Ayris terpaksa berpisah dengan suaminya, Fai. Dan dipaksa menikah dengan seorang CEO mafia yang kejam.
Perseteruan dan konflik silih berganti.
"Hubby, aku merindukanmu," gumam Ayris.
"Kau hanya akan menjadi milikku." Zain tersenyum sinis.
Bagaimana kehidupan Ayris, apakah berjalan sesuai keinginannya?
okay selamat membaca 🙏😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risky hayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
Di tempat Zain ,
Max yang masih menatap layar laptop nya sesekali memandang ke arah zain .
" Tuan , berkas nona sudah siap . Hanya,,,,".
Max menghentikan ucapan nya membuat zain merasa heran dan menatap ke arah nya .
" Kenapa,,,?"
Tanya Zain dengan tatapan tajam mata elang nya.
" Berkas itu membutuhkan tanda tangan nona tuan."
Ucap Max merapikan beberapa file untuk di berikan pada Zain.
Zain menerima berkas berkas tersebut dan melihat nya per lembar .
Seketika bibir zain tersenyum menyeringai seakan terpancar kebahagiaan di wajah nya.
" Berikan tugas itu pada Mira !"
Perintah zain memberikan kembali berkas tersebut.
" Baik tuan ."
Jawab Max singkat menerima berkas itu kembali.
" Aku yakin tuan tidak salah memilih ."
Gumam max dalam hati nya.
Max yang menyuruh rian membawa tuan nya kembali ke mansion sedangkan ia menyelesaikan beberapa berkas bersama diana sekertaris zain .
Tak berapa lama mereka sampai ke mansion , seperti biasa nya rian membukakan pintu untuk tuan nya .
Zain yang baru saja pulang tak lantas pergi ke kamar nya sendiri namun ia mengendap endap masuk ke kamar ayris yang tengah terlelap dalam tidur nya.
Zain mengusap pelan rambut nya dan juga menyentuh lembut pipi nya.
Muach,,,
Ia mencium kening nya dan melangkah ke luar meninggalkan kamar ayris . Perlahan-lahan Zain menutup pintu itu untuk tidak membuat suara yang membangunkan ayris atau mengganggu tidur nya .
Beberapa hari pula Zain seperti seorang pencuri di mansion nya sendiri harus mengendap endap bila masuk ke kamar Ayris .
Ia menunggu saat yang tepat untuk menemui nya meskipun ada percikan rasa cinta nya pada gadis yang ia temui beberapa hari lalu telah ada di hati nya .
Terbukti ia ingin segera memiliki nya dan membuat nya bahagia meskipun dengan cara seperti ini.
Beberapa hari ayris di layani seperti putri raja dan mira yang selalu menemani nya . Hingga Ayris merasa heran dengan perlakuan yang ia terima seakan ia seorang yang sangat berharga.
Sedang hati dan pikiran nya masih memikir kan Faizal tetapi ia tak bisa ber buat apa apa . Sesekali ia merengek pada mira meminjam handphone nya tetapi dengan jawaban yang sama mira pun memberitahu nya .Mira juga tidak ingin mendapat kan hukuman dari tuan nya.
Zain sengaja tidak ber tatap muka dengan Ayris sebelum gadis itu menjadi milik nya . Ia membiarkan semua berjalan seperti apa ada nya meskipun Ia terlena dalam angan nya.
" Mira."
Mira terkejut mendengar suara panggilan max yang tidak seperti biasa nya datang pagi-pagi sekali.
" Iya tuan ."
Jawab Mira membungkukkan kepala nya.
" Ini tugas mu ! kau harus membuat nona menandatangani berkas ini."
Ucap Max menyerahkan beberapa lembar berkas pada mira.
" Baik tuan."
jawab Mira mengeryitkan dahi nya menerima berkas tersebut dan mira pun harus memutar otak nya berpikir keras agar tidak menimbulkan kecurigaan sang nona.
Mira berlalu meninggalkan max karena harus menyelesaikan tugas nya melayani nona Ayris.
Ketika Mira sampai di kamar ayris, ayris yang telah berolahraga di balkon kamar membuat mira mencari nya ke beberapa tempat .
Mira merasa lega karena melihat sang nona berara di balkon kamar menggerakkan badan nya .
Sinar matahari menyapu wajah cantik nya di sertai angin yang berhembus disela sela pagi itu menyapu rambut panjang nya yang tergerai.
Sayup sayup ayris mendengar suara beberapa pelayan di bawah sana .
" Selamat pagi nona."
Sapa mira tersenyum menyodorkan segelas air minum.
" Pagi Mira. aku bisa mengambilnya sendiri kau tidak perlu berlebihan ."
Perkataan Ayris mendapat senyuman dari Mira .
"Nona,,, ,apa anda ingin sarapan sekarang?" Tanya Mira .
" Tidak Mira ,aku ingin mandi dulu ."
Jawab Ayris berlalu meninggalkan mira sendiri .
Mira pun merapikan tempat tidur dan menyiapkan beberapa keperluan ayris.
Sedang ayris yang pergi membersihkan diri nya merasa heran semakin hari tingkah Mira semakin membuat nya berpikir ia telah di sekap oleh raja namun perasaan itu di tepis nya jauh jauh.
Bersambung
berasa gmn gtuu dgrnya biasa nya kan belahan jiwa hehe
mau bilng knp ppa lebih menyayangi ayris ketimbang anaknya
si papa nlpn krna udh tau ayris hamil
klu aku pun akn ku hncurkn kmbli rumh tngganya aplgi mereka yg mmbuat depresi mntn istrinya gra2 mama mu udh tau PP Zain udh punya istri yg di cintainya si Mona mntang2 mnyukainya mau2 aja di suruh tinggl serumah SM PP Zain beserta istrinya
mm mona itu pelakor dulunya menjebak ayah Zain hingga punya Zain dn istri pertamanya pergi stlh ketauan si suami tidur dgn gadis lain hingga tpksa mereka di nikahkan oleh kakenya Zain..
sehingga slma 3 taun mm mona di abaikn dn bayi kecil Zain slma 8 GK dpt kasih syg dri mereka mkanya menjauh dri orang tua nya dn musuh terbesar mereka adlh istri pertama papa nya yg kehidupan nya di hancurkan mama Mona..dn mlh mati di tangan ayah Zain sedih ku untuk istri pertamanya mereka yg awalnya hidup bahagia mlh hancur dn wjr dia bls dendam..