Setiap wanita pastinya mengimpikan rumah tangga yang harmonis dan utuh. Tidak ada satupun wanita yang mengharapkan perselingkuhan terjadi dalam rumah tangga nya. Begtu juga dengan Sinta.
Sinta adalah seorang istri yang cantik meskipun usianya sudah memasuki usia 50an. Selain cantik dia juga wanita yang setia dan selalu berfikir positif tentang suaminya. Tidak pernah terlintas di benaknya Santo suaminya akan menghianati kesetiaan nya
Diam-diam Santo menikahi seorang wanita muda yang kini membuahkan dua anak kembar tanpa sepengetahuan Sinta.
Seperti apa reaksi Sinta ketika mengetahui suaminya selingkuh?
Akankah rumah tangga mereka bertahan?
Mungkinkah Sinta rela berbagai Cinta dengan wanita lain?
Laura yang ingin memiliki Santo seutuhnya memaksa Santo untuk meninggalkan istri dan kedua anaknya serta menuntut Santo agar segera menikahinya secara sah.
Siapa yang dipilih Santo?
Bagaimana kisah cinta mereka? nantikan cerita KESETIAAN bersama ~kasih~
Diusahakan update setiap hari 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang ke Hotel
Fera bergegas masuk ke dalam ruang ganti, sementara Cindi menunggu di luar. Setelah selesai berganti baju Fera keluar.
" Sudah dek, masuklah gantian ganti, " ucap Fera kepada Cindi.
"Iya kak, kakak tunggu Cindi ya kak, jangan tinggalkan Cindi sendiri. " pinta Cindi kepada Fera.
" Iya dek, kak akan tunggu di depan pintu. Tenang aja kak tidak akan meninggalkan ade kak yang penakut. " ucap Fera kepada Cindi.
"Hahaha.. kakak tau aja kalau adeknya yang cantik ini penakut, " ucap Cindi sambil memamerkan giginya.
"Udah, cepat masuk ke dalam nanti kalo kelamaan kaka tinggal pergi ya. " ucap Fera yang melihat Cindi masih berdiri di luar.
"Ah... kakak suka ngancam, " gerutu Cindi sambil melangkahkan kaki masuk ke ruang ganti.
"Jangan tinggalkan Cindi ya ka, "
"Iya dek, kak gak akan tinggalkan kamu. " ucap Fera kepada Cindi.
Cindi mengganti bajunya yang sudah basah karena lama berendam di dalam air. Karena takut di tinggalkan Fera beberapa kali Cindi terus mengecek apakah Fera masih menunggunya atau sudah pergi meninggalkan dia sendiri.
"Kak, kakak masih ada di luar kan?" tanya Cindi dari dalam ruang ganti.
"Iya dek, kakak masih di sini. " ucap Fera.
"Ayo cepat gantinya kalau takut ditinggal sendiri dari pada sebentar-sebentar panggil kakak. " ucap Fera yang merasa risih dari tadi di panggil Cindi dari dalam ruang ganti.
"Sebentar lagi selesai kak, " ucap Cindi dari dalam ruang ganti.
"Hehehe... Cindi selesai kak," Cindi keluar dari dalam ruang ganti dengan raut wajah yang bersemangat.
"Ayo dek, " ucap Fera mengajak Cindi pergi ke tempat Riki berada.
"Iya kak, " Cindi berjalan bersama-sama menuju ke tempat Riki sedang menunggu.
"Kak, maaf kami kelamaan gantinya. " ucap Fera kepada Riki.
"Iya dek, gak apa-apa. Sepertinya kita harus langsung pulang ni, soalnya sudah jam 2 sore. Takut kemalaman kita jalan, jarak dari sini ke jalan raya lumayan jauh. " ucap Riki kepada Cindi dan Fera.
"Iya kak, Fera setuju dengan yang kakak katakan. "
"Ayo dek bantu kemas-kemas, " ucap Fera kepada Cindi yang masih asik memandangi air terjun Sekumpul.
