NovelToon NovelToon
Setangkai Layu

Setangkai Layu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Romansa-Percintaan bebas / Cinta Dramatis Yang Sedih
Popularitas:128.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kurnia Setiyani

Hutang budi membawa Kinara jatuh pada rasa yang biasa disebut cinta. Namun di tengah penantiannya untuk mempersembahkan hati dan raganya hanya untuk pria yang telah banyak berkorban untuknya, dia di hadapkan dengan kemalangan yang menimpanya. Kehormatanya direnggut paksa oleh seseorang yang sama sekali tak dia lihat wajahnya.

Dirinya yang tak lagi suci, memilih menyingkir dari cintanya. Menghilang dari kehidupan Jay yang rela menggadaikan kebebasannya demi menolongnya. Merasa tak pantas bersanding dengan pria yang dia anggap luar biasa itu.


Bagaimana cerita lengkapnya...yuk ikuti terus kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Baru

Getar ponsel Kinara sejak sore terus memanggil untuk segera diusap, sayangnya dia terlalu sibuk hingga mengabaikannya. Padahal Bu Ira saat itu tengah panik tidak terkira mendapati Evan yang demam, lewat empat puluh derajat.

Baru ketika berada dalam bis, Kinar merogoh tasnya. Di usap layar pipih tersebut, emapt belas panggilan tak terjawab, ada nama Ibu juga Hana tertera di sana. Puluhan chat masuk pun, menunggu untuk segera di buka.

"*Kinar...kamu dimana...Evan sakit..."

"Demam...panas banget..."

"Evan masuk rumah sakit, dia terus saja nyari kamu. Buruan pulang*..."

Dan masih banyak lagi pesan yang lain, tak dilanjtkan lagi oleh Kinar. Kepanikan sekaligus kecemasan menggerayangi hati dan pikirannya. Merasa sangat bodoh mengabaikan gawainya, hingga kabar darurat terlewatkan ya begitu saja. Sembari menyambungkan panggilan pada kontak sang Ibu.

"Bagaimana keadaan Evan Bu...maaf.." air matanya meluncur dengan ringannya.

"Evan udah mendingan, kamu buruan kesini saja. Nanti ibu kirim alamatnya," jawab Bu Ira.

"Iya Bu...aku langsung ke rumah sakit," Kinar menyeka air matanya. Turun di halte bis terdekat, memesan kegiatan online untuk segera menuju alamat rumah sakit yang Bu Ira kirimkan.

Evan kini tengah terbaring lemah, dengan mata terpejam lelap. Mungkin efek obat yang diberikan dokter tadi. Suhu tubuhnya sedikit menurun tak sepanas beberapa jam tadi. Meredakan kepanikan yang melanda Bu Ira juga Hana, yang sedari tadi penuh ketegangan. Kini mereka sedikit merasa lega.

"Maaf Bu.., kalau boleh saya tanya, dimana ayahnya Evan?" dengan gamang, Hana memberanikan untuk menanyakan hal tersebut.

Bu Ira terdiam sejenak, ada keraguan yang nampak jelas untuk menjawabnya. Menarik nafas panjang, selalu sedang menghempas ragu tesebut.

"Ibu nggak pernah tau, dimana laki-laki itu. Seperti apa wajahnya pun Ibu nggak tau. Begitu juga dengan Kinar," jawab Bu Ira dengan berat.

Hana menautkan kedua alisnya, tak mengerti kondisi tersebut, "maksudnya Bu?" mencoba menelisik lebih jauh.

"Kinar korban perkosaan, laki-laki itu menghilang. Tanpa memikirkan akibat buruk dari perbuatan bejatnya," Bu Ira terlihat penuh emosi mengatakanya.

"Maaf Bu...aku nggak bermaksud membuka luka lama itu," Hana merasa sangat prihatin dengan kemalangan yang menimpa Kinar. Gadis yang seharusnya menikmati masa remajanya dengan indah.Harus menanggung beban seberat itu.

"Mimpi-mimpinya akhirnya karam begitu saja. Tapi setelah kelahiran Evan, dia lebih bersemangat. Raut cerianya mulai menghias wajah cantiknya," kata Bu Ira menitikkan air mata.

