NovelToon NovelToon
HERE I AM "GHOST"

HERE I AM "GHOST"

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: chiechie kim

Park Soo-jin, siswi baru yang pindah ke SMA Haneul di Seoul, menghadapi beban berat: biaya sekolah dan pengobatan ayah yang terus menumpuk. Saat kehabisan pilihan, ia menemukan sebuah lowongan dengan bayaran tinggi—namun tugasnya tak terduga: menjadi pemburu hantu sekolah.

Di siang hari, ia adalah siswi biasa yang berusaha mengikuti pelajaran. Di malam hari, ia menyusuri koridor sepi, ruang kelas terbengkalai, dan lorong gelap untuk menenangkan arwah yang belum tenang. Awalnya hanya demi uang, perlahan Soo-jin menyadari tugas ini mengajarkannya lebih dari sekadar keberanian: setiap bayang memiliki kisah, dan setiap perjuangan punya makna.

Akankah ia mampu bertahan menyeimbangkan kehidupan sekolah dan rahasia kelam yang tersembunyi di balik tembok sekolahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechie kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaji Pertama

Bel tanda jam istirahat berbunyi nyaring, memecah keheningan kelas dan membuat suasana sekolah kembali riuh. Para siswa berbondong-bondong keluar menuju kantin, ruang perpustakaan, atau sekadar berkumpul di koridor.

Soo-jin berjalan perlahan menuju kantin, membawa nampan berisi makanan sederhana yang cukup untuk mengganjal perut. Ia memilih duduk di meja paling pojok, tempat yang agak sepi dan jauh dari keramaian. Begitu duduk, tangannya berhenti menyentuh sendok, dan matanya langsung menerawang kosong ke luar jendela.

Pikirannya masih melayang pada kejadian tadi pagi di toilet—rasa dingin yang menusuk tulang, bau yang menyengat, dan cara Min-woo serta Seung-hyun bertindak seolah tidak ada hal aneh yang terjadi. Semua itu terasa seperti mimpi yang terlalu nyata. Ia baru sadar bahwa kehidupannya sudah berubah drastis hanya dalam waktu semalam.

Apakah keputusanku ini benar? batinnya bertanya-tanya. Di satu sisi, uang yang didapat bisa menyelamatkan Ayah dan meringankan beban. Tapi di sisi lain, aku harus menyembunyikan segalanya, hidup dengan rahasia, dan menghadapi hal-hal yang bahkan tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Ia menghela napas panjang, lalu menatap makanan di depannya yang hampir tidak tersentuh. Rasa penasaran, takut, dan harapan bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Indranya yang tiba-tiba menjadi peka itu pun terasa seperti anugerah sekaligus beban yang harus ia bawa mulai sekarang.

“Kenapa melamun saja? Makanlah sebelum dingin.”

Sebuah suara tiba-tiba terdengar di sampingnya, membuat Soo-jin tersentak kaget. Ia menoleh dan melihat Lee Min-woo sudah duduk di hadapannya, dengan nampan makanannya sendiri. Tak lama kemudian, Choi Seung-hyun menyusul dan duduk di sebelah Min-woo.

“Masih terkejut dengan apa yang terjadi tadi pagi?” tanya Seung-hyun sambil tersenyum tipis, seolah bisa membaca pikiran gadis itu.

Soo-jin mengangguk perlahan, lalu menjawab dengan suara pelan, “Aku masih berusaha memahami semuanya. Rasanya seperti dunia yang berbeda tiba-tiba terbuka di depan mataku.”

Min-woo menatapnya dengan pandangan yang lebih lembut dari biasanya. “Wajar jika kau merasa bingung. Semua anggota baru pasti merasakan hal yang sama. Tapi ingat, selama kita tetap menjaga rahasia dan berhati-hati, semuanya akan terasa lebih mudah seiring berjalannya waktu.”

Ia lalu mengeluarkan amplop cokelat tebal dari dalam tasnya, lalu mendorongnya perlahan ke tengah meja, tepat di hadapan Soo-jin.

“Ini gaji pertamamu. Sesuai kesepakatan, dibayarkan di muka. Jumlahnya cukup untuk kebutuhanmu dan biaya pengobatan Ayah untuk sementara waktu.”

Mata Soo-jin terbelalak melihat amplop itu. Jantungnya berdegup kencang—bukan karena takut, tapi karena rasa lega yang akhirnya datang. Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh permukaan amplop itu. Inilah alasan utamanya melangkah masuk ke dunia ini, dan sekarang tujuannya sudah terasa semakin dekat.

Seung-hyun menyandarkan tubuhnya sedikit ke depan, lalu berbisik pelan agar hanya terdengar di antara mereka bertiga:

“Selamat untuk gaji pertamamu.”

Wajah Soo-jin berseri-seri, matanya sedikit berkaca-kaca karena rasa haru. “Aahh… terima kasih banyak, sungguh ini sangat berarti bagiku.”