"Dek.. " Ucap Fera sekali lagi yang melihat adiknya masih saja mematung memandangi keindahan alam itu.
" Eh iya kak, apa tadi yang kakak bilang? " tanya Cindi.
"Bantu kakak berkemas dek, " ucap Fera kepada Cindi.
"Hehehe.. iya kak, " Cindi membantu Fera mengemasi barang-barangnya. Setelah selesai mengemasi barang-barangnya mereka pun bersiap untuk pulang.
" Sudah siap berangkat ka, " ucap Fera kepada Riki.
"Ayo kita jalan, "
Cindi membawa tas ransel kecil, begitu juga dengan Fera. Mereka mulai berjalan kaki menuju jalan raya.
"Kalian dulu yang naik tanggal, " ucap Riki kepada Fera dan Cindi.
"Ayo dek, kamu dulu yang naik tangga. " ucap Fera kepada Cindi.
"Iya kak, " sahut Cindi.
"Pelan-pelan dek, jangan lupa pegangan. " Fera mengingatkan adiknya.
Karena hari ini cuaca lumayan cerah tangga yang tadi pagi licin karena lumut yang tumbuh di tangga itu sekarang lebih kering berkat matahari yang cukup panas.
"Syukur aja hari ini gak hujan ya, kalau hujan aku gak bisa bayangkan betapa licinnya tangga ini. " ucap Fera yang sudah mulai menaiki anak tangga.
"Iya dek, itu yang kakak takutkan. Kalau licin resiko tinggi untuk kita jatuh ke jurang. " ucap Riki.
"Itulah kak, Tuhan tau aja kalau kita perlu panas hari ini. " Fera tersenyum bahagia bisa merasakan kebaikan Tuhan hari ini.
Setelah menghabiskan waktu 15 menit menaiki anak tangga mereka pun bergegas untuk berjalan menuju jalan raya.
" Mau singgah dulu? " tanya Riki yang melihat Fera tampak lelah berjalan.
"Gak kak, kita lanjut aja supaya bisa cepat sampai. " ucap Fera kepada Riki.
"Oh, baiklah. "
"Dek pelan-pelan jalannya, nanti kamu jatuh. " Fera mengingatkan Cindi yang sangat bersemangat berjalan kaki.
Cindi adik Fera memang anak yang suka berpetualang. Selain senang berenang Cindi juga sangat senang mendaki gunung, jadi bagi Cindi berjalan kaki bukanlah sesuatu tantangan yang membuatnya kesulitan.
"Tenang kak, Cindi gak akan jatuh. Cindi udah bisa lewati jalan-jalan yang ekstrim kalau sedang mendaki gunung kak. "
"Iya, walaupun sudah biasa harus tetap hati-hati dek. Kakak takut melihat caramu jalan, seperti orang dikejar hantu aja. " ucap Fera kepada Cindi.
Meskipun Cindi takut dengan gelap itu semua tidak menghalangi hobi Cindi untuk mendaki gunung. Cindi memiliki teman-teman pendaki yang sudah seperti saudara baginya. Teman-teman Cindi sudah mengenal Cindi begitu lama, mereka sudah faham betul kalau Cindi takut gelap. Oleh sebab itulah Cindi tidak pernah di tinggal sendiri saat sedang berkemah di gunung.
Selama 1 jam 15 menit mereka melalui jalan setapak untuk menuju jalan raya. Tidak terasa mereka sudah sampai di tempat yang ingin mereka tuju.
"Ye... kita sampai, " ucap Cindi yang melihat gerbang masuk wisata Air Terjun Sekumpul.
"Akhirnya kita sampai juga, kak kita duduk dulu ya. Kakiku pegal banget. " ucap Fera yang sudah loyo itu.
"Iya dek, "
Mereka berhenti sejenak dan duduk di kursi yang ada di dekat mereka untuk meluruskan kaki yang sudah lelah berjalan selama 1 jam 15menit.