Namun pembicaraan mereka terhenti, saat terlihat Kinar berlari tergopoh-gopoh mendekat ke arah mereka.

"Bagaimana keadaan Evan Bu?" tanyanya panik, dengan nafas masih ngos-ngosan.

"Dia sedang tidur, tadi sudah ditangani Dokter. Panasnya sudah mulai turun," jawab Bu Ira.

Kinar segera masuk, meghampiri Evan yang tengah terbaring lemah di atas brankar.

"Maafin Ibu ya nak, Ibu lalai Ibu nggak bisa jagain kamu. Bahkan nggak bisa berada di sisi kamu saa kamu butuh Ibu. Ibu bukan ibu yang baik..." ucapnya lirih diiringi Isak tangis sembari menggenggam lembut tangan Evan.

Bu Ira pun mendekat, mengusap lembut bahunya. Mencoba menguatkannya, "jangan salahkan diri kamu sendiri, meski Evan masih kecil. Dia sudah paham keadaan kita, dia tau ibunya sibuk kerja. Yang penting Evan cepet sehat."

"Maaf ya Bu...selama ini aku selalu merepotkan Ibu."

"Jangan bilang begitu," Bu Ira memeluk hangat Kinar yang masih tenggelam dalam kesedihannya.

Sementara Hana menatap penuh iba, air matanya turut lirih dalam suasana sendu tersebut.

"Aku nggak bisa bayangin, jika itu terjadi sama aku...aku mungkin nggak bisa setengah dia. Semoga laki-laki itu mendapatkan balasan setimpal, dan kamu kebahagiaan pasti akan datang Kinara..." ucapnya dalam hati.

____________________________

Tiga hari Evan berada di rumah sakit, selama itu Kinar selalu menemaninya, merawatnya dengan baik. Dia tak memperdulikan jika akhirnya dikeluarkan dari pekerjaannya. Yang penting baginya sekarang adalah kesehatan Evan. Hana hampir tiap tak pernah absen, datang dengan hadiah yang berbeda-beda di tiap harinya. Membuat Evan makin bahagia. Kesehatanya perlahan membaik, setelah diperiksa Dokter spesialis anak yang menanganinya, dia diperbilehkan pulang hari ini.

Evan pun pulang dengan ceria. Karena dia tak betah berlama-lama di ruangan bernuansa putih dengan aroma obat tersebut. Dan hari-hari berikutnya kondisi tumbuhnya makin pulih, nafsu makannya pun juga sudah kembali. Mengikis wajah pucat pasi, menjadi tuna merah penuh ceria. Tepat seminggu, akhirnya Kinar siap untuk kembali dengan rutinitas kerjanya.

"Anak ibu sayang...Ibu kerja dulu ya. Evan nggak boleh nakal, baik-baik sama nenek," pamit Kinar yang du bala dengan anggukan yang dibarengi senyum tipis wajah tampan pria kecil itu.

"Tapi Ibu jangan pulang kemalaman," syaratnya.

"Iya Ibu janji...Ibu akan pulang cepat," seraya mendaratkan pelukan dan ciuman hangat pada bocah kecil itu. Evan pun melepaskan kepergian ibunya dengan bahagia. Bujukan dan rayuan sang nenek memang selalu membuatnya luluh, menurut.

_____________________________

Langkah Kinar mulai menapaki lokasi proyek, tumpukan material bangunan, alat berat dan para pekerja yang lalu lalang sudah menjadi pemandangan khas di sana.

"Maaf...aku baru bisa berangkat," katanya saat masuki ruang kerja Roman, terlihat dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"Bahasa kondisi anakmu, sudah sehat?"

"Iya.., sudah lebih baik," jawab Kinar singkat.

"Aku lapar, tolong bikinin makanan?" jatuh Roman yang memang sedari tadi tak sempat mencari sarapan pagi, dan ini sudah lebih jam delapan.

"Sebentar.." Kinar membuka lemari pendingin. Hanya ada beberapa Frozen food dan daging ayam yang dia simpan di freezer. Segera diambilnya daging ayam tersebut ke dapur. Siap maracik bumbu yang anggun Mash lengkap tersimpan di sana.