Belum sempat ia melanjutkan bicara, Min-woo mendorong gelas berisi jus buah segar ke arahnya, meletakkannya rapi di samping piring makannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Soo-jin menatap gelas itu, lalu menoleh ke arahnya dengan bingung. “Ini… untukku?”

Min-woo hanya mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis—senyum yang jarang ia tunjukkan, membuat wajahnya terasa lebih hangat dan tidak seserius biasanya.

Belum sempat Soo-jin meminumnya, Seung-hyun langsung berteriak pelan sambil berpura-pura cemburu:

“Hei! Kau pilih kasih ya! Hanya Soo-jin saja yang dikasih, aku tidak dapat apa-apa?”

Min-woo menoleh padanya dengan tatapan datar, lalu menjawab singkat dan santai:

“Kau punya uang sendiri, beli saja.”

Seung-hyun mendengus kesal sambil memukul pelan meja, membuat Soo-jin tertawa kecil melihat tingkah keduanya.

“Aisshh… dasar pelit!”

Suasana yang tadinya terasa berat dan penuh rahasia perlahan berubah menjadi lebih santai. Di tengah keramaian kantin sekolah, untuk sesaat mereka terasa seperti teman biasa yang hanya bercanda, tanpa beban tugas atau dunia gaib yang harus dihadapi.

Soo-jin memegang gelas jus itu, merasakan kehangatan yang menjalar dari telapak tangannya ke dalam hati. Meskipun baru bergabung, ia mulai merasa bahwa ia tidak menjalani semuanya sendirian.

Bel tanda berakhirnya jam istirahat pun berbunyi. Siswa-siswa bergegas membereskan meja dan kembali menuju kelas masing-masing. Soo-jin menyelesaikan makanannya, lalu meminum jus yang diberikan Min-woo sampai habis—rasanya manis dan segar, seolah menghilangkan sebagian rasa lelah dan kegelisahan yang membebani pikirannya.

Sepulang sekolah, ia berjalan pulang dengan langkah yang lebih ringan dari biasanya. Sesampainya di kamar sewaannya yang sederhana, ia segera mengunci pintu dan menarik tirai jendela agar tidak ada yang bisa melihat dari luar. Dengan hati-hati, ia mengeluarkan amplop cokelat itu dari saku dalam seragamnya dan meletakkannya di atas meja belajar.

Jari-jarinya bergerak perlahan membuka lipatan amplop itu. Begitu melihat isinya, napasnya terasa tertahan. Jumlah uang di dalamnya memang jauh lebih banyak daripada gaji pekerjaan paruh waktu biasa—tepat seperti yang dijanjikan. Ia menghitungnya satu per satu dengan teliti, lalu menyisihkan sebagian besar untuk biaya pengobatan dan kebutuhan ayah serta ibunya di rumah, menyisakan sedikit saja untuk keperluannya sendiri selama sebulan ke depan.

Sambil memegang uang itu, ia duduk termenung sejenak. Rasa syukur memenuhi hatinya, meski di sudut pikiran masih tersisa sedikit kekhawatiran tentang tugas yang menanti nanti malam dan hari-hari berikutnya. Namun melihat angka yang cukup untuk meringankan beban keluarganya, ia merasa keputusannya sudah tepat.

Segera ia meraih ponsel dan membuka layanan pengiriman uang. Setelah memastikan nomor rekening dan data tujuan benar, ia menekan tombol kirim. Hanya dalam hitungan detik, pesan konfirmasi muncul di layar: Pengiriman berhasil.

Soo-jin tersenyum lega, matanya berkaca-kaca. Ia segera mengetik pesan singkat untuk ibunya, tanpa menyebutkan secara rinci dari mana uang itu berasal:

“Bu, saya sudah kirimkan uangnya. Gunakan untuk obat dan kebutuhan Ayah ya. Jangan khawatir soal saya, saya di sini cukup. Semoga Ayah segera pulih sepenuhnya.”

Tak lama kemudian, balasan datang:

“Terima kasih, Nak. Ibu sangat bersyukur. Ayah juga mendengar kabar ini dan merasa jauh lebih baik. Jaga kesehatanmu di sana.”

Membaca pesan itu, rasa lelah dan takut yang ia rasakan seketika terasa terbayar lunas. Ia menyimpan kembali sisa uangnya di tempat yang aman, lalu memandang ke luar jendela saat langit mulai berubah warna menjadi jingga keunguan.

“Apa pun yang terjadi ke depannya, ini sudah cukup alasan bagiku untuk terus melangkah,” bisiknya pada diri sendiri.

Namun ia belum tahu, malam itu tugas pertamanya yang sesungguhnya baru akan dimulai dan kemampuan istimewanya akan diuji lebih berat dari sebelumnya.

1
chie_bapeer
❤️❤️❤️
chie_bapeer
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!