatim dan membawanya sedikit menjauh dari keriuhan.

"Ih... apaan sih loe An, main tarik - tarik aja, bukan muhrim, nggak boleh pagang - pegang." Fatim menyentak tangannya hingga terlepas.

Andi tertunduk, marasa takut kalau Fatim marah.

"Maaf tapi aku merasa tak punya kesempatan lain."

"Maksud loe apa sih."

"I Love You Fatim." Ucap Ali to the poin sambil manatap mata Fatim.

Wajah Fatim tampak berubah tapi bukan senang, seberkas sinar kemarahan terpancar dimatanya yang bening dan tajam. Karena kata - kata itu menginggatkannya pada seorang pria yang telah mencampakkan ibunya.

Air mata mengalir disudut mata Fatim, gadis yang hampir tak pernah mengeluarkan air mata kesedihannya. Kini luka itu terbuka kembali. Namun ia masih berusaha untuk mengendalikan emosinya.

"Maaf Ali, gue nggak percaya pada cinta, semua rasa cinta itu palsu."Ucap Fatim bergetar menahan sesak didadanya.

Dengan cepat Fatim berlari meninggalkan kerumuman itu, tanpa ada yang tahu kemana Fatim melabuhkan kakinya.

Ali hanya terpaku melihat reaksi Fatim yang diluar dugaannya, gadis manis yang cantik namun menyimpan luka yang dalam karena sebuah kata CINTA.

Bersambung....

Terimakasih telah mambaca karyaku, jika berkenan berikan like dan komenmu, karena itu membuatku bersemangat juga yg untuk terus menulis. Semoga yang baca sehat dan bahagia selalu. 😍

1
Andi Fitri
bagus banget karya kmu Thor..tpi ko udh ga ada up nya
Bu Fit: insyaaAllah ini mau segera dilanjut setelah lama hiatus. maaf membuat kalian menunggu
total 1 replies
Andi Fitri
Yati tiap lht cowok ganteng lgsg jatuh kecentilan..😁
Andi Fitri
pak dokter alasan aja anggap adek padahal lain di bibir lain di hati
Andi Fitri
pak dokter jgn terlalu pede fatim tdk suka sama laki2 yg terlalu pede Krn dia sudah jdi calon istri lelaki Sholeh..
Andi Fitri
pasti putra atau gladis...
Andi Fitri
lah pak Komar pamer anakx hafalan 30 jus tau agama tpi ko maksa..tau agama tdk suka pamer dan memaksakan kehendak..🤭
Andi Fitri
sdh aku duga pelakunya putra sengaja dia rusak motor agar bisa mengajak Fatim di mobilnya..
Andi Fitri
ya Rabb msh ada kh manusia tulus seperti Nadya dan fatim di dunia nyata..
Andi Fitri
gladis baru jdi anak kepsek aja udh belagu blm tau siapa fatim..
Andi Fitri
author bikin air mata meluncur dgn sendirinya..😭😭
Andi Fitri
Yati jgn terlalu pede jual mahal dikit sm cowok dong..
Andi Fitri
karya2 author mmg sllu bikin hati tertampar tpi bikin adem dgn pesan2 agamanya ..👍👍👍
Andi Fitri
karya author memang sllu bikin terharu dan byk pelajaran yg bisa kita ambil..👍👍👍
Nata
thor saya SDH nunggu hampir 2 tahunan lohhh....

semangat Thor,, sehat selalu
Bu Fit: insyaaAllah aku udah kembali, izin melanjutkan kisah yang terlerai
total 1 replies
Ila Lain
kapan dilanjutin Thor???
Qina Zahra
jangan lama thor aq suka banget segera temukan lagi abas ma fatim
Agus Rachmad Riduwan
moga tetap semangat berkarya
Rasni 01
mampir kesini Krn rekomendasi dr KK fit.(cinta untuk dokter nisa)
maura shi
layangan putus nih
Hidayati Rizkia
up tiap hari dong......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!