NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguji Perasaan

Udara sejuk langsung terasa ketika mobil yang dikendarai Fahri memasuki daerah Lembang. Mereka sedang dalam perjalanan menuju vila keluarga. Putri membuka kaca jendela lebar-lebar, menikmati semilir angin yang terasa sejuk di kulitnya.

Roda kendaraan memasuki daerah perkebunan teh. Sebentar lagi mereka akan sampai di tempat tujuan. Vila mereka memang terletak di dekat perkebunan teh. Setengah jam kemudian mereka sampai. Mobil berhenti di depan bangunan yang terbuat dari kayu. Fadli memang membangun vila ini dengan konsep alami. Di mana bahan materialnya adalah kayu. Material ini dipilih selain untuk membuat bangunan tahan gempa, bahan ini juga cocok di digunakan di daerah dingin seperti ini.

Kedatangan mereka langsung disambut oleh mang Asep, orang yang dipercaya menjaga dan mengurus vila. Putri langsung masuk ke dalam, menuju kamarnya di lantai dua. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Nyaman sekali rasanya. Tak lama terdengar suara Farhan memanggilnya.

“Dek! Kamu laper ngga? Ayo makan dulu!”

Mendengar kata makan, Putri langsung bangun. Perutnya memang sudah keroncongan. Dia melesat menuju lantai bawah. Di meja makan sudah tersedia makanan yang sudah disiapkan oleh bi Imas, istri mang Asep. Liur Putri hampir saja menetes melihat menu yang tersedia. Nasi liwet, ikan goreng, tumis kangkung, tempe mendoan, sambel terasi, lalab dan asin cumi yang dimasak dengan cabe gendot.

Tanpa menunggu lama Putri langsung duduk. Dengan cepat dia menyendokkan nasi ke dalam piring. Hampir semua lauk ada di piringnya. Setelah itu makan dengan lahapnya.

“Ya ampun dek, kamu laper apa kesurupan. Kayanya cowo-cowo kalo lihat kamu makan kaya gini langsung ilfil,” goda Farhan.

Uhuk.. uhuk..

Putri tersedak. Fahri memberikan minum pada adiknya ini.

“Makannya pelan-pelan dek,” ucap Fahri. Dia menepuk-nepuk pelan punggung Putri. Tanpa dikomando jantung Putri langsung berdendang. Sedikit saja sentuhan Fahri di tubuhnya langsung menimbulkan efek yang luar biasa pada jantungnya. Putri salah tingkah. Dia hanya menunduk menghabiskan makannya. Lagi, Farhan menangkap sesuatu yang tak beres dengan sikap adiknya.

Sore harinya Putri ikut mang Asep ke kebun untuk mengambil jagung dan beberapa hasil kebun lainnya. Malam ini mereka akan membuat api unggun sambil membakar jagung. Putri mengumpulkan jagung yang sudah dipanen oleh mang Asep. Aktivitas ini cukup menguras tenaganya. Keringat membasahi keningnya. Karena gerah, dia memutuskan menggulung rambutnya. Putri mengambil ranting pohon, kemudian dia mencepol rambutnya dengan ranting pohon sebagai penyangga rambutnya.

Semua bahan sudah siap. Mang Asep mengajak Putri kembali ke vila. Kedua tangannya menjingjing keresek berisi bahan makanan. Mereka berjalan menuju vila. Beberapa pemuda yang sedang nongkrong langsung terpana melihat Putri. Wajahnya yang cantik, kulitnya yang putih serta leher jenjangnya begitu menarik perhatian mereka. Gadis itu tak menyadari kalau sedari tadi mata para pemuda itu tak lepas memandangnya. Tiba-tiba.

SREKK

Fahri menarik ranting pohon dari kepala Putri, membuat rambutnya yang panjang langsung tergerai.

“Kak Ri!” protes Putri.

“Kamu ngga sadar apa kalau laki-laki di sana pada ngeliatin kamu? Ngapain rambut kamu dicepol kaya gitu?”

“Gerah kak.”

“Pokoknya kalau keluar rumah rambut kamu ngga boleh diiket atau dicepol kaya tadi, ngerti?!”

“Iya kak.”

Fahri menatap tajam pada para pemuda yang sedari tadi menikmati kecantikan adiknya. Kemudian merangkul Putri, sambil berjalan kembali ke vila. Mendapat perlakuan seperti ini, sontak membuat Putri salah tingkah. Lagi-lagi jantungnya berdegup kencang. Tangannya seketika terasa dingin. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

🌹🌹🌹

Paginya, sesudah sarapan Fahri mengajak Putri juga Farhan berjalan-jalan di sekitar kebun teh. Mereka menyusuri jalan setapak yang membentang di tengah-tengah perkebunan. Terlihat banyak wanita pemetik teh sedang menjalankan tugasnya. Sesekali mereka menyapa dan berbincang dengan para pekerja.

Mereka terus berjalan hingga akhirnya Putri menyerah karena lelah. Dia beristirahat sejenak mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal. Putri meneguk air mineral yang dibawanya, membasahi kerongkongannya yang kering. Farhan sibuk mengabadikan pemandangan indah ini dengan kamera DSLR. Sedang Fahri duduk di sebuah batu yang cukup besar sambil mengutak-atik ponselnya.

Putri berjongkok karena sudah tak kuat berdiri. Fahri yang melihatnya segera memanggilnya.