"Sumpah, lain kali kakak gak mau ikut lagi ketempat kaya gini dek. Benar-benar menguras tenaga. " ucap Fera yang menyesal sudah ikut pergi ke tempat Wisata Air Terjun Sekumpul.
"Hahaha.. kakak, baru aja pergi ke sini udah tak berdaya. Apa lagi mendaki gunung. " Cindi tertawa lucu melihat kakanya yang sudah kelelahan itu.
"Kak Riki gak capek ya? " tanya Cindi
"Capek juga, " Jawab Riki.
"Tapi Cindi perhatikan sepertinya kak Riki sudah terbiasa melewati jalan-jalan yang terjal. Nyatanya tadi waktu naik anak tangga kak Riki biasa aja gak ada takut-takutnya. Benar gak kak tebakanku? " selidik Cindi.
"Iya dek, kaka memang senang mendaki sebelum kaka kuliah kedokteran tapi sekarang kaka sudah tidak pernah mendaki lagi. " ucap Riki.
"Ha kan benar tebakan Cindi kalau kak Riki memang seorang pendaki. " ucap Cindi dengan penuh kemenangan.
"Yah.. ternyata hanya kakak yang bukan pendaki disini. " celetuk Fera yang mendengar percakapan Cindi dan Riki.
"Haha.. tapikan hati ini kaka sudah jadi pendaki untuk pertama kalinya, " ucap Cindi memuji kakaknya.
"Ayo kak kita lanjut jalannya, " ucap Fera yang sudah sedikit nyaman.
"Kakimu sudah tidak sakit dek? " tanya Riki
"Udah berkurang kak," Jawab Fera.
"Oke, kalo gitu kita lanjut jalan. "
Mereka melanjutkan perjalanan menuju mobil yang sedang di parkiran.
"Ye... kita pulang, " ucap Cindi setelah sampai di depan mobil.
Fera, Cindi dan Riki masuk kedalam mobil. Setelah duduk dan memasang sabuk pengaman Riki melaju untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang Fera tertidur di dalam mobil karena kelelahan berjalan kaki sementara Cindi sibuk dengan hpnya.
dlm hukum negara juga tdk tercatat jd tdk repot.
ngapain juga pakai pengacara.
dlm kristen memang ada nikah siri!
ribet amat!
urusan Tuhan aja ribet banget.
ada Tuhan anak ,bapak dst jelasin nya aja ribet, soal Tuhan.
soal durasi!!! laki2 indonesia adalah yg paling payahh sedunia dr seluruh dunia.
98 % durasi 2 menit kebawah. 2 % 3 menit kebawah.
itu klu masih muda aja cuma segitu durasinya,apalagi klu sdh umur 45 thn ke atas nafsu doang tenaga engga ada😄😄😄😄
waktu nikah dgn laura distatus permikkahan nya apa?
1.lajang
2.kawin
3.duda/ janda cerai hidup
4. duda/ janda cerai mati
niikah diam diam kena pidana juga
psl.279 ayat 1
udh tua, itu laura msh muda seumuran sama anak tirinya.
engga malu jln saama bpk2 hrsnya iru cucu bukan anak.
.hi pelakor masuk neraka!
sdh mulai bergeloyor,berjengger,kapalan.
apalagi durasi sdh diluar ofset,nafsu doang tenaga engga ada.baru masuk sdh keluar! 😁 gaya banget nikah sama yg muda! bentar lagi istri mudanya lg hot hot nya dia udh payah, biasanya ingin menunjukkan ke kuatannya minum obat kuat. itu menuju kemarian dan kehancuran. krn obat kuat efek sampibgnya bisa melemahkan jantung,syaraf2 bisa steock, darah tinggi gagal ginjal.
bentar lg pensiyn kerka di bank ada batas umur. cari penyakit tdk safar fisik.
bagus
sukses