Dan kurang dari satu jam, makanan sudah siap. Sepiring rendang ayam dengan tampilan dan aroma yang memggugah selera tersaji menggoda.

"Sudah siap Pak..tapi maaf cuma ada ini di kulkas," katanya.

"Nggak papa, itu sudah cukup," Roman yang mang sudah lapar segera meraih piring dengan kehilangan nasi panas, mengambil tiga potong rendang ayam tersebut. Dan langsung memasukannya ke mulutnya.

"Enak...dia bisa masak juga rupanya," gumamnya lirih.

Belum habis nasi yang ada di piringnya, Jay pun muncul dengan beberapa lembar berkas di tangannya. Dilihatnya Roman yang tengah menikmati sarapannya. Piring yang masih menyisakan dua potong rendang ayam kini menjadi perhatiannya. Masakan yang memang selalu dia rindukan, yang diolah oleh gadis yang dicintainya.

"Kalau mau makan, ini masih ada," tawar Roman.

"Aku sudah sarapan," jawabnya singkat.

"Sudah selesai Pak?" tanya Kinar yang baru muncul dari arah dalam. Melangkah membereskan sisi piring kotor, bekas makan Roman. Mata Jay manayapntajam ke arahnya membuat Kinar gelagapan, canggung setelah menyadarinya.

"Iya sudah, terimakasih..masakanmu enak," jawab Roman yang kemudian bangkit keluar.emjnggalkan dua orang itu.

"Tunggu..." Jay menahan tangan Kinar yang melangkah balik ke belakang.

"Apa tidak ada yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" tanya Jay menajam.

"Soal apa?" dengan suara lirih Kinar malah balik bertanya.

"Pernikahanmu, suamimu, dan kehidupanmu," jawab Jay.

Kinar terdiam sejenak, mencari-cari jawaban yang pas, "suamiku kerja di luar kota, kehidupan kami cukup bahagia," bohongnya, menahan air mata untuk tak menggenang apalagi menetes.

"Setelah Mas menemukan perempuan yang tepat, Mas juga akan merasakan kebahagiaan itu," ucap Kinar menambahi, seraya mengayunkan langkahnya ke arah belakang. Meninggalkan Jay yang masih menatapnya penuh rasa curiga, tak yakin dengan jawaban Kinar.

1
Ratu Tety Haryati
Assalamualaikum, Thor...🙏
Semoga kabar Kak Othor sehat selalu🤲
Adakah kelanjutan kisah dari Kinara dan Jay?
Saya setia menunggu🙏
kangbacaaiueo
udh 2023... pindah lapak atau gimana ini thor??? gak enak beut digantung 🤔
Ratu Tety Haryati
Assalamualaikum Thor...
Kisah Kinara masih lanjutkah?
watini fitrah
yg hamilin roman yg nikahin jay yg stres angga
Nuniek Nurhandayani
kapan upnya ya. pindah lapak kah thor. kasih tahu dong pindah kemana biar aku bisa mampir
Nuniek Nurhandayani
kapan ya up lagi. nggantung banget
Mamak Mamak
makin seru
Mamak Mamak
lanjut
Mamak Mamak
berkorban untuk yg berarti
Ratu Tety Haryati
Sabar menanti Jodohnya Mas Jay sama siapa

Terimakasih Upnya Thor
Wienyani
semakin aku bingung dengan cerita ini...up nya lamaaaaa bangetttssss
Novria Ervina
ya thor ampir lupo dg ceritanya, up nya sethn sekali😅
Dafaa
kapan jay bisa bahagia kak 😔
HIN Aviation
bagus banget ceeitanya dan cara menulis dan kata2nya jg bagus thor
jempolllll deh
ajenk
wiihh Jay nekat
purwahyu ningsih
cerita'y seru meski kecewa sm keputusan author yg akhir'y menyatukan Roman sm Kinara, tpi lbh kecewa lgi krn author kesan'y gk serius bikin cerita, krn up'y smpi lama bngt beda wktu awal wktu masa'y ayah dan juga kk'y Roman... sekarang kyk berasa digantung githu saking lama'y smpi lupa sm alur cerita'y...
triana 13
nyicil dulu ya kak dan tetap semangat
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!