Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24: Akhir Tragis Su Qingxue & Turunnya Patriark Inti Emas
Diiringi runtuhnya kubah formasi, Mo Wuji dan tiga ratus prajurit Pasukan Bayangan Darah langsung menyerbu masuk ke Alun-Alun Puncak Gunung Pedang Bulan, mengepung sisa-sisa murid sekte yang sudah kehilangan semangat tempur dan menjatuhkan pedang mereka karena ketakutan.
Di tengah alun-alun yang bersimbah darah, Lin Xuan melangkah perlahan menuju tangga teras Aula Agung Bulan Perak.
Di teras tersebut, seluruh tetua telah tewas atau sekarat, menyisakan satu-satunya sosok bergaun putih yang terduduk gemetar di atas lantai batu dingin:
Su Qingxue.
Melihat Lin Xuan melangkah mendekatinya dengan pedang hitam yang meneteskan darah dua pemimpin sekte besar, pertahanan mental Su Qingxue akhirnya runtuh sepenuhnya.
Tidak ada lagi tatapan dingin yang memandang rendah Lin Xuan seperti di malam hujan darah di puncak Jurang Tulang Iblis. Tidak ada lagi keangkuhan sebagai murid inti Sekte Pedang Bulan yang merasa masa depannya berada di langit yang tinggi.
Di matanya saat ini, pemuda yang dulu ia campakkan dan ia racuni dengan tangannya sendiri telah tumbuh menjadi kaisar berdarah dingin yang bahkan membuat seluruh Provinsi Awan Merah bergetar di bawah kakinya!
"Lin... Lin Xuan..."
Su Qingxue merangkak maju dengan air mata membasahi wajah cantiknya, mencoba meraih ujung jubah hitam Lin Xuan.
"Lin Xuan, aku salah! Aku benar-benar menyesal!" isak Su Qingxue sambil membenturkan kepalanya ke lantai batu hingga dahinya berdarah. "Ingatkah kau saat kita berusia dua belas tahun? Saat kau demam setelah berlatih di musim dingin, akulah yang membawakan sup obat untukmu! Kumohon, demi kenangan masa kecil kita... jangan bunuh aku! Aku bersedia mencabut kultivasiku sendiri dan menjadi pelayan pencuci kakimu di Paviliun Darah Hitam seumur hidupku!"
Lin Xuan berhenti tiga langkah di depan Su Qingxue agar tangan wanita itu tidak menyentuh ujung sepatunya.
Ia menatap wanita yang pernah menjadi tunangannya itu dengan tatapan tenang dan hampa—seolah sedang menatap orang asing yang sudah lama mati.
"Su Qingxue, sup obat yang kau berikan saat aku berusia dua belas tahun sudah kubayar lunas dengan sepuluh ribu Batu Spiritual dan tiga batang tanaman obat seratus tahun yang dikirim ayahku ke keluargamu dan Sekte Pedang Bulan selama lima tahun terakhir," ucap Lin Xuan dengan suara jernih yang terdengar hingga ke seluruh alun-alun.
"Sedangkan pada malam kau menuangkan racun pelumpuh ke dalam cawan anggurku dan melihat Lin Haotian merobek tulang dari dadaku sambil berkata bahwa aku bahkan tidak layak menjadi batu pijakan di bawah kakimu... hari itu, segala hubungan masa lalu di antara kita sudah terputus."
Lin Xuan mengangkat Pedang Pemutus Karma tinggi-tinggi.
"Aku pernah bersumpah saat jatuh ke Jurang Tulang Iblis: siapa pun yang terlibat malam itu, tak satu pun akan kubiarkan hidup melihat matahari terbit lagi!"
"Tidak!! Guru!! Patriark!! Selamatkan aku!!" jerit Su Qingxue dengan suara histeris penuh keputusasaan sambil menoleh ke arah atap Aula Agung.
Di atas atap Aula Agung, Patriark Jian Wuchen sebenarnya sudah hendak bergerak, namun Lin Xuan sama sekali tidak memberinya kesempatan!
SRAAAAK!!
Kilatan hitam kemerahan menyambar turun secepat petir!
Kepala Su Qingxue—wanita yang memulai seluruh pengkhianatan berdarah terhadap Lin Xuan—terputus dari lehernya dan menggelinding jatuh di depan pintu Aula Agung Bulan Perak dengan mata yang masih terbelalak penuh penyesalan abadi!
[Selamat! Anda telah mengeksekusi Target Penaklukan Utama Arc 1–2: Mantan Tunangan Pengkhianat, Su Qingxue!] [Simpul Karma Masa Lalu terputus sempurna! Pikiran Bela Diri (Martial Heart) Inang meningkat ke tingkat Tanpa Cela!] [Memperoleh Hadiah Penyelesaian Karma: Poin Takdir +5.000! Kejernihan Jiwa +100%!]
"BOCAH IBLIS!! KAU BERANI MEMBUNUHNYA DI DEPAN MATAKU?!"
BOOOOOOOOOOMMMM!!
Bersamaan dengan jatuhnya tubuh tanpa kepala Su Qingxue, atap Aula Agung Bulan Perak meledak hancur!
Sosok Patriark Jian Wuchen melayang turun dari angkasa dengan rambut perak berkibar liar. Di depan dadanya, sebuah Inti Emas (Golden Core) berwarna perak keemasan berputar kencang, melepaskan gelombang tekanan Ranah Inti Emas Tingkat 2 yang begitu mengerikan hingga membuat gunung bergetar dan awan di langit terbelah!
Udara dalam radius satu mil di puncak Gunung Pedang Bulan langsung membeku menjadi kristal es perak!
Itulah kekuatan seorang penguasa Ranah Inti Emas—perbedaan antara Fondasi Roh dan Inti Emas ibarat perbedaan antara sungai fana dan lautan langit!
"Hari ini, meskipun Sekte Pedang Bulan harus kehilangan seribu murid, aku Jian Wuchen akan menghancurkan tulangmu menjadi abu dan memurnikan jiwamu di dalam api Inti Emas-ku selama seribu tahun!!"