“Dek, sini,” Fahri melambaikan tangannya. Putri berjalan mendekati kakaknya. Fahri menarik tangan Putri hingga duduk di pangkuannya.

“Capek ya. Udah istirahat dulu.”

Tangan kanan Fahri memeluk pinggang Putri, sedang tangan kirinya merapihkan rambut adiknya yang berantakan tertiup angin.

SERR

Jantung Putri berdegup kencang seperti sedang menaiki roller coaster. Dia memberanikan diri melihat pada Fahri. Wajah laki-laki di hadapannya ini begitu tampan. Mata Putri mengabsen seluruh bagian wajahnya. Mulai dari alis, mata, hidung hingga bibir.

Cukup lama mata Putri menatapi bibir Fahri. Entah mengapa bibir itu terlihat sangat seksi dan menggoda. Perlahan Putri mendekatkan wajahnya. Kemudian dia mencium bibir Fahri dengan lembut.

“Dek.”

BYARR

Lamunan Putri langsung ambyar begitu mendengar suara Fahri memanggilnya.

“Mau terus ke atas apa mau pulang?” tanya Fahri.

“Pulang aja kak, Putri capek.”

Dengan cepat Putri meloncat turun dari pangkuan Fahri. Setelah itu dia berlari-lari kecil menjauh dari kedua kakaknya. Tak lama Fahri menyusul di belakangnya. Farhan masih asik memandangi foto hasil jepretannya. Sebuah foto candid saat Putri duduk di pangkuan Fahri dan terpergok olehnya sedang memandang intens pada Fahri.

🌹🌹🌹

Putri berguling-guling di kasurnya. Dia tak menyangka bisa berpikiran mesum seperti tadi.

Aaaa bagaimana ini? Kira-kira kak Ri ngeh ngga ya kelakuan gue tadi. Huhuhu.. kenapa sih kak Ri bikin Putri baper terus.

Putri mengacak-acak rambutnya. Dia benar-benar frustasi dengan perasaannya ini. Tak berapa lama Putri terlonjak dari tidurnya. Dia lupa kalau akan menguji perasaannya pada Farhan. Dengan cepat dia menuju kamar kakaknya itu.

Pintu kamar Farhan terbuka, sejenak Putri mengintip keberadaan kakaknya. Dia sedang serius dengan laptopnya.

Ish kak Han, lagi liburan masih aja di depan laptop. Udah kaya Tukul, kembali ke laptop.

Putri mengetuk pintu sebentar kemudian menerobos masuk sebelum Farhan mengijinkannya.

“Kak Han.”

“Hmmm,” jawabnya tanpa memalingkan wajah dari laptop.

“Tolongin Putri dong.”

“Apa?” masih terus menatap laptopnya.

“Ish kak Han!!” mendengar teriakan Putri, Farhan mengangkat kepalanya.

“Apa dek?”

“Putri minta tolong.”

“Tolong apa?”

“Putri pengen dipangku kak Han,” ujar Putri sambil menampilkan wajah imutnya. Farhan terkekeh melihatnya. Dia menaruh laptopnya, kemudian merentangkan tangannya. Dengan senang Putri berjalan ke arahnya lalu duduk di pangkuannya. Dia menatap wajah Farhan seperti tadi menatap Fahri.

Hmmm.. kok aneh ya, sama kak Han biasa aja. Nih jantung adem ayem aja.

Putri masih belum percaya. Dia memeluk Farhan dengan erat. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kakak.

Ih beneran lah sama kak Han lempeng-lempeng aja. Kok gue ngga ada deg deg serr nya. Huaaaa berarti gue beneran naksir kak Ri.

“TIDAKKKKK!!!” teriak Putri.

“Ih kamu ngagetin aja sih dek!”

Farhan menoyor kepala adiknya dengan kesal. Putri menatap wajah Farhan dengan mimik memelas dan bingung.

“Kak Han gimana dong? Putri harus gimana ini hiks.. hiks.. bantuin Putri kak Han, huaaaa....”

Mendengar teriakan Putri dari arah kamar Farhan, Fahri dengan cepat menghampiri.

“Dek, kamu kenapa?” tanya Fahri panik.

Melihat Fahri hati Putri bertambah kacau. Dia langsung bersembunyi di dada Farhan. Jantungnya berdebar kencang mendengar suara Fahri mencemaskannya.

“Putri kenapa?” tanya Fahri pada Farhan.

“Tadi dia abis mimpi dicium pangeran kodok hahaha.”

Putri mencubit pinggang Farhan, membuat lelaki ini meringis. Refleks dijitaknya kepala Putri. Setelah memastikan tak ada apa-apa dengan Putri, Fahri keluar kamar.

“Turun! Turun dek, kamu berat tau ngga,” ucap Farhan.

Dengan malas Putri turun dari pangkuan Farhan. Setelah itu dia berjalan keluar menuju kamarnya dengan langkah gontai. Hipotesisnya terbukti, dia sedang jatuh cinta pada Fahri. Farhan menghela nafas melihat kepergian Putri. Dia sudah bisa menebak apa yang dialami si biang kerok alias Putri gesrek.

🌹🌹🌹

**Si Putri Gesrek fallin' in love sama Fahri. Kira2 Farhan bakal dibuat pusing ngga ya sama si ratu Gesrek😛

Author juga pusing kalau readers cuma baca tanpa kasih like, comment atau vote. Kita saling bantu ya, jangan pelit buat tinggalkan jejaknya**.

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!